Harga Karet Ditekan Minyak Mentah

- Redaksi

Sabtu, 3 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani menyadap karet.

Ilustrasi petani menyadap karet.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG | Penurunan harga minyak mentah menjadi penyebab tertekannya harga karet. Sebab, minyak mentah merupakan bahan dasar pembuatan karet sintetis. Hal itu dikatakan oleh Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian, Sabtu (3/7/2021).

Rudi mejelaskan, melemahnya harga minyak mentah disebabkan oleh kekhawatiran adanya peningkatan kasus Covid-19 di negara Asia, yang penyebaran varian deltanya cukup luas di kawasan Eropa.

Selain itu secara permintaan, karet global tidak meningkat dan cenderung menurun pasca meningkatnya kasus Covid-19 yang mempengaruhi pemulihan ekonomi Asia.

“Kemudian aktivitas manufaktur di Cina dan Jepang juga tumbuh, paling lambat pada akhir Juni 2021. Karena pertumbuhan output dan pesanan baru melambat,” kata Rudi.

“Inilah penyebab turunnya harga karet beberapa hari ini, dan kita harapkan UPPB dapat berperan aktif untuk terus merangkul anggota-anggota baru, agar dapat menghasilkan Karet bersih dengan Kadar Karet Kering yang tinggi,” tambahnya.

Diterangkan Rudi, untuk harga karet (KKK) 100 persen hari ini, turun Rp.337,-/Kg dibanding harga indikasi karet hari Kamis 01 Juli 2021.

1 KADAR KARET KERING (K3) 100% Rp.19.342,-

2 KADAR KARET KERING (K3) 70% Rp.13.539,-

3 KADAR KARET KERING (K3) 60% Rp.11.605,-

4 KADAR KARET KERING (K3) 50% Rp.9.671,-

5 KADAR KARET KERING (K3) 40% Rp. 7.737,-

(Nat)

Berita Terkait

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional
Harga Emas Perhiasan di Palembang Hari Ini Rp 16 Juta per Suku
Aryaduta Gencarkan Gaya Hidup Sehat Melalui Program Wellness “Tjakap Djiwa”
Revolusi Rasa Nusantara, Sarjana Kerupuk Palembang Mengubah Pempek dan Kerupuk Jadi Bisnis Online Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:22 WIB

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:56 WIB

Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional

Berita Terbaru