Category: Ogan Komering Ilir

  • Retribusi Tak Capai Target, Dishub OKI Ganti Pengelola Parkir Pasar Shopping Kayuagung

    Retribusi Tak Capai Target, Dishub OKI Ganti Pengelola Parkir Pasar Shopping Kayuagung

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengganti pengelola parkir di kawasan Pasar Shopping Kayuagung mulai awal 2026. Kebijakan ini diambil karena realisasi retribusi parkir dinilai tidak mencapai target serta untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten OKI.

    Kepala Dishub OKI, Dr. M. Iqbal, menjelaskan izin pengelolaan parkir sebelumnya telah berakhir masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Dengan berakhirnya izin tersebut, secara administratif hak pengelolaan juga berakhir, sehingga pemerintah daerah berkewajiban melakukan penataan ulang.

    “Sejak 1 Januari 2026, pengelolaan dialihkan kepada pengelola baru yang dinilai mampu memberikan target setoran retribusi lebih tinggi,” kata Iqbal, Selasa (3/2/2026).

    Iqbal menegaskan, pergantian pengelola telah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku. Evaluasi pengelolaan parkir dilakukan secara rutin setiap akhir tahun melalui uji petik dan penilaian kinerja.

    Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Dishub OKI menetapkan pengelola baru karena dinilai mampu menyampaikan target PAD yang lebih tinggi dibandingkan pengelola sebelumnya.

    “Kami memilih penawaran yang paling menguntungkan daerah. Prinsipnya untuk kepentingan PAD Kabupaten OKI,” ujar Iqbal.

    Ia menambahkan, kewenangan pengelolaan parkir berada di bawah Dishub OKI. Kerja sama dengan pihak ketiga dimungkinkan, baik melalui penunjukan langsung maupun seleksi, tergantung pada kondisi dan jumlah peminat.

    Dishub OKI juga meminta pengelola baru tetap memberdayakan juru parkir yang telah bekerja di lokasi tersebut, sehingga tidak seluruh tenaga kerja diganti. Selain itu, mediasi telah dilakukan agar pengelola lama dan pengelola baru dapat berkoordinasi selama masa peralihan.

    Selain capaian target PAD, Dishub OKI mencatat setoran retribusi dari pengelola lama dalam beberapa bulan terakhir tidak sesuai dengan target yang telah disepakati, sehingga menjadi bahan evaluasi utama.

    Pengelola baru akan menjalankan tugas hingga akhir 2026. Selanjutnya, Dishub OKI akan kembali melakukan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan pergantian pengelola apabila target retribusi tidak tercapai.

    “Evaluasi akan terus dilakukan sesuai ketentuan,” ucap Iqbal. (ANA)

  • Festival Rumah Peradaban ke-6: Beri Pemahaman Tentang Ketahanan Pangan Terhadap Pelajar

    Festival Rumah Peradaban ke-6: Beri Pemahaman Tentang Ketahanan Pangan Terhadap Pelajar

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Yayasan Rumah Peradaban Kayuagung kembali menggelar Festival Rumah Peradaban ke-6 yang diikuti oleh siswa-siswi se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tahun ini, festival mengusung tema “Food Security for Sustainable Future” yang selaras dengan tema pembangunan nasional, Selasa (3/2/2026).

    Ketua Yayasan Rumah Peradaban Kayuagung, Syamsu Riadi, mengatakan festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai ajang perlombaan edukatif.

    “Festival Peradaban ini menjadi panggung bagi anak-anak kita untuk menampilkan kreasi dan bakatnya. Harapannya, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap isu ketahanan pangan sejak dini,” ujar Syamsu Riadi.

    Ia menjelaskan, pengangkatan tema ketahanan pangan bertujuan mengenalkan konsep food security kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

    “Tema ketahanan pangan ini sesuai dengan tema nasional, agar anak-anak lebih mengenal pentingnya menjaga ketersediaan pangan untuk masa depan yang berkelanjutan,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, M. Refly, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan Festival Rumah Peradaban yang telah memasuki tahun ke-6.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten OKI, kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Sekolah Peradaban. Enam tahun berturut-turut menyelenggarakan festival ini tentu bukan hal yang mudah, dan ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan karakter dan kreativitas anak,” ungkap M. Refly.

    Menurutnya, tema Food Security for Sustainable Future sangat relevan untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya ketahanan pangan.

    “Tema ini sangat bagus karena mengenalkan anak-anak tentang ketahanan pangan untuk masa depan. Pemerintah Kabupaten OKI mendukung penuh kegiatan ini dan berharap Festival Rumah Peradaban terus berkembang serta memberi dampak positif bagi dunia pendidikan,” jelasnya.

    Syamsu Riadi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten OKI terhadap pelaksanaan festival tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab OKI yang selama ini selalu hadir dan mendukung kegiatan Festival Rumah Peradaban. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan peduli terhadap ketahanan pangan,” tuturnya.

    Melalui Festival Rumah Peradaban ke-6 ini, diharapkan nilai-nilai kreativitas, kemandirian, serta kesadaran akan ketahanan pangan dapat tertanam kuat pada diri siswa-siswi sebagai generasi penerus Kabupaten OKI. (ANA)

  • Pengelola Parkir Shopping Kayuagung Tuntut Keadilan

    Pengelola Parkir Shopping Kayuagung Tuntut Keadilan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Tata kelola perparkiran di kawasan Shopping Kayuagung kini diwarnai ketegangan. Erni Taufik Bawong, istri dari almarhum pengelola parkir legendaris di kawasan tersebut, didampingi dua anaknya, Kelsa Ismail dan Ishak Mekki, secara terbuka menuntut keadilan terkait pengalihan izin pengelolaan yang dinilai sepihak dan penuh kejanggalan.

    Keluarga menduga, telah terjadi praktik nepotisme dan intervensi oknum Dinas Perhubungan (Dishub) yang memberi ruang bagi pihak lain untuk merebut lahan parkir yang telah mereka kelola sejak tahun 2000.

    Dalam keterangannya, Erni Taufik Bawong mengaku telah berulang kali menghadap Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, demi memperoleh kepastian hukum. Ia mengklaim, saat menghadap Bupati pada Desember lalu, secara lisan Bupati mengakui bahwa hak pengelolaan parkir Shopping Kayuagung masih berada di tangan keluarganya.

    “Kami minta keadilan. Kami sudah menghadap ke Pak Bupati OKI. Kata Pak Bupati, wilayah Shopping ini masih punya Rizky Ismail, anak Pak Taufik Bawong. Tapi kenapa SK ini diturunkan atas nama orang lain?,” ujar Erni, dengan nada kecewa, Senin (2/2/2026).

    Erni juga menegaskan bahwa kondisi di lapangan saat ini sangat rawan gesekan antar kelompok.

    “Kami rasanya Pak, gawé (pekerjaan) ini kan rentan untuk ribut, bentrok kan? Maksud kami itu cepat-cepatlah Pak Bupati kasih keputusan,” tegasnya.

    Senada dengan sang ibu, Kelsa Ismail membeberkan sejumlah kejanggalan administratif dan operasional. Ia menyebutkan bahwa selama ini pihak keluarga selalu patuh menyetor kewajiban pengelolaan parkir, dengan nominal mencapai Rp10 juta per bulan. Namun, Kelsa mengungkap adanya dugaan pungutan di luar mekanisme resmi yang tidak masuk ke kas daerah.

    “Yang tidak enaknya Pak, setoran dari kami itu dipotong oknum Dishub untuk preman sebesar Rp2 juta. Itu kan sudah masuk poin korupsi, karena tidak masuk ke anggaran daerah,” ungkap Kelsa.

    Sementara itu, Kelsa anak almarhum Taufik Bawong yang juga turut mendampingi, menyoroti munculnya Surat Keputusan (SK) baru atas nama pihak lain tanpa adanya mediasi dengan pengelola lama. Ia menilai penerbitan SK tersebut sarat kejanggalan dan berpotensi memicu konflik horizontal.

    Kelsa menambahkan, SK baru itu bahkan diduga diserahkan kepada seseorang dengan latar belakang narapidana, tanpa proses klarifikasi atau dialog dengan keluarga pengelola lama.

    “Kami memiliki bukti kuat berupa pesan singkat (chat) yang menunjukkan adanya intimidasi, tekanan, dan upaya monopoli oleh oknum tertentu.

    Keluarga almarhum Taufik Bawong berharap agar SK pengelolaan parkir yang masih berlaku hingga tahun 2025 tetap dihormati sesuai prosedur hukum yang sah.

    Kelsa menegaskan, pihaknya tidak menutup diri terhadap aturan maupun evaluasi, selama prosesnya dilakukan secara terbuka dan adil.

    Kelsa juga menyatakan saat ini hanya menunggu keputusan final Bupati OKI, demi mencegah potensi bentrokan antar kelompok pengelola parkir di kawasan Shopping Kayuagung yang kian memanas.

    “Kami siap ikut aturan, asalkan duduk berdua secara terbuka. Atau ada penjelasan langsung dari Bupati. Kalau memang harus dilepas, silakan, tapi sesuai prosedur,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Iqbal ketika berita ini ditayangkan belum dapat di hubungi meski permintaan konfirmasi telat dilayangkan melalui pesan singkat. (ANA)

  • Perluas Cakupan BPJS Gratis, Bupati OKI Raih UHC Award 2026

    Perluas Cakupan BPJS Gratis, Bupati OKI Raih UHC Award 2026

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam memperluas jaminan hak dasar layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bersinergi dengan BPJS Kesehatan, Pemkab OKI meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Pratama.

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati OKI, H. Muchendi, dalam acara Deklarasi dan Pencanangan UHC yang diselenggarakan BPJS Kesehatan di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (27/1/2026).

    Universal Health Coverage (UHC) merupakan program jaminan kesehatan yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang adil, terjangkau, dan berkelanjutan tanpa hambatan biaya.

