Ekspor Karet dan Kelapa Naik 14 Persen

- Redaksi

Jumat, 17 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas peti kemas Pelabuhan Boom Baru.

Aktivitas peti kemas Pelabuhan Boom Baru.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pada semester I tahun 2021 ini, nilai ekspor pertanian seperti karet dan kelapa di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meningkat 14 persen, dibanding tahun 2020 lalu.

Hal itu dikatakan oleh General Manager IPC Palembang, Silo Santoso, Jumat (17/9/2021). “Membaiknya kondisi pandemi Covid-19 di tanah air tahun ini, membuat pengiriman karet dan kelapa melalui pelabuhan di Palembang naik,” kata Silo.

Silo menambahkan, dari dua komoditas tersebut, yang paling besar didominasi oleh ekspor karet sebesar 80 persen.

“Pertumbuhan ekspor kita cukup menggembirakan saat ini. Pengiriman terbesar dari Sumsel masih berasal dari komoditas karet,” ujarnya.

Dikatakan Silo, meski terjadi peningkatan ekspor pada komoditas tertentu namun kondisi perdagangan internasional saat ini belum benar-benar pulih.

Situasi ini masih terkait dampak dari kebijakan lockdown oleh sejumlah negara tujuan beberapa waktu lalu sehingga menyebabkan ketidakseimbangan lalu lintas pengiriman.

“Memang kondisi perdagangan sekarang tidak berimbang artinya supply untuk kontainernya untuk ekspor impor tidak berimbang. Ini akibat pandemi tahun lalu, banyak pelabuhan dan industri yang stop operasi sehingga menyebabkan tidak seimbangnya untuk penyediaan kontainernya,” terangnya.

Silo menambahkan, sejauh ini perbandingan laju pertumbuhan ekspor dan impor dari Sumsel masih berimbang antara 50 dan 60 persen

“Ekspor impor hampir berimbang, untuk ekspor itu sekitar 60 persen,” tambahnya.

Sementara itu dikutip dari antaranews.com, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel diketahui terhitung Januari-Juni 2021 mampu mengekspor 501.651 ton atau melampaui tahun lalu yang hanya 414.956 ton.

Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy mengatakan, dibanding tahun lalu, harga jual karet juga membaik, termasuk secara kuantitas.

“Tahun lalu kami sangat terpukul dengan adanya lockdown dari negara-negara pengimpor karet, di samping harga juga sangat rendah,” kata dia.

Menurut Alex pasar utama untuk ekspor karet adalah Tiongkok. Sementara, produksi pabrik karet di Sumsel lebih dari 90 persen diserap oleh pasar ekspor. (Nat)

Berita Terkait

Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali
BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat
Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:10 WIB

Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali

Jumat, 10 April 2026 - 15:42 WIB

BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan

Selasa, 7 April 2026 - 10:05 WIB

BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Berita Terbaru

Kota Palembang

WCC Palembang dan STIE Aprin Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:21 WIB