Dampak Kabut Asap, 9.948 Warga Palembang Terpapar ISPA

Kota Palembang208 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, dampak dari kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), membuat kasus penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palembang bertambah.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, setidaknya ada 9.948 warga di Ibukota sumsel terserang penyakit ISPA.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menjelaskan bahwa jumlah yang terserang penyakit ISPA melonjak drastis sejak pekan pertama September.

Baca Juga :  Akhiri Masa Jabatan Walikota Palembang Diberi Selamat Ultah Saat Paripurna DPRD

“Jumlah ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan pekan pertama September yang hanya berjumlah 4.375 orang,” jelas Yudhi, Rabu (20/9/2023).

Kata Yudhi, mayoritas ISPA menyerang usia satu sampai lima tahun. “Usia di bawah lima tahun dengan gejala batuk, kesulitan bernafas, dan demam,” kata Yudhi.

Jika ISPA menyerang bayi dan balita lanjut Yudhi, dikhawatirkan memicu pneumonia.

“Karena 23 persen kematian pada kelompok usia ini diakibatkan oleh ISPA disertai pneumonia yang dipicu asap kebakaran,” terang Yudhi.

Lebih lanjut Yudhi mengatakan bahwa Dinkes Palembang saat ini tengah melakukan koordinasi bersama Pemkot Palembang dan Dinas Pendidikan untuk mengusulkan pengunduran jam sekolah.

Baca Juga :  Berdayakan Masyarakat dengan Energi Bersih dan Mitigasi Perubahan Iklim, Kilang Pertamina Plaju Akan Terima Penghargaan WPC Excellence Awards 2023 di Kanada

“Karena asap ini pagi hari sangat tebal, kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tutur Yudhi. (ANA)

    Komentar