Category: Pemprov Sumsel

  • Gubernur Sumsel dan Bupati OKU Timur Kompak Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Desa Nusa Jaya

    Gubernur Sumsel dan Bupati OKU Timur Kompak Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Desa Nusa Jaya

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Pemerintah Kabupaten OKU Timur turun langsung ke lokasi banjir di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III, pada Jumat (09 Januari 2025).

     

    Kehadiran pemerintah daerah ini untuk melihat kondisi warga dari dekat, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak.

     

    Peninjauan dilakukan di Posko Banjir Balai Desa Nusa Jaya Kecamatan Belitang III. Bupati OKU Timur Lanosin, mendampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, bersama Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, unsur Forkopimda Plus, dan jajaran terkait. Rombongan menyusuri permukiman warga, serta melihat langsung dampak banjir yang terjadi.

     

    Di hadapan warga, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur karena banjir tidak menimbulkan korban jiwa. Ia mengajak masyarakat untuk melihat peristiwa ini sebagai pengingat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

     

    “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini ujian sekaligus pengingat bagi kita semua,” ucapnya.

     

    Ia menekankan pentingnya menjaga saluran air agar tetap bersih. Menurutnya, mencegah banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi perlu kebiasaan bersama menjaga lingkungan.

     

    “Kalau saluran air bersih, risiko banjir bisa ditekan. Ini butuh peran semua, mulai dari desa sampai warganya,” katanya.

     

    Gubernur juga kembali mengingatkan gerakan menanam pohon yang telah berlaku di Sumatera Selatan, mulai dari momen pernikahan hingga anak masuk sekolah, sebagai langkah sederhana menjaga alam untuk jangka panjang.

     

    Dalam peninjauan tersebut, Gubernur memastikan kondisi warga dalam keadaan baik. Dampak yang terlihat, seperti jembatan yang terdampak banjir, dinilai masih bisa diperbaiki, “Yang terpenting masyarakat sehat dan tetap semangat. Soal yang rusak, akan kita perbaiki,” ujarnya.

     

    Ia meminta warga dan pemerintah daerah segera menyampaikan jika masih ada jalan, sekolah, atau layanan kesehatan yang terdampak dan belum tertangani, “Kita harus tetap waspada. Bersyukur itu bukan hanya diucapkan, tapi juga dijaga lewat tindakan,” kata Herman Deru.

     

    Pada kesempatan itu, bantuan logistik diserahkan kepada warga terdampak. Bantuan dari Gubernur Sumatera Selatan berupa 500 paket sembako, PMT balita sebanyak 164 boks, PMT ibu hamil 320 boks, obat-obatan 2 paket, serta bahan medis habis pakai 2 paket. Bantuan logistik dari Kementerian Sosial Regional Sumsel sebanyak 489 paket juga disalurkan.

     

    Bupati OKU Timur turut menyalurkan bantuan sembako sebanyak 100 paket untuk membantu kebutuhan warga.

     

    Melalui kehadiran langsung di lokasi banjir, Pemerintah Kabupaten OKU Timur ingin memastikan warganya merasa ditemani dan didengar. Dalam kondisi sulit sekalipun, pemerintah tetap ada, berjalan bersama masyarakat, dan berupaya membantu semampunya.

  • Sinergi Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel dalam Penyaluran Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana

    Sinergi Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel dalam Penyaluran Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel turut serta dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumsel Babel atas inisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan dilepas secara resmi pada Rabu, 3 Desember 2025 di Griya Agung Palembang.

    Bantuan csr Bank Sumsel Babel yang diberikan meliputi 10 ton beras dan 2.500 dus mi instan, termasuk dukungan akomodasi pengiriman hingga tiba di lokasi terdampak. Penyaluran dilakukan bekerjsama dengan Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumsel untuk memastikan bantuan menjangkau wilayah yang membutuhkan secara cepat dan tepat sasaran.

    Pps Direktur Utama Bank Sumsel Babel Festero Mohamad Papeko mengatakan bahwa dukungan ini merupakan wujud komitmen sosial Bank Sumsel Babel dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pada situasi darurat yang membutuhkan pertolongan segera.

    “Melalui program CSR ini, kami berharap tambahan bantuan ini dapat segera diterima oleh warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Sinergi antara Bank Sumsel Babel dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadi langkah nyata dalam memperkuat solidaritas lintas daerah dan membantu pemulihan awal di wilayah terdampak,” ujar Festero Mohamad Papeko.

    Bank Sumsel Babel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pendistribusian bantuan, termasuk tim logistik dan lembaga penanggulangan bencana di daerah tujuan.

    Melalui program CSR dan kerja sama dengan Pemprov Sumsel, Bank Sumsel Babel menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam aksi-aksi kemanusiaan, sekaligus memperkuat hubungan baik dengan pemerintah daerah.

  • Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan

    Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan

    SUARAPUBLIK.id, Palembang- Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Bank Sumsel Babel berlangsung meriah di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Jakabaring, Palembang. Minggu (9/11/2025).

    Rangkaian kegiatan yang digelar sepanjang hari ini diikuti oleh seluruh pegawai, jajaran direksi, dan komisaris dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kekeluargaan.

    Kemeriahan perayaan HUT ke-68 ini menjadi puncak dari berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, baik di lingkungan kantor pusat maupun cabang. Acara puncak diwarnai dengan beragam kegiatan seru, termasuk “Amazing Race” yang melibatkan partisipasi aktif para pegawai. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga mempererat kerja sama tim dan semangat sportivitas di antara insan Bank Sumsel Babel.

    Sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, acara puncak ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun terbesar yang dilakukan bersama oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Sumsel Babel. Momen ini menjadi lambang sinergi dan komitmen seluruh insan Bank Sumsel Babel untuk terus tumbuh, melayani, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

  • Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel Masa Sidang IV Tahun 2025 Dapil Sumsel 2

    Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel Masa Sidang IV Tahun 2025 Dapil Sumsel 2

    SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel II yang meliputi wilayah Kota Palembang telah melaksanakan reses masa sidang IV Tahun 2025, mulai dari tanggal 11 Oktober hingga 18 Oktober 2025.
    Reses ini menjadi momen penting bagi para wakil rakyat untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta harapan masyarakat di dapil mereka. Kegiatan reses yang berlangsung secara intensif ini diikuti oleh tujuh anggota DPRD yang mewakili Dapil Sumsel II, yaitu: Nopianto (Nasdem), M Yansuri (Golkar), Zaitun Mawardi Yahya (Gerindra), HM Anwar Syadat (PKS),Zulfikri Kadir (PDIP),Tamtama (Demokrat) Fajar Febriansyah (PAN).

    Dalam reses ini, para anggota DPRD mengunjungi berbagai titik lokasi di Kota Palembang, berdialog langsung dengan warga, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha kecil dan menengah. Beberapa isu utama yang disampaikan masyarakat antara lain terkait kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi lokal.

    Aanggota dewan melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, guru, staf dan siswa di SMK PGRI 3 Sematang Borang Palembang. Pada kesempatan ini aspirasi disampaikan Wakil Kepala SMK PGRI 3 Palembang yaitu bagaimana memperoleh KIP (kartu indonesia pinter).
    Secara bergantian anggota DPRD memberikan penjelasan. Seperti yang disampaikan Fajar Febriansyah (PAN) dan Nopianto (Nasdem) yang menjelaskan mekanismenya. Peluang kerja terutama ke luar negeri juga terungkap dalam pertemuan ini.

    Zulfikri Kadir (PDIP) a memberikan pesan moral buat para siswa. “Manfaatkan medsos dengan bijak. Manfaatkan ponsel smart untuk mengenal perkembangan dunia digital,” pesan dia.
    Selanjutnya, reses dilanjutkan di Kelurahan Sukamaju dengan berbagai golongan masyarakat mulai dari camat, lurah, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, puskesmas, posyandu dan karang taruna. Begitu juga dengan kegiatan di kelurahan Karya Mulia Kelurahan Karya Mulia. Berbagai unsur masyarakat dilibatkan dalam pertemuan ini dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.
    “Permintaan pelebaran jalan, pembuatan siring/drainase di sepanjang jalan, bantuan sarana pendukung kegiatan posyandu seperti baju seragam kader, dan berbagai aspirasi kita tampung kita akan bantu memfasilitasi,” ujar Nopianto.

    Agenda kemudian dilanjutkan di Kelurahan Sri Mulya Kelurahan Sri Mulya. Pada titik ini, anggota Dapil II DPRD Sumsel juga menyerap aspirasi dari masyarakat, mulai dari persoalan banjir, pelebaran jalan dan bantuan untuk puskesmas.

    Pada Selasa 14 Oktober 2025, anggota dewan melaksanakan reses di sekolah IT Kazanah Kebajikan Palembang yang berlokasi di Sematang Borang. Berbagai aspirasi disampaikan oleh kepala sekolah, guru, siswa dan staf. Agenda kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi SMK PGRI 2 Palembang. “Masalah yang banyak disampaikan masih seputar guru PPPK dan sarana prasarana sekolah,” ujar Hj. Zaitun.

    Ia menuturkan, banyak tenaga pendidik berharap bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, sejumlah sekolah juga mengusulkan bantuan perbaikan fasilitas belajar seperti ruang kelas, atap, dan lantai yang sudah rusak.

    Agenda reses dilanjutkan dengan pertemuan di Kelurahan Bukit Sangkal dan di Kelurahan 5 Ilir bersama tokoh masyarakat dari berbagai lapisan. Pada titik ini, anggota dewan menerima aspirasi dari masyarakat, mulai dari pengerukan drainase, pelebaran jalan, dan gaji inesntif RT yang belum cair.
    Reses kemudian dilanjutkan di Kelurahan 5 Ilir, warga mengeluhkan dua persoalan utama, banjir yang kerap melanda wilayah mereka, serta pemasangan kabel internet yang sembarangan hingga mengganggu pengguna jalan.

    Selain itu, warga juga menyoroti perbaikan jalan yang dinilai hanya tambal sulam. Mereka berharap ada pengerjaan yang lebih serius dan menyeluruh.

    Menanggapi keluhan warga, Anggota DPRD Sumsel M. Yansuri, SIP menjelaskan bahwa persoalan kabel wifi perlu ditindaklanjuti dengan mengetahui lebih dahulu siapa pemilik atau penyedia jaringan. Setelah itu, barulah bisa dicari solusi bersama antara warga, RT, dan pihak provider. Terkait banjir, Yansuri mengatakan bahwa penanganan banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari kesadaran warga menjaga lingkungan.

    Reses dilanjutkan pada Rabu, 15 Oktober 2025 reses dilaksanakan di SMA Ignatius Palembang yang terletak di Kecamatan IT III. Aspirasi bidang Pendidikan dan pengajaran pada kesempatan ini juga terserap seperti bagaimana penertiban pemakan ponsel bagi siswa selama jam belajar di kelas.
    Di hari yang sama, reses dilaksanakan di SMK Pelayaran Sinar Bahari Palembang. Reses kemudian dilanjutkan di Kelurahan 9 Ilir dan 13 Ilir Reses Kantor Lurah 9 Ilir. Di 2 kelurahan ini anggota dewan menerima aspirasi terkait insentif rt yang belum cair selam 10 bulan, perosalan banjir yang kerap melanda di wilayah tersebut.

    Kamis, 16 Oktober 2025, reses Dapil II DPRD Sumsel dilaksanakan di Akbid Myria (Perdaki Charitas) Palembang yang terletak di Kecamatan Kemuning. Aspirasi di bidang Pendidikan dan penjgajaran juga didengar di Stikes Abdurrahman Palembang pada titik selanjutnya.
    Reses kemudian dilanjutkan di Kelurahan Pipa Reja, di Kelurahan Pipa Reja anggota dewan menerima aspirasi dari masyarakat terkait pembangunan kantor KUA, perbaikan jalan, intensif RT yang belum cair, kabel wifi yang semrawut serta pengerukan drainase.
    Anggota Dewan Novianto bahwa mengenai pembangunan kantor KUA akan disampaikan ke pihak Pemkot Palembang.

