Gara-gara Gaji, Guru Disekap, Diancam Pakai Sajam

- Redaksi

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek IB I, AKP Ricky Moza. (Photo: Kiki Nardance)

Kapolsek IB I, AKP Ricky Moza. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Nasib tragis dialami Marlita (55), Guru salah satu SMP Negeri di Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Dia diduga disekap dan diancam dengan senjata tajam (sajam) oleh oknum guru honorer di sebuah ruangan.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang, AKP Rizky Mozam, mengatakan, jika pihaknya telah mengamankan pelaku yang diduga sudah melakukan pengancaman terhadap rekan sesama guru di sekolah tersebut.

“Pelaku inisial TD (32) telah kita amankan dan didapat barang bukti sebilah pisau yang diduga digunakan untuk mengancam korban,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata Rizky, pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait perbuatan pengancaman yang dia lakukan.

“Sementara ini pelaku dijerat pasal pengancaman dan kepemilikan senjata tajam, dan akan kita dalami lagi. Sebab untuk senpi atau yang diduga Air Softgun yang digunakan pelaku tidak ditemukan,” katanya.

Untuk motifnya, yakni menagih gaji honorer milik temannya, yang mana menurut pelaku belum dibayarkan kepada temannya tersebut.

“Tapi setelah kita telusuri ternyata gaji honorer milik temananya itu sudah dibayar. Sebab itu kita masih mendalami lagi kemungkinan adanya motif lain dibalik perbuatan pelaku ini,” tegasnya.

Sementara itu, korban mengatakan jika pengancaman terhadap dirinya terjadi saat berada di sekolah pada Selasa pagi (4/2/2025).

“Tadi pagi dia menggiring saya ke sebuah ruangan dan menceramahi saya dari pukul 06.00 WIB lewat, dan mengeluarkan sajam dan sekarang sudah diamankan bapak polisi,” katanya.

Bahkan korban mengaku sempat diancam pelaku dengan menggunakan pistol yang belum diketahui jenisnya. “Pelaku ada pistol. Sempat dikeluarkan dan saya ada fotonya. Dia sempat ancam menembak saya, tapi dihalangi teman saya,” tambah dia.

Ia mengatakan jika dirinya sudah membuat laporan polisi terkait pengancaman dengan terlapor oknum guru olahraga berinisial TD (32) ke Polrestabes Palembang.

“Saya sudah buat laporan polisi, setelah pelaku mengancam akan menembak saya,” katanya.

Bahakan saat itu, korban mengatakan pelaku ingin membunuh, serta selalu meneror dan mencari dirinya. “Dia keliling sekolah mencari saya setiap hari, katanya ingin membunuh saya,” urai korban.

Ia terpaksa melaporkan oknum guru tersebut karena sudah merasa ketakutan. “Semua barang-barang saya yang ada di ruangan guru diambil semua. Meja, locker saya diangkat termasuk berkas-berkas saya,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Kepergok Kupas Kabel Pertamina di Rumah Dinas Kosong, Pria 62 Tahun Diciduk Polisi
Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, Kapolda Tekankan Prinsip BETAH Rekrutmen Polri
Dituduh Mafia Tanah Saat Mediasi, Agung Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi
Kapolrestabes Palembang Pimpin Sertijab Kasat Lantas
Mas Kawin Milik IRT Raib Diloker Tempatnya Berkerja 
1X24 Jam Satu Pelaku Pengeroyokan Sopir Ditangkap Reskrim dan Polsek Sukarami
Diburu Sejak Tahun Lalu, Pelaku Curanmor di Palembang Akhirnya Diciduk di Mariana Banyuasin
Dapat Ujaran Kebencian dari Akun Tiktok, Kader Partai Gerindra Buat Laporan Polisi

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:50 WIB

Kepergok Kupas Kabel Pertamina di Rumah Dinas Kosong, Pria 62 Tahun Diciduk Polisi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:05 WIB

Polda Sumsel Gelar Sidang Rikkes II Secara Hibrida, Kapolda Tekankan Prinsip BETAH Rekrutmen Polri

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:14 WIB

Dituduh Mafia Tanah Saat Mediasi, Agung Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polisi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:59 WIB

Kapolrestabes Palembang Pimpin Sertijab Kasat Lantas

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:16 WIB

Mas Kawin Milik IRT Raib Diloker Tempatnya Berkerja 

Berita Terbaru

Caption: ilustrasi - Pelaksanaan pemadaman darat di Pulau Semambu Kabupaten Ogan Ilir oleh Tim Satgas Darat BPBD Sumsel. Foto: BPBD Sumsel

Kota Palembang

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:01 WIB