    Penilaian UHC mencakup tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keaktifan peserta, serta ketepatan dan kelengkapan pembayaran iuran oleh pemerintah daerah.

    Berdasarkan catatan BPJS Kesehatan, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Ogan Komering Ilir per 1 Januari 2026 tercatat mencapai 81,85 persen dari total jumlah penduduk.

    Sementara itu, cakupan kepesertaan PBPU Pemerintah Daerah, yakni pekerja sektor informal dan warga kurang mampu yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah telah mencapai 95,90 persen.

    “Capaian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh warga Ogan Komering Ilir telah terlindungi jaminan kesehatan, termasuk kelompok masyarakat kurang mampu yang didaftarkan dan dibiayai oleh pemerintah daerah,” ujar Yusfika, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ogan Komering Ilir.

    Menurut Yusfika, keberhasilan mencapai UHC mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memastikan seluruh warganya mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan terjangkau.

    “Ini juga menunjukkan kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan,” kata dia.

    Sementara itu, Bupati OKI H. Muchendi menegaskan bahwa capaian UHC merupakan hasil kerja kolektif dan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga dukungan seluruh elemen masyarakat.

    “Penghargaan ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam menempatkan kesehatan sebagai prioritas pembangunan serta memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Muchendi.

    Ia menambahkan, meski telah mencapai cakupan hampir menyeluruh, Pemkab OKI berkomitmen untuk tidak hanya mempertahankan status UHC, tetapi juga terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memastikan keaktifan kepesertaan JKN, serta memperkuat layanan kesehatan primer agar semakin dekat dan mudah diakses masyarakat.

    “Kami menyadari bahwa UHC bukan sekadar angka kepesertaan, melainkan tanggung jawab untuk memastikan layanan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Muchendi.

    Manfaat kehadiran JKN dirasakan langsung Muslimin (55), warga Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang, OKI. Sejak beberapa tahun terakhir, Muslimin terdaftar sebagai peserta JKN yang iurannya ditanggung oleh Pemkab OKI.

    Muslimin mengaku harus menjalani cuci darah secara rutin setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal. “Awalnya saya sakit asam urat dan kolesterol sampai sulit berjalan. Saya sempat mengonsumsi obat pereda nyeri, dan lama-lama berdampak ke ginjal,” ujarnya.

    Berkat kepesertaan JKN yang aktif, Muslimin dapat menjalani prosedur hemodialisa secara rutin tanpa terkendala biaya.

    “Alhamdulillah, saya sudah terlindungi JKN sehingga tidak lagi khawatir soal biaya pengobatan. Program ini benar-benar menolong hidup saya,” kata dia. (ANA)

  • Sejumlah Desa di OKI Terendam Banjir Setinggi Lutut, Aktivitas Masyarakat Terhambat

    Sejumlah Desa di OKI Terendam Banjir Setinggi Lutut, Aktivitas Masyarakat Terhambat

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Camat Sirah Pulau (SP) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Indra Husin, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak banjir, pada Minggu (18/1/2026).

    Pemantauan tersebut dilakukan di Desa Terusan Menang dan Desa Belanti, dua wilayah yang terdampak cukup parah akibat luapan sungai.

    Banjir merendam pemukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai, dengan ketinggian air mencapai sebatas betis orang dewasa. Sehingga mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

    Indra menyampaikan, bahwa pihak Kecamatan telah melakukan pendataan terhadap warga terdampak, mengimbau masyarakat untuk mengamankan, serta mengevakuasi perabotan rumah tangga.

    Pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat, guna menyiagakan tenaga kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

    “Data warga terdampak selanjutnya akan kami serahkan kepada dinas terkait sebagai bahan laporan dan tindak lanjut penanganan banjir,” ujar Indra Husin.

    Adapun desa-desa yang terdampak banjir meliputi Desa Ulak Jermun, Mangunjaya, Terusan Menang, dan Belanti.

    Pemerintah kecamatan berharap kondisi banjir segera surut. Masyarakat terdampak diharapkan tetap waspada dan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini. (ANA)

  • Perkuat Disiplin ASN, Pemkab OKI Terapkan Absensi Digital

    Perkuat Disiplin ASN, Pemkab OKI Terapkan Absensi Digital

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat disiplin dan integritas aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan sistem absensi berbasis aplikasi online. Kebijakan ini mulai diterapkan secara bertahap pada awal 2026 di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

    Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H Asmar Wijaya, saat memimpin Apel Bulanan Pemerintah Kabupaten OKI yang diikuti seluruh ASN, baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu, di halaman Kantor Bupati OKI, Senin (19/1/2026).

    “Asistensi Bupati OKI, saat ini absensi berbasis aplikasi online sudah mulai diterapkan di beberapa OPD dan sedang dalam tahap pendataan untuk OPD lainnya. Melalui sistem ini, diharapkan disiplin dan integritas ASN di lingkungan Pemkab OKI semakin meningkat,” ujar Asmar.

    Menurut dia, penerapan absensi digital bukan sekadar pembaruan sistem administrasi, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab. Disiplin ASN, kata Asmar, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

    Asmar juga menegaskan bahwa apel bulanan memiliki makna strategis, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial. Apel menjadi sarana evaluasi dan penguatan komitmen ASN dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.

    “Apel bulanan ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen kita sebagai aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir,” katanya.

    Memasuki awal tahun 2026, Asmar kembali mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan disiplin sebagai sikap kerja yang menyeluruh, tidak terbatas pada kehadiran semata. Disiplin juga mencakup etos kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

    “Disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu, tetapi juga bagaimana kita bekerja, bersikap, dan menyelesaikan tanggung jawab secara profesional,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa seluruh ASN memiliki peran yang sama pentingnya dalam roda pemerintahan, tanpa memandang status kepegawaian. Profesionalisme, integritas, dan kedisiplinan, menurut Asmar, merupakan tuntutan yang berlaku bagi seluruh ASN.

    “Baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu, semuanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata dia.

    Selain disiplin, Asmar menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa ASN pada hakikatnya adalah pelayan masyarakat yang harus mampu menjawab harapan publik akan layanan yang cepat, tepat, ramah, dan transparan.

    “Kepuasan masyarakat harus menjadi tolok ukur kinerja kita. Hindari sikap menunda pekerjaan, bersikap acuh, atau perilaku lain yang dapat merusak kepercayaan publik,” tegasnya.

    Menutup sambutannya, Asmar mengajak seluruh ASN untuk menyambut tahun 2026 dengan semangat baru dan komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

    “Mari kita awali tahun ini dengan tekad yang kuat untuk bekerja lebih baik demi kemajuan Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ungkapnya. (ANA)

  • Banjir Meluas ke Pedamaran dan Kayu Agung, Pemkab OKI Percepat Perbaikan Pintu Air Sungai

    Banjir Meluas ke Pedamaran dan Kayu Agung, Pemkab OKI Percepat Perbaikan Pintu Air Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bencana banjir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dilaporkan meluas ke dua wilayah baru, yakni Kecamatan Kayu Agung dan Pedamaran, menyusul intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, titik banjir kini tersebar di enam kecamatan setelah sebelumnya hanya merendam Air Sugihan, Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji.

    Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menyampaikan jika luapan air di Kayu Agung merendam Kelurahan Jua-Jua dan Kedaton, sementara di Pedamaran banjir melanda enam desa sekaligus.

    “Saat ini masih puncak penghujan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi,” ujar Sudirman dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

    Meskipun luapan di beberapa wilayah seperti Air Sugihan yang terdampak 3.520 KK mulai berangsur surut, BPBD tetap meminta warga siaga mengingat puncak musim hujan masih berlangsung.

    Sebelumnya, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki meninjau langsung sejumlah infrastruktur pengatur air yang disinyalir menjadi penyebab lambatnya air surut di pemukiman warga.

    Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati menemukan empat titik pintu air yang mengalami kerusakan serius serta terjadinya pendangkalan sungai akibat sedimentasi.

    “Tadi kita cek bersama, ada empat titik pintu air yang perlu diperbaiki; untuk jalur 27 dan 29 akan ditangani PT BAP, sisanya dikerjakan oleh Pemerintah Daerah,” katanya.

    Selain perbaikan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya normalisasi sungai dan kanal secara kolaboratif bersama pihak swasta dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) demi solusi jangka panjang.

    Ia mengingatkan jajarannya dan masyarakat untuk tidak lengah karena merujuk data BMKG, potensi hujan lebat masih akan menghantui wilayah OKI hingga Februari mendatang.

    “Antisipasi dan mitigasi harus dilakukan bersama-sama, penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif dan tidak hanya mengandalkan APBD,” pungkasnya.

  • Bupati OKI Terima Bantuan Darurat Banjir Rp395,4 Juta dari BNPB

    Bupati OKI Terima Bantuan Darurat Banjir Rp395,4 Juta dari BNPB

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki menerima kunjungan kerja sekaligus penyerahan bantuan dukungan logistik dan peralatan darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Kamis (15/1), sebagai langkah strategis percepatan penanganan bencana banjir di wilayah yang terdampak.

    Dukungan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB RI, Dra. Andi Eviana, M.Si, didampingi staf Deputi, Bpk. Ronald Ilyas. Turut hadir mendampingi dalam prosesi tersebut, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Sudirman SKM., M.Si didampingi juga Kepala Seksi Penanganan Pengungsi BPBD PROV SUMSEL, Febri Haryadi, SAP. M.Si.

    Dalam kesempatannya, Dra. Andi Eviana menekankan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

    “Kami hadir membawa amanah untuk memastikan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten OKI mendapatkan dukungan logistik yang layak. Kecepatan distribusi adalah kunci agar beban warga dapat segera dituntaskan,” ujar Eviana.