    “Kami punya kewajiban untuk menyampaikan ke pemkot palembang untuk memberikan ruang pengadaan tanah untuk bangun kantor kua,” ungkap Novianto.
    “Terkait pengerukan drainase jika alat berat dapat masuk maka pengerukan akan dilakukan segera,” sambung Novianto.

    Jumat 17 Oktober 2024, aspirasi bidang Pendidikan khususnya di SMK 6 Palembang terungkap pada kegiatan reses yang digelar. Keberadaan SMK 6 Palembang dengan segala fasilitas menjadi sorotan anggota DPRD Dapil II. “Berbagai prestasi diperoleh SMK 6 ini semoga akan terus ditingkatkan,” pesan Nopianto. Reses kemudian dilanjutkan di SMA dan SMK Cipta Palembang.(ADVETORIAL)

  • 19,6 Hektare Masih Bermasalah, Sengketa Lahan Hambat Proyek Tol Palembang–Betung

    19,6 Hektare Masih Bermasalah, Sengketa Lahan Hambat Proyek Tol Palembang–Betung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Proyek pembangunan Jalan Tol Palembang – Betung yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumatra Selatan saat ini mengalami hambatan tarkait pembebasan lahan, yakni 19,6 hektare masih bermasalah.

    Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru menyampaikan bahwa kendala pembebasan lahan menjadi penyebab utama tersendatnya pengerjaan konstruksi di salah satu segmen jalan tol tersebut.

    Menurutnya, penyelesaian konstruksi jalan tol seharusnya bisa dirampungkan lebih cepat jika persoalan lahan dapat diselesaikan.

    “Oh nggak, penyelesaiannya bisa lebih cepat jika urusan lahan tidak tersendat. Ini hanya terganjal di 5 kilometer, ada klaim dari pemilik tanah yang lain di luar yang dibebaskan Waskita,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur, Kamis (7/8/2025).

    Ia menegaskan permasalahan tersebut harus segera diatasi. Sebab, jalan tol ini berperan penting dalam mendukung konektivitas antar wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta memudahkan mobilitas masyarakat dan konektivitas antar wilayah bisa segera digunakan.

    “Yang terpenting persoalan Jalan tol Palembang – Betung, agar segera bisa dimanfaatkan jalan tol itu,” tegasnya.

    Di sisi lain, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad mengatakan jika sebelumnya telah dilakukan pembayaran ganti rugi kepada 56 warga yang lahannya dipakai untuk pembangunan jalan tol dari kontraktor sebelumnya.

    “Sudah membebaskan, sudah dibayar ke 56 orang. Kemudian ada yang mengklaim lagi dari pihak keluarga tertentu, yang ini yang perlu diselesaikan di ranah hukumnya. Siapapun yang menang itu yang berhak mendapatkan ganti ruginya,” katanya.

    Untuk menghindari keterlambatan proyek, Pemprov Sumsel bersama pihak terkait mengambil dua langkah paralel agar pengerjaan proyek tersebut tetap sesuai dengan timeline.

    Pekerjaan konstruksi tetap berjalan di bawah pengawasan PT Hutama Karya, sementara sengketa lahan ditangani melalui koordinasi lintas instansi seperti Kejaksaan, Kepolisian, BPN, dan aparat desa.

    “Pendekatan ini kami tempuh agar pekerjaan tidak tertunda sembari menyelesaikan masalah hukum yang ada, sehingga bisa melanjutkan pembangunan jalan tol,” imbuhnya.

    Ia optimisme bahwa bila tidak ada hambatan tambahan, proses pembangunan jalan tol tersebut dapat rampung pada 2026.

    “Ini kan sudah ada timeline, kalau ini berlarut-larut, itu baru lewat dari tenggat waktu. Tenggat waktunya itu sebelum lebaran 2026,” ucapnya.

    Sementara itu, anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Sony Sulaksono Wibowo saat dibincangi langsung pada 31 Juli 2025 lalu mengungkapkan jika saat ini pihaknya tengah fokus pada permasalahan lahan pada pembangunan Tol Palembang – Betung.

    “Di Sumsel itu kita masih fokus pada pembangunan tol Palembang-Betung ya, saat ini sedang kita lakukan proses pembebasan lahan. Karena ya sama kasusnya seperti Kayu Agung – Palembang,” ungkapnya.

    Ia menyebut jika progres pembangunan jalan tol Palembang – Betung kurang lebih sekitar 50 persen.

    “Target penyelesaian pembangunannya kemungkinan besar baru tahun depan harapannya selesai, sekitar tahun 2026 atau awal tahun 2027 lah,” kata dia.

  • Pemprov Sumsel Survei Sungai Lematang, Kaji Alternatif Angkutan Batu Bara via Air

    Pemprov Sumsel Survei Sungai Lematang, Kaji Alternatif Angkutan Batu Bara via Air

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) tengah mengkaji kemungkinan pemanfaatan Sungai Lematang sebagai jalur transportasi batu bara.

    Upaya ini dilakukan untuk mencari alternatif angkutan yang lebih aman dan efisien, serta untuk mengurangi dampak lalu lintas angkutan batu bara di jalan umum.

    Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang mengatakan jika pihaknya akan memulai survei alur Sungai Lematang guna menilai kelayakan sungai tersebut sebagai jalur logistik.

    Survei ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi dan tantangan, termasuk faktor keamanan dan kondisi alam.

    “Kami akan lakukan survei terlebih dahulu agar bisa mengetahui kondisi alur sungai. Ini penting agar kejadian seperti insiden di Sungai Lalan tidak terulang,” ujar Cik Ujang, Rabu (6/8/2025).

