SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Pemerintah Kabupaten OKU Timur melaksanakan gotong royong membersihkan area Pasar Martapura. Ditengah keramaian Bupati OKU Timur, Lanosin, terlihat turut ikut menyapu dan membersihkan area pasar bersama masyarakat.
Kegiatan gotong royong serentak ini menjadi bagian dari pemantauan tahap II penilaian Adipura 2025 untuk Kota Martapura.
Namun bagi Bupati Enos, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi penilaian melainkan gerakan hati untuk mengembalikan semangat kebersamaan menjaga kebersihan lingkungan.
Bersama dengan para pedagang, Bupati Enos ikut mengumpulkan sampah di sekitar area pasar. Diikuti para pegawai Pemkab OKU Timur yang juga bersemangat membersihkan area sekitar Pasar Martapura.
“Kebersihan itu sebagian dari iman,” ujar Enos.
“Giat kebersihan ini jangan menunggu semangat, tapi harus dipaksakan dulu sampai akhirnya menjadi kebiasaan baik. Kalau kita menjaga alam, alam pun akan menjaga kita,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa penilaian Adipura hanyalah momentum, sementara tujuan utamanya adalah menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.
“Jangan hanya semangat ketika ada penilaian. Jadikan ini kebiasaan sehari-hari. Inilah cara kita melatih diri agar cinta kebersihan dan hidup sehat,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Bupati juga menyebut beberapa kecamatan yang menjadi fokus penilaian, seperti Martapura, BP Peliung, Buay Madang Timur, dan Belitang. Ia meminta camat, kepala desa, dan lurah agar menggerakkan masyarakat menolak tempat pembuangan sampah liar dan menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
“Kesehatan itu dimulai dari lingkungan yang bersih. Mari kita jaga bersama kampung kita, karena lingkungan yang baik akan melahirkan kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Bupati Enos ingin menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat OKU Timur.

