    Dukungan senilai total Rp395.440.000 tersebut mencakup 2 set perahu karet dan mesin 25 PK, pemenuhan kebutuhan dasar berupa 200 paket sembako, 100 lembar matras, 100 lembar selimut, serta 50 paket hygiene kit untuk menjaga kesehatan pengungsi. Selain itu, guna mendukung tempat perlindungan sementara, diserahkan pula 100 lembar terpal dan 50 unit kasur lipat.

    Lebih lanjut, ia merinci bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga peralatan taktis untuk menunjang operasional di lapangan.

    “Peralatan yang kami serahkan, seperti dua set perahu karet lengkap dengan mesin 25 PK, diharapkan dapat memperkuat armada BPBD OKI dalam melakukan evakuasi di titik-titik yang sulit dijangkau,” tambahnya.

    Sementara itu, Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran BNPB RI atas respon cepat dan dukungan nyata yang diberikan kepada Kabupaten OKI.

    “Atas nama pemerintah dan masyarakat OKI, kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB. Bantuan senilai lebih dari Rp395 juta ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang saat ini tengah berjuang menghadapi musibah banjir,” ungkap Muchendi.

    Muchendi menambahkan bahwa pemerintah daerah juga telah bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat di empat kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan.

    “Berdasarkan data lapangan per tanggal 15 Januari 2026, pemda telah menyalurkan bantuan logistik dengan total 514 paket sembako, serta perlengkapan pengungsian berupa 30 unit tenda gulung, 30 paket family kit, 32 paket kids ware, 30 paket sandang anak, 30 paket sandang dewasa, 30 lembar selimut, 40 unit kasur, serta 80 paket makanan anak,” jelasnya.

    Selain bantuan kebutuhan dasar, Muchendi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dan menyalurkan bantuan benih pertanian bagi petani di wilayah terdampak banjir sebagai langkah pemulihan ekonomi dan percepatan masa tanam pascabanjir.

    “Kami memastikan seluruh bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Tidak hanya untuk kebutuhan darurat, tetapi juga untuk membantu petani agar segera bangkit dan kembali berproduksi,” tegas Muchendi. (ANA)

  • Bupati OKI Salurkan 142 Ribu Kg Benih Padi untuk Pulihkan Sawah yang Terdampak Banjir

    Bupati OKI Salurkan 142 Ribu Kg Benih Padi untuk Pulihkan Sawah yang Terdampak Banjir

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menerima bantuan 142.700 kilogram benih padi. Bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten OKI sebagai upaya memastikan ketahanan pangan terjaga dan percepatan pemulihan sektor pertanian khususnya untuk sawah yang terdampak banjir.

    Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengatakan bantuan benih padi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memulihkan perekonomian petani pasca banjir.

    “Kita berharap air cepat surut sehingga petani bisa segera menanam kembali,” ujar Muchendi saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lempuing, Selasa (13/1/2026).

    Ia juga meminta Dinas Pertanian dan jajaran terkait memberikan pendampingan penuh kepada petani, mulai dari persiapan lahan hingga proses tanam ulang, agar produksi padi tetap terjaga.

    Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI mencatat sekitar 6.000 hektare sawah di beberapa kecamatan terdampak banjir, yang paling terdampak yakni di Lempuing, Lempuing Jaya, jejawi dan Air Sugihan. Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah paling terdampak, padahal keduanya merupakan lumbung pangan utama di Kabupaten OKI.

    “Bantuan ini bukan sekadar dukungan moril, tetapi menjadi harapan nyata agar petani bangkit kembali demi ketahanan pangan dan kesejahteraan,” kata Muchendi.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, Alexsander Bustomi, menjelaskan bahwa sebagian lahan yang terdampak banjir sebelumnya telah mencapai indeks pertanaman (IP) 200 bahkan ada yang IP 300. Artinya, petani masih memiliki peluang untuk segera melakukan tanam ulang setelah lahan mengering.

    “Meski terjadi perlambatan masa tanam, kami berharap produksi tidak berkurang. Terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan sebagian Air Sugihan yang sudah IP 200,” ujarnya.

    Sumarno, petani asal Desa Sumber Makmur, Lempuing mengaku bantuan benih tersebut sangat membantu setelah sawahnya terendam banjir selama beberapa hari.

    “Kalau tidak ada bantuan benih, kami harus keluar biaya lagi. Padahal hasil panen sebelumnya gagal. Dengan benih ini kami bisa langsung tanam begitu sawah kering,” kata dia.

    Petani lainnya, Suyatno, berharap pendampingan dari penyuluh pertanian terus dilakukan agar masa tanam berikutnya berjalan optimal.

    “Kami ingin tanam secepatnya supaya tidak terlalu tertinggal musim,” ujarnya.

    Bantuan benih yang telah disalurkan tersebut baru bisa mengcover kebutuhan kecamatan Lempuing, Pemerintah Kabupaten OKI juga tengah mengupayakan tambahan benih melalui Cadangan Benih Nasional (CBN) Kementerian Pertanian dan sumber lainnya.

    “Bantuan yang disalurkan saat ini tentu belum mencukupi seluruh kebutuhan. Selain itu terdapat mekanisme yang harus dilakukan dalam menentukan apakah lahan benar benar dinyatakan gagal panen (puso) oleh petugas POPT untuk selanjutnya kita proses pengusulan bantuan lanjutan,” kata Alexsander. (ANA)

  • Tinjau Wilayah Terdampak Banjir, Bupati OKI Fokus Pemulihan

    Tinjau Wilayah Terdampak Banjir, Bupati OKI Fokus Pemulihan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi bersama Ketua TP PKK Ike Muchendi meninjau sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, Selasa (13/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat langkah pemulihan pasca banjir.

    Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing. Akses menuju desa tersebut masih tergenang air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Di lokasi ini, Bupati Muchendi menyerahkan bantuan sembako dan menyapa warga dari rumah ke rumah yang terdampak banjir.

    Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur, Kecamatan Lempuing. Sekitar 70 kepala keluarga sebelumnya dievakuasi ke sekolah tersebut.

    Seiring air yang mulai surut, sebagian warga telah kembali ke rumah, sementara sekitar 30 kepala keluarga masih bertahan di pengungsian. Mereka didominasi oleh lansia, perempuan, dan anak-anak.

    Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah disambut antusias oleh para pengungsi. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan, terutama terkait layanan kesehatan dan logistik selama berada di pengungsian.

    Dalam dialog bersama warga, Muchendi mengatakan banjir yang terjadi kali ini merupakan bagian dari siklus alam yang jarang terjadi. Ia menyebut banjir dengan ketinggian serupa terakhir kali dialami warga sekitar dua dekade lalu.

    “Setiap tahun masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir, tetapi yang setinggi ini terakhir sekitar 20 tahun lalu,” kata Muchendi.

    Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Menurut dia, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.

    “Kami hadir untuk membantu dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Mudah-mudahan air segera surut dan aktivitas bisa kembali normal,” ujarnya.

    Muchendi juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Ia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian.

    Selain itu, Muchendi memastikan warga tidak perlu khawatir terkait biaya pengobatan karena telah terjamin melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    “Kalau ada yang sakit, silakan berobat. Biayanya sudah ditanggung pemerintah,” katanya.

    Terkait kebutuhan logistik, Muchendi memastikan pasokan sembako bagi warga di pengungsian tetap tercukupi. Pemerintah Kabupaten OKI, kata dia, akan bertindak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir.

    “Kami mengajak masyarakat tetap bersabar dan saling menguatkan. Jika ada kebutuhan, sampaikan melalui kepala desa atau camat agar segera ditindaklanjuti,” ujar Muchendi.

    Terhadap sawah terancam gagal panen, Muchendi mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan benih agar petani bisa tanam kembali.

    Salah seorang pengungsi, Larso (60), mengatakan air mulai naik sejak Kamis pagi. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya dievakuasi ke bangunan sekolah.

    “Masih sempat menyelamatkan barang. Setelah itu kami diajak Pak Kades ke sini. Kepala keluarga masih ada di rumah untuk berjaga,” kata Larso.

    Pengungsi lainnya, Siti Aminah (45), mengaku bersyukur mendapat tempat evakuasi yang aman meski harus berbagi ruang dengan warga lain. Ia berharap air segera surut agar bisa kembali ke rumah.

    “Di sini alhamdulillah aman, makanan kami juga ditanggung tapi tentu ingin cepat pulang. Rumah terendam, dapur dan tempat tidur basah semua,” ujarnya.

    Sementara itu, Yanto (58), berharap pemerintah membantu perbaikan fasilitas umum setelah banjir surut. Menurut dia, banjir kali ini menggenangi rumah ibadah dan lahan pertanian warga.

    “Kalau air sudah surut, kami harap jalan dan sawah bisa segera diperbaiki. Banyak tanaman yang rusak,” kata Yanto. (ANA)

  • Hadapi Nataru, Optimalkan OKI Mart dan Gencar Operasi Pangan Murah

    Hadapi Nataru, Optimalkan OKI Mart dan Gencar Operasi Pangan Murah

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melakukan langkah cepat dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), melalui rangkaian kegiatan operasi pangan murah, penguatan infrastruktur retail lokal OKI Mart dan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD.

    Sebagai langkah intervensi langsung, Pemkab OKI mengaktifkan Operasi Pangan Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama 8 hari efektif (16–30 Desember 2025) dengan menyalurkan komoditas seperti 10 ton beras, 2.000 liter minyak goreng, serta ratusan kilogram cabai, bawang, dan daging ayam.

    Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki menegaskan, komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan permintaan barang konsumsi.

    “Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman dan harga yang sesuai,” ujar Muchendi.

    Dalam kesempatan yang sama, dilakukan peninjauan kesiapan OKI Mart sebagai instrumen stabilitas harga. Untuk memperkuat kelembagaan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyerahkan bantuan sarana prasarana berupa 3 unit box freezer, 6 unit pallet beras, dan 15 unit rak display.

    “Bantuan sarana ini untuk memastikan stok pangan, terutama komoditas volatile food seperti daging dan beras, tersimpan dengan baik dan tertata,” ungkap Bambang.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi atas langkah konkret dan inovatif yang dilakukan Pemkab OKI.

    “Sinergi yang kuat menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi. Langkah Pemkab OKI melalui pasar murah, penguatan OKI Mart, serta koordinasi regional merupakan contoh baik dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung daya beli masyarakat,” ungkapnya.

    Kegiatan ditutup dengan High Level Meeting (HLM) guna menyinkronkan kebijakan pusat dan daerah. Ketua TPID OKI, Ir. Asmar Wijaya dalam laporannya menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang intensif dan berbasis data.

    “TPID OKI secara aktif memantau pergerakan harga komoditas strategis, khususnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Dengan intervensi yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat lokasi, kami optimistis tekanan inflasi Nataru dapat diminimalkan,” jelasnya. (ANA)

  • Pemkab OKI Terima Lima Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda

    Pemkab OKI Terima Lima Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menerima lima sertifikat warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sekaligus menambah daftar warisan budaya OKI yang telah diakui secara nasional.

    “Lima objek pemajuan kebudayaan OKI yang berhasil mendapat apresiasi WBTB Indonesia tahun 2025, yakni Bahasa Kayu Agung, Legenda Petori Buwok Handak dan Langkuse, Tari Lilin Bepinggan, Tari Cang Cang dan Adat Perkawinan Suku Penesak Pedamaran,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKI, Ahmadin Ilyas.

    Apresiasi dari Kementerian Kebudayaan tersebut, kata dia, diterima pada acara malam Apresiasi WBTB di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

    Terpisah, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menyebut piagam ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kekayaan budaya lokal masyarakat OKI.

    “Pengakuan ini menegaskan nilai kearifan masyarakat OKI yang kaya akan tradisi Islami, seni lisan, serta tata adat yang sarat makna,” ujar Muchendi.

    Menurutnya, masyarakat OKI terutama masyarakat di Kayuagung dan Suku Penesak di Pedamaran dikenal masih memegang teguh literasi budaya leluhur, terutama dalam prosesi adat perkawinan yang memiliki tuturan panjang dan penuh filosofi adat. Nilai-nilai tersebut dinilai layak dilestarikan dan diwariskan lintas generasi.

    Muchendi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penggiat budaya serta jajaran pemerintah daerah yang telah berperan aktif dalam proses pengusulan hingga penetapan WBTB tersebut.

    “Terima kasih kepada para pemangku adat yang menjadi benteng pelestarian adat budaya diharapkan semakin aktif menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah,” tambahnya.

    Dengan penetapan WBTB 2025 ini, diharapkan masyarakat OKI semakin termotivasi untuk menjaga keunikan dan kekayaan budaya lokalnya. (ANA)

  • Program Lentera Desa, Permudah Warga Pedesaan Akses Layanan Publik

    Program Lentera Desa, Permudah Warga Pedesaan Akses Layanan Publik

    SUARAPUBLIK.ID, OKI — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menghadirkan program Lentera Desa (Layanan Terpadu Jemput Bola ke Desa). Program ini merupakan solusi untuk mendekatkan sekaligus mempermudah akses layanan publik bagi masyarakat hingga ke tingkat desa.

    Program ini diadakan di Kecamatan Pedamaran Timur, pada Senin (15/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati OKI, Muchendi Mahzareki. Dengan program ini memungkinkan warga mengurus berbagai kebutuhan administrasi dan sosial tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kayuagung.

    “Selama ini masyarakat membutuhkan waktu satu hingga dua jam untuk mengurus administrasi ke Kayuagung, yang tentu juga memerlukan biaya transportasi. Melalui Lentera Desa, pelayanan pemerintah kini hadir langsung di desa,” ungkapnya, Bupati OKI Muchendi Mahzareki.

    Program Lentera Desa telah berjalan di sejumlah kecamatan di OKI. Melalui layanan terpadu ini, masyarakat dapat mengurus pembuatan dan pembaruan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), pembaruan kepesertaan BPJS Kesehatan, hingga berbagai layanan publik lainnya dalam satu lokasi.

    Muchendi menegaskan, kehadiran pemerintah harus dirasakan masyarakat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelayanan dasar yang mudah diakses, cepat, dan merata.

    Antusiasme warga terlihat dalam pelaksanaan Lentera Desa di Pedamaran Timur. Rohani (46), warga Desa SP1, mengaku terbantu karena dapat memperbarui kepesertaan BPJS Kesehatan tanpa harus meninggalkan pekerjaannya.

    “Saya senang sekali. BPJS saya bisa langsung diperbarui di sini. Pelayanannya cepat dan tidak perlu ke Kayuagung,” kata Rohani.

    Hal serupa disampaikan Yono (38), warga Desa Sumber Hidup, yang memanfaatkan layanan untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) usaha kerupuk miliknya. Ia menilai proses pelayanan berjalan mudah dan ramah.

    “Prosesnya tidak rumit dan petugasnya ramah. Pelayanan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” ujarnya.

    Camat Pedamaran Timur Muhammad Yusuf mengapresiasi pelaksanaan Lentera Desa di wilayahnya. Menurut dia, program layanan terpadu jemput bola tersebut sangat membantu masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.

    “Program ini menjawab kebutuhan warga kami, mulai dari administrasi kependudukan hingga BPJS. Ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah yang melayani langsung masyarakat,” kata Yusuf. (ANA)

  • Konektivitas Jadi Kendala, Jalan Poros di Kecamatan Air Sugihan Mulai Dibangun

    Konektivitas Jadi Kendala, Jalan Poros di Kecamatan Air Sugihan Mulai Dibangun

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Konektivitas antar wilayah di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Pesisir Timur.

    Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan desa menjadi kunci menjawab persoalan tersebut.

    “Masyarakat OKI menghadapi tantangan besar dalam konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan pesisir timur. Penguatan infrastruktur menjadi langkah mutlak untuk menumbuhkan simpul-simpul ekonomi baru,” ujar Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, pada Rakor Forum CSR Kabupaten OKI, belum lama ini.

    Menurut Muchendi, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang kini diterapkan.

    “Peran swasta dan pemerintah desa sangat penting, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar. Sinergi inilah yang menjadi kunci,” katanya.

    Bangun Jalan Poros Secara Bertahap

    Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten OKI membangun jalan poros sepanjang 4,5 kilometer di Kecamatan Air Sugihan. Pekerjaan meliputi pengecoran dan pengerasan jalan yang melintasi Desa Suka Mulya Dusun 1, Desa Pangkalan Damai, Desa Kerta Mukti, Rengas Abang, hingga poros kecamatan.

    “Pembangunan kami lakukan bertahap, fokus pada jalan poros antar desa agar akses ekonomi dan sosial masyarakat semakin terbuka,” ujar Man Winardi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten OKI.

    Wilayah Air Sugihan, yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan speed boat dari Kota Palembang, menjadi prioritas perbaikan infrastruktur karena letaknya yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten. Dukungan juga datang dari sektor swasta.

    Perusahaan pulp dan kertas terbesar di daerah itu, PT OKI Pulp and Paper Mills, turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), perusahaan tersebut membangun jalan cor beton sepanjang 1,3 kilometer di Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan.

    Jalan selebar delapan meter itu dibangun menggunakan konstruksi wiremesh dengan ketebalan cor 20 sentimeter. Untuk proyek ini, OKI Pulp menggelontorkan dana CSR sebesar Rp3,4 miliar.

    “Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian perusahaan terhadap program priorotas Pemkab OKI dalam menyediakan infrastruktur jalan yang mantap,” Ujar Gadang Hartawan, Vice Direktur PT OKI Pulp and Paper.

    Jalan yang diperbaiki menghubungkan Simpang Kades hingga Jembatan Penyeberangan Sungai Baung, yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan transportasi hasil pertanian. Kondisi jalan sebelumnya tidak layak dilalui, sehingga memperlambat arus logistik dan pergerakan ekonomi warga.

    Bangun Desa dari Pendapatan Sendiri

    Tak hanya pemerintah daerah dan swasta, pemerintah desa juga mengambil peran nyata. Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk membangun desanya.

    Secara swadaya desa ini telah membangun 3 kantor sekaligus, yakni kantor BPD, kantor PKK dan Kantor desa. Tak berhenti di sana, Pemerintah Desa juga berencana membangun jalan desa sepanjang dua kilometer dengan kontruksi cor beton.

    Kepala Desa Bukit Batu, Rumaidah, mengatakan pembangunan ini menjadi simbol kemandirian desa dalam membangun infrastruktur tanpa bergantung pada dana pemerintah.

    “Kami bersyukur bisa membangun desa dari hasil PADes. Dana berasal dari pengelolaan aset desa dan sumber pendapatan sah lainnya. Ini bukti desa mampu mandiri,” ujar Rumaidah.

    Rumaidah menegaskan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara transparan dan partisipatif. Masyarakat ikut mengawasi jalannya proyek, sementara desa juga menggandeng Kejaksaan Negeri OKI dan Dinas PUPR OKI untuk memastikan pelaksanaan sesuai aturan.

    “Agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, kami libatkan warga dan minta pendampingan dari kejaksaan serta Pemda. Ini penting untuk menjaga akuntabilitas,” jelasnya. (ANA)

  • Pemkab OKI Mulai Data Lahan Terdampak Akses Tol Mataram Jaya

    Pemkab OKI Mulai Data Lahan Terdampak Akses Tol Mataram Jaya

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) mulai melakukan pendataan awal terhadap lahan masyarakat yang terdampak pembangunan akses Tol Mataram Jaya di Kecamatan Mesuji Raya.

    “Pendataan dilakukan sebagai langkah awal sebelum penetapan lokasi (penlok) pembangunan dilakukan oleh pemerintah pusat,” ujar Asisten I Sekretariat Daerah OKI, Alamsyah pada, Kamis (30/1/2025).

    Alamsyah mengatakan tim gabungan dari berbagai instansi telah diterjunkan ke lapangan untuk mendata lahan, bangunan, serta tanaman tumbuh yang berada di sepanjang rencana trase jalan.

    Petugas juga memverifikasi dokumen kepemilikan tanah guna memastikan status dan batas lahan terdampak.

    “Prinsipnya, kami bekerja secara cermat dan hati-hati agar tidak ada persoalan di kemudian hari,” katanya.

    Ia menyebut berdasarkan hasil sementara terdapat 121 persil tanah dengan luas total sekitar 16 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan trase jalan.

    “Akses tersebut nantinya akan diperlebar di kedua sisi agar mampu menampung kendaraan besar yang keluar-masuk dari Tol Terbanggi–Pematang Panggang–Kayuagung (Terpeka),” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan OKI, Alexsander Bustomi menjelaskan bahwa pendataan mencakup inventarisasi dan identifikasi awal terhadap subjek maupun objek tanah yang terdampak, termasuk status kepemilikan dan penggunaannya.

    “Kami juga melakukan verifikasi dan pencocokan data antara dokumen administrasi seperti Daftar Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (DPPT) dengan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

    Ia menuturkan, hasil pendataan akan menjadi dasar pelaksanaan konsultasi publik sebelum penetapan lokasi pembangunan dilakukan.

    “Setelah penetapan lokasi disahkan dan tidak ada keberatan signifikan dari masyarakat, maka proses pengadaan tanah dapat segera dimulai,” tuturnya.

    Sebelumnya, Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan bahwa pembangunan akses Tol Mataram Jaya memiliki nilai strategis bagi peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah lintas timur OKI.

    “Akses tol ini tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menarik investasi,” kata Muchendi.

    Ia menegaskan pemerintah daerah (pemda) akan memastikan seluruh hak masyarakat yang terdampak proyek pembangunan tersebut tetap terlindungi.

    “Dukungan masyarakat sangat penting agar proyek strategis ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi daerah,” tegas dia.

  • Layanan Naik Kelas, RSUD Kayuagung Hadirkan E-Parking dan Deteksi Dini Kanker Serviks

    Layanan Naik Kelas, RSUD Kayuagung Hadirkan E-Parking dan Deteksi Dini Kanker Serviks

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – RSUD Kayuagung terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Dua inovasi baru resmi diluncurkan, yakni E-Parking (parkir elektronik) dan Layanan Rujukan Lesi Pra-Kanker Serviks. Kehadiran layanan ini menjadi langkah nyata rumah sakit menuju pelayanan yang modern, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan pasien.

    Direktur RSUD Kayuagung, dr. Tito Aristian, mengatakan bahwa peluncuran dua layanan tersebut merupakan tindaklanjut dari komitmen Bupati OKI, H. Muchendi untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “E-Parking menghadirkan sistem parkir yang tertib, aman, dan efisien, sementara layanan deteksi dini kanker serviks bertujuan melindungi kesehatan organ reproduksi perempuan,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

    Menurut dr. Tito, inovasi ini tidak hanya sebatas pembaruan fasilitas, tetapi juga bagian dari transformasi menyeluruh RSUD Kayuagung untuk menjadi rumah sakit yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Kami menindaklanjuti komitmen Bapak Bupati  agar masyarakat merasakan langsung perubahan positif di RSUD Kayuagung, baik dari segi kenyamanan berkunjung maupun dari aspek pelayanan medis yang lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

    Peluncuran inovasi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Mewakili Bupati OKI, Sekretaris Daerah H. Asmar Wijaya menilai langkah RSUD Kayuagung sejalan dengan komitmen daerah dalam mewujudkan pelayanan publik berbasis digital dan kesehatan yang inklusif.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, kami menyampaikan apresiasi atas dua terobosan penting ini. Inovasi ini adalah bukti nyata komitmen kita menghadirkan pelayanan publik yang modern, cepat, dan akuntabel,” kata Asmar.

    Asmar menjelaskan, penerapan sistem E-Parking bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagian dari reformasi tata kelola pelayanan publik di lingkungan rumah sakit.

    “Sistem ini meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan parkir sekaligus memudahkan masyarakat yang datang berobat maupun berkunjung. Ini langkah kecil tapi berarti dalam mewujudkan Smart City di Kabupaten OKI,” ujarnya.

    Sekda juga menyoroti pentingnya layanan deteksi dini kanker serviks sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan perempuan.

    “Kanker serviks masih menjadi penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, padahal bisa dicegah jika terdeteksi lebih awal. Kehadiran layanan ini sangat strategis untuk meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap kesehatan reproduksi,” jelasnya.

    Ia berharap RSUD Kayuagung terus menjadi rumah sakit rujukan yang tangguh dan adaptif di era digital.

    “Kedua program ini hasil sinergi pemerintah daerah, tenaga medis, dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga inovasi ini menginspirasi unit pelayanan lainnya di OKI untuk terus berinovasi dan berbenah,” jelasnya.

    Menutup kegiatan, H. Asmar menegaskan bahwa RSUD Kayuagung merupakan wajah pelayanan publik Pemkab OKI di bidang kesehatan.

    “Pelayanan rumah sakit adalah cerminan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran RSUD Kayuagung untuk menjaga profesionalisme dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya. (ANA)

  • 5 Hektre Lahan Cetak Sawah Baru di OKI Terbakar

    5 Hektre Lahan Cetak Sawah Baru di OKI Terbakar

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Lahan sekitar lima hektare yang disiapkan untuk program cetak sawah baru yang belum sempat dimanfaatkan oleh petani berlokasi di Desa Kayu Labu, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) terbakar pada Selasa, 14 Oktober 2025.

    Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (BPBD-Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto mengatakan kebakaran terjadi di hamparan lahan yang didominasi vegetasi purun, semak belukar, dan belidang kering sehingga mudah terbakar saat musim kemarau.

    “Api cepat menjalar karena bahan bakar alami di lahan tersebut sangat kering. Saat kejadian, terlihat asap putih menandakan pembakaran di permukaan,” kata Ferdian, Rabu (15/10/2025).

    Ia menyebut kebakaran diperparah oleh tiupan angin kencang. Tim gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera XVII, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Kayu Labu, serta dukungan helikopter water bombing diterjunkan untuk melakukan pemadaman dari udara dan darat.

    “Satgas darat dan udara bergerak cepat memadamkan dari kepala api. Saat ini kondisi di lokasi sudah padam dan dilakukan pendinginan,” ujarnya.

    Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menambahkan bahwa tiga unit helikopter dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut untuk mencegah api merembet ke areal perkebunan warga.

    “Upaya pemadaman dilakukan secara maksimal agar kebakaran tidak meluas, mengingat area tersebut merupakan lokasi cetak sawah baru,” ucap dia.

  • Ishak Mekki Kawal Revitalisasi Shopping Center Kayuagung

    Ishak Mekki Kawal Revitalisasi Shopping Center Kayuagung

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Anggota Komisi V DPR RI, Ir. H. Ishak Mekki, melakukan peninjauan langsung ke Shopping Center dan GOR Biduk Kajang di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (13/10/2025).

    Dalam kunjungannya, Ishak Mekki didampingi Wakil Bupati OKI, Supriyanto, serta perwakilan dari Balai Prasarana Pemukiman Wikayah (BPPW) Sumsel.

    Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi terkini GOR Biduk Kajang serta gedung Shopping Center Kayuagung. Khusus Shoping Center, selama ini telah menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

    Bangunan yang berdiri sejak 1984 itu kini mengalami banyak kerusakan dan sudah tidak lagi representatif sebagai pusat perdagangan.

    “Kami melihat kondisi gedung Shopping Center ini memang sudah saatnya direvitalisasi secara menyeluruh. Jika menggunakan dana APBN, pemerintah pusat bisa membantu, namun tentu harus ada kesiapan dari pemerintah daerah, terutama dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan skema relokasi sementara bagi para pedagang selama proses revitalisasi,” ujar Ishak Mekki.

    Ishak menjelaskan, bahwa anggaran untuk revitalisasi Shopping Center Kayuagung telah masuk dalam salah satu usulan program prioritas di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebagai wakil rakyat asal Sumatera Selatan, Ishak menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses tersebut hingga terealisasi.

    “Program ini sudah termasuk dalam daftar prioritas di Kementerian PUPR. Insya Allah, saya akan dorong terus agar ini bisa cepat terealisasi. Kita ingin memberikan tempat usaha yang layak, aman, dan nyaman bagi para pedagang lokal, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat,” tambahnya.

    Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menyambut baik rencana ini dan mengapresiasi langkah serta perhatian dari pemerintah pusat, khususnya dari Ishak Mekki yang konsisten memperjuangkan pembangunan di daerah.

    “Revitalisasi Shopping Center ini sudah lama dinantikan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pak Ishak Mekki dan siap menindaklanjuti di daerah. Pemerintah Kabupaten OKI akan segera menyiapkan DED dan skema relokasi agar proses revitalisasi berjalan lancar,” ujar Supriyanto.

    Shopping Center Kayuagung sendiri dulunya merupakan ikon pusat perbelanjaan di OKI. Dibangun pada era 1980-an, gedung ini pernah menjadi jantung perekonomian masyarakat, dengan berbagai jenis usaha seperti toko pakaian, perhiasan, elektronik, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

    Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan semakin menurun dan tidak lagi memadai untuk menunjang aktivitas perdagangan modern.

    Revitalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Shopping Center Kayuagung sebagai pusat perbelanjaan yang representatif, modern, dan ramah bagi UMKM lokal. (ANA)

  • 20 Ribu Pengunjung Ramaikan OKI Fest 2025, Transaksi Tembus Ratusan Juta

    20 Ribu Pengunjung Ramaikan OKI Fest 2025, Transaksi Tembus Ratusan Juta

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Lebih dari 20.000 pengunjung memadati gelaran Ogan Komering Ilir Festival (OKI Fest) 2025 yang berlangsung selama tiga hari, pada 10–12 Oktober 2025 di kawasan Segitiga Emas Kayuagung. Ajang tahunan ini berhasil mencatatkan transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 450 juta.

    Capaian ini menjadi indikator meningkatnya daya saing UMKM lokal sekaligus menunjukkan keberhasilan OKI Fest sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan akselerator digitalisasi sistem pembayaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    OKI Fest 2025 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten OKI. Festival ini menampilkan beragam agenda utama, antara lain: Festival UMKM, Festival Literasi, Job Fair, Festival Budaya, Festival Waralaba, serta Festival Kreativitas Pemuda.

    Dalam sambutannya saat membuka acara, Bupati OKI H. Muchendi mengatakan bahwa OKI Fest merupakan wadah strategis bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang, meskipun hanya berlangsung selama tiga hari.

    “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Melalui pameran, bazar UMKM, dan berbagai perlombaan, terjadi perputaran ekonomi yang langsung dirasakan warga,” ujar Bupati Muchendi.

    Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan melanjutkan kegiatan seperti OKI Fest di masa mendatang.

    “OKI Fest adalah ruang untuk menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebangkitan ekonomi masyarakat OKI. Mari terus bergerak, berjuang, dan menang bersama untuk OKI yang lebih maju,” tegasnya.

    Tidak hanya menonjolkan aspek ekonomi, OKI Fest 2025 juga menghadirkan ragam kegiatan edukatif dan kebudayaan. Sebanyak 1.353 orang tercatat mengunjungi Zona Literasi, yang berhasil mencatatkan omzet penjualan buku sebesar Rp 11.459.000. Lebih dari 1.000 orang lainnya terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas dan budaya.

    Job Fair yang menjadi salah satu rangkaian utama OKI Fest menyediakan akses informasi dan rekrutmen dari berbagai perusahaan, baik nasional maupun internasional. Tercatat sebanyak 932 pencari kerja melamar secara langsung dan akan melanjutkan proses rekrutmen ke tahap berikutnya.

    Festival Waralaba menghadirkan edukasi peluang usaha dan investasi waralaba bersama pelaku bisnis lokal maupun nasional. Kegiatan ini mencatatkan transaksi sebesar Rp 70.000.000.

    Menutup rangkaian OKI Fest 2025, Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan acara ini.

    “Festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus menampilkan budaya OKI sebagai bagian dari ekonomi kreatif,” ujar Supriyanto.

    Dengan capaian transaksi yang signifikan, tingginya partisipasi publik, serta meningkatnya keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas, OKI Fest 2025 dinilai sukses menjadi ruang kolaborasi dan inovasi dalam mendorong UMKM naik kelas serta membangun ekonomi lokal yang lebih inklusif. (ANA)

  • Pemkab OKI Perkuat Komitmen Dukung Asta Cita Presiden

    Pemkab OKI Perkuat Komitmen Dukung Asta Cita Presiden

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) terus mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah, tanpa mengabaikan komitmennya terhadap delapan cita-cita pembangunan nasional (Asta Cita) Presiden RI. Di tengah tekanan fiskal, berbagai terobosan tetap dilahirkan sekaligus menjadi bukti keberpihakan terhadap rakyat.

    Salah satunya melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 17.119 orang dewasa dan 47.080 anak usia sekolah. Program ini melengkapi kebijakan Jaminan Kesehatan Semesta (UHC Prioritas) yang menjamin seluruh warga OKI dapat mengakses layanan kesehatan tanpa menunggu masa aktivasi.

    “Bagi kami, kesehatan adalah hak dasar. Program ini bukan semata-mata teknis layanan, tapi komitmen moral agar tidak ada warga yang tertinggal dalam akses kesehatan,” ujar Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, dalam Sidang Paripurna HUT ke-80 Kabupaten OKI, Sabtu (11/10/2025).

    Sementara itu, sebanyak 111.329 pelajar telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab OKI menilai asupan bergizi di usia sekolah adalah fondasi utama bagi kecerdasan dan pertumbuhan generasi masa depan.

    “Memastikan tumbuh cerdas dan sehat. Lapangan usaha terbuka,” tambah Muchendi.

    Untuk mendukung agenda besar swasembada pangan nasional, Kabupaten OKI membuka lahan sawah baru seluas 11.672 hektare dan mengoptimalkan 9.221 hektare lahan pertanian yang telah ada. Pemerintah juga menyalurkan 20.177 ton pupuk serta menyerahkan 1.396 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) langsung kepada petani.

    Upaya ini membuahkan hasil. Produksi gabah kering meningkat signifikan, dari 469.536 ton pada tahun sebelumnya menjadi 538.321 ton tahun ini. OKI juga mencatat surplus beras mencapai 257.145 ton.

    “Petani adalah tulang punggung daerah. Kenaikan produksi ini bukan kerja pemerintah semata, tapi hasil kerja kolektif petani, penyuluh, dan seluruh ekosistem pertanian yang kami fasilitasi,” kata Muchendi.

    Sektor perkebunan rakyat juga tak luput dari perhatian. Hingga 2025, seluas 36.674 hektare sawit rakyat telah diremajakan. Sebanyak 2.697 pekebun menerima bantuan sarana dan prasarana, sementara 72 pelajar dari keluarga pekebun mendapatkan beasiswa SDM Kelapa Sawit.

    “Petani sawit bukan hanya butuh bibit dan pupuk, tapi kepastian untuk terus berkembang. Dan salah satu jalannya adalah lewat pendidikan bagi anak-anak mereka,” ujar Muchendi.

    Dalam upaya menekan angka kemiskinan, Pemkab OKI menjalankan program perbaikan rumah tidak layak huni. Tahun ini, sebanyak 346 unit rumah diperbaiki melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), ditambah 175 unit dari APBD serta 8 unit melalui zakat yang dikelola Baznas OKI.

    Namun, menurut Muchendi, bantuan bukanlah jawaban tunggal. “Bantuan penting, tapi tidak cukup. Yang dibutuhkan rakyat adalah kesempatan untuk mandiri. Itulah sebabnya kami serius membuka akses pekerjaan,” ungkapnya.

    Sebagai wujud konkret, Pemkab OKI menggelar Bursa Kerja (Job Fair) dalam rangka Hari Jadi ke-80 Kabupaten OKI. Sebanyak 737 lowongan kerja dalam negeri dan 2.275 peluang kerja luar negeri dibuka bagi pencari kerja, terutama generasi muda.

    “Melalui Job Fair ini kita buka jalan anak-anak muda ke pintu gerbang kesuksesannya serta untuk menekan angka pengangguran terbuka,” tutur Bupati. (ANA)

  • Transfer Pusat Menyusut, Bupati Muchendi Pastikan Pelayanan Publik Tak Surut

    Transfer Pusat Menyusut, Bupati Muchendi Pastikan Pelayanan Publik Tak Surut

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), menghadapi tantangan fiskal serius pada tahun anggaran 2026 mendatang. Transfer dana dari pemerintah pusat dipastikan mengalami penyusutan signifikan sebesar Rp 241 miliar dibanding tahun sebelumnya.

    Namun demikian, di tengah tekanan keuangan tersebut, Bupati OKI Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk melayani masyarakat tidak akan kendur.

    “Pendapatan daerah bakal berkurang cukup besar. Terutama dari komponen Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Tapi pelayanan dasar untuk rakyat tidak boleh ikut menyusut. Justru di masa seperti inilah keberpihakan harus ditunjukkan,” ujar Muchendi, saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna Hari Jadi ke-80 Kabupaten OKI, Sabtu (11/10/2025).

    Menurut Muchendi, menghadapi tantangan itu, pihaknya akan melakukan penyesuaian anggaran bersama DPRD secara selektif dan hati-hati agar program-program prioritas tetap berjalan, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial.

    “Tentu  dengan adanya efisiensi tersebut kita akan melakukan penyesuaian, realokasi anggaran agar tetap survive dan terus bisa melayani masyarakat,” tegasnya.

    Muchendi juga menyebut bahwa keberhasilan pemerintah daerah dalam mempertahankan jalannya program prioritas tak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, pemerintah pusat, sektor swasta, serta dukungan legislatif dan masyarakat.

    Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan ditengah tantangan efisiensi pemerintah daerah diminta benar-benar selektif. Setiap daerah punya permasalahan berbeda tentu harus diutamakan kebutuhan super prioritas.

    “Bukan efisiensinya yang harus didengungkan tapi bagaimana cara kita menghadapinya. Memilah belanja yang perlu dan tidak perlu, sebagai pejabat politik janji kita kepada masyarakat itu yang super prioritas,” jelas Deru.

    Deru berpesan setiap elemen di daerah harus saling menguatkan, mempererat kerukunan dan kerjasama agar persoalan pembangunan dapat dihadapi.

    “Tantangan yang dihadapi kepala daerah hari ini beda dengan yang dulu kami hadapi bersama Pak Ishak Mekki Bupati OKI pada masanya dan saya Bupati di OKU Timur,” jelas Deru.

    Sebelumnya Kepala DPKAD OKI, Farlidena Burniat mengatakan untuk menambal potensi kekurangan dana, Bupati Muchendi telah memanggil kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    “Kita juga koordinasi dengan Bappeda untuk menghitung kebutuhan belanja masing-masing OPD. Jadi kita punya kalkulasi pembiayaan APBD dari PAD, mengingat transfer pusat dipastikan terpangkas,” ujarnya.

    Abur menjelaskan pada 23 September 2025 telah terbit alokasi TKD tahun anggaran 2026 oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk masing-masing daerah kabupaten/kota di Indonesia.

    Alokasi dana transfer untuk OKI tahun anggaran 2026 sebesar Rp 1,908 triliun turun sebesar Rp 241 miliar dari tahun 2025 sebesar Rp 2,150 triliun.

    “Jika dibandingkan dengan alokasi tahun 2025 yang sebesar Rp 2,150 miliar, maka ada pengurangan dana transfer oleh pemerintah pusat sebesar Rp 241 miliar pada tahun 2026,” jelas Abur.

