Category: Musi Banyuasin

  • Awali 2026, Bupati Muba Tanamkan Semangat Baru ASN Lewat Sidak Layanan Publik

    Awali 2026, Bupati Muba Tanamkan Semangat Baru ASN Lewat Sidak Layanan Publik

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Mengawali hari pertama kerja di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Muba langsung tancap gas memastikan pelayanan publik tetap prima. Di bawah arahan Bupati Muba HM Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen, inspeksi mendadak (sidak) dilakukan ke sejumlah unit pelayanan publik pada Jumat (2/1/2026) pagi.

    Sidak tersebut dilaksanakan melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba, Drs. H. RE Aidil Fitri, didampingi BKPSDM, Inspektur dan Pol PP yang turun langsung meninjau kinerja dan kesiapan pelayanan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta fasilitas layanan publik yang terdiri dari 5 Tim gabungan.

    Lokasi yang disambangi meliputi RSUD Sekayu, Puskesmas Lumpatan, Puskesmas Balai Agung, Bagian Pengadaan Barang Jasa (BPBJ), Bappeda, Kelurahan Kayuara hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Muba, Kesbangpol, BPBD dan sebagian besar OPD lainnya

    Kegiatan ini bertujuan memastikan roda pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal pasca libur panjang, sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung pimpinan daerah terhadap disiplin dan kinerja aparatur.

    Dalam keterangannya, Drs. H. RE Aidil Fitri menegaskan bahwa awal tahun harus dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen dan etos kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    “Sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati, kami turun langsung untuk memastikan pelayanan di OPD, RSUD, dan Puskesmas berjalan lancar sejak hari pertama kerja. Ini sekaligus menjadi penyemangat bagi ASN agar di tahun 2026 mampu menghadirkan pelayanan yang lebih humanis, ramah, cepat, dan profesional,” tegasnya.

    Ia menambahkan, semangat baru di awal tahun ini diharapkan menjadi titik tolak peningkatan kinerja aparatur secara berkelanjutan, seiring upaya percepatan pembangunan daerah dan penguatan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.

    “Pelayanan publik adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Karena itu, kami mendorong seluruh jajaran untuk bekerja lebih responsif, disiplin, dan bertanggung jawab demi Muba yang lebih maju dan melayani,” pungkasnya.

  • Lampaui Target, Produksi Sumur PPC-01 PHE Jambi Merang Tembus 451 BOPD di Akhir 2025

    Lampaui Target, Produksi Sumur PPC-01 PHE Jambi Merang Tembus 451 BOPD di Akhir 2025

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang mencatatkan capaian gemilang di penghujung tahun 2025.

    Melalui pengoperasian Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran, anak usaha Pertamina ini berhasil memproduksi minyak bumi melebihi target awal yang telah ditetapkan.

    Berdasarkan data operasional hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi Sumur PPC-01 tercatat mencapai 451,42 barel minyak per hari (BOPD).

    Angka ini secara signifikan melampaui target awal produksi sebesar 400 BOPD yang dicanangkan saat sumur tersebut mulai mendapatkan persetujuan operasional pada Maret 2025.

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi angin segar bagi upaya pemerintah dalam menjaga kedaulatan energi.

    “Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari peningkatan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” ujar Yuliot saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah operasi PHE Jambi Merang di Kecamatan Bayung Lencir, Rabu (31/12/2025).

    Senada dengan itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa kesuksesan di Struktur Padang Pancuran tidak lepas dari pengawasan intensif dan sinergi teknis yang kuat antara regulator dan operator.

    Menurutnya, percepatan produksi nasional memerlukan kolaborasi yang terukur.

    “SKK Migas terus mendorong percepatan produksi migas nasional melalui pengawasan yang intensif dan pendampingan teknis kepada KKKS. Keberhasilan PPC-01 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu menghasilkan tambahan produksi yang nyata,” ungkapnya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari penerapan strategi eksplorasi yang efektif.

    Ia menyebut Sumur PPC-01 sebagai contoh sukses dari eksplorasi yang dilakukan di sekitar fasilitas produksi yang sudah ada (near-field exploration).

    Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kesuksesan ini akan menjadi fondasi bagi PHE untuk memacu produksi di wilayah kerja lainnya pada tahun 2026 mendatang.

    “Pada 2026, PHE menargetkan on stream sejumlah proyek di PHM, ONWJ, PHR WK Rokan, hingga Astrea. Kami menjalankan dua strategi utama, yakni eksplorasi di sekitar fasilitas produksi yang sudah ada dan eksplorasi frontier,” imbuhnya.

    Meski fokus pada pencapaian target produksi, ia mengingatkan seluruh jajaran bahwa operasional hulu migas harus tetap mengedepankan aspek keselamatan.

    Struktur Padang Pancuran sendiri diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan guna memberikan kontribusi jangka panjang terhadap lifting minyak nasional, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.

    “Keselamatan harus selalu diutamakan. Setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman,” pungkasnya.

  • Pemkab Muba Ikuti Instruksi Gubernur Larang Angkutan Batu Bara Melintasi Jalan Umum Mulai 1 Januari

    Pemkab Muba Ikuti Instruksi Gubernur Larang Angkutan Batu Bara Melintasi Jalan Umum Mulai 1 Januari

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memastikan penerapan larangan angkutan batu bara melintasi jalan umum mulai 1 Januari 2026. Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Pemkab Muba menyepakati pembentukan Tim Verifikasi Progres Pembangunan Jalan Khusus Pertambangan.

    Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Kesiapan Pemberlakuan Angkutan Batu Bara Menggunakan Jalan Khusus Pertambangan yang dipimpin Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH, di Ruang Rapat Serasan Sekate, Setda Muba, Rabu (31/12/2025).

    Kepala Dinas Perhubungan Muba Musni Wijaya mengatakan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Nomor 500.11/004/INTRUKSI/DISHUB/2025 tentang kewajiban penggunaan jalan khusus pertambangan bagi kendaraan angkutan batu bara di wilayah Sumsel.

    Instruksi tersebut mengatur bahwa seluruh kendaraan pengangkut batu bara tidak lagi menggunakan jalan umum dan diarahkan beralih ke jalan khusus pertambangan, seiring percepatan pembangunan infrastruktur pendukung. Mulai 1 Januari 2026, seluruh angkutan batu bara dilarang melintas di jalan nasional, provinsi, maupun jalan kabupaten.

    Menurut Musni, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menindaklanjuti instruksi tersebut melalui Surat Edaran Bupati Muba Nomor B-500.11.8/791/DISHUB-II/2025 tertanggal 23 Juli 2025. Surat edaran itu menyatakan dukungan penuh Pemkab Muba terhadap kebijakan Gubernur Sumatera Selatan.

    “Surat edaran tersebut juga telah kami sosialisasikan kepada seluruh perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Muba,” ujar Musni.

    Musni mengungkapkan, terdapat 19 perusahaan batu bara yang beroperasi di Kabupaten Musi Banyuasin. Sebagian di antaranya telah menggunakan jalan khusus pertambangan, namun masih ada perusahaan yang dalam proses pembangunan dan sementara waktu masih memanfaatkan jalan umum.

    “Melalui tim verifikasi ini, kita ingin memastikan progres pembangunan jalan khusus berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

    Selain angkutan darat, Pemkab Muba juga memastikan penutupan sementara aktivitas pelayaran di alur Sungai Lalan, Kecamatan Lalan, mulai 1 Januari 2026. Penutupan tersebut merujuk pada Surat Gubernur Sumatera Selatan Nomor 500.11.7/4196/Dishub/2025 tertanggal 24 Desember 2025, yang ditujukan kepada Ketua Asosiasi Pengguna Alur Pelayaran P.6 Lalan (AP6L).

    Dalam surat itu disebutkan, apabila hingga 31 Desember 2025 dana pembangunan kembali Jembatan P.6 Lalan belum terkumpul 100 persen, maka aktivitas pelayaran ditutup sementara.

    “Progres revitalisasi jembatan masih berjalan lambat, dengan kendala utama pada pendanaan. Kesepakatan sebelumnya menyebutkan dana harus terkumpul paling lambat 31 Desember 2025,” ujar Musni.

    Ia menambahkan, pihaknya juga telah meminta KSOP untuk tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) karena batas waktu kesepakatan telah terlampaui.

    Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet menyampaikan bahwa pembentukan tim verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan efektif di lapangan. Ia juga menyebutkan bahwa langkah-langkah lanjutan akan dibahas bersama Forkopimda.

    “Kita ingin kebijakan ini berjalan tertib dan konsisten, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah dari sektor batu bara,” kata Toha.

    Ia menyampaikan bahwa mulai 1 Januari 2026, kendaraan angkutan batu bara tidak diperkenankan melintasi jalan umum di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

    Terkait Jembatan Lalan, Toha menyebutkan bahwa penutupan sementara dilakukan karena telah melewati batas kesepakatan yang ditetapkan.

    “Setelah dilakukan penutupan, kondisi di lapangan akan kita evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

    Bupati Muba juga meminta Camat Lalan untuk aktif dan berkelanjutan melaporkan perkembangan situasi di lapangan.

    Sementara itu, Camat Lalan Jami’an menyampaikan bahwa kondisi masyarakat hingga kini relatif terkendali, meskipun terdapat keluhan saat terjadi keterlambatan layanan penyeberangan.

    Ia menyebutkan, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kecamatan Lalan menyuarakan harapan agar pergerakan angkutan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

    “Masyarakat juga berharap adanya evaluasi terhadap perusahaan yang belum memenuhi kewajiban pendanaan. Harapan warga, perbaikan jembatan dapat diselesaikan pada Juli 2026,” kata Jami’an.

    Rapat tersebut turut dihadiri Pj Sekda Muba Drs Syafarudin MSi, para asisten Setda, kepala OPD terkait, dan para camat.

  • Bupati Toha Lantik Ratusan Pejabat di Lingkup Pemkab Muba, Dorong ASN Lebih Profesional dan Melayani

    Bupati Toha Lantik Ratusan Pejabat di Lingkup Pemkab Muba, Dorong ASN Lebih Profesional dan Melayani

    SUARAPUBLIK.ID,MUBA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melantik dan mengambil sumpah jabatan 187 pejabat administrasi serta sembilan pejabat fungsional yang diberi tugas tambahan sebagai kepala puskesmas, Rabu (31/12/2025). Pelantikan berlangsung di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate dan dipimpin langsung oleh Bupati Muba H M Toha Tohet SH, didampingi Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen.

