Dukung Brigjen Asep, Para Pegawai KPK Protes Minta Pimpinan KPK Mundur

- Redaksi

Sabtu, 29 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID JAKARTA – Para pegawai KPK pada Kedeputian Penindakan telah mengirimkan surat protes kepada pimpinan dan Dewan Pengawas KPK. Dalam surat tersebut, para pegawai juga menyatakan dukungan mereka kepada Brigjen Asep Guntur Rahayu.

Protes ini bermula dari beredarnya informasi tentang mundurnya Direktur Penyidikan (Dirdik) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Brigjen Asep Guntur Rahayu, dari jabatannya. Keputusan ini diduga berhubungan dengan kisruh operasi tangkap tangan (OTT) di Basarnas. Para pegawai merasa tidak setuju dengan keputusan tersebut dan menyampaikan protes mereka.

“Kami menyatakan tetap memberikan dukungan kepada Brigjen Asep Guntur Rahayu untuk bertahan dan berkarya bersama dengan kami dalam pemberantasan korupsi melalui lembaga KPK yang kita jaga dan banggakan bersama,” begitu bunyi surat protes yang diterbitkan oleh para pegawai KPK pada Sabtu (29/7/2023).

Para pegawai KPK juga merasa bingung dengan sikap pimpinan KPK yang terkesan menyalahkan penyelidik dalam penanganan kasus korupsi di Basarnas. Mereka yang terlibat dalam operasi tangkap tangan korupsi di Basarnas percaya bahwa mereka telah mengikuti prosedur yang berlaku.

“Di kalangan internal KPK, khususnya di Kedeputian Penindakan dan Eksekusi, terjadi demoralisasi dan mosi tidak percaya terhadap kredibilitas dan akuntabilitas pimpinan KPK yang terkesan melepaskan tanggung jawab, mencuci tangan, bahkan menyalahkan bawahan,” demikian isi surat protes yang ditandatangani oleh para pegawai KPK.

Selain menyampaikan protes, para pegawai KPK juga meminta audiensi dengan pimpinan KPK. Rencananya, audiensi akan dilaksanakan pada Senin (31/7)

Ada tiga tuntutan yang akan disuarakan oleh para pegawai KPK dalam audiensi tersebut. Salah satunya adalah permintaan agar pimpinan KPK mengundurkan diri dari jabatannya.

“Tuntutan kami termasuk permohonan maaf dari pimpinan kepada publik, Lembaga KPK, dan para pegawai KPK. Kami juga meminta pernyataan yang telah disampaikan kepada publik dan media untuk diperbaiki. Selain itu, kami menuntut pengunduran diri pimpinan KPK karena dianggap tidak profesional dan telah merusak kepercayaan publik, lembaga KPK, dan para pegawai,” begitu tertulis dalam surat protes yang ditujukan kepada pimpinan KPK.

Berita Terkait

Kisah Ubi Madu Bakar Mba Boled, dari Usaha Keluarga hingga Beromzet Rp300 Juta
14 UMKM Sumsel Tampil di KKI 2026, Buka Peluang Pasar Nasional hingga Ekspor
Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam Terumbu Karang di Laut Sulawesi Utara
Rayakan Kemerdekaan, Pertamina Patra Niaga Undi 25 Motor untuk Ojol Lewat BOOM Periode 2
Jaga Kedaulatan Indonesia, PTK Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut hingga Transplantasi Terumbu Karang di Laut Sulawesi Utara
Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah Paket Sembako Peduli Bencana NTT
Rayakan Kemerdekaan dengan Diskon BBM Rp450/Liter dan Flash Sale MyPertamina Hingga 45% bersama Pertamina Patra Niaga
Jelang HUT ke-81 Indonesia, Pertamina Trans Kontinental Gelorakan Semangat Kedaulatan di Darat dan Laut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Kisah Ubi Madu Bakar Mba Boled, dari Usaha Keluarga hingga Beromzet Rp300 Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

14 UMKM Sumsel Tampil di KKI 2026, Buka Peluang Pasar Nasional hingga Ekspor

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam Terumbu Karang di Laut Sulawesi Utara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Rayakan Kemerdekaan, Pertamina Patra Niaga Undi 25 Motor untuk Ojol Lewat BOOM Periode 2

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Jaga Kedaulatan Indonesia, PTK Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut hingga Transplantasi Terumbu Karang di Laut Sulawesi Utara

Berita Terbaru