    Abur  menegaskan arah kebijakan daerah tetap mengacu pada Permendagri 86/2017, yang mengatur bahwa janji kepala daerah menjadi prioritas utama dalam penyusunan program pembangunan.

    “Prinsipnya, visi-misi kepala daerah harus diwujudkan. Hak-hak pegawai jangan samapi berkurang, jadi efisiensi akan diarahkan ke hal-hal yang tidak langsung menyentuh masyarakat,” tuturnya. (ANA)

  • Penanaman 300 Pohon Tabebuya Warnai Peringatan HUT ke-80 OKI

    Penanaman 300 Pohon Tabebuya Warnai Peringatan HUT ke-80 OKI

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun ini tidak hanya diisi dengan kemeriahan acara, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT, Pemerintah Kabupaten OKI bersama PT. Agro Gemilang Surya melaksanakan kegiatan penanaman 300 pohon Tabebuya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut.

    Acara simbolis penanaman berlangsung di depan GOR Perahu Kajang Kayuagung, Jumat (10/10/2025), dan dihadiri oleh Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki, unsur Forkopimda, pelajar, serta masyarakat sekitar.

    Dalam sambutannya, Bupati OKI H. Muchendi menyampaikan apresiasi kepada PT. Agro Gemilang Surya atas dukungannya dalam mempercantik wajah kota sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

    “Kami berterima kasih karena kegiatan ini merupakan bagian dari program kita bersama untuk memberikan ruang terbuka hijau di Kabupaten OKI. Pohon-pohon yang ditanam sebelumnya sudah banyak yang kering dan tumbang. Maka dari itu, tugas kita semua adalah melanjutkan penanaman agar kota kita tetap rindang dan hijau,” ujar Bupati Muchendi.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun OKI yang berkelanjutan.

    “Dalam rangka HUT ke-80 Kabupaten OKI yang insyaallah besok kita rayakan puncaknya, seluruh kegiatan dilakukan dengan semangat swadaya. Ada keterlibatan pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Harapan kita, pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur, memperindah kota, serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua CSR OKI, Marhailini Sutomo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil penyaluran CSR dari PT. Agro Gemilang Surya, yang menyalurkan 300 pohon Tabebuya untuk ditanam di median jalan dan area taman di Kecamatan Kayuagung.

    “Tabebuya dipilih karena memiliki warna-warni bunga yang indah dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Selain mempercantik kota, tanaman ini juga bermanfaat untuk mengurangi polusi udara dan memproduksi oksigen,” jelas Marhailini.

    Ia menambahkan bahwa penanaman ini juga didukung oleh pupuk kompos hasil olahan dari KPP Pratama Kayuagung, sebagai bentuk sinergi lintas sektor untuk menjaga lingkungan.

    Kegiatan penanaman pohon ini disambut antusias oleh masyarakat dan para pelajar yang ikut serta menanam bibit Tabebuya secara simbolis bersama jajaran Forkopimda.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten OKI berharap semangat menanam dan menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sebagai warisan hijau bagi anak cucu di masa mendatang. (ANA)

  • Kado Spesial Muchendi pada HUT ke-80 OKI: Peluang Kerja, Pangan Murah, Pajak Lega

    Kado Spesial Muchendi pada HUT ke-80 OKI: Peluang Kerja, Pangan Murah, Pajak Lega

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki memberikan kado spesial bagi masyarakatnya.

    Serangkaian program digelar mulai dari Bursa Kerja (Job Fair), Pasar Murah, hingga relaksasi pembayaran pajak daerah, sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

     

    OKI Job Fair 2025: Merdeka Berkarir, Akses Kerja Lebih Luas

    OKI Job Fair 2025 akan menjadi momentum penting bagi pencari kerja di wilayah Ogan Komering Ilir. Bertema “Merdeka Berkarir”, bursa kerja ini akan digelar pada 10–12 Oktober 2025 di Lapangan Segitiga Emas Kayuagung.

    Bupati OKI, H. Muchendi menegaskan bahwa Job Fair bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari komitmen pemerintah dalam membuka akses pasar kerja yang adil dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

    “Melalui Job Fair ini, kita pastikan seluruh masyarakat punya akses setara terhadap peluang kerja sesuai minat dan kompetensi masing-masing,” ujar Muchendi saat memimpin rapat pemantapan HUT OKI ke-80, Selasa (7/10/2025).

    Job Fair tahun ini melibatkan 34 perusahaan yang terdiri dari 26 perusahaan lokal dan 8 lembaga pelatihan tenaga kerja migran. Tersedia total 3.012 lowongan kerja, dengan rincian: 737 peluang kerja dalam negeri dan 2.275 peluang kerja luar negeri.

     

    Pasar Murah, Ringankan Beban Warga

    Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemkab OKI bersinergi dengan PT HM Sampoerna Tbk dan Perum Bulog menghadirkan program Pasar Pangan Murah. Program ini dijalankan melalui jaringan Sampoerna Retail Community (SRC).

    “Langkah ini merupakan komitmen nyata Pemkab OKI dalam memperkuat distribusi pangan murah, menjaga harga tetap stabil, dan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Kepala Dinas Perdagangan OKI, Ir. Sahrul, M.Si.

    Adapun komoditas yang disediakan meliputi: Beras SPHP 5 kg Minyak goreng Minyakita 1 liter dan Gula pasir. Bahan pokok itu tersedia dalam paket senilai hanya Rp80.000, sebagai bentuk simbolis peringatan HUT ke-80 OKI.

     

    Perpanjangan Jatuh Tempo PBB Hingga Akhir Tahun

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat, Pemkab OKI juga menghadirkan kebijakan relaksasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2). Masa jatuh tempo pembayaran yang semula berakhir 30 September 2025, kini diperpanjang hingga 31 Desember 2025.

    “Di momen hari jadi ke-80 ini, kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Relaksasi pajak ini kami berikan agar ekonomi warga bisa bernapas lebih lega,” ujar Bupati Muchendi.

    Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) OKI, M. Putra Taufan menegaskan bahwa tidak akan ada denda keterlambatan bagi wajib pajak yang membayar setelah 30 September namun sebelum 31 Desember. Bahkan, program diskon pajak pun masih tetap berlaku hingga akhir tahun.

    “Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini. Bayar PBB tanpa denda dan nikmati diskon yang masih berlaku hingga akhir 2025,” kata Taufan.

    Per 1 Oktober 2025, realisasi penerimaan PBB di OKI telah mencapai 94,63% dari target APBD Perubahan 2025.

    “Insyaallah kami optimis bisa mencapai target 100 persen,” jelas Taufan.

     

    Rangkaian Kegiatan

    Peringatan HUT ke-80 Kabupaten OKI tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan yang berfokus pada edukasi, literasi dan seni budaya antara lain, workshop hijab do, workshop digital marketing dan digital parenting, serta OKI Fest yang terdiri dari berbagai kegiatan diantaranya: Festival Literasi, Festival Budaya, Festival Pemuda Kreatif, pameran UMKM, stand kecamatan dan perusahaan serta festival waralaba.

    Lewat festival waralaba diharap dapat membuKa peluang berwirausaha bagi masyarakat OKI.

    “Lewat festival waralaba diharapkan dapat terbuka peluang usaha masyarakat. Karena tidak mulai dari nol, untuk memulai usaha melainkan dengan sistem bisnis yang teruji, standar dan manajemen yang jelas, dan dukungan dari pemberi waralaba (franchisor),” tutur Bupati Muchendi. (ANA)

  • Pemkab OKI Dukung Polri Tanam Jagung Serentak Kuartal IV

    Pemkab OKI Dukung Polri Tanam Jagung Serentak Kuartal IV

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir memberikan dukungan penuh kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dalam kegiatan ‘Tanam Jagung Serentak Kuartal IV, di areal Sepucuk Kayuagung, Rabu (8/10/2025).

    Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung swasembada pangan tahun 2025, yang merupakan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo. Kegiatan dipimpin langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, didampingi para pejabat utama (PJU) Polda Sumsel.

    Serta dihadiri Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumsel Bambang, serta unsur Forkopimda Provinsi Sumsel dan Kabupaten OKI.

    Kapolda Sumsel bersama Kapolres, Bupati OKI, dan unsur Forkopimda, secara simbolis melakukan penanaman bibit jagung di lahan yang telah disiapkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah.

    “Apa yang dilakukan Pemkab OKI hari ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan. Kita semua harus bersinergi, termasuk jajaran kepolisian, untuk memastikan program ini berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

    Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, juga menegaskan komitmen daerahnya untuk mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo di sektor pertanian.

    “Kami siap mendukung program swasembada pangan nasional. Lahan ini hanya langkah awal. Ke depan, kami akan terus memperluas area tanam dan mengajak masyarakat serta kelompok tani untuk aktif berpartisipasi,” ujar Muchendi.

    Program tanam jagung serentak ini merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian di daerah. Pemkab OKI sendiri telah menyiapkan langkah lanjutan berupa pendampingan kepada petani dan optimalisasi lahan tidur agar dapat dimanfaatkan secara produktif.

    Dengan dukungan semua pihak, Kabupaten OKI diharapkan dapat menjadi salah satu daerah penopang utama produksi jagung nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia swasembada pangan. (ANA)

  • Kejari OKI Gagalkan Aksi Penyamaran Jaksa, Bupati Apresiasi Langkah Tegas

    Kejari OKI Gagalkan Aksi Penyamaran Jaksa, Bupati Apresiasi Langkah Tegas

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kejaksaan Negeri yang bertindak cepat dan tegas, dalam menggagalkan upaya penyamaran seorang pria berinisial BA, yang mengaku sebagai Jaksa dari Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung RI.