    Pelantikan ini merupakan bagian dari proses manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan secara terencana, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penempatan dan pengangkatan pejabat dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi.

    “Tujuan utama dari proses ini adalah untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Musi Banyuasin,” kata Bupati Toha dalam sambutannya.

    Kepada para pejabat administrasi yang dilantik, Bupati Toha berharap mampu menjadi penggerak organisasi, membangun koordinasi yang solid, serta memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

    Sementara itu, kepada para camat dan lurah, Bupati mengingatkan bahwa mereka merupakan ujung tombak pemerintahan daerah. Tugas mereka tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menuntut kehadiran aktif di tengah masyarakat.

    “Camat dan lurah harus mampu menyelesaikan persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan berkeadilan, serta menjaga stabilitas pemerintahan dan ketertiban sosial di wilayah masing-masing,” ujarnya.

    Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini juga memberikan perhatian khusus kepada pejabat fungsional yang diberi amanah sebagai kepala puskesmas. Dikatakannya, jabatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar.

    “Kepala puskesmas tidak hanya dituntut profesional secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien,” kata Toha.

    Ia menambahkan, pelayanan kesehatan harus berjalan optimal dan selaras dengan program prioritas pemerintah daerah di bidang kesehatan.

    Dalam kesempatan tersebut, Buati Toha mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah, bukan hak. Karena itu, seluruh pejabat diminta menjalankan tugas dengan penuh integritas, loyalitas, dan dedikasi, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan etika, hukum, dan nilai-nilai ASN.

    “Bangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan melayani. Tingkatkan kualitas pelayanan publik, ciptakan inovasi, dan pangkas jalur birokrasi yang tidak diperlukan,” tandas Bupati Muba.

    Menurutnya, konsekwensi jabatan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada bangsa, negara, dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Heru Kharisma SIP MSi sebagai Camat Lais, Drs Khairin MSi sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Muba, Rusdiwan SPd MPd sebagai Camat Sanga Desa, serta Rina Dewi Kelana SE MSi sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Muba.

    Selain itu, Ahmad Kartiko Buwono SE MM dilantik sebagai Kepala Bidang Aset BPKAD Muba, Jerry Rinoldy ST MT sebagai Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo Muba, serta Rini Dewi Angriani SE MSi sebagai Kepala Bidang Kelembagaan Usaha dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Muba.

  • SPPG Polres Muba, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden

    SPPG Polres Muba, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Ikuti Ground Breaking 442 SPPG Polri Secara Serentak Online melalui Virtual Zoom Meeting. Sekaligus melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan SPPG Polri Polres Muba 5, di Jl. Lintas Randik No.070 Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu, Senin (29/12/2025).

    Pada kesempatan ini, Kapolres Muba, AKBP God Parlasro Sinaga SH SIk MH melalui Wakapolres Muba Kompol Iwan Wahyudi SH menyampaikan, pembangunan SPPG adalah bentuk loyalitas Polri kepada negara sekaligus panggilan kemanusiaan untuk mendukung program strategis nasional yang menjadi atensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    “Kami hadir bukan hanya dalam pelayanan lalu lintas dan lainnya, tetapi juga sebagai bagian dari solusi pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Ini bentuk komitmen dan dukungan penuh kami terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas Bapak Presiden,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H., diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Muba Ardiansyah SE MM PhD CMA mengatakan, SPPG ini merupakan program yang sangat baik dan strategis dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan gizi, terutama bagi anak-anak dan remaja.

    “Selain sebagai sarana pemenuhan gizi bagi masyarakat, SPPG juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Manfaat strategis SPPG adalah dukungan nyata terhadap Program MBG Peningkatan akses gizi bagi ibu hamil, anak-anak, dan masyarakat rentan, pembukaan lapangan kerja baru di daerah, kontribusi terhadap pembangunan kualitas SDM Indonesia,” tandasnya.

  • Peduli Bencana Sumatera, Bupati Muba Imbau Masyarakat Rayakan dengan Cara Sederhana

    Peduli Bencana Sumatera, Bupati Muba Imbau Masyarakat Rayakan dengan Cara Sederhana

    SUARAPUBLIK.ID,MUBA – Bupati Muba H M Toha Tohet SH mengimbau masyarakat Kabupaten Muba agar merayakan malam pergantian tahun baru dengan cara sederhana.

    Imbauan itu disampaikan langsung Bupati Muba melalui surat edaran nomor: P-800/1690/BPSDM/2025 tentang himbauan kesederhanaan dalam pergantian tahun baru menindaklanjuti surat edaran Gubernur Sumsel.

    Dikatakan Bupati, ada baiknya dalam merayakan malam pergantian tahun dengan kesederhanaan.

    “Kita hendak rayakan dalam bentuk kepedulian dan empati terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, ” ucap Toha.

    Selain itu juga, Bupati Muba pun menghimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba memperhatikan 4 poin yang perlu jadi perhatian, diantaranya menyikapi pergantian tahun baru secara bijak dan serderhana, dengan mengedepankan ketenangan, kepedulian sosial, dan empati kemanusiaan.

    Tidak mendorong atau menyelenggarakan perayaan tahun baru yang bersifat euforia. Seperti pesta terbuka, konvoi, atau kegiatan sejenis yang berpotensi menganggu ketertiban umum.

    Lalu menyesuaikan langkah-langkah pengendalian ketertiban dan keamanan di daerah masing- masing agar tetap kondiusif selama pergantian tahan baru.

    “Terakhir agar kepala perangkat daerah melakukan langkah-langkah dalam hal kesederhanaan sikap dalam menyambut pergantian tahun baru bagi ASN dilingkungan perangkat daerah masing- masing, ” tandasnya.

  • Sinergi TNI POLRI serta Pemkab Muba Dalam Pengamanan Nataru

    Sinergi TNI POLRI serta Pemkab Muba Dalam Pengamanan Nataru

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban selama perayaan natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru) tim gabungan terdiri dari jajaran TNI dari Kodim 0401/ Muba berasam polres Muba serta pemkab muba bersinergi melakukan pengaman di setiap tempat ibadah gereja dan di tiap pos-pos pengamanan Nataru.

    Pengamanan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman tertib dan kondusif khususnya di titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti rumah ibadah pusat keramaian jalur transportasi serta lokasi pelayanan Natal dan Tahun Baru

    Dalam pelaksanaannya TNI Polri bersama pemerintah daerah melakukan kolaborasi cerita sektor dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

    Selain itu pengamanan ini bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif pengamanan ini juga sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama perayaan natal

    Dari pantauan awak media Suara Publik kamis (25/12). terlihat tim gabungan melakukan pengamanan dan stand by di beberapa titik pos-pos pengamanan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

  • Mulai 2026, Jalan Umum di Muba Resmi Bebas Truk Batu Bara

    Mulai 2026, Jalan Umum di Muba Resmi Bebas Truk Batu Bara

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersiap menutup sepenuhnya akses jalan umum bagi angkutan batu bara. Mulai 1 Januari 2026, seluruh truk batu bara wajib menggunakan jalan khusus pertambangan, seiring komitmen daerah menekan kerusakan jalan dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

    Penegasan tersebut disampaikan Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Pemkab Muba dan perwakilan perusahaan pertambangan batu bara di Ruang Rapat Serasan Sekate, Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Rabu (24/12/2025).

    Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025 yang melarang penggunaan jalan umum oleh angkutan batu bara mulai 1 Januari 2026. Seluruh perusahaan tambang diwajibkan beralih ke jalan khusus yang dibangun sesuai ketentuan.

    Bupati Toha menegaskan pemerintah daerah akan konsisten menjalankan instruksi tersebut. Ia menyatakan, tidak akan ada toleransi bagi perusahaan yang masih mengoperasikan truk batu bara di jalan umum setelah batas waktu yang ditetapkan.

    “Kita sudah beberapa kali rapat dan garis besarnya jelas. Kebijakan ini mengacu pada instruksi Gubernur. Jika setelah 1 Januari 2026 masih ada angkutan batu bara yang melintas di jalan umum, maka akan dihentikan,” tegasnya.

    Untuk memastikan pelaksanaan di lapangan, Pemkab Muba akan berkoordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya.

    Penjabat Sekretaris Daerah Muba Drs Syafaruddin MSi menjelaskan, kondisi jalan di sejumlah wilayah Muba saat ini cukup rawan. Curah hujan yang tinggi dan lebar jalan yang terbatas memperbesar risiko kemacetan serta kecelakaan, terutama jika dilalui kendaraan bertonase besar.

    Ia menambahkan, keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan dan terganggunya aktivitas harian menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, jalan yang selama ini dilalui angkutan batu bara merupakan jalan kabupaten yang kewenangannya berada di pemerintah daerah.

    “Keluhan masyarakat langsung disampaikan kepada bupati. Karena itu, perusahaan seharusnya berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten terlebih dahulu, bukan langsung ke provinsi,” ujar Syafaruddin.

    Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Muba Ahmad Wendiansyah SSiT SH MSi mengungkapkan pihaknya telah menginventarisasi seluruh perusahaan tambang batu bara di Muba untuk dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Sumsel.

    Ia menyebutkan, masih ada perusahaan yang belum sepenuhnya memiliki jalan khusus, meski sebagian tengah dalam proses pembangunan. Dishub Muba meminta setiap perusahaan melaporkan perkembangan pembangunan jalan khusus tersebut secara berkala.

    “Masih ada yang jalannya belum selesai, tapi sedang berproses. Progresnya harus dilaporkan agar bisa kami pantau,” katanya.

    Dari perwakilan perusahaan, Prasetyo Diatmono yang mewakili PT Astaka dan PT Baturona menyampaikan bahwa pembangunan jalan khusus sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan pertambangan. Jalan khusus yang direncanakan memiliki panjang sekitar 104 kilometer.

    “Saat ini pengerasan jalan sudah mencapai sekitar 79 kilometer atau sekitar 79 persen. Kendala utama masih pada proses pembebasan lahan,” jelasnya.

  • Lebih dari 20 Persen APBD Digelontorkan, Pemerataan Akses dan Mutu Pendidikan Jadi Prioritas

    Lebih dari 20 Persen APBD Digelontorkan, Pemerataan Akses dan Mutu Pendidikan Jadi Prioritas

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) meluncurkan program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Muba. Program ini menjadi bagian dari penyaluran berbagai bantuan di sektor pendidikan dan kebudayaan guna meningkatkan pemerataan akses dan mutu layanan pendidikan.

    Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH, didampingi Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen, di Opproom Pemkab Muba, Rabu (24/12/2025).

    Dalam sambutannya, Bupati Toha Tohet menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam memajukan daerah. Oleh karena itu, sektor pendidikan harus mendapatkan perhatian serius agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global.

    Ia menyampaikan, kebijakan Pemkab Muba sejalan dengan visi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menitikberatkan pada pembangunan manusia dan pendidikan berkualitas. Dalam kerangka otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh masyarakat.

    “Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus mendorong kemajuan pendidikan melalui peningkatan akses, pemerataan, dan kualitas layanan. Lebih dari 20 persen APBD dialokasikan untuk sektor pendidikan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana pembelajaran, bantuan pendidikan, hingga peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional,” ujar Bupati.

    Menurutnya, pemberian seragam sekolah gratis merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk mengurangi hambatan ekonomi peserta didik, menjaga keberlanjutan program wajib belajar, memitigasi risiko putus sekolah, serta meningkatkan kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

    Bupati juga mengakui bahwa tantangan di sektor pendidikan masih ada, seperti kesenjangan mutu dan keterbatasan akses pendidikan yang layak bagi sebagian anak. Namun, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan berproses bersama masyarakat demi mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

    Pada kesempatan itu, Bupati Toha Tohet menyampaikan apresiasi kepada para guru dan kepala sekolah atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Ia mendorong para pendidik untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

    Kepada para siswa, Bupati berpesan agar belajar dengan tekun, mengembangkan bakat dan minat, serta berani bermimpi dan bercita-cita tinggi. Sementara kepada orang tua, ia mengajak untuk terus memberikan dukungan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Yayan SE MM mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan realisasi kebijakan Pemkab Muba di bawah kepemimpinan Bupati H M Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

    Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi sekitar 15.005 set seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, bantuan pendidikan bagi 895 mahasiswa berprestasi jenjang S1, bantuan tesis S2 untuk 23 orang, beasiswa S2 bagi 50 guru ASN, serta bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa laptop untuk delapan satuan pendidikan nonformal atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

    Selain sektor pendidikan, bantuan juga diberikan di bidang kebudayaan sebagai upaya memperkuat ekosistem budaya daerah, berupa perangkat kesenian, sound system, dan alat musik tradisional.

    “Seragam sekolah merupakan kebutuhan dasar dalam proses belajar mengajar. Faktor ekonomi masih menjadi tantangan, sehingga bantuan ini dinilai efektif dan tepat sasaran dalam mengurangi beban keluarga,” ujar Yayan.

    Ia menambahkan, program tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemkab Muba dalam mewujudkan visi Muba Maju Lebih Cepat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba berkomitmen meningkatkan kinerja untuk mendukung pencapaian visi dan misi tersebut.

    “Semoga program ini memberikan manfaat nyata dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin,” pungkasnya.

  • Kunker ke Jirak Jaya, Bupati Muba Terus Perhatikan Daerah – Daerah Baru, Tinjau Ruas Jalan Jirak

    Kunker ke Jirak Jaya, Bupati Muba Terus Perhatikan Daerah – Daerah Baru, Tinjau Ruas Jalan Jirak

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sebagai Kecamatan yang baru bertumbuh Kecamatan Jirak Jaya tak lepas dari perhatian Bupati Musi Banyuasin M Toha Tohet.

    Pada kunjungan kerja dalam rangka memperingati HUT ke 8 tahun kecamatan Jirak Jaya, Toha memuji kemajuan Kecamatan Jirak Jaya yang terus mengalami kemajuan secara signifikan.

    Orang nomor satu di kabupaten Muba ini menjanjikan selalu memperhatikan daerah-daerah di Muba yang baru bertumbuh.

    Diantaranya dengan menggelontorkan dana untuk pembangunan dan perbaikan insfrastruktur Kecamatan Jirak Jaya. Tak hanya itu, Program Keluarga Maju yang baru direalisasikan belum lama ini juga menyasar warga Kecamatan Jirak Jaya.

    Bupati juga memperhatikan persoalan lain yang dihadapi warga Jirak Jaya dalam hal transaksi perbankan.

    Toha berharap pihak perbankan untuk membangun kantor cabang atau ranting untuk mempermudah warga setempat dalam transaksi keuangan.

    “Tadi saya sempat ngobrol dengan orang Bank SumselBabel, disini saya perhati belum ada Bank, sementara Kabupaten Muba punya saham terbesar nomor dua di Bank SumselBabel, karena itu saya harap nantinya ada bank Sumsel Babel di wilayah ini yang bisa melayani warga,” harap Toha.

    Selama ini kata Toha, warga cukup kesulitan untuk melakukan transaksi perbankan, karena jarak dari Kecamatan Jirak ke Kota Sekayu yang cukup jauh.

    “Jadi masyarakat tak perlu lagi bawa uang gelondongan ke Sekayu,” imbuhnya.

    Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan 5 unit mobil operasional untuk Kades yang ada di Kecamatan Jirak Jaya.

    Kunjungan kerja dilanjutkan Bupati dengan meninjau proyek pengerjaan ruas Jalan Jirak – Trans D1 Mekar Jaya. Dalam tinjauannya bupati ingin memastikan pengerjaan jalan senilai Rp 5,7 milyar berjalan lancar dan rampung sesuai target 40 hari kerja.

    Sebagai informasi, pengerjaan jalan ruas Jalan Jirak – Mekar Jaya sepanjang 885 meter, dengan cor beton K 300. Rinciannya 450 meter segmen pertama dan 435 meter segmen kedua, pengerjaan jalan dengan lebar 5 meter dan ketebalan 25 centimeter ini ditarget rampung pada 31 Desember.

  • Bupati Muba Kukuhkan Tim Satgas Optimalisasi PAD 2026.

    Bupati Muba Kukuhkan Tim Satgas Optimalisasi PAD 2026.

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Bupati Musi Banyuasin (Muba) M Toha Tohet secara resmi mengukuhkan Tim Satgas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026. Pengukuhan berlangsung di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (23/12/2025).

    Menurut Toha, salah satu isu strategis yang mempengaruhi PAD adalah belum optimalnya penggalian potensi PAD yang berdampak langsung terhadap realisasi PAD.

    Meski realisasi penerimaan PAD dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan, namun capaian tersebut belum menggambarkan optimalisasi potensi yang sesungguhnya.

    Terbukti masih banyaknya potensi PAD yang belum tergali secara maksimal. Selain itu tingkat kepatuhan wajib pajak yang masih rendah juga menjadi isu strategis yang harus dihadapi.

    Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan persuasif semata tidak cukup. Maka diperlukan sinergi antara edukasi dan penindakan agar kepatuhan dapat meningkat secara berkelanjutan, dan hal ini memerlukan struktur kerja yang mampu menjangkau seluruh wilayah.

    “Kita ketahui bersama bahwa pada tahun 2026, alokasi transfer ke daerah mengalami pemangkasan dimana Kabupaten Muba memperoleh Dana Bagi Hasil sebesar Rp 696.945.977.000. Ini berarti bahwa DBH Kabupaten Muba berkurang sebesar Rp.1.273.595.344.000 dari tahun 2025,” ungkap Toha.

    Kondisi tersebut lanjut Toha, menyebabkan Pemerintah Kabupaten Muba terus berupaya mengoptimalkan PAD dengan menggali potensi PAD, melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi dan memperbaiki basis data pajak daerah dan retribusi daerah dalam rangka meningkatkan kemandirian fiskal daerah agar tidak tergantung dari Pemerintah Pusat.

    Menyikapi persoalan tersebut Toha mengambil langkah strategis dengan melakukan inovasi, salah satunya membentuk Satgas Optimalisasi PAD yang terdiri atas unsur Forkopimda, Aparat Penegak Hukum serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemkab Muba.

    “Pembentukan Satgas ini merupakan komitmen pemerintah Muba dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen di masa depan sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI bapak Prabowo Subianto,” ujar Toha.

    Pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dicapai jika seluruh potensi penerimaan daerah dapat digali dan dimanfaatkan secara maksimal yang berdampak langsung pada peningkatan PAD yang akhirnya dapat digunakan untuk membiayai program program prioritas pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat kabupaten Muba.

    “Ini menjadi tantangan kita bersama dalam pengelolaan PAD,” imbuh Toha.

    Melalui pembentukan Satgas ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mendorong pengelolaan PAD secara transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil. Dengan sinergi antara unsur pemerintah dan penegakan hukum. Satgas ini akan bekerja dan memastikan bahwa setiap potensi PAD dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Muba.

    Sementara itu Ketua Tim Satgas Optimalisasi PAD yang juga Pj Sekda Muba, mengatakan pembentukan Tim Satgas Optimalisasi PAD merupakan langkah strategis dalam meningkatkan penerimaan daerah dan memperkuat tata kelola pemanfaatan aset daerah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

    Dijelaskan Ketua Tim Satgas, kontribusi PAD pada APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025 sebesar 13,69% (Tiga Belas Koma Enam Puluh Sembilan Persen) sedangkan Dana Perimbangan sebesar 86,31% (Delapan Puluh Enam Koma Tiga Puluh Satu Persen).

    Satgas Optimalisasi PAD juga melaporkan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Musi Banyuasin telah mencapai 485.495.917.318,98 atau 82,65% dari target sebesar Rp. 587.378.681.108,99.

    Berdasarkan target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun 2025, pengelolaan Pendapatan Asli Daerah dan penggalian potensi pendapatan daerah masih belum optimal, untuk itu perlu dibentuk Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

    “Diharapkan kerjasama yang baik dari seluruh objek pajak dan retribusi dalam wilayah kabupaten Musi Banyuasin,” harap Ketua Satgas Optimalisasi PAD.

    Lebih Lanjut Ketua Satgas menambahkan, Pembentukan Satgas Optimalisasi PAD mengacu pada undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kemudian peraturan pemerintah nomor 35 tahun 2023 tentang ketentuan pajak umum daerah dan retribusi daerah.

    Selanjutnya Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta mengacu Surat Keputusan Bupati tentang Satuan​ Tugas​Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Tahun 2026 dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran kegiatan Penagihan Pajak Daerah.

    Adapun 10 tugas yang akan dijalankan Satgas Optimalisasi PAD yakni,

    1. Melakukan verifikasi data pendapatan terutama dari pajak daerah dan retribusi daerah;

    2. Melakukan​identifikasi​dan ekstensifikasi sumber PAD;

    3. Melakukan pemungutan pajak derah dan retribusi daerah;

    4. Melakukan intensifikasi penggalian PAD memastikan kepatuhan wajib pajak, mengurangi kebocoran, serta meningkatkan efisiensi administrasi pemungutan;

    5. Melaksanakan​ evaluasi​ dan monitoring secara rutin;

    6. Melakukan sosialisasi pajak daerah dan retribusi daerah;

    7. Melaksanakan Koordinasi secara intensif;

    8. Melakukan​rekonsiliasi​ secara berkala;

    9. Melakukan​penertiban​dan Penindakan terhadap wajib Pajak dan wajib retribusi yang melanggar aturan; dan

    10. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Bupati.

    Pada kesempatan yang sama, Tim Satgas Optimalisasi PADA juga menyerahkan piagam penghargaan untuk kategori wajib pajak yang taat dan konsisten dalam penerapan Penggunaan Alat Tapping Box (Alat Perekam Transaksi Pajak Secara Online) Tahun 2025.

    Hal itu merupakan Aistensi dari KPK-RI untuk mendukung transaksi dan Peningkatan Akurasi penerimaan Pajak Asli Daerah. Penghargaan ini di berikan sebagai bentuk Apresiasi atas kepatuhan dan kontribusi mereka dalam peningkatan transaksi Pelaporan Pajak Daerah.

    Terpisah, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah M. Hatta . SE, MM sebagai Leading Sector dari kegiatan ini menyampaikan dengan dibentuknya Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah ini diharapkan potensi pendapatan daerah tergali secara maksimal dan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah secara transparan dan akuntable dalam rangka meningkatkan penerimaaan daerah.

  • Kapolres Muba Tinjau Kesiapan Posko Nataru di Jalintim

    Kapolres Muba Tinjau Kesiapan Posko Nataru di Jalintim

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, kesiapan Polres Muba dan tim gabungan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pelambang-Jambi terus dimatangkan.

    Kapolres Muba AKBP God Parlasro Sinaga secara langsung melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pos Nataru di Jalintim, Senin (22/12/2025).

    Perwira berpangkat melati dua ini mengawali dengan pengecekan di Pos Pam Sungai Lilin dan dilanjutkan ke Bayung Lencir.

    Pada pos pertama Kapolres melihat kesiapan personil dan memantau langsung Jalintim yang kerap terjadinya kemacetan. Salah satu penyebab kemacetan seperti pasar tumpah maupun kecelakaan lalulintas.

    Kemudian dilanjutkan ke Pos Pam Bayung Lencir, pada setiap kunjungan Kapolres memberikan makanan dan minuman terhadap tim gabungan yang bertugas dalam memberikan pelayanan.

    Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menghadapi arus mudik dan balik akhir tahun.

    “Hari ini saya memonitor secara langsung dua pos pengamanan dan pelayanan yang berada di Jalintim Muba. Pengecekan dilakukan agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,”ujar God.

    Lanjutnya, pos pengamanan dan pelayanan menjadi garda terdepan dalam mendukung kelancaran mudik Nataru, khususnya di jalur padat kendaraan seperti Jalintim Bayung Lencir dan Sungai Lilin.

    “Setelah saya kroscek secara langsung seluruh petugas siap membantu pemudik, baik yang melintas maupun yang membutuhkan pertolongan darurat. Jika ada pemudik yang mengalami kesulitan, baik karena kelelahan, kendaraan mogok, maupun kondisi darurat lainnya, petugas di pos siap membantu,”tambahnya.

    Selain mengecek pos pengamanan, Kapolres juga meninjau langsung kondisi jalan di Jalur Lintas Timur serta akses Tol Bayung Lencir–Tempino (Baleno). Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kelancaran lalu lintas, termasuk titik rawan kecelakaan dan kepadatan kendaraan.

    “Kita mengimbau para pengendara agar selalu waspada selama perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, tidak memaksakan diri saat lelah, serta menjaga kecepatan kendaraan. Keselamatan menjadi prioritas utama selama masa mudik dan balik Nataru,”jelasnya.

    Sementara, Camat Bayung Lencir, M. Imron, mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah Polres Muba dalam mengamankan arus mudik Nataru khususnya di Jalintim.

    “Pemerintah kecamatan siap bersinergi dengan kepolisian dan instansi terkait. Pos pengamanan ini sangat membantu masyarakat, khususnya pemudik yang melintas Bayung Lencir, kita juga telah berkoordinasi dengan Dinkes sehingga tim dari Puskemas disiagakan. Masyarakat jangan ragu memanfaatkan pos yang ada untuk melepas lelah maupun pengobatan,”ujarnya.

  • APBD Muba 2026 Masuki Tahap Penyempurnaan, Pemkab dan DPRD Matangkan Raperda Pasca Evaluasi Gubernur Sumsel

    APBD Muba 2026 Masuki Tahap Penyempurnaan, Pemkab dan DPRD Matangkan Raperda Pasca Evaluasi Gubernur Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama DPRD Muba melanjutkan tahapan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan menggelar Rapat Penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD, Senin (22/12/2025).

    Rapat yang diselenggarakan Badan Anggaran DPRD Muba di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Muba ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 954/KPTS/BPKAD/2025 tentang hasil evaluasi Raperda APBD Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2026 serta Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD TA 2026.

    Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Muba Irwin Zulyani, SH, dan diikuti anggota DPRD yang tergabung dalam Badan Anggaran, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Dra Syafaruddin, MSi, serta kepala perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

    Irwin Zulyani menjelaskan, rapat ini merupakan tahapan penting setelah pembahasan dan kesepakatan APBD 2026 pada forum paripurna beberapa waktu lalu. Selanjutnya, dokumen tersebut dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebelum disempurnakan kembali oleh pemerintah daerah bersama DPRD.

    “Ini adalah tahapan yang harus kita lalui. Dari hasil evaluasi gubernur, masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan bersama,” ujarnya.

    Menurutnya, penyempurnaan tersebut dilakukan agar APBD yang ditetapkan nantinya benar-benar matang ketika ditetapkan menjadi peraturan daerah, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

    “Dengan APBD yang matang, percepatan pelaksanaan program pembangunan bisa dilakukan dan dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Muba.

    Pj Sekretaris Daerah Muba Drs Syafaruddin menyampaikan, seluruh tahapan pembahasan APBD 2026 telah dijalankan sesuai mekanisme. Pemerintah Kabupaten Muba juga telah menyampaikan dokumen APBD kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk dilakukan verifikasi dan evaluasi.

    “Dalam hasil verifikasi dan evaluasi tersebut terdapat beberapa rekomendasi. Namun, tidak ada yang bersifat prinsip. Seluruh rekomendasi itu sudah kami siapkan tindak lanjutnya,” ujar Syafaruddin.

    Ia menegaskan, Pemkab Muba berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi agar APBD 2026 dapat segera ditetapkan dan dilaksanakan tepat waktu.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muba Riki Junaidi AP MSi memaparkan rangkuman hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ia menuturkan penyusunan Raperda APBD 2026 telah berpedoman pada kebijakan nasional, antara lain Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, 17 Program Prioritas Nasional, serta dukungan terhadap target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen guna meningkatkan produktivitas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

    Selain itu, penyusunan APBD juga mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026.

    Namun demikian ia menjelaskan, dalam evaluasi ditemukan adanya beberapa subkegiatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dinilai memiliki kesamaan pekerjaan dan perlu ditinjau kembali dari sisi prioritas. Di antaranya subkegiatan pembangunan Jalan Cor Penghubung Desa Mekar Sari–Bandar Agung Kecamatan Lalan, peningkatan Jalan Sukarami–Berian Makmur (C2), serta peningkatan Jalan Sekayu–Talang Care dan Simpang Sari–Bandar Jaya.

    “Terhadap subkegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin diminta untuk mengalihkan alokasi anggarannya ke kegiatan yang lebih prioritas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

    Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Pemkab Muba akan melakukan formulasi ulang terhadap paket-paket pekerjaan yang dinilai prioritas dengan berkoordinasi bersama perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

    Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Muba Jon Kenedi, SIP, MSi, yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Muba, menyampaikan bahwa seluruh tahapan evaluasi dan penyempurnaan APBD harus diikuti sesuai aturan.

    Ia berharap ke depan pelaksanaan APBD dapat dilakukan lebih tepat waktu sehingga program dan kegiatan pembangunan sudah dapat dimulai sejak awal tahun anggaran.

    “Harapannya Januari 2026 kegiatan sudah mulai berjalan. Jangan sampai ada keterlambatan, agar manfaat APBD bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

  • Bupati Muba Beri Bonus Atlet Porprov dan Peparprov, Apresiasi Prestasi Gemilang

    Bupati Muba Beri Bonus Atlet Porprov dan Peparprov, Apresiasi Prestasi Gemilang

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Atas prestasi gemilang yang telah dicapai oleh para atlet Muba pada ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi dan Pekan Paralympic Provinsi. Para atlet ini mendapatkan apresiasi khusus dari Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H.

    Hal ini diketahui saat Bupati Muba menyerahkan, Bonus Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Tahun 2025 Sumatera Selatan kepada para atlet Muba, Kamis (18/12/2025) di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.

    “Penyerahan bonus hari ini merupakan bentuk penghargaan dan perhatian pemerintah daerah atas prestasi yang telah diraih. Kami berharap bonus ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi muda Muba untuk berkiprah di dunia olahraga,” ujar Bupati Muba.

    H. M. Toha Tohet juga menuturkan,
    “Atas nama Pemkab, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan official yang telah berjuang dengan penuh semangat, dedikasi, dan sportivitas, sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Musi Banyuasin. Kami bangga atas semangat juang, ketangguhan, dan inspirasi yang telah ditunjukkan oleh para atlet,” ungkapnya.

    Sementara, Kadispopar Muba Dr M Fariz SSTP MM menyampaikan, bahwa penyerahan bonus ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan prestasi olahraga di Muba.

    “Selamat dan sukses kepada seluruh atlet penerima bonus. Teruslah berlatih, jaga semangat juang, dan harumkan nama Musi Banyuasin di ajang yang lebih tinggi.” tandasnya.

  • Bupati Toha Tinjau Perbaikan Sejumlah Ruas Jalan Kabupaten, Penantian Panjang Warga Berakhir Senyum Bahagia

    Bupati Toha Tinjau Perbaikan Sejumlah Ruas Jalan Kabupaten, Penantian Panjang Warga Berakhir Senyum Bahagia

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Bupati Muba, M Toha Tohet turun tangan langsung untuk memastikan proyek perbaikan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Muba agar berjalan lancar dan sesuai spesifikasi.

    Peninjauan perbaikan jalan diawali Toha dengan meninjau langsung proyek pengerasan ruas Jalan Mangun Jaya – Macang Sakti dan dilanjutkan meninjau pengaspalan ulang jalan Sungai Angit.

    Dalam tinjauannya pada proyek pengerasan ruas jalan Mangun Jaya – Macang Sakti Bupati datang langsung untuk memastikan kegiatan pengerasan ruas jalan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Bersifat Khusus tersebut berjalan lancar tanpa kendala.

    “Kita melihat langsung apakah proyek pengerasan ruas jalan ini ada kendala atau mungkin kekurangan sesuatu, tetapi alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa ada kendala,” kata Toha disela peninjauan Jalan Mangun Jaya – Macang Sakti, Rabu (17/12/2025).

    Toha menambahkan, perbaikan ruas jalan penghubung antara Kabupaten Muba dan Muratara ini dilakukan pengerjaan pengerasan cor beton sepanjang 1,3 km dan pengaspalan jalan sepanjang 1,6 km.

    “Kita ingin melihat langsung proyek pengerasan ruas jalan yang merupakan bantuan pemerintah provinsi, alhamdulillah dalam pengerjaannya semua berjalan lancar tidak ada kendala,” ujar Toha.

    Usai meninjau proyek pengerasan ruas jalan Mangun Jaya – Macang Sakti, pada hari yang sama, Toha juga meninjau pembangunan lapis ulang aspal Jalan Sungai Angit sepanjang 8 Km.

    Toha ingin memastikan pengerjaan jalan Sungai Angit yang telah rampung dikerjakan tersebut sesuai spesifikasi sebelum diserahterimakan.

    “Kita cek dulu fisiknya bagaimana, sebelum serah terima kita pantau kembali biar pembangunannya betul-betul oke,” ujarnya.

    Jalan yang menghubungkan beberapa desa dan antar kabupaten ini memang sudah lama rusak dan menjadi perhatian warga.

    Salah satu warga setempat, Roin (40) mengungkapkan, kondisi jalan Mangun Jaya – Macang Sakti yang biasa mereka lintasi dalam kondisi rusak parak dan memprihatinkan.

    “Alhamdulillah jalan ini akhirnya diperbaiki pak Bupati. Selama 9 tahun saya tinggal disini, kondisi jalan ini rusak parah,” ungkap Roin.

    Sejumlah warga setempat dan pengendara yang biasa melintasi jalan ini mengucapkan terimakasih atas perhatian Bupati yang memprioritaskan perbaikan jalan Mangun Jaya – Macang Sakti.

    “Terimakasih nian pak Bupati sudah memperbaiki jalan ini. Sudah lama kami menanti perbaikan jalan ini,” ucap Zuber (50) salah seorang pengendara motor yang melintas di Jalan Mangun Jaya – Macang Sakti.

    Pada peninjauan proyek perbaikan jalan, Bupati Toha didampingi Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alva Elan SST MPSDA, Kepala Dinas PUPR Muba, Rudianto ST dan Plt Kadis Kominfo Muba, Daud Amri SH.

  • Lapas Sekayu Dorong Peningkatan Pendidikan, 30 Warga Binaan Ikuti Ujian Semester Sekolah Paket

    Lapas Sekayu Dorong Peningkatan Pendidikan, 30 Warga Binaan Ikuti Ujian Semester Sekolah Paket

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sebanyak 30 Warga Binaan Lapas Sekayu mengikuti Ujian Semester Sekolah Paket A, B, dan C, Selasa (16/12/2025).

    Adapun yang mengikuti Paket A sebanyak 5 warga binaan, Paket B sebanyak 16 warga binaan, dan Paket C diikuti oleh sebanyak 9 warga binaan.

    Mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Pendidikan Agama Islam, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

    Ujian yang berlangsung pada 15-18 Desember 2025 ini, diikuti oleh warga binaan yang sedang menempuh pendidikan di Lapas Sekayu.

    Menurut Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, pelaksanaan ujian ini merupakan salah satu upaya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan warga binaan di Lapas Sekayu.

    “Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada warga binaan, sehingga mereka dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan,” kata Aris.

    Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja, Fiqih Utama menambahkan bahwa, ujian ini sangat penting bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan akademis mereka.

    “Kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dan meraih hasil yang maksimal,” kata Fiqih.

    Ujian Semester ini diharapkan, dapat menjadi motivasi bagi warga binaan, untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, sehingga warga binaan dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bermanfaat setelah bebas nanti.

  • Wabub Muba: Guru di Garda Depan Pembangunan SDM Muba

    Wabub Muba: Guru di Garda Depan Pembangunan SDM Muba

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Kyai Abdul Rohman Husen menghadiri upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Pondok Pesantren As-Salam, Kecamatan Sungai Lilin, Selasa (16/12/2025).

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muba menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh guru di Kabupaten Musi Banyuasin. Ia menyampaikan bahwa dedikasi dan pengabdian para guru memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya mengucapkan selamat HUT ke-80 PGRI dan Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2025. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru atas dedikasi, pengabdian, dan keteladanan dalam mendidik generasi muda di Musi Banyuasin,” ujar Kyai Abdul Rohman Husen.

    Ia menyebutkan bahwa guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, peran guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta memperkuat jati diri bangsa.

    Wabup Muba juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus berupaya mendukung peningkatan mutu pendidikan. Dukungan tersebut mencakup penguatan profesionalisme guru serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

    Melalui momentum peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini, Kyai Abdul Rohman Husen berharap PGRI semakin solid sebagai organisasi profesi, para guru semakin termotivasi untuk berinovasi, dan kualitas pendidikan di Musi Banyuasin terus meningkat serta memiliki daya saing.

    Menutup sambutannya, Wabup Muba menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh guru agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan pengabdian.

    “Selamat memperingati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan atas setiap pengabdian Bapak dan Ibu guru,” pungkasnya.

  • Bupati Muba Kukuhkan Tim Pembina Posyandu, Wujudkan Masyarakat Makmur dan Sejahtera

    Bupati Muba Kukuhkan Tim Pembina Posyandu, Wujudkan Masyarakat Makmur dan Sejahtera

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA-Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., menghadiri rapat Tahunan Pembina dan Pemangku Adat Kabupaten Musi Banyuasin serta Mengukuhkan dan Melantik Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP. Posyandu) Kabupaten Musi Banyuasin Periode 2025-2030, Senin (15/12/2025) di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate.

    Dalam sambutannya, Bupati Muba mengatakan bahwa Posyandu saat ini tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi sudah memiliki 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang terletak pada bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

    “Saya berharap Tim Pembina Posyandu Kabupaten Musi Banyuasin hendaknya mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera,” ujarnya.

    Bupati H. M. Toha Tohet, S.H, juga menyampaikan, rapat tahunan ini juga menjadi forum penting untuk menjaga kelestarian nilai, norma, dan pranata adat yang telah diwariskan oleh leluhur. “Saya berharap akan lahir pemikiran, rumusan, dan kesepakatan yang dapat memperkuat kelembagaan adat dan memastikan keberlanjutan peran lembaga adat dalam mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.

    “Untuk itu, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Tim Pembina Posyandu yang baru saja dikukuhkan dan dilantik, dan kepada para pembina dan pemangku adat selamat melaksanakan rapat tahunan. Semoga acara ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai ini,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Muba H Ali Badri ST MT dalam laporannya mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan fungsi Tim Pembina Posyandu dalam pembinaan, pengawasan, dan pendampingan kegiatan melalui 6 SPM Posyandu, serta mempererat silaturahmi antara tokoh adat dan pemerintah daerah.

    “Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk melantik Tim Pembina Posyandu agar memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan tugas pembinaan, pengawasan, serta pendampingan terhadap kegiatan Posyandu di lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin,” katanya.

    Turut hadir dalam acara ini, para Asisten Setda Muba, Ketua TP PKK Muba Hj Patimah Toha, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Muba, Ketua Pembina Adat Muba Zainal Hasan.

  • Pj. Sekda Pimpin Sosialisasi Solusi Penarikan Iuran Korpri, PGRI, dan Setoran Baznas Pasca Perubahan Aplikasi SIPD RI

    Pj. Sekda Pimpin Sosialisasi Solusi Penarikan Iuran Korpri, PGRI, dan Setoran Baznas Pasca Perubahan Aplikasi SIPD RI

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat mencari solusi atas kendala penarikan Iuran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Iuran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Setoran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang terdampak perubahan sistem penggajian menjadi gross dan implementasi Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Republik Indonesia.

    Hal ini mengemuka dalam acara Sosialisasi dan Sinkronisasi Pembayaran Iuran tersebut dengan Aplikasi SIPD RI dan Bank Sumsel Babel selaku Pemegang Kas Daerah, yang dilaksanakan di Auditorium Pemkab Muba, Senin (15/12/2025).

    Acara ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Dr. H. Safarudin, M.Si, beserta Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Dr. H. Iskandar Syahrianto, M.H. Turut hadir pula para pimpinan organisasi terkait, yaitu Ketua Korpri Muba, Musni Wijaya, S.Sos., M.Si; Ketua PGRI Muba, Murdi, S.Pd., M.Si; dan Ketua Baznas Muba, Dr. H. Muhammad Jaya, M.Si. Sementara dari pihak Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu diwakili oleh Unit Legal, Tri Wida, beserta jajaran. Peserta sosialisasi melibatkan seluruh Kepala Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Bagian Setda, Kepala Korwil, Pimpinan Puskesmas, serta Bendahara Gaji dan Bendahara Pengeluaran.

    Dalam laporannya, Ketua Pelaksana, Musni Wijaya, menyampaikan bahwa sejak berlakunya SIKD online dan sistem gaji gross, seluruh gaji kotor ASN ditransfer penuh ke masing-masing ASN tanpa melalui pemotongan iuran terlebih dahulu. Kondisi ini telah menyebabkan kesulitan dalam pengumpulan iuran Korpri, PGRI, dan Setoran Baznas sejak bulan November dan Desember 2025.

    “Kami Korpri, PGRI, dan Baznas berupaya untuk mencari solusi. Kiranya potongan iuran-iuran seperti ini tetap bisa, kami mohon bantuan dari Bank Sumsel Babel. Tentunya nanti melalui bendahara gaji yang akan memotong iuran-iuran tersebut,” ujar Musni Wijaya, menekankan bahwa kegiatan organisasi, termasuk pemberian santunan bagi anggota yang pensiun atau meninggal, harus tetap berjalan.

     

    Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Korpri, PGRI, dan Baznas dengan Bapak Bupati pada peringatan HUT Korpri dan PGRI sebelumnya. Ia berharap mekanisme pemotongan iuran dapat kembali seperti semula dengan dukungan Bank Sumsel Babel dan seluruh Bendahara Gaji.

    Bupati Muba H.M. Toha Tohet S. H diwakili Pj. Sekretaris Daerah Muba, Dr. H. Safarudin, M.Si, , secara resmi membuka acara sosialisasi ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keberadaan Korpri, PGRI, dan Baznas dalam meningkatkan profesionalisme, kesejahteraan, dan kepedulian sosial ASN di Muba.

    “Pada tahun sebelumnya dilakukan pemotongan langsung dari penghasilan ASN melalui Bank Sumsel Babel. Namun, dengan adanya perubahan sistem penggajian menjadi sistem gross, maka iuran ini tidak dapat lagi dipotong secara langsung oleh Bank Sumsel Babel,” jelas Safarudin.

    Untuk mengatasi kendala ini, tujuan utama sosialisasi adalah menjelaskan mekanisme penarikan iuran dan setoran pasca perubahan sistem penggajian ASN, yakni melalui Bendahara Gaji di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah.

    Pj. Sekda berharap mekanisme ini dapat dipahami dengan baik oleh seluruh Kepala OPD, Kepala Bagian, Bendahara Gaji, dan Bendahara Pengeluaran agar penarikan iuran dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

    “Kami juga berharap Bank Sumsel Babel dapat memberikan dukungan teknis dan fasilitas yang memadai untuk kelancaran mekanisme ini,” tutup Safarudin, seraya mengajak seluruh pihak mendukung upaya ini demi meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian sosial ASN di Muba.

     

  • Sinergi Legislatif dan Eksekutif Untuk Wujudkan Muba yang Maju dan Sejahtera

    Sinergi Legislatif dan Eksekutif Untuk Wujudkan Muba yang Maju dan Sejahtera

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Rapat Paripurna Masa Persidangan I Rapat ke-28 Tahun 2025 Dalam Rangka Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Reses I DPRD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025. Dihadiri secara langsung oleh Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., Senin (15/12/2025).

    Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba dipimpin oleh Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay SE didampingi Wakil Ketua I DPRD Irwin Zulyani, Wakil Ketua II DPRD Muba H Ahmadi, Wakil Ketua III DPRD Muba Edi Pramono. Rapat Paripurna juga dihadiri Anggota DPRD Muba, Forkopimda, Pj Sekda Muba Drs Syafaruddin MSi, para Asisten Setda Muba, para Staf Ahli Bupati berserta Kepala Perangkat Daerah Muba.

    Disampaikan oleh Ketua DPRD Muba, hasil reses ini merupakan laporan aspirasi, usulan, dan pengaduan masyarakat yang dikumpulkan oleh anggota DPRD saat mengunjungi daerah pemilihannya pada masa jeda sidang, yang kemudian dirangkum menjadi Pokok-pokok Pikiran (Pokir) untuk ditindaklanjuti sebagai bahan perencanaan program dan anggaran pemerintah daerah. Ini adalah wujud konkret dari fungsi representasi rakyat, menjembatani antara konstituen dan pemerintah.

    “Pentingnya hasil reses untuk Menjadi landasan bagi anggota dewan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di parlemen. Memastikan program pemerintah selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” ungkapnya.

    Tanggapan Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H., atas penyampaian hasil Reses I DPRD Muba, “Kami akan terus bekerja sama dengan DPRD dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Muba yang lebih maju dan sejahtera. Hasil reses ini merupakan aspirasi masyarakat yang akan di jadikan acuan dalam menyusun program pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pembangunan,” tandasnya.

    Dalam Paripurna tersebut DPRD Muba juga secara resmi menetapkan Rencana Kerja DPRD Kabupaten Muba 2026. Penetapan rencana kerja itu telah dilakukan sesuai amanat peraturan perundang-undangan dan tata tertib DPRD, yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD selama satu tahun anggaran.

  • Destana Ulak Paceh Jaya Terbentuk, Muba Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dari Desa

    Destana Ulak Paceh Jaya Terbentuk, Muba Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dari Desa

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Salah satunya melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2025 yang digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Senin (15/12/2025). Pada kegiatan ini, Desa Ulak Paceh Jaya, Kecamatan Lawang Wetan, resmi ditetapkan sebagai Destana.

    Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Drs Syafaruddin MSi, hadir sebagai narasumber sekaligus membuka kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif BPBD Muba dalam membentuk Destana sebagai langkah strategis memperkuat ketangguhan desa menghadapi potensi bencana.

    Syafaruddin menyampaikan bahwa pembentukan Destana memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, desa merupakan garda terdepan dalam menghadapi bencana karena masyarakatlah yang pertama kali merasakan dampak dan melakukan respons awal.

    “Pembentukan Destana di tingkat desa sangat efektif dalam upaya penanggulangan bencana daerah. Masyarakat menjadi garda terdepan, sehingga kesiapsiagaan harus dimulai dari desa,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan harapan agar keberadaan Destana Ulak Paceh Jaya dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat. “Selamat kepada Desa Ulak Paceh Jaya. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi amal ibadah kita semua dan dapat meringankan saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.

    Syafaruddin menambahkan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi dan kerja sama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi terkait, serta masyarakat agar penanggulangan bencana dapat berjalan terpadu dan efektif.

    Sementara itu, Kepala BPBD Muba, Marko Susanto SSTP MSi, menjelaskan bahwa pembentukan Destana merupakan kegiatan wajib dalam upaya mitigasi bencana di daerah. Hingga saat ini, Destana telah terbentuk di tujuh desa di Kabupaten Musi Banyuasin.

    Untuk Desa Ulak Paceh Jaya, BPBD Muba membentuk sebanyak 20 orang relawan Desa Tangguh Bencana. Para relawan tersebut telah dibekali pengetahuan dan pelatihan agar mampu mandiri dalam menghadapi dan menangani bencana, khususnya yang berpotensi terjadi di wilayah desa mereka.

    “Relawan sudah siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana. Mereka telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerusakan akibat bencana,” jelas Marko.

    Ia menambahkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh para relawan diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat sekitar, baik di lingkungan tempat tinggal masing-masing maupun ke wilayah yang lebih luas.

    Kegiatan pembentukan Destana ini turut dihadiri perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Muba serta para relawan Desa Tangguh Bencana Desa Ulak Paceh Jaya. Menutup rangkaian acara, Pj Sekda Muba secara simbolis menyerahkan sertifikat kepada para relawan yang telah resmi terbentuk sebagai bagian dari Destana.

  • Muba Adventure Off-Road 2025 Meriahkan HUT TNI ke-80, Ajang Olahraga Memacu Adrenalin

    Muba Adventure Off-Road 2025 Meriahkan HUT TNI ke-80, Ajang Olahraga Memacu Adrenalin

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H didampingi Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen, membuka acara Muba Adventure Offroad 2025 yang diselenggarakan oleh Kodim 0401/Musi Banyuasin dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80, Sabtu (13/12/2025) di Halaman Pendopoan Griya Bumi

    Serasan Sekate.

    Acara ini diawali dengan Upacara Pembukaan, diketahui event ini sekaligus untuk mempromosikan potensi olahraga, budaya dan wisata di wilayah Musi Banyuasin Khususnya Kecamatan Sekayu, Kecamatan Babat Supat dan Kecamatan Keluang.

    Dalam sambutannya, Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H mengatakan, bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis karena dapat menjadi wadah bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi dan adrenalin, serta menjadi sarana promosi olahraga otomotif dan pariwisata Muba.

    “Dengan medan yang beragam, panorama alam yang indah, serta potensi wisata yang terus berkembang, Muba menjadi lokasi yang sangat sesuai untuk aktivitas offroad berskala regional maupun nasional,” ujar Bupati Muba.

    “Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisata, memperkenalkan potensi daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, TNI, komunitas otomotif, dan masyarakat. Melalui momentum HUT TNI ke-80 ini, semoga semangat kebersamaan, soliditas, serta kontribusi nyata untuk pembangunan daerah semakin kuat. Kepada seluruh peserta, saya berpesan untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keselamatan, serta selalu memperhatikan kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung,” pesannya.

    Sementara, Dandim 0401/Muba Letkol Kav Fredy Christoma PP SHub Int, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang dibagi dalam 2 kategori, yaitu umum dan eksekutiv/VIP. Acara ini akan berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 13-14 Desember 2025. Kegiatan ini memperebutkan Grand Prize berupa 1 unit mobil Suzuki Katana dan Sepeda Motor, serta berbagai hadiah menarik lainnya.

    Rute kegiatan dibagi dalam 2 etape, yaitu:
    – Etape Pertama: Start di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Sekayu menuju Desa Muara Teladan, sampai ke lokasi Camping Ground Kantor Camat Keluang pada hari Sabtu, 13 Desember 2025.
    – Etape Kedua: Start di Kantor Camat Keluang menuju Desa Muara Teladan, finish di Rumah Gambo Sekayu pada hari Minggu, 14 Desember 2025.

    “Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami juga melakukan kegiatan bakti sosial dengan membagikan 100 bingkisan sembako kepada masyarakat. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan Muba Adventure Off-Road 2025 sehingga acara ini terlaksana dengan baik sesuai harapan. Kami ucapkan selamat kepada para peserta dan semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini,” pungkasnya.

  • Ratusan Potong Bantuan Pakaian Layak Pakai di Serahkan Ke Makodim 0401/Muba

    Ratusan Potong Bantuan Pakaian Layak Pakai di Serahkan Ke Makodim 0401/Muba

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Usai menggelar aksi kemanusiaan dengan melakukan penggalangan berupa baju layak pakai untuk korban banjir bandang dan longsor yang menimpa Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

    Ratusan potong pakaian atau sebanyak tiga mobil dari hasil penggalanan bantuan dari mulai masyarakat, para ASN hingga pejabat di lingkungan Pemkab Muba langsung di salurkan para aktivis ini ke markas Komando distrik milter (Makodim) 0401/ Muba.

    ” Alhamdulillah selama dua hari ini kami melakukan aksi kemanusiaan di depan rumah dinas Bupati membuahkan hasil di mana sebanyak 3 mobil pick up dari hasil penggalangan kami Salurkan ke Makodim”, ungkap Fitriandi Sabtu (13/12).

    Dikatakannya bantuan pakaian layak ini tentunya berharap bermafaat bagi saudara-saudara kita yang berada di Pulau Sumatera yang terkena musibah banjir bandang.

    Kepada masyarakat muba kami ucapkan terima kasih yang sudah ikut andil memberikan kontribusi kebaikan dalam membantu saudara-saudara kita korban banjir bandang.

    Kepada pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga khususnya Bapak Bupati Muba H. M. TOHA TOHET kami ucapkan terima kasih atas support dan dukungannya.

    ” mudah-mudahan ke depan gerakan-gerakan kemanusiaan ini terus di lakukan untuk membantu sesama. Alhamdulilah bantuan ini diterima langsung oleh jajaran kodim 0401/ Muba dan akan langsung di salurkan ke korban bencana banjir bandang”,imbuhnya.

    Sementara, bantuan yang diserahkan disambut baik dan langsung diterima oleh kasdim 0401/ Muba Mayor inf Nur Sigit Prasetya.

    “Terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat yang telah menyalurkan bantuannya berkat kerja sama yang di motori kodim 0401/Muba dan Pemkab dengan dibantu mitra dari para aktivis muba. Mudah-mudahan apa yang kita berikan dan donasikan ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang,”singkatnya.

    Kasdim menyebut bantuan ini akan segera langsung kita kirimkan ke Palembang melalui jalur darat dan kemudian akan langsung disalurkan ke lokasi bencana melalui jalur laut.

    “Kami siap menerima kembali bantuan seperti ini jika masih ada masyarakat yang ingin membantu dan tak lupa kami juga mengucapakan terima kasih kepada seluruh elemen yang sudah ikut berpartisipasi dan berkontribusi membantu saudara-saudara kita korban bencana banjir bandang “tukasnya.

  • Muba Lantik Kepala Dinas PUPR dan Koperasi UKM, Bupati: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Efektif

    Muba Lantik Kepala Dinas PUPR dan Koperasi UKM, Bupati: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Efektif

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H didampingi Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen, melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025. Pelantikan ini merupakan hasil dari seleksi terbuka yang dilakukan secara objektif, transparan, dan kompetitif.

    Dalam sambutannya, Bupati Muba mengatakan bahwa pelantikan ini bukan hanya sekedar acara seremonial, tetapi merupakan momentum penting yang menandai komitmen pejabat yang dilantik dalam mengemban amanah rakyat dan daerah.

    “Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama merupakan jabatan strategis yang menjadi motor penggerak birokrasi di perangkat daerah. Oleh karena itu, yang telah diberikan kepercayaan ini dituntut untuk memberikan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan responsif terhadap dinamika pembangunan daerah,” ujar Bupati Muba, Jum’at (12/12/2025) di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate.

    Bupati H. M. Toha Tohet, S.H, juga mengingatkan bahwa dalam era pemerintahan modern, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi sangat penting. Tidak ada lagi ruang bagi sekat-sekat sektoral, ego organisasi, atau pola kerja birokrasi yang tidak efektif.

    “Kami berharap keberadaan pejabat baru ini akan memberikan energi positif bagi peningkatan performa perangkat daerah,” tambahnya.

    Bupati Muba juga mengucapkan, “Selamat kepada pejabat yang baru saja dilantik dan berharap agar mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan,”tuturnya.

    Adapun Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang hari ini di Lantik diantaranya, Plt Kepala Dinas PUPR Muba Rudianto ST menjadi definitif Kepala Dinas PUPR Muba. Plt Kepala Dinas Koperasi UKM Muba Zulkarnain SP, juga menjadi definitif Kepala Dinas Koperasi UKM Muba.

  • Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Juniarto Mendapat Restorative Justice

    Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Juniarto Mendapat Restorative Justice

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Menjunjung tinggi sebuah komitmen dalam menegakkan hukum yang berkeadilan dan berperikemanusiaan, serta menggunakan hati nurani yang sangat menyentuh. Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin (Kejari Muba) melakukan Restorative Justice (RJ).

    Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan atas nama Juniarto, resmi di hentikan penuntutan oleh Kajari Muba. Hal ini ditandai, dalam sebuah prosesi simbolik yang berlangsung di Kejaksaan Negeri Muba, Jum’at (12/12/2025).

    Pada moment yang bahagia dan juga diiringi rasa haru, Kepala Kejaksaan Negeri Muba, Aka Kurniawan SH MH, menyerahkan Juniarto kembali ke pangkuan keluarganya melalui Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H dan Wakil Bupati Musi Banyuasin Kyai Abdur Rohman Husen. Penyerahan itu menjadi simbol bahwa hukum tidak selalu harus berujung pada pemidanaan, tetapi juga bisa menjadi jembatan untuk pemulihan sosial.

    Dijelaskan oleh Kajari Muba, “Ini adalah KDRT yang dilakukan oleh Juniarto terhadap istrinya. Setelah melalui beberapa proses, kami telah melakukan proses restoratif dan telah berdamai dengan istrinya. Kami juga telah melakukan ekspos kebijakan kepada Jaksa Agung, dan ini merupakan wujud komitmen dari Kejaksaan dan Pemimpin dari Jaksa Agung bahwa hukum itu tidak tajam ke bawah,” bebernya

    “Kata adil dan hati nurani akan terus kami pegang dalam penanganan proses hukum, tidak semua harus melalui jalur pengadilan. Kami melihat dari masyarakat dan perbuatannya, dan hari ini kami telah menunjukkan bahwa hukum itu tidak tajam ke bawah, tapi tumpul ke bawah. Hukum itu bersahabat untuk masyarakat,” tambahnya.

    Dikesempatan yang sama, Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H menyampaikan apresiasinya terhadap langkah ataupun tindakan yang telah dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Muba.

    “Saya ucapkan terima kasih, Ini merupakan kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan masalah secara kebangsaan dan kami berharap masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin tidak akan lagi melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” ujar Bupati Muba.

    “Kami ingin mengingatkan bahwa istri adalah teman hidup, ibu dari anak-anak, dan pasangan yang setia. Mereka berhak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari suami. Jadi, buat para suami harus berpikir secara bijak dan bertindak dengan hati nurani. Kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, kekerasan hanya akan memperburuk keadaan dan merusak hubungan keluarga,” tambahnya.

    Juniarto yang ditempuh oleh sang istri menyampaikan, terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

    “Alhamdulillah, saya bisa beraktivitas seperti biasa dan bebas. Bisa bekerja kembali untuk menafkahi istri dan ke empat anak Saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” kata Juniarto.

  • Daffa Al Zakwaan dan Neshya Floren Stefani Dinobatkan sebagai Kuyung–Kupek Muba 2025

    Daffa Al Zakwaan dan Neshya Floren Stefani Dinobatkan sebagai Kuyung–Kupek Muba 2025

    SUARAPUBLIK.ID,.MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kembali menggelar ajang tahunan Pemilihan Kuyung Kupek Muba 2025. Malam Grand Final yang berlangsung di Opp Room Pemkab Muba pada Kamis (11/12/2025) malam itu disambut meriah dan antusias oleh ratusan tamu undangan.

    Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Bupati Muba H M Toha Tohet SH, didampingi Ketua TP PKK Muba Hj Patimah Toha.

    Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba, Dr M Fariz SSTP MM, dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 30 finalis tampil pada malam puncak setelah melalui proses seleksi ketat dari 110 peserta audisi

    Ia menambahkan, para juri yang menilai pada malam grand final merupakan sosok profesional dan berpengalaman di bidangnya. Mereka antara lain Puteri Indonesia 2024 sekaligus Miss Supranational 2024 Harasta Haifa Zahra, Puteri Indonesia Sumsel 2024 Ananda Papat Oktariza, Puteri Indonesia Sumsel 2025 Runner Up II Badia Inaya Sazrade, serta Make Up Artist Ko Siung Siung.

    “Acara ini juga didukung oleh berbagai sponsor dan mitra, termasuk Bank Sumsel dan PT Muba Link. Tujuannya bukan sekadar kompetisi, tetapi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan olahraga,” tuturnya.

    Fariz menambahkan, sepanjang tahun 2025 Kabupaten Muba telah menjadi tuan rumah berbagai agenda besar seperti Pekan Olahraga Provinsi XV, Pekan Paralimpik V, festival budaya, karnaval, hingga event balap motor. “Semua ini menunjukkan semangat kolaborasi dan dukungan penuh dari Bupati serta Forkopimda,” katanya.

    Dalam sambutannya, Bupati Muba H M Toha Tohet SH menegaskan bahwa ajang Kuyung Kupek bukan sekadar kontes, tetapi wadah pembentukan karakter dan pencarian duta wisata terbaik Kabupaten Muba.

    “Para finalis ini adalah representasi anak-anak muda Muba yang kreatif, berbakat, dan siap membawa nama daerah ke level nasional bahkan internasional. Kami berharap duta wisata dapat berperan aktif dalam mempromosikan potensi Muba dan mendorong peningkatan kunjungan wisata,” ujarnya.

    Bupati Toha juga menitipkan pesan agar generasi muda Muba terus menjadi teladan dan tidak terjerumus ke perilaku negatif.

    “Jangan sampai anak muda kita terlibat judi online, narkoba, atau perilaku merugikan lainnya. Generasi muda harus mandiri, cerdas, dan berperan dalam membangun daerah. Jika kita sungguh-sungguh, saya yakin Muba Maju Lebih Cepat bisa kita wujudkan,” katanya.

    Malam grand final yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan Facebook Radio Gema Randik Muba serta MubaTV ini semakin meriah dengan penampilan penyanyi Jaz Hayat DIV.

    Suasana Opp Room pun penuh energi saat para finalis mempersembahkan berbagai sesi penampilan mulai dari parade busana, sesi wawancara, hingga pengumuman pemenang.

    Adapun yang terpilih sebagai Kuyung Muba 2025 yakni Daffa Al Zakwaan dan Kupek Muba 2025 Neshya Floren Stefani

    Untuk Wakil I diraih oleh Eko Meigy Syahputra dan Kupek Keyla Tiara Putri, Wakil II Syarif Hidayatullah Umar, dan Kupek Shindi Maila Hafizah

    Juara Harapan III Kuyung Randa Tegar Kusuma & Kupek Alencie Siti Khodijah, Harapan II Kuyung Renold Vanspri Pratama & Kupek Hellyani Astita, Harapan I Rindra Juniansyah Alfarez & Kupek Dini Ajeng Sari

    Sementara para pemenang atribut antara lain, kategori Kuyung Persahabatan Dimas Imam Prayoga, Kupek Persahabatan Dwi Mahdo Hafizah, Kuyung Fotogenic Ripan Rivaldo, Kupek Fotogenik Donita Frisiska, Kuyung Medsos Miko Santosa, Kupek Medsos Revalia Najwa Maharani, Kuyung Favorit M Rasyah, Kupek Favorit Assyfa Naurah Mabela, Kuyung Berbakat Uli Maridho Anugrah, Kupek Berbakat Dian Piola, Kuyung Intelegensia Yoel Ferdinan Simbolon, dan Kupek Intelegensia Nabila Utami.

  • Lapas Sekayu Dorong Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lewat Program Tahfidz Alquran

    Lapas Sekayu Dorong Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lewat Program Tahfidz Alquran

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA –Sebanyak 250 warga binaan Lapas Sekayu melaksanakan kegiatan tahfizh Alquran di Masjid Darul Taubah Lapas Sekayu, Rabu (10/12/2025).

    Kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai moral, keimanan, dan akhlak untuk memperkuat dan menumbuhkan semangat positif, bagi warga binaan.

    Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan agar menciptakan lingkungan positif di Lapas Sekayu.

    ”Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan hapalan Alquran, tapi juga sebagai pembekalan kerohanian bagi warga binaan, hal ini juga menjadi komitmen bagi Lapas Sekayu, demi mewujudkan lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai keagamaan,” kata Aris.

    Sementara itu, Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Fiqih Utama menambahkan, ”Program tahfizh Alquran ini menjadi langkah awal bagi warga binaan Lapas Sekayu, untuk merasa lebih tenang dan termotivasi dalam menjalani kehidupan. Akhlak yang baik akan berdampak pada pembentukan karakter dan moral bagi warga binaan,” ungkapnya.

    Dengan demikian, kegiatan ini juga diharapkan, dapat membantu warga binaan dalam mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari, sebagai langkah menjadi pribadi yang lebih baik, agar dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat.

  • Muba Luncurkan Ruang Bersama Indonesia Terobosan Wujudkan Desa Aman Inklusif dan Ramah Perempuan-Anak

    Muba Luncurkan Ruang Bersama Indonesia Terobosan Wujudkan Desa Aman Inklusif dan Ramah Perempuan-Anak

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembali menghadirkan inovasi penting dalam pembangunan sosial masyarakat. Bupati Muba H M Toha Tohet SH, didampingi Ketua TP PKK Muba Hj Patimah Toha, meresmikan Launching dan Deklarasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang dipusatkan di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, Rabu (10/12/2025).

    Acara tersebut dihadiri Anggota DPRD Muba Andriyadi SIP MSi, perwakilan Dandim 0401 Muba Mayor Inf Nur Sigit Prasetya SIP MSc SH MSi, serta Kepala Dinas PPPA Sumsel M Zaki Aslam SIP MSi. Hadir pula sejumlah kepala perangkat daerah, camat, dan kepala desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba.

    Pada peluncuran ini, Program RBI resmi diterapkan di enam desa pada tiga kecamatan, yaitu Desa Tegal Mulyo, Sumber Agung, dan Cipta Praja (Kecamatan Keluang); Desa Bumi Kencana (Kecamatan Sungai Lilin); serta Desa Sido Mulyo dan Bandar Jaya (Kecamatan Tungkal Jaya).

    Dengan implementasi tersebut, Muba menjadi kabupaten pertama di Sumatera Selatan yang mengadopsi program nasional inisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

    Dalam sambutannya, Bupati Muba H M Toha Tohet menegaskan bahwa RBI merupakan langkah strategis untuk menghadirkan ruang aman, inklusif, serta mendorong pemberdayaan bagi seluruh lapisan masyarakat.

    “Seperti yang sering disampaikan Menteri PPPA, pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun, terutama perempuan, anak, lansia, dan kelompok rentan. Prinsip itulah yang menjadi dasar kita menghadirkan RBI di Muba,” ujarnya.

    Bupati menjelaskan, RBI bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi ruang tumbuh bersama tempat belajar, berdialog, berkreasi, memperkuat keluarga, serta melahirkan perempuan sebagai agen perubahan di tingkat desa.

    “Desa yang kuat adalah desa yang memberi tempat aman bagi anak, ruang berkembang bagi perempuan, dan kesempatan setara bagi semua,” kata Toha Tohet. Ia juga mengajak masyarakat menjaga dan menghidupkan RBI sebagai ruang produktif. “Pemerintah akan terus mendampingi, namun keberhasilan sepenuhnya berada di tangan masyarakat.”

    Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Muba, dr Sharlie Esa Kennedy MARS, menyampaikan bahwa desa-desa terpilih merupakan desa yang berkomitmen menuju nol kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    “RBI menjadi rumah kedua tempat belajar, mengadu, dan berubah. Tidak ada pembangunan yang benar-benar berhasil bila perempuan dan anak tidak merasakannya,” ujarnya. Ia turut mengapresiasi dukungan Pemprov Sumsel dan Bupati Muba dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat desa.

    Kepala Dinas PPPA Sumsel, M Zaki Aslam SIP MSi, yang mewakili Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Muba dan masyarakat desa yang dinilai serius dalam mengimplementasikan RBI.

    “RBI adalah upaya strategis pemerintah untuk memastikan ruang aman bagi anak dan perempuan sekaligus simbol kesetaraan gender. Kehadiran RBI di Muba menjadi jawaban atas kebutuhan ruang sosial, kreativitas, dan pusat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa,” jelasnya. Ia menilai langkah Muba sebagai tonggak penting menuju kabupaten ramah perempuan dan anak.

    Setelah deklarasi RBI, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan Evaluasi Kinerja Kecamatan dan Reformasi Birokrasi tingkat Kabupaten Muba. Kecamatan Sekayu meraih posisi terbaik pertama, disusul Sungai Lilin di posisi kedua, dan Keluang di posisi ketiga.

    Bupati Muba bersama rombongan kemudian meninjau Gedung RBI yang berlokasi tidak jauh dari tempat acara. Gedung tersebut akan menjadi pusat kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat desa.

  • Sinergi Fiskal Daerah: Pj. Sekda Muba Terima Kunjungan KPP Pratama Sekayu, Bahas Penguatan PAD dan Aset Negara

    Sinergi Fiskal Daerah: Pj. Sekda Muba Terima Kunjungan KPP Pratama Sekayu, Bahas Penguatan PAD dan Aset Negara

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA—Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Drs. Syafarudin, M.Si., menerima audiensi jajaran Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sekayu di ruang rapat Sekretariat Pemkab Muba, Rabu (10/12/2025). Pertemuan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menyelesaikan berbagai isu terkait aset negara.

    Dalam kesempatan itu, Pj. Sekda turut didampingi Ka. BPKAD H. Riki Junaidi, AP., M.Si., Plt. Ka. BPPRD M. Hatta, SE., MM., serta sejumlah kepala OPD terkait. Sementara dari KPP Pratama Sekayu hadir Kepala Kantor Aprinto Berlianto bersama Kepala Seksi Pengawasan Harry Kristianto, Adi Siswanto, dan Account Representative Mirnia Wulandari.

    Pj. Sekda Muba menyambut baik kunjungan jajaran KPP Pratama Sekayu tersebut. “Kami berterima kasih kepada Bapak Aprinto Berlianto atas koordinasi yang selama ini terjalin dengan baik. Sinergi antara KPP Pratama dan Pemkab Muba sangat penting untuk mendorong optimalisasi pendapatan daerah,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, Aprinto menyampaikan ucapan selamat atas pengangkatan Syafarudin sebagai Pj. Sekda Muba. Ia menegaskan komitmen KPP Pratama Sekayu untuk terus bekerja sama, khususnya bersama BPKAD dan BPPRD, dalam memastikan kepatuhan perpajakan termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pelaksanaan rekonsiliasi yang dilakukan rutin setiap enam bulan.

    Kepala Seksi Pengawasan, Harry Kristianto, memaparkan tiga permohonan utama dari Kementerian Keuangan kepada Pemkab Muba. Ketiganya meliputi permohonan hibah kendaraan operasional, permohonan hibah tanah untuk pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi pegawai KPP Pratama Sekayu dan KPPN, serta permohonan pengembalian aset berupa tanah dan bangunan gedung kantor yang selama ini berstatus pinjam pakai.

    Menanggapi hal tersebut, Pj. Sekda Muba menyatakan sepakat untuk memperkuat sinergi, terutama dalam menghadapi tantangan fiskal daerah. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Muba bersama DPRD telah menyepakati pembentukan Satgas Peningkatan PAD sebagai langkah strategis menghadapi pengurangan dana transfer pusat.

    Terkait permohonan hibah kendaraan, Syafarudin menyebutkan bahwa hal tersebut akan dibahas lebih lanjut, mengingat saat ini Pemkab memprioritaskan penyediaan kendaraan bagi pemerintah desa. Adapun untuk pengembalian aset pinjam pakai, ia memastikan bahwa BPKAD akan segera menindaklanjuti proses tersebut.

    Kepala BPKAD Muba, H. Riki Junaidi, menambahkan pentingnya meningkatkan kepatuhan aparatur daerah terhadap kewajiban perpajakan. Ia mengingatkan seluruh ASN untuk mengisi SPT Tahunan dan mengaktifkan akun CoreTax masing-masing.

    Pj. Sekda Muba juga menyoroti perlunya pembinaan serta sosialisasi lebih intensif kepada pengelola pajak di setiap instansi. Ia berharap koordinasi antara BPKAD, BPPRD, dan KPP Pratama Sekayu dapat terus diperkuat untuk meningkatkan tata kelola perpajakan daerah.

    Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bahwa isu aset yang disampaikan KPP Pratama akan segera ditindaklanjuti secara resmi oleh BPKAD Muba. Kedua pihak juga berkomitmen menjaga komunikasi yang lebih fleksibel dan efektif untuk memperlancar koordinasi ke depan.