Dinkes Sumsel Evaluasi Program MBG Usai Puluhan Siswa Alami Gejala Keracunan

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumsel, Dedy Irawan saat diwawancarai pada, Rabu (3/9/2025). Foto: Tia

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumsel, Dedy Irawan saat diwawancarai pada, Rabu (3/9/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengirimkan tim khusus ke Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk melakukan peninjauan dan pendampingan medis terkait laporan dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

Selain itu, tim yang diturunkan ditugaskan untuk mengevaluasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kami sudah mengirim tim ke OKI sejak pagi hari untuk berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan setempat dan mengevaluasi pelaksanaan program makanan bergizi gratis,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumsel, Dedy Irawan pada, Rabu (3/9/2025).

Dedy menyebut berdasarkan data terbaru hingga siang hari jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan dilaporkan meningkat, yakni sebanyak 69 siswa menjalani perawatan di Puskesmas Pedamaran.

“Hingga Rabu siang total yang mendapat perawatan sebanyak 69 siswa. Data ini meningkat dari laporan sebelumnya yang menyebutkan 39 siswa,” imbuhnya.

Ia menjelaskan gejala yang dialami rata-rata serupa, seperti sakit kepala, nyeri perut, mual, dan muntah.

“Saat ini kondisi sebagian besar siswa mulai membaik,” jelasnya.

Dari total korban, sebanyak 56 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara 13 lainnya masih dalam perawatan medis.

“Pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan proses distribusi dalam program MBG masih dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini,” ucap dia.

Berita Terkait

Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech
Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 
Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan
Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas
Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat
Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:31 WIB

Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WIB

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:59 WIB

FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas

Berita Terbaru

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Kota Palembang

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:29 WIB