oleh

Empat Lawang Kurang Tanggap Persoalan Narkoba

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Kabupaten Empat Lawang, beberapa tahun lalu sempat dicap sebagai kabupaten kurang tanggap terhadap persoalan Narkoba dan rawan kriminal. Demikian yang disampaikan Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril, baru-baru ini.

Menurut AKBP Syahril, cap sebagai daerah yang tidak tanggap terhadap persoalan Narkoba dan daerah yang rawan kriminal itu, merupakan hasil penelitian dari Universitas Indonesia (UI).

“Memang, beberapa tahun lalu, Empat Lawang dianggap tidak tanggap dengan persoalan Narkoba. Dan maklum saat itu daerah ini memang rawan dari tindakan kriminal, dan itu hasil penelitian dari UI,” kata AKBP Syahril.

Oleh karena itu sebut Syahril, agar Kabupaten Empat Lawang tidak lagi dicap sebagai daerah yang tidak tanggap terhadap masalah Narkoba, diperlukan kesadaran semua lapisan masyarakat agar peduli terhadap masalah Narkoba ini.

 “Kerja di bidang pemberantasan Narkoba ini merupakan kerja kemanusian. Butuh persepsi yang sama semua lapisan, agar ancaman narkoba ini dapat diatasi bersama,” terangnya.

Karena kerja kemanusian itulah, sebut Syahril, tentu saja secara material tidak akan banyak yang akan didapat. Selain berharap bahwa kerja tersebut akan menjadi tabungan amal di akhirat nanti. Karena niatnya ingin menyelamatkan orang banyak dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

“Semakin banyak orang yag terselamatkan kerena kerja kita. Karena arahan kita, karena tugas kita, maka semakin banyak tabungan amal kita di akhirat. Cuma mikir itu saja,” ucapnya. (Alf)

Komentar

Berita Hangat Lainya