    Ia menyebut izin pemanfaatan alur Sungai Lematang untuk angkutan batu bara sebenarnya telah diterbitkan sekitar lima tahun lalu. Namun, belum dimanfaatkan secara maksimal karena kondisi debit air yang tidak stabil.

    “Di musim kemarau, air cenderung surut sehingga menyulitkan tongkang untuk melintas. Sebaliknya, saat musim hujan, debit air meningkat dan bisa mendukung aktivitas pengangkutan,” imbuhnya.

    Sementara itu, jalur sungai yang sudah aktif digunakan saat ini berada di wilayah Muara Lematang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), karena memiliki akses langsung ke Sungai Musi.

    “Untuk Kabupaten Lahat dan Muara Enim masih dalam tahap kajian lebih lanjut,” tegasnya.

    Menurutnya, apabila jalur Sungai Lematang dinilai layak maka peluang kerja sama dengan investor akan dibuka untuk mendukung pengembangan jalur tersebut.

    “Ini bagian dari upaya kami untuk mengurangi beban jalan negara dan menghindari konflik sosial akibat lalu lintas truk batu bara. Saat ini, ada sekitar 30 ritase per hari yang masih menggunakan jalur darat,” ucapnya.

    Ia menuturkan kondisi Sungai Musi saat ini cukup baik dengan debit air yang memadai dan volume angkutan yang terus meningkat.

    Oleh sebab itu, Pemprov Sumsel juga tengah mengevaluasi kapasitas muara Sungai Lematang sebagai bagian dari studi kelayakan yang lebih komprehensif.

    “Kami berharap survei ini bisa memberikan gambaran utuh. Jika memungkinkan, Sungai Lematang dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk transportasi batu bara di Sumsel,” ungkap dia.

  • DPRD Prov. Sumsel sampaikan Laporan Banggar dan bersama Gubernur sepakati Raperda Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025

    DPRD Prov. Sumsel sampaikan Laporan Banggar dan bersama Gubernur sepakati Raperda Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025

    SUARAPUBLIK.ID,Palembang- Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan Gubernur menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Selatan (Prov.Sumsel) Tahun Anggaran (TA) 2025 hal ini dituangkan dalam keputusan bersama DPRD Prov.Sumsel dan Gubernur setelah mendengar Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Prov.Sumsel terhadap Raperda Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025 pada Rapat Paripurna XVIII (18) hari ini (6/8) di Ruang Rapat Paripurna Prov.Sumsel.

    Rapat Paripurna XVIII (18) dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Banggar DPRD Prov.Sumsel terhadap Raperda Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025 dipimpin oleh Ketua DPRD Prov.Sumsel Andie Dinialdie, SE, MM didampingi oleh para Wakil Ketua DPRD Prov.Sumsel; Raden Gempita, SH, H. Nopianto, S.Sos, MM, dan H.M. Ilyas Panji Alam, S.E., S.H., M.M, dihadiri oleh Gubernur Sumsel; H. Herman Deru, SH, MM, Sekretaris Daerah; Drs. H. Edward Chandra, MH, Sekretaris DPRD; H. Aprizal, S.Ag, SE, M.Si, Para Kepala Dinas serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Prov.Sumsel serta tamu undangan lainnya.

    Dalam Laporan Banggar yang diketuai oleh Andie Dinialdie, SE, MM dan dibacakan oleh Achmad Kadafi, pada intinya apa yang menjadi Laporan Banggar sesuai dengan apa yang telah di sepakati pada Perubahan KUA dan Perubahan PPAS APBD TA 2025.

    Adapun Raperda tentang Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025, dengan rincian sebagai berikut :

    1. PENDAPATAN : Rp11.129.125.002.891,00 (Sebelas Triliun Seratus Dua Puluh Sembilan Miliar Seratus Dua Puluh Lima Juta Dua Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Satu Rupiah)

    2. BELANJA : Rp11.237.619.654.098,00 (Sebelas Triliun Dua Ratus Tiga Puluh Tujuh Miliar Enam Ratus Sembilan Belas Juta Enam Ratus Lima Puluh Empat Ribu Sembilan Puluh Delapan Rupiah)

    Defisit : Rp108.494.651.207,00 (Seratus Delapan Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Enam Ratus Lima Puluh Satu Ribu Dua Ratus Tujuh Rupiah)

    3. PEMBIAYAAN
    a. Penerimaan Pembiayaan Rp108.494.651.207,00 (Seratus Delapan Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Enam Ratus Lima Puluh Satu Ribu Dua Ratus Tujuh Rupiah)

    b. Pengeluaran Pembiayaan : Rp 0,00

    Pembiayaan Netto : Rp108.494.651.207,00 (Seratus Delapan Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Enam Ratus Lima Puluh Satu Ribu Dua Ratus Tujuh Rupiah)

    SiLPA Tahun Berjalan : NIHIL

    Setelah mendengarkan Laporan Banggar, Rapat Paripurna diSkors untuk meminta persetujuan kepada peserta rapat yang hadir dan secara aklamasi para peserta Rapat Paripurna menyetujui Raperda tersebut menjadi Perda dan dilanjutkan prosesi penandatanganan keputusan bersama DPRD Prov.Sumsel dan Gubernur terhadap Raperda tentang perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025.

    Rapat Paripurna diakhiri dengan pidato Gubernur yang pada intinya menyampaikan rincian pada Raperda Perubahan APBD TA 2025 yang telah disepakati Bersama antara Eksekutif dan Legislatif dan menyampaikan Apresiasi dan terimakasih kepada pihak terkati; kepada seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Prov.Sumsel yang tergabung dalam Badan Musyawarah, Banggar dan Komisi-Komisi yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk melaksanakan pembahasan dengan mitra OPD, sehingga Perubahan APBD Prov.Sumsel TA 2025 dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.(ADV)

  • Cik Ujang: Sriwijaya Expo Jadi Refleksi Komitmen Pemprov Sumsel Gerakkan Pembangunan Ekonomi

    Cik Ujang: Sriwijaya Expo Jadi Refleksi Komitmen Pemprov Sumsel Gerakkan Pembangunan Ekonomi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pembangunan ekonomi melalui pendekatan promosi daerah. Hal ini tergambar dari suksesnya penyelenggaraan Sriwijaya Expo 2025 yang ditutup langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, pada Selasa malam (5/8/2025) di BKB Palembang.

