Ekspor Peternakan Sumsel Terhambat, Ini Penyebabnya

- Redaksi

Rabu, 8 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternak sapi Sumsel masih belum dapat diekspor, banyak faktor yang menjadi kendala.

Ternak sapi Sumsel masih belum dapat diekspor, banyak faktor yang menjadi kendala.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Angka ekspor peternakan Sumatera Selatan (Sumsel) terhambat ke mancanegara, lantaran alat pengelola peternakan hewan terbatas. Hal itu
diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali, Rabu (8/9/2021).

“Alat mengelola peternakan hewan di Sumsel masih terbatas, sehingga membuat terhambatnya angka ekspor peternakan Sumsel ke manca Negara,” ujarnya.

Rizal menambahkan, kendala lain yang menjadi faktor terhambatnya ekspor peternakan Sumsel ke manca negara adalah, akses jalur pelabuhan. Selain itu pengusaha untuk mengelolanya juga belum ada

“Itulah mengapa, kita masih mengandalkan ekspor tumbuh-tumbuhan, seperti komoditi karet, sawit, dan kelapa tetap menjadi primadona ekspor,” katanya.

Ia mengungkapkan, faktanya kebutuhan hewan ternak Sumsel sendiri, masih dipenuhi dari pihak luar meskipun di Sumsel memang banyak ternak sarang burung wallet. Namun sayangnya, Rizali menuturkan Sumsel belum mempunyai ketersediaan alat processing pembersihnya, sehingga tidak dapat di ekspor langsung ke luar negeri.

“Karena belum ada alat processing pembersihnya. Jadi sekarang hanya bisa mengirimkan hasil sarang burung wallet ke daerah Lampung dan Tanjung Priuk,” kata Rizali.

Selain itu, ia juga mengatakan, untuk kendala pelabuhan, kapasitas kapan bersandar hanya bisa menampung dan mengangkat barang sebanyak 2000 ton untuk sekali pengiriman.

“Sedangkan untuk minimalnya sekali pengiriman 6000 ton,” tandasnya.

Rizali menuturkan, jika hal itu juga yang menyebabkan nilai ekspor Sumsel tidak lebih baik dibandingkan dengan daerah yang lainnya ada di Wilayah Indonesia.

“Hal itu yang sebabkan nilai ekspor kita belum stabil dibandingkan daerah lainnya,” tambahnya.

Rizali berharap agar ada pengusaha berminat terjun di sektor ini untuk berani mempersiapkan alat penyedia peternakan agar memudahkan untuk mengekspor hewan peternakan yang berasal dari Sumsel. (Nat)

Berita Terkait

Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track
Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur
Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian
Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Warga Sumber Asri
Karutan Baturaja Hadiri Sosialisasi Optimalisasi Penyerapan Anggaran TA 2026
SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian

Berita Terbaru