    Aksi penyamaran ini berhasil digagalkan pada Senin (6/10), saat Tim Intelijen Kejari OKI mengamankan BA di sebuah rumah makan di Kayuagung. Terduga pelaku sebelumnya terdeteksi berupaya menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat, termasuk mengaku ingin bertemu langsung dengan Bupati OKI.

    “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kejari OKI. Ini bukan hanya soal ketegasan hukum, tapi juga soal kewaspadaan menjaga marwah institusi dan melindungi masyarakat dari potensi penipuan yang bisa merusak kepercayaan publik,” ujar Bupati OKI.

    Bupati OKI menekankan bahwa kejadian ini adalah bentuk nyata pentingnya koordinasi dan komunikasi antarinstansi di daerah.

    “Ini bukti nyata bahwa koordinasi antarlembaga di OKI berjalan efektif. Tugas kita bersama menjaga integritas pemerintahan dan penegakan hukum di daerah,” ujar Bupati.

    Muchendi juga mengajak agar seluruh lapisan masyarakat dan aparatur di daerah tetap solid menjaga marwah pemerintahan dan hukum.

    “Kami mendukung penuh langkah-langkah tegas aparat penegak hukum. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa integritas itu mahal, dan harus dijaga bersama. Bukan hanya tugas Kejaksaan, tetapi tugas kita semua,” jelas Bupati.

    Kronologi: BA Menyamar sebagai Jaksa

    BA mulai beraksi sejak pukul 08.00 WIB dengan mendatangi Kejati Sumsel, kemudian menuju Kejari OKI sekitar pukul 11.30 WIB. Ia mengenakan seragam Jaksa lengkap dan mengaku sebagai perwakilan dari Jaminntel Kejagung.

    Di Kejari OKI, BA sempat berbincang dengan Kasubsi Penyidikan Pidsus dan Kasi Intel, menanyakan beberapa perkara, bahkan meminta difasilitasi bertemu dengan Bupati OKI. Permintaan tersebut ditolak karena tidak sesuai prosedur.

    Setelah meninggalkan kantor Kejari, BA mendatangi Kodim 0402/OKI dan meminta pengawalan ke Pemkab OKI. Ia bahkan sempat berkoordinasi dengan Bagian Protokol Pemkab OKI. Namun, pertemuan dengan Bupati tidak pernah terjadi, karena informasi tersebut segera diverifikasi dan dinilai mencurigakan.

    Sekitar pukul 13.30 WIB, Tim Intelijen Kejari OKI bergerak cepat dan berhasil mengamankan BA di Rumah Makan Saudagar, Kayuagung.

    Dari hasil pemeriksaan di Kejati Sumsel, diketahui bahwa BA bukanlah seorang jaksa, melainkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Way Kanan, dengan pangkat III/d.

    Barang bukti yang disita dari tangan BA 1 unit telepon genggam, 1 KTP, 1 kartu pegawai, 1 KTA, 1 name tag, 1 stel pakaian dinas Kejaksaan (Gamjak) Saat ini, BA masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (ANA)

  • Pelaku Curas Teror Warga dengan Tiga Tembakan, Tak Berkutik saat Diamankan Polisi

    Pelaku Curas Teror Warga dengan Tiga Tembakan, Tak Berkutik saat Diamankan Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Kepolisian Sektor (Polsek) Pedamaran Timur Polres Ogan Komering Ilir (OKI), berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di Dusun Sepucuk, Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, pada Minggu (5/10/2025), sekitar pukul 14.00 WIB.

    Korban diketahui berinisial K (31), seorang ibu rumah tangga warga Dusun 3, Desa Sumber Hidup. Ia menjadi korban kejahatan pelaku berinisial J (25), warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.

    Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menjelaskan, pelaku mendatangi korban yang tengah menunggu buah kelapa sawit selesai di panen.

    “Pelaku datang menghampiri korban dan langsung mengambil kunci motor yang tergantung di kendaraannya. Saat korban menegurnya, pelaku tak menghiraukan dan justru membawa kabur motor korban ke arah Kayuagung,” ungkap Kapolres, Senin (6/10/2025).

    Melihat kejadian tersebut, warga sekitar berusaha mengejar dan menghadang pelaku. Namun, pelaku justru melawan dengan menodongkan senjata api rakitan jenis pistol dan melepaskan tiga kali tembakan ke arah warga. Beruntung, senjata tersebut gagal meledak, sehingga tidak ada korban jiwa.

    “Pelaku sempat melarikan diri ke arah rawa dan hutan gelam milik PT PSM. Sepeda motor korban berhasil diamankan warga bersama anggota Polsek,” tambah Kapolres.

    Pengejaran dilakukan hingga keesokan harinya. Sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (6/10/2025), petugas berhasil menangkap pelaku di kawasan jalan kebun PT PSM tanpa perlawanan.

    Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih, 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver warna silver, 3 butir amunisi tajam kaliber 5,56 mm, 1 butir proyektil peluru 5,56 mm, serta 2 buah mata kunci letter T.

    Kapolres menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan aksinya karena alasan ekonomi.

    “Pelaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan hidup. Namun, apa pun alasannya, perbuatannya tetap melanggar hukum dan membahayakan nyawa orang lain,” tegas AKBP Eko Rubiyanto.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (ANA)

  • Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Wilayah Sungai Jeruju

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Wilayah Sungai Jeruju

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Unit Reskrim Polsek Cengal, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polres OKI, tepatnya di Jalan Poros Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.

    Korban diketahui berinisial K (40), seorang petani warga Dusun Baru Desa Sungai Jeruju. Dia tewas setelah ditembak pelaku RN (25), warga Dusun Rime Malang desa yang sama, menggunakan senjata api rakitan jenis revolver. Pelaku menembak korban sebanyak satu kali ke arah dada hingga meninggal dunia di tempat kejadian.

    Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, dalam rilis menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB pada hari yang sama.

    “Setelah menerima laporan masyarakat, personel Satreskrim Polres OKI bersama Unit Reskrim Polsek Cengal langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” jelas Kapolres.

    Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa motif pelaku adalah dendam pribadi. Sekitar satu minggu sebelum kejadian, korban diduga mengejek pelaku di depan orang banyak ketika pelaku hendak berutang, sehingga menimbulkan rasa sakit hati yang berujung pada aksi nekat tersebut.

    Barang bukti yang berhasil diamankan di lokasi kejadian antara lain satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, lebih subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP, serta Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

    Kapolres OKI juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Cengal atas respon cepatnya dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah tersulut emosi.

    “Kami mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap permasalahan secara damai dan tidak main hakim sendiri. Kepemilikan senjata api tanpa izin juga sangat berbahaya dan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

    Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir Muchendi Mahzareki, turut menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana kondusif di wilayah OKI serta mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

    “Kami turut berduka atas kejadian ini. Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bahwa kekerasan tidak pernah menjadi solusi. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di OKI,” ujar Bupati OKI.

    Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres OKI untuk proses penyidikan lebih lanjut. (ANA)

  • Petani Simpan Senjata Api Rakitan dan Amunisi Tanpa Izin Diamankan

    Petani Simpan Senjata Api Rakitan dan Amunisi Tanpa Izin Diamankan

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Satuan Reserse Kriminal Polres Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Polsek Mesuji Raya, berhasil mengamankan seorang warga yang kedapatan memiliki senjata api rakitan dan amunisi tanpa izin.

    Pelaku berinisial MS (40), warga Dusun I, Desa Bumi Makmur, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI. Dia diamankan saat berada di Jalan Poros Kebun Plasma desa setempat, pada Senin (6/10/2025) sekitar pukul 13.35 WIB.

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain: Satu buah tas selempang merek Polo Amstar, satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver dengan lima butir amunisi, satu bilah senjata tajam berbentuk pisau kecil menyerupai pena berwarna emas.

    Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat tentang adanya warga yang membawa senjata api tanpa izin.

    “Setelah dilakukan penyelidikan, anggota langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti. Saat diperiksa, pelaku mengaku membawa senjata api dan sajam tersebut untuk menjaga diri,” ujarnya.

    Kapolres OKI mengapresiasi jajaran Polsek Mesuji Raya atas respon cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan atau menggunakan senjata api maupun senjata tajam tanpa izin resmi karena hal tersebut dapat berakibat fatal secara hukum.

    “Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat OKI agar tidak sekali pun menyimpan, membuat, atau membawa senjata api dan amunisi tanpa izin. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, tindakan ini melanggar hukum dengan ancaman pidana berat,” tegas Kapolres OKI.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 1 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, tentang larangan memiliki dan membawa senjata api atau senjata tajam tanpa izin, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau minimal 12 tahun.

    Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres OKI untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. (ANA)

  • Warga Desa Sungai Jeruju Ditembak saat Berkendara, Korban Tewas di Tempat

    Warga Desa Sungai Jeruju Ditembak saat Berkendara, Korban Tewas di Tempat

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Warga Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), digegerkan dengan peristiwa penembakan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Senin (6/10/2025), sekira pukul 07.00 WIB.

    Kapolsek Cengal Iptu Agus Masyudhi menyampaikan, korban diketahui berinisial K (40), warga Dusun Baru, Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal.

    Berdasarkan keterangan dari istri korban yang menjadi saksi mata, kejadian bermula saat keduanya sedang berboncengan menggunakan sepeda motor dalam perjalanan pulang setelah berkunjung ke rumah keluarga.

    Ketika melintas di Jalan poros Desa Sungai Jeruju, tiba-tiba pelaku berinisial R (25) muncul dari balik mobil dan langsung melepaskan tembakan dengan senjata api rakitan (senpira) sebanyak satu kali.

    Tembakan tersebut mengenai bagian dada korban hingga mengakibatkannya meninggal dunia di tempat kejadian. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

    Kapolsek Cengal menyampaikan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Terpisah, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.

    “Benar, telah terjadi penembakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di wilayah hukum Polsek Cengal. Saat ini Satreskrim Polres OKI bersama Polsek Cengal sedang melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku,” ujar Kapolres.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik penembakan tersebut. (ANA)