    Selama lima hari, Sriwijaya Expo 2025 menjadi ajang integrasi antara pembangunan, sosial kemasyarakatan, dan ekonomi. Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-79 Provinsi Sumsel.

    Dalam sambutannya, Cik Ujang mengatakan bahwa expo ini merupakan persembahan pemerintah daerah untuk mendorong roda perekonomian dan mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat luas.

    “Pemerintah Provinsi tidak hanya ingin merayakan hari jadi dengan seremoni, tetapi menghadirkan sesuatu yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses promosi produk dan potensi daerah,” ujarnya.

    Cik Ujang juga menekankan pentingnya hilirisasi terhadap produk unggulan Sumsel. “Kita punya kekayaan dari sektor perkebunan, pertambangan, kelautan, dan pertanian. Jika ini diolah di dalam daerah, nilai ekonominya akan jauh lebih besar,” jelasnya.

    Penutupan Sriwijaya Expo dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada para peserta terbaik. Disperindag OKI meraih juara pertama kategori pemerintah, sedangkan Bank Indonesia meraih juara utama kategori BUMN-BUMD.

    Ajang ini juga menghadirkan sinergi berbagai organisasi daerah dan perempuan, seperti Dekranasda, KORMI, BKOW, dan DWP. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan atas visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    Menurut Cik Ujang, pembangunan Sumsel akan berhasil jika semua elemen masyarakat terlibat. Ia mengapresiasi pelibatan UMKM dan IKM dalam event ini sebagai langkah konkrit pemberdayaan ekonomi lokal.

    Pemerintah Provinsi berharap Sriwijaya Expo tidak berhenti sebagai ajang tahunan, tetapi menjadi pemicu bagi program-program pembangunan lainnya. Dengan semangat “Sumsel Maju Terus untuk Semua”, berbagai potensi daerah akan terus digali dan dioptimalkan.

    “Melalui acara seperti ini, kita dapat menjembatani kepentingan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu semangat kemajuan bersama,” tegasnya.

    Acara ditutup secara simbolis oleh Wakil Gubernur dengan menarik tuas penanda berakhirnya expo. Di hadapan ribuan pengunjung, Cik Ujang menyampaikan pesan bahwa pembangunan daerah harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

  • Transaksi Sriwijaya Expo 2025 Capai Rp2,92 Miliar, Dorong Aktivitas Ekonomi Lokal

    Transaksi Sriwijaya Expo 2025 Capai Rp2,92 Miliar, Dorong Aktivitas Ekonomi Lokal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sriwijaya Expo 2025 yang berlangsung pada 1–5 Agustus di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kota Palembang, mencatat total transaksi senilai Rp2,92 miliar.

    Data ini disampaikan oleh Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai bagian dari laporan kegiatan pameran tahunan tersebut.

    Kepala Dinas Perindustrian Sumsel, Neng Muhaibah menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif terhadap antusiasme masyarakat serta pelaku usaha dalam mendukung promosi produk lokal dan peningkatan ekonomi daerah.

    “Selama lima hari pelaksanaan, tercatat lebih dari 1.871 transaksi berhasil dilakukan oleh 111 stan, yang terdiri dari 71 stan indoor dan 40 stan outdoor,” ujar Neng, Rabu (6/8/2025).

    Neng meuturkan jika animo pelaku usaha yang ingin berpartisipasi cukup tinggi, bahkan melebihi kapasitas stan yang tersedia.

    “Saat masa pendaftaran ditutup, masih banyak calon peserta yang belum kebagian tempat,” tuturnya.

    Selain itu, ia juga menyebut jika jumlah pengunjung selama pagelaran Sriwijay Expo 2025 mencapai sekitar 25.000 orang.

    “Mereka datang dari berbagai wilayah untuk melihat langsung ragam produk dan informasi pembangunan yang ditampilkan oleh peserta dari instansi pemerintah daerah, Dekranasda, BUMN, BUMD, serta sektor swasta,” imbuhnya.

    Ia menjelaskan pada tahun ini, Sriwijaya Expo diselenggarakan bersamaan dengan Swarna Songket Nusantara, sebuah kegiatan budaya yang juga untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dengan Palembang sebagai tuan rumah.

    Menurutnya, kolaborasi dua agenda tersebut turut meningkatkan daya tarik acara dan memperluas jangkauan pengunjung.

    “Perpaduan ini menjadikan suasana expo lebih semarak, serta berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di tingkat lokal,” jelasnya.

    Ia mengatakan, selain menjadi sarana promosi produk-produk unggulan daerah, Sriwijaya Expo juga diharapkan dapat menjadi media informasi pembangunan dan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar, serta dapat memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu pusat kegiatan pameran ekonomi kreatif di tingkat nasional.

    “Pameran ini memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya, baik dalam bidang kerajinan, kuliner, maupun industri kreatif,” kata dia.

  • Pemprov Sumsel Hibahkan Gedung Eks Samsat untuk Dukung Layanan Lalu Lintas Ditlantas Polda

    Pemprov Sumsel Hibahkan Gedung Eks Samsat untuk Dukung Layanan Lalu Lintas Ditlantas Polda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) resmi menghibahkan gedung eks Samsat Palembang I seluas 4.625 meter persegi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel.

    Gedung tersebut akan difungsikan sebagai kantor baru Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel guna mendukung layanan kepolisian, khususnya dalam pengembangan sistem tilang elektronik (ETLE) dan pengaturan lalu lintas berbasis teknologi.

    Deru menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam meningkatkan kualitas layanan publik, terutama di bidang lalu lintas.

    Ia menyebutkan bahwa fasilitas gedung yang representatif akan memperkuat kinerja Ditlantas, sekaligus mendukung implementasi sistem tilang elektronik di wilayah Sumsel.

    “Kita sedang memasuki era pelayanan berbasis teknologi, dan sarana yang memadai menjadi kebutuhan utama,” ujar Deru, Selasa (5/8/2025).

    Dirinya juga menyoroti masih terbatasnya personel polisi lalu lintas di beberapa wilayah, sehingga keberadaan kantor pusat yang strategis diharapkan dapat menunjang koordinasi yang lebih optimal.

    Ia juga mengusulkan agar ornamen budaya lokal seperti songket dan tanjak ditampilkan pada gedung tersebut sebagai bagian dari identitas daerah.

    “Disini songket dan tanjak harus terlihat, itu ciri khas kita di Sumsel,” tegasnya.

    Selain itu, penyerahan hibah ini turut menegaskan pentingnya kontribusi sektor kendaraan bermotor dalam mendukung pendapatan daerah.

    “Lebih dari 50 persen pendapatan asli daerah (PAD) Sumsel bersumber dari sektor tersebut, sehingga kolaborasi antara Bapenda dan Ditlantas menjadi semakin relevan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumsel.

    “Tentunya, pemanfaatan gedung hibah ini akan dilakukan secara transparan dan profesional, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

    Ia menjelaskan gedung tersebut akan menjadi pusat layanan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan Ditlantas, baik untuk administrasi maupun operasional.

    “Ini wujud nyata dari kolaborasi antarinstansi dalam melayani masyarakat,” jelasnya.

    Menurutnya, kerja sama lintas sektor seperti ini penting untuk menjawab tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.

    “Pelayanan kepada masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Maka sinergi ini harus terus diperkuat dengan semangat kerja sama dan kolaborasi yang berkesinambungan,” ucap dia.

  • Jalan Khusus Angkutan Batu Bara di Lahat Bakal Dibangun Sepanjang 26,4 Km

    Jalan Khusus Angkutan Batu Bara di Lahat Bakal Dibangun Sepanjang 26,4 Km

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyebut jalan khusus angkutan batu bara yang baru diresmikan di Desa Cempaka Wangi, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat akan dibangun sepanjang 26,4 kilometer dan lebar 30 meter.

    Pemerintah Provinsi Sumsel bekerjasama dengan PT Levi Bersaudara Abadi (LBA) dalam membangun proyek infrastruktur tersebut dan menargetkan pembangunan rampung pada Januari 2026.

    Semoga proyek jalan hauling dapat selesai sesuai target pada Januari 2026 dan mampu mengurangi kemacetan parah di jalur nasional yang selama ini digunakan truk angkutan batu bara,” ujar Deru, Selasa (5/8/2025).

    Menurutnya, salah satu langkah awal adalah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 Tahun 2018 yang melarang kendaraan angkutan batu bara melintasi jalan nasional.

    “Ini bukan keputusan yang diambil dalam semalam. Ini hasil perjuangan panjang agar masyarakat tak lagi menjadi korban kemacetan,” tegasnya.

    Diketahui, selama beberapa tahun terakhir arus lalu lintas di jalur strategis seperti Lahat–Muara Enim–Palembang kerap terganggu akibat tingginya volume kendaraan tambang.

    Oleh sebab itu, jalan hauling ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masalah tersebut. Lebih lanjut, meskipun kebijakan pelarangan truk batu bara di jalan umum sempat menimbulkan pro dan kontra, hasilnya kini mulai terlihat.

    “Salah satu contohnya adalah pemanfaatan jalan alternatif milik perusahaan seperti Serpo Lintas Raya, yang kini difungsikan untuk distribusi batu bara. Ternyata kebijakan yang awalnya kontroversial ini membuahkan hasil. Jalan yang dulu terbengkalai sekarang bisa memberi manfaat besar,” imbuhnya.

    Ia mengatakan pembangunan jalan ini tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Aktivitas UMKM seperti warung makan, bengkel, dan layanan jasa lainnya diperkirakan akan tumbuh di sekitar jalur ini nantinya,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya peran perusahaan dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat di sepanjang jalur jalan hauling, khususnya dalam hal akses sosial dan ekonomi.

    “Jangan sampai warga sekitar hanya jadi penonton. Mereka harus ikut merasakan manfaat dari proyek ini,” tuturnya.

    Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi kontribusi PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam distribusi batu bara dari Sumsel.

    “Sumsel menyumbang sekitar 70 persen pendapatan KAI secara nasional dari sektor ini,” ungkap dia.

  • Galeri Tuan Kentang Jadi Pusat Wastra Lokal, Dekranas Dorong Perajin Tembus Pasar Internasional

    Galeri Tuan Kentang Jadi Pusat Wastra Lokal, Dekranas Dorong Perajin Tembus Pasar Internasional

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Galeri Kain Tuan Kentang menjadi sorotan setelah dikunjungi Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Palembang, Sabtu (2/8/2025). Dalam kunjungan tersebut, Selvi memberikan apresiasi terhadap kualitas kain lokal Sumsel yang dinilainya layak go internasional.

    Selvi hadir didampingi Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian dan para istri menteri Kabinet Merah Putih yang tergabung dalam organisasi Seruni. Turut mendampingi, Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru dan sejumlah pejabat perempuan Sumsel.

    Selama kunjungan yang berlangsung lebih dari dua jam, Selvi dan rombongan meninjau sejumlah outlet yang menampilkan kekayaan wastra khas Sumsel seperti blongsong, blongket, dan jumputan prada. Produk-produk tersebut diborong langsung oleh Selvi dan rombongan sebagai bentuk apresiasi.

    Tri Tito menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Dekranas untuk mendorong eksistensi dan daya saing produk kerajinan daerah, khususnya di sektor tekstil tradisional.

    “Kualitas produk di Galeri Tuan Kentang sangat baik. Kami ingin membawa wastra Sumsel ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya inovasi dan ketekunan para perajin untuk mempertahankan nilai budaya yang terkandung dalam kain tradisional. “Kita harus melestarikan teknik manual ini sebagai identitas budaya bangsa,” tegas Tri.

    Selvi Gibran juga memborong sejumlah busana ready to wear yang diproduksi oleh para perajin lokal. Ia menilai bahwa selain indah dan otentik, produk-produk kain lokal ini punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor.

    Perajin lokal bernama Serly, pemilik outlet Bang Syaiful, merasa bangga produknya mendapat perhatian dari tokoh nasional. Ia menyebutkan bahwa jumputan prada menjadi produk unggulan yang saat ini tengah naik daun.

    “Jumputan prada kami buat dengan tinta emas. Tidak hanya indah, tapi juga nyaman karena tidak lengket seperti kain biasa,” terang Serly.

    Ia juga mengusulkan agar pemerintah dapat mendukung perajin melalui regulasi yang mendorong pemanfaatan kain lokal di lingkungan pemerintahan dan instansi formal.

    “Kalau seragam pegawai menggunakan kain lokal, kami tentu lebih terbantu. Itu juga bentuk penghargaan terhadap budaya daerah,” ujarnya.

    Kunjungan ini semakin menegaskan komitmen Dekranas dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis budaya, serta membuka peluang lebih besar bagi perajin Sumsel untuk menembus pasar global.

  • Gubernur Herman Deru Curi Perhatian dengan Songket Bunga Cina di Swarna Songket Nusantara 2025

    Gubernur Herman Deru Curi Perhatian dengan Songket Bunga Cina di Swarna Songket Nusantara 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pagelaran busana Swarna Songket Nusantara yang digelar megah di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat (1/8/2025) malam, menjadi saksi penampilan memukau Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, M.M.

    Mengenakan busana songket merah bermotif bunga cina kembang jatuh rancangan desainer nasional Poppy Dharsono, Herman Deru tampil percaya diri dan elegan di atas panggung. Busana itu memancarkan kemewahan tradisi sekaligus sentuhan modern yang harmonis.

    Ia tampil bersama sang istri, Ketua Dekranasda Sumsel Hj. Feby Deru, yang tak kalah anggun mengenakan busana bermotif lepus merante karya desainer Mel Ahyar.

    Penampilan pasangan pemimpin Sumsel ini menjadi pembuka yang sempurna dalam rangkaian Malam Budaya Swarna Songket Nusantara 2025, yang juga menjadi ajang apresiasi dan promosi kain songket sebagai warisan budaya tak ternilai.

    Pagelaran busana ini merupakan kolaborasi antara Dekranas Pusat, Dekranasda Sumsel, dan Dekranasda Kota Palembang, dengan dukungan penuh dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah.

    Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, hadir langsung dalam acara ini dan menyampaikan apresiasi atas upaya pelestarian wastra daerah oleh pemerintah daerah Sumsel.

    Hadir pula Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, menambah nuansa nasionalis dan kebhinekaan dalam perhelatan budaya yang digelar selama lima hari, dari 1 hingga 5 Agustus 2025.

    Selain Gubernur dan Ketua Dekranasda Sumsel, pagelaran juga diramaikan oleh para kepala daerah se-Sumsel beserta istri yang turut tampil di atas runway mengenakan busana berbahan songket khas daerah masing-masing.

    Walikota Palembang Ratu Dewa dan istri tampil dengan songket limar, diikuti Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad dan istri yang mengenakan songket motif tabur. Bupati Muba M. Toha menampilkan songket gambo, sementara Bupati OKU Timur Lanosin dan istri tampil dengan motif cukit.

    Bupati OKU Teddy Meilwansyah pun mencuri perhatian dengan songket bermotif kangkung. Kepala daerah lainnya seperti dari Ogan Ilir, OKI, PALI, OKU Selatan, Musi Rawas, hingga Kota Pagaralam, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Wakil Bupati Banyuasin, juga turut memeriahkan panggung.

    Sebelum parade kepala daerah, acara diawali dengan peragaan busana dari desainer nasional seperti Ilham Bahari dan Siung-Siung yang menampilkan koleksi songket dengan desain kontemporer.

    Pagelaran ini tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya dan dorongan promosi UMKM lokal berbasis warisan tradisional. Swarna Songket Nusantara 2025 menjadi simbol kebangkitan kembali kekayaan tekstil Sumsel.

  • Ketua Umum Dekranas Apresiasi Produk Lokal Sumsel,

    Ketua Umum Dekranas Apresiasi Produk Lokal Sumsel,

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG– Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda Gibran, memberikan perhatian khusus terhadap produk-produk kerajinan khas Sumsel. Hal ini tampak saat ia meninjau langsung Kriya Sriwijaya, Jumat (1/8/2025), di sela kunjungannya ke Kota Palembang.

    Kunjungan ini turut didampingi oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru, serta rombongan Seruni organisasi para istri menteri Kabinet Merah Putih.

    Selvi tiba sekitar pukul 10.30 WIB dan menghabiskan waktu hampir satu jam menelusuri galeri Kriya Sriwijaya. Ia menyimak penjelasan para pengrajin, serta membeli berbagai produk unggulan khas Sumsel.

    Menurut Kepala Dinas Perindustrian Sumsel, Neng Muhaiba, kunjungan ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.

    “Rombongan memborong songket, perhiasan, dan aksesori. Hampir semua produk terjual,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa kehadiran tokoh nasional seperti Selvi Gibran membawa pengaruh positif bagi citra produk lokal.

    “Ini menjadi dorongan moril dan sekaligus promosi gratis yang sangat besar,” tambah Neng.

    Tanpa menargetkan transaksi tertentu, para pelaku UMKM justru panen penjualan besar. “Kami perkirakan sekitar 90 persen produk di Kriya Sriwijaya hari ini habis dibeli,” jelasnya.

    Selvi juga memberikan pujian terhadap kualitas kemasan dan desain produk. Ia menyarankan agar pengrajin terus berinovasi agar tidak kalah bersaing di tengah gempuran produk luar.

