Dua Pekan Ini, Harga Daging Sapi Alami Kenaikan

- Redaksi

Sabtu, 5 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjual daging Sapi di kawasan pasar Terminal Nendagung Kota Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Penjual daging Sapi di kawasan pasar Terminal Nendagung Kota Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Dua pekan sudah harga daging Sapi di Pasar Tradisional Kota Pagar Alam alami kenaikan. Seperti halnya, terpantau di Pasar Terminal Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan.

Saat ini harga jual daging sapi rata-rata sudah ada di kisaran harga Rp130 ribu per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi untuk daging ayam yang kini sudah menyentuh di harga Rp35 ribu per kilogram.

Ema, pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Pagar Alam mengatakan harga jual daging saping belakangan ini cukup bergejolak, yang diduga karena sebentar lagi mau memasuki bulan suci Ramadhan, kenaikan ini kerapkali terjadi setiap tahunnya.

“Normalnya untuk harga daging sapi itu biasa kita jual di kisaran harga Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Tapi kini kita terpaksa harus menjual diharga Rp130 ribu per kilogram. Dan kita pun memprediksi harga daging sapi ini akan terus meroket ketika bulan suci Ramadhan tiba,” jelasnya.

Ditambahkan Ema, kenaikan daging sapi telah terjadi sejak dua pekan terakhir. “Mungkin ini imbas dari mendekati bulan suci Ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok acapkali alami kenaikan, termasuk pula harga daging sapi,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pagar Alam, Zaily Oktosab Fitri Abidin menuturkan jika kenaikan harga daging sapi lebih disebabkan karena pakan ternak sapi mengalami kenaikan.

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh, pakan ternak yang turut menjadi penyebab kenapa harga jual daging sapi alami kenaikan. Disamping itu jelang bulan suci Ramadhan ini juga turut menjadi penyebabnya,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Bukan Sekadar Tarif, Keamanan dan Ketepatan Waktu Jadi Alasan Pilih Bluebird
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Bukan Sekadar Tarif, Keamanan dan Ketepatan Waktu Jadi Alasan Pilih Bluebird

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB