Category: Pemprov Sumsel

  • Kumpulkan Pejabat Eselon, Gubernur  Satukan Tekad Sukseskan Visi Misi Sumsel Maju Terus Untuk Semua

    Kumpulkan Pejabat Eselon, Gubernur  Satukan Tekad Sukseskan Visi Misi Sumsel Maju Terus Untuk Semua

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru didampingi Wakil Gubernur (Wagub) H Cik Ujang dan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Edward Candra MH memberikan pengarahan bagi kalangan Pejabat Struktural Eselon II, Eselon III, seluruh Pejabat Eselon IV dipusatkan di Griya Agung Palembang, Selasa (8/4/2025).

    Dalam pengertiannya Gubernur Herman Deru mengajak kalangan pejabat eselon dan seluruh ASN dilingkungan Pemprov Sumsel untuk menyatukan tekad dalam mensukseskan visi misi Sumsel Maju Terus Untuk Semua.

    Herman Deru mengungkapkan di periode kedua (2025-2030) kepemimpinannya sebagai Gubernur Sumsel, dirinya ingin meninggalkan Legacy yang berdampak yang berkelanjutan bagi kemajuan Provinsi Sumsel ke depan. Untuk itu dia butuh kerjasama yang baik dengan berbagai jajaran.

    “Saya butuh legacy terbaik bagi Sumsel yang tidak mungkin saya lakukan sendiri. Saya membutuhkan kerjasama semua pihak untuk mewujudkan legacy ini bagi Sumsel,” tegasnya.

    Menurut Herman Deru hal itu sesuai dengan visi Sumsel Terus Maju Untuk Semua, di mana salah satu visi tersebut adalah Pemerataan Pembangunan, dalam hal ini infrastruktur. Namun pembangunan infrastruktur ini bukan terkait masalah pembangunan jalan saja.

    “Saya nantinya akan melakukan evaluasi per semester. Segera nanti saya juga akan kumpulkan instansi vertikal untuk sinkronisasi dengan OPD Sumsel,” terangnya.

    Herman Deru menginstruksikan OPD segera mempelajari kembali peta (data) tentang permasalahan dari nomenklatur dan tupoksi yang diemban oleh OPD masing-masing.

    “Saya sudah merasakan memimpin Sumsel dalam masa 5 tahun lalu. Saya tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing OPD. Bahkan, saya juga sempat melakukan penilaian dalam kapasitas saya sebagai masyarakat, karena dalam kurun waktu 1,5 tahun saya berada di luar pemerintahan. Saya memantau secara obyektif, melihat kinerja masing-masing OPD. Tentang kebijakan pemprov terhadap laju pembangunan, lajunya sistem dan lajunya pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

  • Perjuangkan Bendungan Tiga Dihaji, Gubernur Herman Deru Segera Bersurat ke Presiden

    Perjuangkan Bendungan Tiga Dihaji, Gubernur Herman Deru Segera Bersurat ke Presiden

    SUARAPUBLIK.ID,. PALEMBANG – Perjuangan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) terus dilakukannya. Terbaru, Herman Deru berencana segera bersurat kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.

    Hal tersebut diungkapkannya saat menerima audiensi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Feriyanto Pawenrusi ST.MT dalam Rangka Silaturahmi di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (8/4/2025) siang.

    Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Feriyanto mengatakan bahwa usulan HD terkait penyelesaian Bendungan tersebut saat Panen Serentak di 14 Provinsi secara virtual, Selasa (7/4/2025) mendapat atensi khusus dari Presiden. Hal itu menurut Feriyanto disampaikan langsung oleh Menteri PUPR saat mereka rapat virtual, pada Rabu (8/4/2025).

    ” Menteri mengatakan Sumsel harus jadi perhatian karena mereka sudah sampaikan Presiden langsung,” ujar Feriyanto.

    Dalam kesempatan itu kata Feriyanto, Menteri menyarankan agar Pemprov Sumsel segera berkirim surat ke Presiden dengan tembusan Menteri Pertanian dan Menteri PUPR.

    ” Tadi Pak Menteri mempersilahkan Gubernur bersurat ke Presiden. Ini seperti di NTB, nanti tembusannya ke Menteri PU dan Pertanian. Kita harap selesai 2026 untuk peningkatan debit Komering,” jelasnya.

    Feriyanto menjelaskan Bendungan Tiga Dihaji semula ditargetkan selesai awal tahun 2024. Namun karena ada permasalahan lahan dan perubahan desain bendungan ini ditargetkan selesai tahun 2026. Padahal bendungan ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan debit air yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian di Sumsel.

    Terkait hal itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru segera meminta Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sumsel Ir. Basyaruddin Akhmad untuk segera membuat surat yang dimaksud.

    Menurut HD kehadiran Bendungan Tiga Dihaji ini dapat membantu pengairan pertanian di sejumlah daerah di Sumsel. Sehingga dapat meningkatkan produksi serta memperkokoh Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan di Indonesia.

    ” Langsung aja buat surat permohonan secepatnya. Kita sampaikan alasannya dan tembuskan ke Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian. Ini akan segera kita lakukan karena mendukung ketahanan pangan sesuai Asta Cita Bapak Presiden,” jelas HD.

    Selain membahas soal bendungan dalam kesempatan itu HD juga berpesan agar BBWS Sumatera VIII aktif melakukan pemeliharaan irigasi. Hal ini penting karena sangat mempengaruhi perkembangan pertanian di daerah.

  • Target 3,5 Juta Ton GKP pada 2025, Sumsel Bakal Buka 50 Hektare untuk Opla

    Target 3,5 Juta Ton GKP pada 2025, Sumsel Bakal Buka 50 Hektare untuk Opla

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut target produksi gabah kering panen (GKP) sebesar 3,4 juta ton pada 2025 dari capaian 2,9 juta ton tahun 2024. Oleh sebab itu, akan membuka 50 hektare lagi untuk optimalisasi lahan (opla) guna mencapai target tersebut.

    “Sumsel mempunyai modal untuk mencapai target tersebut, sebab pada tahun 2025 ada tambahan 50 ribu hektare untuk optimasi lahan (Opla). Melalui opla potensi sawah di Sumsel dioptimalkan, mana lahan yang bisa dibuka akan kita buka. Tahun ini akan ada ekstensifikasi, kita buka lagi 50 ribu hektare,” ujar Deru, Senin (7/4/2025)

    Ia menjelaskan saat mencapai 2,9 juta ton itu Sumsel menjadi peringkat 5 besar nasional produksi beras. Jika target ini tercapai minimal Sumsel masih berada di peringkat yang sama.

    “Sumsel memiliki irigasi yang baik di beberapa daerah, mulai dari Bendungan Komeringan plus Bendungan Tiga Dihaji yang sampai saat ini masih dilakukan pekerjaan,” jelasnya.

    Menurutnya, untuk mencapai musim tanam 2-3 kali dibutuhkan irigasi. Tak bisa hanya tadah hujan.

    “Maka Sumsel punya potensi penambahan debit air khususnya aliran Bendungan Komering dan Tiga Dihaji yang belum selesai. Saya sudah sampaikan kepada Pak Presiden untuk diselesaikan Kementerian PU sesegera mungkin,” imbuhnya.

    Ia mengungkapkan salah satu fokus Presiden Prabowo adalah ketahanan pangan. Saat ini para petani diberi kemudahan mendapatkan pupuk, harga gabah yang dipatok Rp 6.500 dan sebagainya.

    “Kini para petani punya semangat karena banyak regulasi dan kebijakan nasional berpihak kepada mereka. Mulai dari kemudahan pupuk, harga gabah dijadikan Rp 6.500 per kilogram, dan sebagainya. Ini akan mengoptimalkan produksi padi oleh petani dalam meningkatkan produksinya di lapangan,” ungkap dia. (Tia)

  • Feby Deru Harapkan Aksi Donor Darah Rutin Digelar Untuk Memenuhi Kebutuhan Stok Darah Bagi Pasien Operasi dan Cuci Darah

    Feby Deru Harapkan Aksi Donor Darah Rutin Digelar Untuk Memenuhi Kebutuhan Stok Darah Bagi Pasien Operasi dan Cuci Darah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel yang juga selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Febrita Lustia HD menghadiri Bakti Sosial Donor Darah dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tahun 2025, bertempat di Aula Sriwijaya Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel, Sabtu (5/4/2025).

    Dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan atas kerjasama praja IPDN pendaftaran Provinsi Sumsel dan DPP IKAPTK Provinsi Sumsel dengan PMI Provinsi Sumsel tersebut Feby Deru mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada praja IPDN pendaftaran Provinsi Sumsel dan DPP IKAPTK Provinsi Sumsel yang sudah menggagas dilaksanakannya bakti sosial berupa donor darah yang diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan darah.

    Menurut Feby, sinergi dalam kegiatan donor darah ini sejalan dengan Pokja PKK Sumsel tentang solidaritas dan gotong royong. Karena itu, Feby menilai kegiatan donor darah yang di lakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

    “Darah hasil donor ini tidak hanya diperuntukan bagi pasien cuci darah tapi juga bagi pasien yang butuh darah saat operasi,” ucap Feby.

    Dia berharap kegiatan sosial ini digelar secara rutin. Sebab masih banyak yang membutuhkan bantuan transfusi darah.

    “Mudah-mudahan kegiatan ini tetap berlangsung dari tahun ke tahun. Setetes darah dapat memberikan kehidupan. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” kata Feby.

    Sementara itu, Ketua DPP IKAPTK Sumsel, Achmad Rizwan, SSTP, MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa kegiatan donor darah ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian sosial.

    “Sangat banyak yang bersedia mendonorkan darah, namun ketika dibutuhkan, darah juga sulit dicari. Kegiatan ini adalah bukti dan komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, karena setetes darah berarti untuk kehidupan,” ujarnya.

    Achmad Rizwan juga menambahkan bahwa kolaborasi dalam kegiatan ini mencerminkan bahwa setiap elemen masyarakat mampu bergerak bersama membangun bangsa. IKAPTK berkomitmen untuk terus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan.

    “Kegiatan ini diikuti oleh 116 praja dari empat tingkatan, yaitu praja pratama, praja muda, praja madya, dan praja utama. Dalam kesempatan itu, PMI juga memberikan penghargaan kepada DPP IKAPTK Sumsel dan Praja IPDN Sumsel atas partisipasi mereka dalam kegiatan donor darah ini,” tandasnya.

  • Gubernur Herman Deru Safari Sholat Jumat di Masjid Raudhatul Jannah Ario Kemuning 

    Gubernur Herman Deru Safari Sholat Jumat di Masjid Raudhatul Jannah Ario Kemuning 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru melaksanakan Safari Sholat Jumat di Masjid Raudhatul Jannah di Ario Kemuning Palembang, Jumat (4/4/2025).

    Mengawali sambutannya Gubernur Sumsel Herman Deru mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah minal aidin wal faizin kepada semua jamaah.

    “Terima kasih atas sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan oleh pengurus masjid dan masyarakat sekitar,” ucap Herman Deru.

    Dia mengatakan, safari jumat sudah menjadi agenda dilakukannya sebagai upaya mempererat tali silaturahmi.

    Herman Deru juga menilai masjid yang dibangun pada tahun 1993 ini jamaahnya ramai.

    “Mudah mudahan kemuliaan masjid ini kian bertambah melalui kegiatan keagamaan termasuk kegiatan rumah tahfidz dan TPA,” imbuhnya.

    Sementara itu, Ketua Masjid Raudhatul Jannah, Hamin mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Herman Deru yang masih menyempatkan hadir untuk melaksanakan sholat jumat berjamaah di masjid Raudhatul Jannah.

    “Kami merasa senang dan tidak menyangka bapak Herman Deru bisa berkunjung ke masjid ini. Kita mendoakan di masa kepemimpinannya dapat membangun Sumsel yang lebih maju,” tutupnya.

  • Ribuan Masyarakat, Driver Ojol dan Petugas Kebersihan Ramai-ramai Hadiri Open House Gubernur Herman Deru

    Ribuan Masyarakat, Driver Ojol dan Petugas Kebersihan Ramai-ramai Hadiri Open House Gubernur Herman Deru

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Berbagai lapisan masyarakat terus berdatangan untuk halal bihalal pada open house Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru di hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah. Bertempat di Griya Agung, Selasa (1/4/2025) pagi.

    Open house yang digelar Gubernur Herman Deru dan keluarga dipenuhi oleh warga sejak pagi hingga petang, mulai dari masyarakat umum, driver ojek online, penyapu jalan, bahkan masyarakat lintas agama.

    Ribuan warga terpantau telah mengantri untuk bersalaman dengan Gubernur Provinsi Sumsel Herman Deru beserta Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj Febby Deru, tiga putri dan menantu serta para cucu-cucunya.

    Senyum bahagia tampak terpancar dari wajah masyarakat yang disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh Gubernur Herman Deru.

    Rangkaian open house diisi dengan bersalam-salaman, foto bersama, dan mencicipi makanan yang telah disediakan.

    Masyarakat begitu bahagia dapat bertemu dengan Orang Nomor Satu di Sumsel tersebut, Kedekatan Gubernur Sumsel Herman Deru dengan wong cilik memang bukan hal baru.

    Tahun sebelumnya saat Ia masuk jeda istirahat menjelang Pilkada serentak 2024, HD juga dikunjungi rombongan penyapu jalan ini, di kediaman pribadinya.

    Selain petugas kebersihan sejumlah organisasi kemasyarakatan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel juga tampak hadir. Termasuk Ketua FKUB Sumsel, Mal’An Abdullah Drs. H. Mal’an Abdullah, Uskup Agung Palembang, Mgr Yohanes Harun Yuwono,

    Gubernur Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Deru mengatakan bersyukur sekali karena masyarakat Sumsel dapat merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah dengan.begitu meriah. Terlebih keamanan dan kenyamanan masyarakat selama ibadah puasa Ramadhan dan shalat Idul Fitri tetap terjaga dengan baik.

    Iapun mengaku gembira karena masyarakat banyak yang hadir baik penduduk tetap maupun pendatang yang antusias datang ke Griya Agung untuk bersilaturahmi. Semua kalangan hadir bersilaturahmi dari penyapu jalan hingga masyarakat umum lainnya.

    ” Terimakasih banyak yang hadir, semua umat dari semua agama datang mengucapkan selamat Lebaran. Bersilaturahmi dengan suasana yang hangat, Ini tradisi yang wajib kita pertahankan,” ujarnya.

  • Pemprov Sumsel Berangkatkan 880 Penumpang Mudik Gratis dari Terminal AAL

    Pemprov Sumsel Berangkatkan 880 Penumpang Mudik Gratis dari Terminal AAL

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberangkatkan sebanyak 880 penumpang peserta program mudik gratis secara serentak dari Terminal Type A Alang-Alang Lebar pada, Kamis (27/3/2025).

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel, Arinarsa JS mengatakan pelaksanaan program angkutan mudik gratis bertujuan untuk memberikan fasilitas kendaraan mudik bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Tentunya hal ini untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat, dan juga untuk mengurangi angka kecelakaan, serta menciptakan lalin yang tertib dan lancar, serta mudik yang berkeselamatan,” kata Arinarsa.

    Ia menyebut fasilitas angkutan mudik gratis yang digelar oleh Pemprov Sumsel menggunakan tiga moda transportasi, yaitu Speedboat, Kereta api dan bus.

    “Untuk bus tahun ini ada total 25 bus dengan rincian 15 bus untuk mudik dalam provinsi dan 10 bus ke luar provinsi dengan total peserta mudik gratis yang kita berangkatkan serentak hari ini ada sebanyak 880 penumpang,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan jika keberangkatan menggunakan moda transportasi kereta api dibagi menjadi dua sesi, yaitu hari Kamis dan Jum’at.

    “Peserta yang melalui Kereta api ini jumlahnya 2.540 penumpang, keberangkatan tadi sudah kita lepas hari ini dan akan lanjut lagi besok,” ungkapnya.

    Kemudian, untuk moda transportasi Speedboat keberangkatan dijadwalkan besok dengan jumlah peserta 60 orang penumpang.

    “Moda transportasi speedboat ini kita berangkatkan dari simpang PU ke Lalan (P6), untuk moda transportasi ini merupakan kali pertama selama program mudik gratis diselenggarakan. Ini kita buka karena melihat permintaan/animo masyarakat yang mau mudik ke kampung halaman,” lanjutnya.

    Ia menyampaikan jika kegiatan tersebut merupakan progran tahunan yang diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat khususnya di Sumsel.

    “Ini adalah tahun keempat dilaksanakan program angkutan mudik gratis. Awal nya untuk dalam provinsi, seiring waktu banyaknya Partisipasi dari swasta, BUMD dan BUMN sehingga difasilitasi juga untuk keluar provinsi dengan tujuan pulau sumatera dan Jawa,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menambahkan mudik merupakan momen yang sangat dinantikan untuk kumpul bersama keluarga dengan berbagi sukacita di lebaran.

    “Perjalanan mudik jadi tantangan karena adanya lonjakan kendaraan, biaya yang tidak sedikit karena itu program ini hadir untuk mengurangi cost dan memberikan fasilitas mudik yang aman kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Cik Ujang. (Tia)

  • Gubernur Sumsel Tegaskan ASN Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

    Gubernur Sumsel Tegaskan ASN Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk berangkat mudik lebaran.

    “Mobil dinas milik Pemerintah Provinsi Sumsel tidak boleh dibawa keluar kota atau dibawa mudik lebaran,” ujar Deru, Rabu (26/3/2025).

    Ia mengatakan jika kendaraan dinas hanya diperbolehkan digunakan dalam Kota Palembang untuk kepentingan pekerjaan.

    “Kalau untuk penggunaan mobil dinas di dalam kota yang bersifat pribadi, tentu BBM nya ditanggung sendiri. Jadi kendaraan dinas boleh dipakai di dalam kota untuk kepentingan pekerjaan,” katanya.

    Sementara itu, Sekda Sumsel Edward Candra mengimbau sesuai peraturan yang ada, agar para ASN tidak menggunakan kendaraan dinas.

    “Untuk mudik Lebaran, kami mengimbau seluruh ASN menggunakan kendaraan pribadi. Jika tidak, ada transportasi umum. Aturan itu harus dilaksanakan sebagai bentuk kepatuhan dan keteladanan,” tegasnya.

    Menurutnya, para ASN di lingkungan Pemprov Sumsel tidak akan menggunakan kendaraan dinas ketika ingin mudik nanti.

    “Kami percaya semua pihak dapat mematuhi aturan ini dengan baik,” ucap dia. (Tia).

  • Peduli Syiar Islam, Gubernur Herman Deru : Indahnya Lantunan Adzan

    Peduli Syiar Islam, Gubernur Herman Deru : Indahnya Lantunan Adzan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara resmi membuka kegiatan Semarak Ramadhan 1446 Hijriah yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel di Masjid Raya Taqwa, Sabtu (22/3/2025) siang. Kegiatan ini yang bertujuan memperkuat syiar Islam di Sumsel ini akan digelar mulai 22-24 Maret mendatang.

    Gubernur Herman Deru mengatakan sangat senang dan memberikan acungan jempol pada acara Semarak Ramadhan dengan Lomba Adzan yang diselenggarakan oleh PWI Sumsel. Menurutnya meski sekilas sederhana namun jika dikelola dengan baik kegiatan ini dapat menghasilkan hal yang bermanfaat seperti indahnya lantunan-lantunan adzan di masjid-masjid. Hal ini juga diyakininya akan semakin memperkuat syiar Islam di Sumsel.

    “Di Sumsel ini ada 34.000 masjid belum termasuk surau. Dengan adzan yang indah, tentu tak hanya.mampu mengajak orang shalat saja tapi bisa juga menarik orang untuk mempelajari dan memahami agama Islam,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu HD meminta agar PWI mempertahankan kegiatan yang positif tersebut. Sehingga semakin banyak generasi muda Sumsel yang dapat melantunkan adzan dengan baik dan indah.

    Sementara itu, Wakil Ketua PWI Sumsel Bidang Kesra Afdal Asmi Jambak mengatakan lomba adzan ini digelar untuk kedua kalinya di Sumsel dan merupakan hasil support penuh dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

    “Kami sangat bersyukur dan bangga punya Gubernur yang begitu peduli dengan syiar Islam. Mudah-mudahan di periode kedua ini kemakmuran, kesejahteraan dan kemajuan Sumsel semakin meningkat,” ujarnya.

    Adapun peserta lomba yang ikut berpartisipasi kali ini sebanyak 105 peserta. Mereka ini terdiri dari pelajar SD hingga SMA dan peserta umum.

    Bukan hanya lomba adzan, menurut Afdal PWI telah berencana membuat event lagi yang lebih besar yakni festival membaca surat Al Fatihah yang benar dan indah.

    “Ini adalah yang pertama di Indonesia,” pungkasnya.

  • Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Sumsel dan BI Sumsel Adakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri

    Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Sumsel dan BI Sumsel Adakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Operasi Pasar Murah di Monumen Ampera (Monpera), Palembang, pada Jumat, 21 Maret 2025.

    Kegiatan Operasi Pasar Murah dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, serta dihadiri oleh Kepala TP PKK Ibu Feby Herman Deru, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, serta pimpinan instansi terkait. Kegiatan ini menjual bahan pangan pokok, yang ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H.

    Operasi Pasar Murah yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB ini, menjual bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, aneka cabai, bawang merah, bawang putih, serta daging ikan, sapi, dan kerbau.

    Komoditas tersebut dijual dengan harga subsidi sehingga lebih murah dibandingkan harga pasar, dimana subsidi tersebut berasal dari instansi terkait lainnya. Selain itu, pada kesempatan ini, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan juga menghadirkan edukasi mengenai cashless payment dengan QRIS, guna mendorong masyarakat bertransaksi secara digital. Sebagai insentif, masyarakat diberikan voucher potongan harga senilai Rp5.000,- bagi masyarakat yang melakukan transaksi dengan QRIS sebesar Rp1,- di booth Bank Indonesia.

    Dalam sambutannya, H. Cik Ujang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia, lembaga vertikal, BUMN, BUMD, distributor dan seluruh pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan operasi pasar ini.

    Kegiatan ini merupakan langkah konkret Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok komoditas yang mempunyai bobot yang besar terhadap inflasi.

    “Kegiatan ini melengkapi upaya pengendalian inflasi lainnya yang telah dilakukan, antara lain monitoring harga dan pasokan secara rutin, sidak dan pengawasan yang dilakukan secara insidentil, pasar murah di kab/kota, termasuk pemberian bantuan subsidi ongkos angkut untuk pasar murah, himbauan belanja bijak yang masif, hingga koordinasi antar TPID melalui High Level Meeting dan bimbingan teknis TPID,” kata CIK Ujang.

    Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja guna mendukung stabilitas harga dan menjaga daya beli di tengah momen perayaan Idul Fitri.

  • Sekda Edward Candra Pimpin Rapat Program Mencetak 100.00 Sultan Muda

    Sekda Edward Candra Pimpin Rapat Program Mencetak 100.00 Sultan Muda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Edward Candra MH memimpin Rapat Persiapan Program Mencetak 100.000 Sultan Muda bertempat di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (20/3/2025).

    Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel, Amiruddin mengatakan kegiatan program 100.000 Sultan Muda melibatkan 16 OPD bahkan bisa lebih.

    “Ini adalah program kerja 100 hari bapak Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wagub Sumsel H Cik Ujang. Dan juga menyangkut asta cita presiden RI Prabowo Subianto,” katanya.

    Dia mengatakan mencetak 100.000 Sultan Muda untuk memajukan ekonomi Sumsel. Jadi Sultan Muda ini adalah generasi muda yang memiliki semangat kewirausahaan, kepemimpinan dan kemampuan berinovasi, dengan tujuan untuk memajukan ekonomi dan masyarakat Sumsel.

    “Adapun kriteria peserta usia 17 sampai 40 Tahun, kami anggap usia tersebut potensi masa usianya yang masih produktif serta memiliki semangat dan jiwa kewirausahaan,” ucapnya.

    Dia menjelaskan bertujuan program 100.000 sultan muda akan membuka lapangan kerja meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumsel, menjadikan peserta sebagai role model bagi generasi muda.

    “Dengan adanya program ini jelas dampak sosial dan ekonomi pengurangan pengangguran, peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

    Sementara itu, Sekda Sumsel Edward Candra menuturkan program untuk mencetak 100.000 sultan muda ini merupakan tindak lanjut dari visi misi pak Gubernur dan Wagub. Ada 12 program prioritas dan salah satunya program ini. Dan juga berkaitan dengan asta cita Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Melalui program ini tentu golnya bagaimana pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan di wilayah Sumsel,” tuturnya.

    Sekda menyampaikan sengaja mengundang semua stakeholder untuk sama -sama memberikan sumbang saran dan dukungan untuk mencapai ini.

    “Masing-masing perangkat daerah untuk nanti memahami dari sisi tugasnya masing-masing. Ini perlu kolaborasi, perlu dukungan dan peran stakeholder. Jadi sama-sama kita dukung kegiatan ini,” tutupnya.

  • Gubernur Herman Deru Resmikan 4 Jembatan Sekaligus di Ruas Jalan Penghubung Kabupaten Pali dan Musi Rawas

    Gubernur Herman Deru Resmikan 4 Jembatan Sekaligus di Ruas Jalan Penghubung Kabupaten Pali dan Musi Rawas

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meresmikan 4 unit jembatan beton di ruas jalan 106 KM yang melintasi lahan hutan produksi PT MHP menghubungkan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) dan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemecahan kendi di atas jembatan Air Keruh Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu Kabupaten Musi Rawas, Rabu (19/3/2025).

    Adapun keempat jembatan yang diresmikan Gubernur Herman Deru tersebut masing-masing Jembatan Air Teras, Air Keruh, Jembatan TPI 1 Sungsang, TPI 2 Sungsang yang masuk dalam Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu Kabupaten Musi Rawas.

    Adapun anggaran APBD Provinsi Sumsel yang digelontorkan untuk pembangunan keempat jembatan tersebut diantaranya untuk Jembatan Air Teras dengan Anggaran Rp. 10 Miliar, Jembatan Air Keruh Rp. 33,5 Miliar. Jembatan TPI 1 kurang lebih senilai Rp. 4,5 Miliar dan TPI 2 kurang lebih senilai Rp. 4,5 Miliar.

    “Alhamdulillah hari ini kita meresmikan jembatan yang memang diharapkan masyarakat. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Sumsel khususnya pengguna ruas jalan ini,”kata Gubernur Herman Deru.

    Lebih jauh Herman Deru menegaskan, beberapa tahun yang lalu dirinya juga telah datang ke titik yang sama saat meresmikan jalan sepanjang 106 KM. Dimana jalan alternatif penghubung Kabupaten Mura dan Kabupaten Pali ini sangat dinantikan masyarakat utamanya warga Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh menuju Kota Palembang.

    “Ini masih butuh penyempurnaan tapi secara fungsi sudah dapat difungsikan. Apalagi sebentar lagi harus pergi dan balik menyambut lebaran Idul Fitri,” katanya.

    Mendekati momen mudik lebaran 1446 Hijriah yang tinggal dalam hitungan hari kedepan, Gubernur Herman Deru memerintahkan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (PU BM-TR) Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas PU Kabupaten Musi Rawas untuk dapat menempatkan alat beratnya agar bisa membantu ketika saat dibutuhkan.

    “Nah mudah-mudah adanya jembatan ini akan mempermudah guna beraktifitas sosial dan ekonomi,” ucapnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Sumsel Herman Deru yang telah datang ke Musi Rawas meresmikan jembatan yang menjadi kebutuhan prioritas utama masyarakat.

    “Hari ini kita sama-sama menyaksikan sebuah bentuk kepedulian dan kecintaan Gubernur Sumatera Selatan Bapak Herman Deru kepada masyarakat dalam peresmian jembatan,” ucap Suprayitno.

    Dia mengajak masyarakat Mura untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun ini, agar tidak cepat rusak dan ini tanggungjawab bersama. Karena jembatan dan jalan merupakan infrastruktur dasar dimana roda perekonomian dapat berjalan baik.

    “Kami harap kepada masyarakat dengan diresmikannya jembatan ini dapat menggerakan ekonomi lokal, menatap masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

  • Pemprov Sumsel Gelontorkan Dana Rp135,1 Miliar untuk THR

    Pemprov Sumsel Gelontorkan Dana Rp135,1 Miliar untuk THR

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menggelontorkan dana sebesar Rp135,1 Miliar untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai ASN dan non ASN.

    “THR mulai Senin kemarin (17 Maret 2025) berproses. Nilai keseluruhannya mencapai Rp135,1 M, dan ini sudah teranggarkan,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Sumsel, Yossi Hervandi, Selasa (18/3/2025).

    Diketahui, Surat Edaran (SE) Kemendagri Tentang teknis pemberian THR dan Gaji ke 13 yang ditetapkan dan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025.

    Pertama, Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang diberikan ke PNS dan Calon PNS yang bekerja pada instansi daerah.

    Kemudian, PPPK yang bekerja pada instansi daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati/Wali Kota dan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

    Termasuk juga Pimpinan Badan Layanan Umum Daerah, dan Pegawai Non-Pegawai Aparatur Sipil Negara yang bertugas pada instansi daerah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

    Kedua, Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD.

    “Adapun penerima THR ini, sesuai kriteria dengan PP 11 Tahun 2025. Terdiri dari Gaji Pokok, Tunjangan keluarga, Tunjangan pangan, Tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tambahan penghasilan paling banyak sebesar yang diterima dalam 1 (satu) bulan,” katanya.

    Sementara itu, salah seorang PNS di salah satu rumah sakit daerah, Era mengungkapkan bahwa sampai akhir pekan lalu belum ada pemberitahuan soal kapan tanggal pasti pencairan THR.

    “Kalau pusatkan 17 Maret, kalau kita di daerah biasanya tidak akan jauh dari itu. Nah, kebetulan tahun ini dapat cuti, jadi akan mudik sekeluarga,” ucap dia. (Tia)

  • Cek Jalur Alternatif Tol Palembang Betung, Herman Deru: Siap Kita Fungsikan H-7 Idul Fitri

    Cek Jalur Alternatif Tol Palembang Betung, Herman Deru: Siap Kita Fungsikan H-7 Idul Fitri

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN -Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru memastikan jalur alternatif jalan tol Palembang-Betung siap digunakan pada H-7 lebaran oleh para pemudik. Ruas tol ini menjadi alternatif sebagai antisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas angkutan mudik lebaran yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada H-3 dan H-2 lebaran.

    “Tinggal 2 pekan lagi lebaran. Setiap lebaran akan ada arus mudik oleh para pemudik (dari pulau Jawa) yang turun di pelabuhan Bakauheni untuk menuju Sumsel, Jambi, Medan, Padang atau yang mengarah ke utara. Saat menuju ke utara itu mereka akan melintasi wilayah Palembang-Banyuasin. Nah, ini kita (Pemprov Sumsel) bersama Kementerian PU dan instansi terkait berupaya membantu para pemudik ini dengan memfungsikan jalur alternatif jalan tol Palembang-Betung yang akan digunakan pada H-7 lebaran,” ujar Gubernur Herman Deru didampingi Wakil Gubernur (Wagub) H Cik Ujang (HDCU) meninjau ruas jalan tol Palembang-Betung tepatnya di Rest Area 397 yang masuk dalam Kabupaten Banyuasin, Minggu (16/3/2025).

    Peninjauan ruas tol Palembang-Betung yang dilakukan HDCU kali ini sebagai salah satu bentuk kesiapan Pemprov Sumsel menjelang arus mudik lebaran 1446 hijriah/2025 masehi.

    Difungsikannya jalur alternatif ini lanjut dia, guna mengatasi kemacetan yang sering terjadi di ruas Palembang-Banyuasin. Terlebih lagi di tengah kondisi ekonomi yang mulai membaik, tentu para pemudik sangat bersemangat untuk mudik merayakan lebaran.

    “Jalur alternatif jalan tol Palembang-Betung ini sepanjang 33 KM, tentu akan sangat bermanfaat bagi para pemudik. Pada saat arus mudik, pemudik bisa masuk tol dengan jalur one way (satu arah) saja yakni dari arah Palembang-Betung menuju Pulau Rimau. Nanti pada saat arus balik pun begitu. Pemudik dari arah Jambi masuk tol, dan hanya satu arah,” beber Herman Deru

    Dalam tinjauan itu, HDCU juga mengecek kondisi kantin, mushola, toilet dan kantor Rest Area 397. Ia meminta agar disediakan air bersih bagi pemudik yang melintasi tol.

    “Ini sebagai bentuk pelayanan kita kepada masyarakat (pemudik) yang berasal dari berbagai suku, tak hanya Sumsel saja. Ada orang Aceh, Medan, Padang, Jakarta baik yang akan menuju ke pulau-pulau di Sumatera atau sebaliknya dari pulau Sumatera menuju Jawa. Semua ini untuk kenyamanan para pemudik,” tambah Herman Deru.

    Dalam kesempatan itu HDCU memacu kendaraan di ruas tol Palembang-Betung melintas hingga ke pintu tol fungsional di Pulau Rimau-Banyuasin.

    “Para pemudik kitanya tetap mematuhi rambu dan arahan petugas jalan tol,” harapnya.

    Sementara itu, Fakhrudin Hariyanto selaku Project Director Hutama Karya (HK) ruas Palembang Betung seksi 1 dan 2 menjelaskan bahwa jalan tol Palembang-Betung panjangnya 33 KM mulai dari Rengas hingga Pangkalan Balai, dan saat ini rest area yang ada masih bersifat sementara (temporer). Jalur tol yang layak pakai sampai STA 92.

    “Dari 33 KM ini, jalur fungsional sepanjang 27 KM mulai dari Rengas sudah mantab. Sisanya 3,3 KM jalannya masih berupa tanah,” katanya.

    Diakatkan, jalur alternatif bagi para pemudik hanya berlaku satu arah yaitu dari arah Palembang kemudian masuk tol menuju Pangkalan Balai. Sedangkan untuk ke arah Jambi ada interchange di Betung. Jalan tol Kapal Betung (Kayu Agung-Palembang-Betung) ini berakhir di Betung. Kemudian selanjutnya rute Betung-Tempino-Jambi.

  • Safari Ramadhan Dengan Jajaran Pemkot Palembang Ini Pesan Gubernur Herman Deru Kepada Wako Ratu Dewa

    Safari Ramadhan Dengan Jajaran Pemkot Palembang Ini Pesan Gubernur Herman Deru Kepada Wako Ratu Dewa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pada pekan kedua Ramadhan 1446 Hijriah Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang beserta Forkopimda Sumsel melaksanakan silaturahmi dan safari Ramadhan 1446 Hijriah dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dipusatkan di Rumah Dinas Walikota, Sabtu (15/3/2025) sore.

    Safari Ramadhan yang diisi dengan kegiatan buka puasa dan sholat magrib berjamaah ini juga dihadiri Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD.

    Dalam sambutan singkatnya Gubernur Herman Deru mengaku senang dapat bersilaturahmi kembali dengan Walikota Palembang dan jajaran. Selain itu melalui silaturahmi ini Herman Deru mengajak jajaran Wako Palembang Ratu Dewa dan jajaran terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    “Dalam membangun kota seperti Palembang ini, yang diperlukan adalah pelayanan (jasa) dan pariwisata. Karenanya, saya minta pak Wali untuk meningkatkan layanan yang prima bagi warga kota Palembang,” ungkap Herman Deru.

    Yang tidak kalah penting saat ini dilakukan Pemkot Palembang lanjut Herman Deru adalah antisipasi terjadi bencana banjir dampak dari tingginya intensitas curah hujan.

    “Ini tanggung jawab kita bersama, bukan saja pemerintah, tapi masyarakat terus kita berikan literasi salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” imbuhnya.

    Tantangan lain yang dihadapi Kota Palembang saat ini adalah tingginya tuntutan masyarakat yang ingin terus dilayani dan bersifat dinamis.

    “Jika terjadi agak sedikit perbedaan dengan di daerah lain, otomatis masyarakat akan selalu membandingkan pelayanan di satu tempat dengan tempat lainnya,” tambahnya.

    Dalam memenuhi pelayanan yang dinamis bagi masyarakat, lanjut Herman Deru, Pemkot diharapkan dapat menyediakan public space (ruang publik) yaitu jalur bagi pesepeda, dan layanan internet.

    “Kita terkadang mengabaikan layanan tertentu, padahal bisa saja layanan di bidang lainnya baik, namun karena satu layanan kurang baik ini menimbulkan permasalahan. Karenanya kedepankan pelayanan yang prima bagi masyarakat,” tandas Herman Deru.

    Walikota Palembang Ratu Dewa mengungkapkan rasa senang bisa bersilaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang.

    “Dalam safari Ramadhan ini lanjut Ratu Dewa pihaknya sengaja mengundang para maspuroh (alim ulama), tokoh agama, tokoh masyarakat dan Forkopimda Palembang,” ucap Wako Ratu Dewa.

    Dia menambahkan berdasarkan data pada tahun 2023 jumlah penduduk Palembang berada di angka 1,7 juta jiwa. Selanjutnya pada tahun 2024 di angka 1,8 juta jiwa.

    “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota Palembang sebesar 82,3%. Terima kasih atas dukungan pak Gubernur dan Wakil Gubernur kepada pemerintah kota Palembang,” tuturnya.

    Ratu Dewa juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang telah banyak membantu Pemkot Palembang diantaranya mobil angkutan sampah sebanyak 15 unit serta mushaf Al Quran sebanyak 1000 buah dalam rangka memberantas buta aksara Alquran di kota Palembang.

    “Di bawah kepemimpinan HDCU Bantuan Gubernur ke Pemkot Palembang akan diberikan lebih banyak lagi,” harapnya.

    Dalam kesempatan itu pula, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, dan Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Ratu Dewa dan para Ketua Organisasi Wanita menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kaum dhuafa dan anak-anak panti asuhan.

  • Gubernur Herman Deru Gelar Rapat Bersama Direksi PT. HK dan Kepala BBPJN Sumsel Dorong Percepatan Penyelesaian Pembangunan Tol Palembang-Betung

    Gubernur Herman Deru Gelar Rapat Bersama Direksi PT. HK dan Kepala BBPJN Sumsel Dorong Percepatan Penyelesaian Pembangunan Tol Palembang-Betung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memimpin rapat koordinasi dengan Direksi PT. Hutama Karya (HK) dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel beserta jajaran di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (13/3/2025).

    Selain membahas progres pengerjaan Tol Palembang-Betung dan Jembatan Musi V, rapat tersebut juga membahas rencana fungsional Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 pada ruas jalan Palembang- Pangkalan Balai.

    Herman Deru mengatakan sangat senang karena dari hasil rapat tersebut terinfo jika proyek-proyek tersebut tidak mandek. Seperti halnya pengerjaan proyek jalan Tol Palembang-Betung yang bergeser waktu penyelesaiannya dikarenakan transisi dari PT. Waskita Sriwijaya Tol ke PT. Hutama Karya.

    Menurut Herman Deru, Ia secepatnya mengundang direksi PT. Hutama Karya dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional untuk mengecek sejauh mana progres pembangunan jalan tol yang sudah sangat dinantikan warga tersebut.

    “Saya sengaja pilih topiknya Tol Palembang-Betung. belum soal Betung-Tempino dan Bayung Lencir-Jambi. Kenapa? karena waktu itu perkiraan awal ini akan selesai Oktober 2023,” ujar Herman Deru.

    Melalui pertemuan ini, Herman Deru berharap pengerjaan proyek tersebut dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Khususnya ruas tol Palembang- Pangkalan Balai yang selama ini kerap memicu kemacetan panjang.

    Terlebih menghadapi Lebaran Idul Fitri 1446 H, diharapkannya kemacetan di kawasan itu tidak semakin parah. Bahkan Ia telah menginstruksikan pihak terkait termasuk PT. Hutama Karya, dan Dishub untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

    ” Ya kalau orang dari Palembang mau ke arah sana lewat interchange yang ada di Keramasan itu lumayan jauh. Makanya disiapkan juga alternatif lain jika macet bisa lewat Danau Tanah Mas. Bisa dialihkan kesana,” ujarnya.

    Sementara itu Direktur Operasi III PT. Hutama Karya Koentjoro mengatakan, terkait progres Tol Palembang -Betung yang melewati tiga wilayah yakni Palembang, Ogan Ilir dan Banyuasin masih menunggu penerbitan Penlok. Pasalnya Penlok yang lama sudah habis masa berlakunya.

    Menurut Koentjoro dengan pendanaan yang siap dan pembebasan lahan yang tinggal sedikit lagi, tol Palembang-Betung ini ditargetkan selesai pada bulan April 2026. Termasuk Keputusan Menteri terkait operasional tol tersebut.

  • Jadwal Pengangkatan CASN 2025 Berubah, Deru: Tenang Bae Cuma Mundur Bukan Batal

    Jadwal Pengangkatan CASN 2025 Berubah, Deru: Tenang Bae Cuma Mundur Bukan Batal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan Kementerian PAN-RB tidak membatalkan pengangkatan calon aparatur sipil negara (CASN) di tahun 2025, melainkan hanya memundurkan jadwal saja.

    Deru menyebut ada beberapa kemungkinan yang membuat Kementerian PAN-RB mempertimbangkan mundurnya jadwal pengangkatan CASN tahun ini.

    “Diundur mungkin karena ada hal-hal yang harus disesuaikan. Bisa karena penyelesaian masalah administrasi, bisa juga masalah karena jika sudah dilantik kan harus dibayar gajinya,” ujar Deru pada, Sabtu (8/3/2025).

    Menurutnya, hal itu mungkin dikarenakan pola keuangan sedang diatur. Mengingat, sedang ada efisiensi.

    “Jangan sampai dilantik ketersediaan anggaran belum pas. Ini hanya penyesuaian waktu saja,” ungkapnya.

    Ia meminta para CASN yang telah lulus agar tetap tenang menunggu jadwal dan kepastian pengangkatan tersebut.

    “Tenang bae, ini bukan dibatalke cuma diundur. Jadi, bedake dulu antara diundur dengan dibatalke ye. Kemarin kami dilantik bae diundur-undur, biaso bae,” ucapnya.

    Ia mengatakan meskipun beredar informasi ada yang sudah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya karena diterima sebagai CASN, harus tetap sabar dan tidak patah semangat.

    “Kalau sekedar diundur cakitu, leluhur kito dulu pakai bambu runcing melawan belando lagi dakpapo,” kata Deru. (Tia)

  • Diskon 10 Persen Tarif Tol Arus Mudik Koridor Trans Sumatera Ternyata Hanya Berlaku Hari Ini, Arus Balik ?

    Diskon 10 Persen Tarif Tol Arus Mudik Koridor Trans Sumatera Ternyata Hanya Berlaku Hari Ini, Arus Balik ?

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kementerian Pekerjaan Umum mengumumkan bahwa diskon tarif tol sebesar 10 persen untuk arus mudik di Koridor Trans Sumatera, mulai lagi ini sejak pukul 05.00WIB, Senin (23/12/2024).

    Ternyata, Diskon Arus Mudik untuk Tarif Tol tersebut hanya berlaku hari ini, dan berlaku selama 24 Jam.

    Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk membantu meringankan biaya perjalanan bagi para pemudik yang melintasi ruas tol Trans Sumatera pada periode mudik Natal dan Tahun Baru.

    “Diskon tarif tol untuk arus mudik koridor tol Trans Sumatera berlaku tanggal 23 Desember 2024 mulai pukul 05.00 WIB selama 24 jam,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya.

    Dengan adanya diskon ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berlangsung lebih lancar dan nyaman, serta membantu mengurangi beban biaya transportasi selama liburan akhir tahun.

    Dody mengatakan jika pemberian potongan tarif tol sebesar 10 persen itu untuk seluruh golongan kendaraan yang melewati arus mudik.

    “Tarif berlaku pada ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (GT Bakauheni Selatan-GT Kayu Agung Utama), ruas Kayu Agung-Palembang (Kayu Agung Utama-Kramasan), dan ruas Tol Pekanbaru-Dumai,” katanya.

    Sementara itu, untuk arus balik pemberlakuan potongan tarif juga sama, yakni sebesar 10 persen yang berlaku pada tanggal 28 Desember 2024 dan 3 Januari 2025 selama 24 jam sejak pukul 05.00 WIB.

    “Tentunya ini sebagai upaya mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik pada masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Oleh karena itu, kami bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan beragam persiapan di antaranya pemberlakukan diskon tarif tol pada beberapa ruas tol yang dilalui pemudik menuju kampung halaman,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, hal ini guna memaksimalkan distribusi lalu lintas dan menghindari penumpukan kendaraan pada tanggal tertentu yang diprediksi menjadi arus puncak mudik maupun balik.

    “Kami sangat mengapresiasi kepada BUJT yang telah memberlakukan diskon tarif tol pada masa Nataru. Pada intinya selalu prioritaskan rakyat dan tetap jaga kualitas layanan jalan tol,” ucapnya.

    Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada para pengendara yang melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman agar menyiapkan saldo uang elektronik (e-Toll) yang cukup sesuai tujuan perjalanan guna menghindari terjadinya antrean di gerbang tol akibat kekurangan saldo dan pengisian saldo.

    “Serta melakukan pengecekan kendaraan sebelum memulai perjalanan agar kendaraan yang digunakan selalu dalam keadaan prima dan tetap mematuhi aturan berkendara dan rambu lalu lintas selama di perjalanan,” tegas dia. (Tia)

  • Pemprov Sumsel Pastikan Tidak Ada Lonjakan Harga Pangan Jelang Nataru

    Pemprov Sumsel Pastikan Tidak Ada Lonjakan Harga Pangan Jelang Nataru

    SURAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mekastikan tidak ada lonjakan harga kebutuhan pangan jelang hari raya natal dan tahun baru 2025, sebab ketersediaan di Sumsel masih cukup.

    “Saat kita cek sudah cukup. Insya Allah tidak ada kekhawatiran untuk gejolak harga,” ujar Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi, Rabu (18/12/2024).

    Elen mengatakan beberapa komoditas seperti bawang merah dan bawang putih menjelang nataru produksinya agak kurang.

    “Lonjakan harga memang sempat terjadi pada komoditas daging ayam, akan tetapi perkembangannya masih fluktuatif dan relatif berada di tingkat yang wajar,” katanya.

    Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan langkah guna menjaga stabilitas harga, seperti kembali mengadakan gerakan pasar murah yang akan dilaksanakan rutin setiap hari menjelang Nataru sampai dengan awal Januari 2025 mendatang.

    “Jadi pasar murah ini utamanya menyediakan komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti telur harganya hanya Rp22.000 per kg, sedangkan di pasar Rp28.000 kg. Selain itu akan ada kebutuhan lainnya seperti minyak goreng, dan beras,” imbuhnya.

    Diektahui, perkembangan harga kebutuhan pangan di Pasar Tradisional Lemabang Palembang per hari ini, Rabu (18/12/2024) meliputi beras0 medium Rp13.000 per Kg, beras premium Rp15.000 per Kg, gula curah Rp17.000 per Kg, gula premium Rp18.000 per Kg, minyak goreng curah Rp19.500 per liter dan minyak goreng premium Rp19.000 per liter. P

    Kemudian daging ayam ras Rp34.000 per Kg, telur ayam Rp28.500 per Kg, bawang merah Rp40.000 per Kg, bawang putih Rp45.000 per Kg, serta aneka cabai mulai di Rp36.000 sampai Rp50.000 per Kg.

    Ia mengungkapkan jika pasar murah itu juga akan diadakan di beberapa kabupaten kota seperti Ogan Komering Ilir, Muara Enim dan juga Kota Lubuk Linggau.

    “Empat kabupaten sudah siap mengadakan juga gerakan pasar murah, dan untuk kabupaten lain yang juga akan mengadakan pasar murah tentu kita siap untuk memenuhinya,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan dalam upaya menjaga stok komoditas volatile food yaitu bawang merah, Pemprov Sumsel juga telah melakukan kerjasama antar daerah (KAD) dengan Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.

    “Ada dua model kerjasama yang kita jalin dengan mereka, kerja sama pembelian dan kerjasama penanaman atau semacam studi tiru. Mereka akan memberikan beberapa tips untuk pendampingan dan pengembangan penanaman bawang merah, dan nanti kita coba di tipikal daerah yang sama dengan Enrekang seperti di Lahat, PALI dan Empat Lawang,” jelas dia. (Tia)

  • Pemprov Sumsel Luncurkan Program Insentif Fiskal, Beri Pengurangan Tarif PBB KB 5 persen

    Pemprov Sumsel Luncurkan Program Insentif Fiskal, Beri Pengurangan Tarif PBB KB 5 persen

    SUARAPUBLIK.ID PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) meluncurkan program insentif fiskal berupa pengurangan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB KB) yang sebelumnya 7,5 persen menjadi 5 persen.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Selasatan mengatakan jika program itu sebagai upaya untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan mendukung stabilitas keuangan daerah.

    “Program ini berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 26 Tahun 2024, yang memberikan insentif fiskal dengan mengurangi tarif PBB KB dari 7,5 persen menjadi 5 persen. Tentu ini untuk membantu meringankan beban perekonomian masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keuangan daerah,” ujar Rizwan, Senin (16/12/2024).

    Ia menjelaskan pengurangan tarif tersebut berlaku untuk objek pajak yang meliputi penyerahan bahan bakar kendaraan bermotor, alat berat, serta bahan bakar untuk kendaraan di atas air.

    “Insentif fiskal ini ditujukan kepada wajib pajak yang meliputi Badan Usaha Niaga Migas, baik BUMN maupun swasta, yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Program ini berlaku mulai 1 Desember hingga 31 Desember 2024,” jelasnya.

    Ia mengungkapkan program Insentif Fiskal PKB dan BBN KB yang telah dilaksanakan sejak 19 Agustus 2024 hingga 14 Desember 2024 menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

    “Pemprov Sumsel memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat dan pihak-pihak yang telah berpartisipasi dan membantu kelancaran pelaksanaan program ini.

    Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan juga dapat menciptakan lapangan usaha yang lebih luas dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.

    “Kami berharap ini bisa memberikan stimulus fiskal yang diperlukan untuk mendukung kemudahan berinvestasi dan meningkatkan daya saing dunia usaha di Sumsel,” ucap dia. (Tia)

  • Serahkan DIPA dan TKD Anggaran 2025, Pj Gubernur  Elen Setiadi Dorong  Bupati/Walikota Segera Realisasikan  Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat

    Serahkan DIPA dan TKD Anggaran 2025, Pj Gubernur  Elen Setiadi Dorong  Bupati/Walikota Segera Realisasikan  Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi,S.H., M.S.E menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 bertempat di Griya Agung Palembang, Kamis (12/12/2024).

    “Hari ini kita sudah menyaksikan penyerahan DIPA baik terhadap Provinsi dan Kabupaten/Kota, Alhamdulilah tahun ini menaik sekitar 1,7 triliun dan penyerahan DIPA KL instansi,” katanya.

    Elen berharap di awal bulan Januari 2025, pelaksanaan anggaran yang bersumber dari APBN melalui transfer ke daerah (TKD) bisa dilaksanakan. Seperti yang diharapkan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel Rahmadi Murwanto untuk bisa langsung dijalankan program  dana desa.

    “Kita sudah beri himbauan Bupati/Walikota segera di 1 Januari penggunaan dana desa bisa dijalankan sehingga itu mendorong di masyarakat desa dan itu bisa membantu perekonomian kita dengan baik,” imbuhnya.

    Lebih lanjut Elen mengingatkan kepada  Bupati/Walikota dan kepala Instansi vertikal di Sumsel maupun secara nasional masih banyak tantangan ke depan, karena itu perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan global yang berpengaruh terhadap APBN termasuk APBD.

    “Bupati/Walikota saya mengajak untuk berpikir kreatif bagaimana menciptakan kemandirian fiskal, ketergantungan kepada TKD semakin berkurang dengan semakin meningkatkan PAD-nya. Catatan Kemendagri Sumsel ini ada papan tengah, artinya porsi TKD-nya dengan porsi PAD-nya berimbang. Walaupun lebih sedikitnya banyak TKDnya,” tambahnya.

    L

    Elen juga mengharapkan  kedepan PAD yang lebih banyak. Kalau PAD-nya lebih, dirinya yakin ketergantungan terhadap situasi global tidak akan banyak terpengaruh, sehingga lebih banyak program yang akan dijalankan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Arahan Presiden Prabowo Subianto  dan Menteri Keuangan adalah pastikan setiap rupiah yang melalui APBN dan APBD itu memberikan dampak kepada masyarakat. Artinya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

    Kepala BPKP Sumsel secara khusus diharapkannya dapat memberikan  pendampingan bagi para satuan kerja di Sumsel guna memastikan program yang dijalankan berdampak kepada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.

    “Kedepan kita harus memikirkan beberapa hal strategis misalnya ketahanan pangan, energi dan hilirisasi dan ini penting bagi kita karena ini salah satu karakteristik dan sumber dari ekonomi kita,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Rahmadi Nurwanto mengungkapkan DIPA menjadi pijakan bagi akselerasi target pembangunan yang lebih baik pada tahun 2025 dan juga 5 tahun kedepan. Selain itu, daftar alokasi TKD diarahkan dapat mendorong belanja daerah yang efisien, efektif dan mendukung akselerasi kebijakan pemerintah dan daerah.

    “Kita harus mendukung pengembangan biaya yang inovatif dengan target pendapatan daerah yang naik dengan cara optimalisasi pajak bea cukai dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan menjaga iklim investasi,” ujarnya.

    Diungkapnya, APBN 2025 disusun untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif berkelanjutan. Ekonomi Sumsel tumbuh solid dengan kualitas perpajakan yang baik, inflasi Sumsel terkendali dibawah nasional tingkat pengangguran dan kemiskinan menunjukan tren penurunan,” jelasnya.

    Menurutnya, saat ini telah dilakukan digitalisasi pengesahan DIPA 2025. Salah satu pencapaian utama dalam proses ini adalah berhasilnya penerapan penandatanganan DIPA secara elektronik, yang secara signifikan menyederhanakan proses pengesahan dari semula 12 tahap menjadi hanya 4 tahap.

    Ia berharap penyelesaian DIPA dan daftar alokasi TKD untuk tahun 2025 dapat dilakukan sesegera mungkin.

    “Kami mengharapkan agar DIPA Pemda dan daftar alokasi transfer ke daerah tahun 2025 dapat segera  dilaksanakan pada awal tahun, masyarakat dan perekonomian dapat langsung merasakan manfaatnya secara maksimal,” pungkasnya.

    Adapun alokasi APBN di wilayah Sumsel tahun 2025 sebesar Rp. 49,51 Triliun. Total alokasi transfer ke daerah (TKD) meningkat 5,42 persen, yang terbagi atas dana bagi hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, DAK non fisik, dan Dana Desa.

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut para Kepala Instansi Vertikal, Para Bupati/Kota Se-Sumsel dan tamu undangan penting lainnya.

  • Tolak UMSP 2025, Dewan Pengupahan Akan Lakukan Aksi Demo Besar-Besaran

    Tolak UMSP 2025, Dewan Pengupahan Akan Lakukan Aksi Demo Besar-Besaran

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dewan pengupahan Sumatera Selatan mewakili serikat buruh menyebut pihaknya menolak terkait penetapan upah minimum sektoral provinsi (UMSP) tahun 2025 yang resmi diumumkan oleh Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi pada, Rabu (11/12/2024).

    Penolakan dilakukan dikarenakan adanya perubahan penetapan UMSP Sumsel tanpa adanya kesepakatan dengan pihak mereka.

    Sebelumnya, dalam pembahasan itu Dewan Pengupahan merekomendasikan 9 sektor dari 21 sektor. Akan tetapi, yang ditetapkan hanya 3 sektor saja.

    “Kami yang juga mewakili serikat buruh menolak keras penetapan itu, karena kami merekomendasikan 9 sektor dari 21 sektor yang ada. Tetapi kenapa hanya 3 yang disahkan, dan tadi kami tidak diajak membahas terkait perubahan ini,” ujar Anggota Dewan Pengupahan Cecep Wahyudin saat dibincangi langsung usai penetapan UMP di Golden Sriwijaya, Rabu (11/12/2024).

    Menurutnya, keputusan itu menunjukkan inkonsistensi pemerintah. Ia juga mempertanyakan alasan Pj Gubernur Sumsel memgapa hanya menetapkan 3 sektor tersebut.

    “Tadi disebutkan kesepakatan, tapi kesepakatan yang mana. Jadi keputusan yang disampaikan Pj Gubernur Sumsel tidak sesuai dengan yang diputuskan Dewan Pengupahan,” katanya.

    Selain itu, menyentil besaran kenaikan UMSP yang hanya mencapai Rp 50 ribu, hal itu dianggap jauh dari rekomendasi awal.

    “Ini tidak relevan dengan kebutuhan hidup layak para pekerja, ditambah lagi kami tidak diajak berdiskusi dan penetapan ini hanya sepihak,” ucapnya.

    Ia mengungkapkan jika pihaknya akan melakukan aksi demo besar-besaran di kantor Gubernur Sumsel jika keputusan tersebut tidak dicabut.

    “Dalam waktu dekat langkah kami meminta gubernur untuk mencabut apa yang disampaikan tadi, kalau tidak kami akan melakukan demo besar-besaran. Walaupun kami belum melihat SK secara langsung,” ungkap dia.

    Diketahui, 9 sektor yang direkomedasikan naik sebelumnya yaitu sebagai berikut:

    1. Pertanian, kehutanan, dan perikanan: Rp 3.843.252

    2. Pertambangan dan penggalian: Rp 3.890.864

    3. Industri pengolahan: 3.841.548

    4. Pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin: Rp 3.869.160

    5. Konstruksi: Rp 3.856.275

    6. Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor: 3.837.867

    7. Pengangkutan dan pergudangan: Rp 3.872.456

    8. Informasi dan komunikasi: Rp 3.832.344

    9. Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjangan usaha lainnya: Rp 3.804.733. (Tia)

  • Bakal Ada Kenaikan, UMP Sumsel Tahun 2025 Akan Diumumkan Selasa

    Bakal Ada Kenaikan, UMP Sumsel Tahun 2025 Akan Diumumkan Selasa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumatera selatan menyebut akan mengumumkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumsel tahun 2025 akan diumumkan pada Selasa 10 Desember 2025.

    “UMP Sumsel akan diumumkan selasa besok di Golden Sriwijaya Building yang ada di Jalan Gub H Bastari Jakabaring sesuai arahan pusat yang harus diumumkan sebelum tanggal 11 Desember 2024,” ujar Kepala Disnakertrans Sumsel, Deliar Marzoeki, Senin (9/12/2024).

    Deliar menjelaskan sesuai hasil rapat dengan dewan pengupahan Provinsi Sumsel jika UMP di wilayah itu telah ditetapkan dan disepakati naik 6,5 persen, sama seperti di pusat.

    “UMP Sumsel naik 6,5 persen, sama seperti pusat. Jadi untuk di Sumsel UMP naik kisaran Rp 200 ribuan

    Ia mengatakan meskipun nantinya ada yang keberatan terkait kenaikan UMP tersebut, maka hal itu tetap dijalankan sesuai yang telah ditetapkan.

    “Jika nantinya ada yang tidak sepakat terkait hal itu, maka akan tetap dijalankan karena sesuai arahan pusat upah minimun 6,5 persen. Begitu juga untuk upah sektoral diimbau naik, karena upah minimum naik 6,5 persen. Untuk lebih rincinya besok saja ya, saat pengumuman UMP Sumsel tahun 2025,” jelasnya.

    Dalam hal ini, Sekda Provinsi Sumsel Edward Candra mengungkapkan jika memang benar UMP Sumsel tahun 2025 akan naik 6,5 persen.

    “Setelah itu nanti akan ada penetapan UMK, dan Upah Sektoral. Nah untuk itu kami mengimbau untuk UMK dan Upah Sektoral tidak dibawah UMP,” ungkap Edward.

    Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) mengatakan nilai kenaikan itu diterima karena sudah menjadi keputusan bersama dewan pengupahan.

    “Tentu kami apresiasi terkait kebijakan yang ditetapkan Presiden itu. Nanti, setelah UMP diumumkan akan dilanjutkan membahas upah minimum sektoral. Upah ini kembali diberlakukan sesuai dengan keputusan MK yang telah dikeluarkan,” katanya.

    Sedangkan Koordinator Wilayah (Korwil) Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel Talbi Munandar memgungkapkan kenaikan upah telah diputuskan dalam rapat pleno Dewan Pengupahan Sumsel sebesar 6,5 persen.

    “Kenaikan itu sesuai dengan Permenaker 16/2024 yang mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi daerah dan indeks tertentu. Kita menghormati keputusan tersebut dan mengikuti aturan yang ada,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, jika UMP Sumsel naik 6,5 persen artinya naik Rp 224.697. Karena sebelumnya UMP Sumsel tahun 2024 Rp 3.456.874, maka jika naik Rp 224.697 UMP Sumsel 2025 nanti menjadi Rp 3.681.571.

    Sementara untuk upah minimum kabupaten/kota (UMK), jika naik 6,5 persen maka akan bertambah Rp 239.043,415. Sebab sebelumnya UMK Palembang 2024 Rp 3.677.591 maka menjadi Rp 3.916.634. (Tia)

  • Mendagri Umumkan Nilai Evaluasi, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi  Terbaik Kedua se-Indonesia

    Mendagri Umumkan Nilai Evaluasi, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi  Terbaik Kedua se-Indonesia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Enam bulan memimpin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Elen Setiadi SH. M.S.E mendapat evaluasi terbaik kedua se- Indonesia. Pengumuman 10 nama-nama Pj Gubernur  tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  Muhammad Tito Karnavian saat memberikan Pengarahan pada semua Pj KDH secara virtual, Rabu (4/12/2024) pagi.

    “Setelah kita evaluasi,  Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi menjadi salah satu penjabat gubernur kepala daerah terbaik,” ujar Mendagri Muhammad Tito Karnavian.

    Dari data yang ditampilkan, terdapat lima kepala daerah yang termasuk dalam kategori atau predikat baik. Di antaranya terbaik I Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh dengan nilai 85 (baik), terbaik II  Pj Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi dengan nilai 84 (baik), terbaik III Pj Gubernur Sumatera Utara  Agus Fatoni  dengan 83 (baik) di urutan ke IV ada Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik  dengan nilai 81,60 (baik) dan terbaik V Pj Gubernur Papua Selatan Rudy Sufahriadi dengan nilai 80,68 (baik)

    Lima kepala daerah tersebut dengan nilai 80 keatas masuk dalam kategori atau predikat baik. Sedangkan urutan ke enam sampai urutan 23 masuk kategori cukup dengan range nilai 79-74.

    Sebelumnya saat evaluasi saat melakukan kegiatan Evaluasi Kinerja Penjabat Gubernur Sumsel, di Gedung Inspektorat (Irjen) Kementerian Dalam Negeri, Rabu (25/09/2024),  Elen mengungkapkan bahwa evaluator memberikan catatan positif atas kinerjanya menjadi Pj Gubernur Sumsel sejak akhir Juni 2024.

    Bahkan menurut Elen, paparan 10 indikatornya juga mendapatkan kesan positif dari evaluator atau penilai.

    “Alhamdulillah para evaluator memberikan catatan positif dan apresiasi, tinggal kita sampaikan beberapa data yang masih diperlukan mereka tetapi beberapa teknikal sudah kita lakukan dan mereka apresiasi kemajuan yang ada di Sumsel,” ujarnya.

    Selain lima Kepala Daerah yang mendapatkan predikat baik, dalam pengarahan tersebut juga disebutkan  lima Pj Gubernur dengan predikat CUKUP di antaranya, yaitu di urutan ke VI Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dengan nilai 79,69 (cukup), urutan  VII Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dengan nilai 79,09 (cukup), urutan VIII Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono  dengan nilai 78,25 (cukup). Sementara urutan IX Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat Hassanuddin  dengan nilai 78,25 (cukup) dan posisi ke X Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dengan nilai 77,81 dengan kategori cukup.

  • Pj Gubernur Sumsel Harap Oplah Bantu Kurangi Karhutla

    Pj Gubernur Sumsel Harap Oplah Bantu Kurangi Karhutla

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Program optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah yang digadang oleh Presiden RI selain untuk membantu swasembada pangan, faktanya dapat membantu mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).

    “Sumsel terpilih sebagai salah satu provinsi untuk optimalisasi lahan dan cetak sawah. Di tempat kita ini lahan rawa berlimpah, dengan memanfaatkan lahan tersebut untuk pertanian diharapkan produktivitasnya meningkat dan dapat mencegah terjadinya karhutla,” ujar Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi, Rabu (4/12/2024).

    Elen mengatakan pemanfaatan sawah rawa sebagai lahan pertanian sangatlah penting terutama ketika musim kemarau datang.

    “Lahan-lahan yang kritis atau tidak produktif sering menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana karhutla,” katanya.

    Ia mengungkapkan Pemprov Sumsel memang memiliki target untuk mengembangkan lahan rawa menjadi sawah, mengingat potensi lahan yang dimiliki sangat besar.

    “Memang pengembangan itu belum sepenuhnya terealisasi karena margin keuntungan yang terlalu tipis. Program ini kalau tidak dibantu, petani kita tidak akan mengerjakannya. Dan jika tidak dikerjakan maka tidak ada pekerjaan lain,” ungkapnya.

    Diketahui, Sumsel berada di urutan kelima terbesar dalam hal produksi padi nasional setiap tahunnya. Namun, keempat provinsi dengan produksi padi tertinggi lainnya, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, menunjukkan adanya penurunan pada potensi lahannya.

    Oleh sebab itu, pihaknya sangat berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas lahan serta produksi padi di wilayah Sumsel.

    “Ini adalah perhatian utama kami, karena produksi padi sangat penting. Kami tahu persis bahwa produksi berbasis mineral akan habis pada waktunya, tetapi produksi berbasis pertanian akan terus berkembang jika dikelola dengan baik,” ucap dia. (Tia)

  • Kolaborasi TNI-Polri & Masyarakat jadi Kunci Pilkada Serentak 2024 di Sumsel Dqamai

    Kolaborasi TNI-Polri & Masyarakat jadi Kunci Pilkada Serentak 2024 di Sumsel Dqamai

    SUARAPUBLIK. iD, PALEMBANG, -Pilkada Serentak 2024 di Sumatera Selatan pada Rabu 27 November berjalan aman dan lancar tanpa hambatan apa pun. Keberhasilan itu tidak terlepas dari soliditas antara TNI- Polri, dan masyarakat.

    Sejumlah pihak mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga tokoh agama di Sumsel, memberikan apresiasi atas keberhasilan, keamanan dan kelancaran Pilkada Serentak 2024 ini.

    Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja menilai keberhasilan ini sebagai contoh yang harus ditiru.

    “Kerja keras TNI-Polri dalam menjaga keamanan pilkada patut menjadi contoh nasional,” kata dia, Jum’at (29/11/2024).

    Hal yang sama disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang Assoc. Prof. Dr. Firman Freaddy Busroh memuji pendekatan humanis yang diterapkan aparat keamanan.

    “Pendekatan ini menciptakan suasana yang kondusif dan menunjukkan bahwa demokrasi dapat berjalan tertib serta damai,” ungkap Firman.

    Selain itu, tokoh agama Islam Palembang K.H. Mal An Abdullah mengatakan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi contoh ideal untuk menjaga kualitas demokrasi.

    “Demokrasi yang sehat membutuhkan kontribusi semua pihak demi pembangunan yang lebih baik,” kata Mal.

    Pilkada Serentak 2024 di Sumsel tidak hanya berlangsung aman, tetapi diprediksi mendapatkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat, dengan tingkat pemilih mencapai lebih dari 80 persen.

    Hal itu menjadi bukti antusiasme masyarakat terhadap demokrasi yang damai dan bermartabat.

    Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat menjaga keamanan dan kelancaran proses pilkada.

    “Kami optimistis partisipasi pemilih kali ini mencapai lebih dari 80 persen, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyukseskan demokrasi,” kata Andika.

    Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian Djajadi menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama erat antara semua pihak.

    “Kuncinya adalah komunikasi yang efektif dan sinergi yang harmonis antara TNI, Polri, penyelenggara pemilu, serta masyarakat,” ungkap Irjen Andi Rian.

    Kasubbid PID Bidang Humas Polda Sumsel AKBP Suparlan menyatakan bahwa proses pencoblosan berlangsung tanpa hambatan berarti.

    Dia menegaskan pelaksanaan pilkada di seluruh wilayah Sumsel berjalan aman dan lancar.

    “Ini berkat sinergi antara penyelenggara pemilu, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak,” tutur AKBP Suparlan.

    Komisioner KPU Divisi Teknis Handoko menjelaskan bahwa rekapitulasi hasil pemilu berlangsung sesuai dengan peraturan KPU Nomor 18 Tahun 2024.

    Meski hitung cepat sudah tersedia, dia mengingatkan bahwa keputusan resmi tetap berada di tangan KPU.

    Di Kota Pagar Alam, Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di satu TPS akibat kesalahan teknis.

    “Proses ini tengah ditindaklanjuti untuk memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan profesional dan transparan,” kata Handoko.(RILI$)

  • Pj Gubernur Elen Setiadi dan Kajati Sumsel Tandatangani  Kesepakatan Bersama Penanganan Masalah Hukum Perdata dan TUN 

    Pj Gubernur Elen Setiadi dan Kajati Sumsel Tandatangani  Kesepakatan Bersama Penanganan Masalah Hukum Perdata dan TUN 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumsel menjalin kesepakatan bersama tentang penanganan permasalahan hukum bidang perdata dan Tata Usaha Negara (TUN), ditandai dengan penandatangan kesepakatan bersama oleh Penjabat (Pj) Gubernur Elen Setiadi, S.H., M.S.E bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel Dr. Yulianto, S.H., M.H. bertempat di Griya Agung Palembang, Selasa (26/11/2024).

    Penandatanganan kesepakatan bersama dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Drs. H. Edward Chandra, M.H, Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sumsel Rachmad Vidianto,S.H., M.H., Asisten Bidang Intelijen Kejati Sumsel  Bambang Panca Wahyudi Hariadi S.H., M.H, dan Asisten Bidang Tindak Pidana Militer Kejati Sumsel Kol.CHK. Askari, S.H., M.H..

    Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama tentang penanganan permasalahan hukum bidang perdata dan tata usaha negara antara Pemprov Sumsel dan Kejati Provinsi Sumsel, merupakan wujud nyata komitmen Kejati Sumsel dalam mengimplementasikan asas keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan.

    “Alhamdulillah tiga fungsi ini sudah Bapak Kajati dan tim tunjukan, kita ketahui bersama bahwa dengan adanya penindakan, dengan adanya penanganan kita tahu persis aset ini sebenarnya punya siapa, tadi juga Bapak sudah sampaikan aspek keadilan tidak hanya dirasakan oleh kita tetapi juga dirasakan oleh masyarakat, Pemprov Sumsel mengapresiasi bahwa Kejaksaan tinggi Sumsel sudah bisa mengembalikan kerugian negara mencapai satu triliun lebih ya Pak ini luar biasa untuk daerah Sumatera Selatan itu artinya Pak kajati Bapak sudah menyelamatkan 10 persen  dari APBD Sumatera Selatan,” ungkapnya.

    Elen menuturkan beberapa keberhasilan Kejati Provinsi Sumsel dalam mendukung Pemprov Sumsel menjadi poin penting untuk terus melanjutkan kerjasama, yang dikukuhkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama.

    “Seperti yang Bapak Kajati sampaikan menyangkut aspek transparan, akuntabel dan tertib administrasi, kami rasa kami masih mempunyai banyak hak kami yang masih dikuasai oleh pihak lain, dan Insyaallah Pak kami akan tambah SKK ini sehingga nantinya seluruh hak-hak kepemilikan yang seharusnya dimiliki oleh Pemprov dan dipergunakan untuk menunjang tugas-tugas Pemprov dan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat segera bisa kita tingkatkan,” tuturnya.

    Elen menyebut Pemerintah Provinsi Sumsel selama periode 2022- 2024 telah menyerahkan 8 Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk penyelamatan Aset Pemerintah Provinsi Sumsel,  dan Kejaksaan Tinggi  Sumsel  telah berhasil menyelamatkan berbagai aset berharga milik Pemprov Sumsel dengan total nilai mencapai Rp 284,2 miliar.

    Menurutnya, Keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi pengamanan aset daerah, tetapi juga mencerminkan komitmen luar biasa dari Kejaksaan Tinggi Sumsel  dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

    “Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras tersebut, kami dengan bangga memberikan penghargaan “Sumsel Justice” kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Penghargaan ini kami berikan sebagai simbol penghormatan atas kontribusi nyata Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam mendampingi dan melindungi kepentingan hukum Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumsel, penghargaan ini bentuk pengakuan bahwa keberadaan Kejaksaan sebagai mitra strategis telah memberikan dampak signifikan, baik dalam penyelamatan aset, penyelesaian masalah hukum, maupun dalam mendukung visi kita untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” tandasnya.

    Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Dr. Yulianto, S.H., M.H. mengatakan, penandatanganan kesepakatan bersama Pemprov Sumsel dan Kejati merupakan sebuah langkah penting yang bertujuan untuk memperkuat Sinergi dan kolaborasi antara lembaga, dalam upaya penegakan hukum yang lebih baik serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Sumatera Selatan.

    “Sebagai lembaga yang memiliki peran vital dalam penegakan hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kebijakan dan dan program pemerintah Provinsi Sumatera Selatan baik di bidang hukum, pencegahan korupsi, maupun dalam penyelesaian sengketa hukum, yang berkaitan dengan kepentingan publik dengan adanya MOU  ini diharapkan tercipta sebuah mekanisme kerja yang lebih efektif, terintegrasi dan transparan antara kedua pihak,” imbuhnya.

    Kajati mengungkapkan, kerjasama ini tidak hanya akan mempercepat penyelesaian masalah hukum yang ada, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.

    “Saya yakin dengan adanya kolaborasi yang baik antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dengan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kita akan lebih mampu menghadapi tantangan, serta menegakkan kewibawaan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Sumatera Selatan, saya juga berharap melalui kolaborasi ini kita dapat menciptakan sistem yang lebih efisien, lebih transparan, dan lebih terintegrasi sehingga manfaat dari kerjasama yang sinergis dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Sumatera Selatan,” tandasnya.

    Usai penandatangan bersama kesepakatan bersama tentang penanganan permasalahan hukum bidang perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) dilakukan pemberian penghargaan dan penyematan pin Sumsel Justice oleh Pj Gubernur Sumsel kepada Kajati Sumsel, Dr. Yulianto, S.H., M.H dan ditutup dengan tukar menukar cinderamata.

  • Aset Yayasan Batang Hari Sembilan Diserahkan Kejati Sumsel Kepada Pemprov Sumsel

    Aset Yayasan Batang Hari Sembilan Diserahkan Kejati Sumsel Kepada Pemprov Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel menyerahkan Aset berupa tanah dan rumah mewah dengan luas 2800 meter/segi, dengan nilai Rp 17 miliar, yang berada dijalan Mayor Ruslan kota Palembang samping SMKN 6 Palembang yang sebelumnya dikelola oleh Yayasan Batang Hari Sembilan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel, Senin (25/11/2024).

    Penyerahan aset ini sehubungan dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batang Hari Sembilan dan telah disita tim penyidik tindak pidana Khusus (Tipidsus) Kejati Sumsel.

    Kepala Kejati Sumsel Yulianto mengungkapkan jika ada 3 Aset Yayasan Batang Hari Sembilan yang disalahgunakan 2 diantaranya hari ini dititipkan lagi kepada Pemprov Sumsel pertama Aset sebidang tanah dan bangunan di Jalan Mayor Ruslan Palembang. Lalu Aset Tanah dan Asrama di Yogyakarta.

    “Sebenarnya adalagi aset yang berada di Kota Bandung, Tanah strategis 1167 Meter/Segi bernilai Rp69 Miliar. Berdasarkan laporan tim penyidik bahwa penghuni atau yang saat ini menempati lahan tersebut mau menyerahkan lahan tersebut dengan cara baik – baik,” Kata Yulianto,

    Lanjut Yulianto, 2 aset ini kita titipkan kepada Pemprov Sumsel agar bisa di dijaga dan dilakukan Maintenance supaya Aset ini tak terbengkalai dan rusak nantinya. “Silakan jika Kedua Aset ini mau dijual atau mau dimanfaatkan agar bisa menambah APBD Sumsel itupun boleh. Apalagi tujuan kedepanya untuk kesejahteraan masyarakat Sumsel,” ucapnya.

    Terkait update kasus tersebut, Kajati mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Palembang, yang memvonis para Terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, terhadap tersangka penjualan aset yang berada di Yogyakarta dengan nilai aset Rp10 Miliar.

    “Dimana dalam perkara ini tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 4 Terdakwa yang terjerat perkara dugaan korupsi penjualan aset Yayasan Batanghari Sembilan dengan tuntutan 4 – 5 tahun penjara,” terangnya.

    Sedangkan untuk aset yang ada di Jalan Mayor Ruslan, saat sedang dalam penyidikan dan dalam waktu dekat akan ada tersangka.

    “Akan kita lihat perkembangan kedepan, apakah pembeli ini merupakan Pembeli Beritikad Baik atau tidak, karena saat membeli aset tanah ini hanya membeli dengan harga Rp 1,8 miliar, sedangkan aset tanah di wilayah sini saat itu harganya mencapai Rp 11 miliar, akan kita dalami keterlibatan A ini, tentunya kita tidak ada pandang bulu ketika mengungkap suatu perkara, mau siapapun dia,” tegas Yulianto.

    Sementara itu, PJ Gubernur Sumsel berkata jika ini adalah kerja sama bagaimana kita mengamankan aset milik pemerintah Provinsi Sumsel yang sejak 73 tahun lalu tidak terurus dengan baik dan dimanfaatkan oleh pihak pihak tak berkepentingan

    “Hari ini telah kita terima 2 Aset pertama yang ada dijalan Mayor Ruslan dan kedua di Asrama Yogyakarta,” kata PJ Gubernur.

  • Buka Rakor  Satgas Saber Pungli, Pj Gubernur Elen Setiadi Perkuat Tugas dan Fungsi Saber Pungli Provinsi Sumsel

    Buka Rakor  Satgas Saber Pungli, Pj Gubernur Elen Setiadi Perkuat Tugas dan Fungsi Saber Pungli Provinsi Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel( Elen Setiadi,S.H., M.S.E berkomitmen dalam menekan  praktik Pungutan Liar (Pungli) di wilayah Sumsel karena  pungli merupakan satu penyakit sistemik yang dapat melemahkan sendi-sendi pemerintahan dan merugikan masyarakat.

    “Pungutan liar adalah masalah yang serius dan kompleks. Praktik ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menciptakan ketidakadilan dan mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan, kita perlu berkomitmen untuk menanggulangi pungli secara efektif,” kata Elen saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Saber Pungli Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang, Jumat (22/11/2024) pagi.

    Meskipun sulit untuk memberikan angka pasti mengenai total kerugian ekonomi akibat pungli, beberapa analisis menunjukkan bahwa kerugian dan loss opportunity bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya.

    “Rapat koordinasi daerah ini merupakan momentum penting dalam upaya kita bersama untuk memberantas praktik pungutan liar yang masih terjadi di berbagai sektor pelayanan publik,” imbuhnya.

    Lebih jauh Elen menambahkan beberapa agenda penting yang perlu dibahas dalam rakor ini adalah  evaluasi pelaksanaan program Saber Pungli, strategi baru dalam pencegahan dan penindakan pungli, pengawasan yang lebih efektif di tingkat daerah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaporkan kasus pungli.

    “Keberadaan satgas Saber Pungli dimaksudkan untuk memberantas praktik-praktik koruptif, bukan untuk menciptakan praktik baru yang justru bertentangan dengan tujuan awalnya,”  ungkap Elen.

    Lebih jauh Elen menekankan beberapa hal penting yang harus dilakukan yakni integritas personal, bahwa tim Saber Pungli harus memiliki integritas yang tinggi.  Kemudian menciptakan transparansi dan akuntabilitas, yaitu setiap tindakan pencegahan dan penindakan harus dilakukan secara transparan. Mekanisme pelaporan, pemeriksaan, dan pertanggungjawaban harus jelas dan dapat diakses publik.

    “Sistem pencegahan, hal ini sangat penting dalam merancang sistem birokrasi yang transparan, sederhana, dan bebas dari praktik percaloan. Semakin rumit birokrasi, semakin besar peluang terjadinya pungli,”  sambung Elen.

    Ditegaskan Elen, tim Saber Pungli Sumsel tidak boleh menjadi “Pungli Baru” dalam balutan penegakan hukum.

    “Setiap anggota harus memiliki kesadaran bahwa tugas mulia ini adalah pengabdian, bukan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi,” tegasnya

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan memberikan apresiasi yang tinggi bagi Unit Pemberantasan Pungli (UPP) yang berintegritas, serta memberikan sanksi tegas bagi yang terbukti melakukan penyimpangan.

    “Saya berharap setiap peserta rapat koordinasi dapat memberikan masukan yang konstruktif selama diskusi nanti dan berbagi pengalaman dan strategi yang telah berhasil diterapkan,” pungkas Elen.

    Kepala Inspektorat Provinsi Sumsel H Kurniawan, AP, MS.i selaku Ketua Panitia menyampaikan kegiatan rakor Satgas Saber Pungli bertujuan sebagai komitmen bersama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, mewujudkan layanan yang bersih dari korupsi bagi masyarakat dengan tema  “Optimalisasi sinergitas satgas saber pungli guna penguatan indeks perilaku anti korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik”.

    “Ada 162 orang peserta dalam  dari kabupaten/kota berasal dari kepolisian/kejaksaan/inspektorat”, terangnya.

    Dalam kesempatan itu diserahkan pula penghargaan bagi pemerintah kabupaten/kota dengan kinerja UPP terbaik, yakni kinerja UPP terbaik pertama kota Palembang,  kinerja UPP terbaik kedua kabupaten Muara Enim dan kinerja UPP  terbaik ketiga kabupaten Ogan Ilir.