Edukasi Pemilahan Sampah: Pertamina Tingkatkan Kesadaran Lingkungan dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Palembang melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah organik di Kelurahan Kemang Agung, Kelurahan Kota Negara, Kamis (07/08). Program ini merupakan respons terhadap permasalahan penumpukan volume sampah di Kelurahan Kota Negara, yang merupakan wilayah ring 1 operasional perusahaan. Berdasarkan data dari Kelurahan Kota Negara, volume sampah yang dihasilkan mencapai lebih dari 10 ton setiap harinya, sementara ketersediaan tempat pembuangan sampah masih sangat terbatas.

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh kondisi lingkungan yang kurang bersih dan bertujuan mencegah permasalahan kesehatan masyarakat akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal. Program ini tidak hanya fokus mengatasi permasalahan sampah, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Inisiatif tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara korporasi dan komunitas dalam menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak positif bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Melalui program ini, masyarakat diedukasi mengenai pemilahan sampah berdasarkan jenis sebagai fondasi keberlanjutan program, dilanjutkan dengan praktik langsung mengolah sampah organik menjadi kompos untuk media tanam. Inisiatif ini dirancang sebagai solusi agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada penjemputan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dalam pelaksanaanya, program pelatihan pengelolaan sampah ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Lina, salah satu peserta pelatihan, berbagi pengalamannya dalam mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah, pelatihan ini berlangsung dengan baik dan partisipasi masyarakat, terutama ibu-ibu, sangat tinggi. Awalnya kami sempat ragu mengikuti program ini karena persepsi negatif terhadap sampah yang identik dengan bau dan sumber penyakit. Namun, setelah memperoleh pemahaman mendalam tentang pemilahan sampah dan menyaksikan langsung proses pengolahannya, kami justru termotivasi untuk mencobanya,” ungkap Lina.

Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan melalui praktik daur ulang yang mengurangi volume sampah dan menciptakan lingkungan lebih bersih serta sehat. Pelatihan mengajarkan masyarakat mengubah sampah menjadi produk bernilai seperti kompos, membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sampah yang semula dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi nilai ekonomi yang menguntungkan masyarakat.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi menegaskan program ini merupakan wujud nyata sinergi perusahaan dan komunitas dalam menciptakan solusi berkelanjutan sekaligus membangun kesadaran dan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program ini mencerminkan visi Pertamina untuk menyalurkan ‘Energi Kebaikan’ melalui kemitraan dengan masyarakat guna menciptakan dampak positif. Setiap kompos yang dihasilkan dan individu yang diberdayakan menjadi bukti komitmen perusahaan membangun masa depan yang lebih hijau, sejahtera, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Rusminto.

Program ini berkontribusi pada pencapaian berbagai _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 1 tentang Pengentasan Kemiskinan, Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, dan Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemda Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Sesuai Aturan
PH Tegaskan Mahasiswa UIN Jambi Terdakwa Kasus Vape Etomidate Tidak Bersalah
Saksi Ungkap Dua Kali Aksi Lempar Bom Molotov ke Kantor BCA Palembang, Terdakwa Diduga Kesal Soal Saldo Rp2 Juta
Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi
Vonis Sama dengan Tuntutan JPU, Perantara Jual Beli 20 Gram Sabu Divonis 8,5 Tahun Penjara
Saksi Pokja Mengaku Tak Tahu Proyek Guest House UIN Dibangun Dua Tahap, Hakim: Kok Beda dengan Ketua Pokja?
SIRA dan PST Kawal Sidang Korupsi Proyek Irigasi Lematang, Desak JPU Usut Dugaan Keterlibatan HM dan A
Eksepsi Ditolak, Sidang Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Ataran Air Lemutu Lanjut ke Pembuktian

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:25 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemda Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Sesuai Aturan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:03 WIB

PH Tegaskan Mahasiswa UIN Jambi Terdakwa Kasus Vape Etomidate Tidak Bersalah

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:59 WIB

Saksi Ungkap Dua Kali Aksi Lempar Bom Molotov ke Kantor BCA Palembang, Terdakwa Diduga Kesal Soal Saldo Rp2 Juta

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:56 WIB

Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:53 WIB

Vonis Sama dengan Tuntutan JPU, Perantara Jual Beli 20 Gram Sabu Divonis 8,5 Tahun Penjara

Berita Terbaru