    Usai kunjungan, rombongan bersiap menghadiri malam puncak Swarna Songket Nusantara yang digelar di Plaza BKB. Acara tersebut merupakan ajang kolaboratif lintas daerah dalam menampilkan keindahan kain nusantara.

    Pagelaran tersebut akan diisi fashion show dari kepala daerah se-Sumsel bersama istri, hingga penampilan istimewa Forkopimda Sumsel. Tak hanya itu, ada pula ruang pamer Kriya Songket yang menampilkan koleksi kain klasik hingga modern.

    Swarna Songket Nusantara menjadi ajang perdana hasil kolaborasi Dekranas Pusat, Dekranasda Sumsel, dan Dekranasda Palembang. Tujuan utamanya adalah mengangkat kembali kejayaan wastra tradisional ke panggung nasional.

    Selvi Gibran menyatakan dukungannya agar kegiatan semacam ini dapat digelar rutin.

    “Sumsel punya potensi luar biasa dalam budaya dan kerajinan. Tinggal didorong lebih masif lagi,” ujarnya.

  • Komitmen Dukung Kesetaraan Perempuan, Gubernur Herman Deru Terima Penghargaan dari Gapki dan Tribun Sumsel

    Komitmen Dukung Kesetaraan Perempuan, Gubernur Herman Deru Terima Penghargaan dari Gapki dan Tribun Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima penghargaan dari GAPKI Sumsel, APINDO Sumsel, Sriwijaya Post, dan Tribun Sumsel pada meluncurkan “Gerakan Perempuan Setara Sumsel” yang digelar di Ballroom Hotel The Alts Palembang, Rabu (30/7/2025).

    Penghargaan tersebut diberikan atas komitmennya dalam mendukung kesetaraan perempuan Provinsi Sumsel. Penghargaan diserahkan langsung oleh GM Tribun Sumsel MF Ririn Kusumawardhani didampingi Ketua GAPKI Sumsel, Alex Sugiarto, Ketua APINDO Sumsel dan Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM, Sumarjono Saragih.

    Dalam arahannya Gubernur Herman Deru mengapresiasi pelaksanaan seminar bertema “Perempuan Setara, Sawit untuk Sumsel Maju”. Ia menilai kegiatan yang digagas GAPKI ini merupakan langkah konkret dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

    Herman Deru menyampaikan bahwa kesetaraan gender sejatinya sudah lama diperjuangkan oleh para pahlawan perempuan Indonesia seperti R.A. Kartini, Ratu Sinuhun, hingga Cut Nyak Dien. Karena itu, menurutnya, perempuan masa kini tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk berkiprah dan menjaga marwahnya.

    “Kaum perempuan di Sumsel akan sangat merugi jika tidak memanfaatkan peluang yang ada. Hari ini perempuan punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran di semua bidang,” ujarnya tegas.

    Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersyukur karena Indonesia, khususnya Sumsel, dianugerahi lahan subur yang sangat cocok untuk budidaya kelapa sawit. Di Sumsel saja, tercatat lebih dari 1,5 juta hektare lahan perkebunan sawit yang menjadi salah satu komoditas andalan.

    Menurut Herman Deru, industri sawit memberikan banyak peluang kerja, termasuk bagi perempuan. Karena itu, perlu ada ruang dan regulasi yang adil agar perempuan dapat mengembangkan potensinya tanpa hambatan.

    “Perempuan di Sumsel ini bahkan sudah melampaui batas kesetaraan. Apa yang dikerjakan laki-laki, bisa juga dilakukan perempuan,” katanya menambahkan.

    Ia menyinggung aturan keterwakilan perempuan dalam politik yang saat ini menjadi syarat mutlak. “Kalau dalam pencalegan tidak mencapai 30 persen keterwakilan perempuan, maka bisa batal. Ini membuktikan bahwa peran perempuan sangat penting di semua lini,” tegasnya.

    Herman Deru juga mengapresiasi GAPKI yang mewadahi diskusi setara perempuan pada level elite. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata perlindungan perempuan di sektor industri.

    Sementara itu, Ketua GAPKI Cabang Sumsel, Alex Sugiarto, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Herman Deru dan seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa sejak 2019 GAPKI aktif mempromosikan perlindungan hak-hak pekerja perempuan, termasuk melalui seminar, workshop, dan peluncuran Gerakan Perempuan Setara di Sumsel.

    Selain Herman Deru, sejumlah kepala daerah lainnya juga mendapatkan penghargaan diantaranya Wali Kota Pagar Alam, Wakil Bupati Muara Enim, Wakil Bupati Banyuasin dan Bupati Musi Rawas.

    Dalam kesempatan itu dr. Hj Ratu Tenny Leriva yang juga sebagai Anggota DPD RI dikukuhkan menjadi Duta Perempuan Setara Sumsel.

  • Pemerintah Gencarkan Penanganan Karhutla di Sumsel, OMC dan Waterboombing Dikerahkan

    Pemerintah Gencarkan Penanganan Karhutla di Sumsel, OMC dan Waterboombing Dikerahkan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Pemerintah Republik Indonesia (RI) meningkatkan upaya serius dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    “Kami bersyukur kondisi Sumsel relatif stabil meskipun memiliki 2,1 juta hektare lahan gambut yang sangat rentan terbakar, ini berkat kerja keras semua pihak,” ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat diwawancarai usai apel siaga karhutla, Selasa (29/7/2025).

    Hanif menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto telah dijalankan secara maksimal dengan pendekatan lintas sektor dan teknologi.

    “Sebagian besar kebakaran terjadi karena faktor kesengajaan. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup bersama TNI dan Polri akan menindak tegas pelaku pembakaran dan menuntut pertanggungjawaban perusahaan pemegang konsesi yang lalai mencegah kebakaran,” tegasnya.

    Ia mengungkapkan jika saat ini pihaknya juga tengah mendalami titik-titik api di dalam konsesi perusahaan.

    Selain itu, upaya penanggulangan Karhutla akan terus dilakukan melalui pendekatan darat, udara, dan teknologi cuaca, termasuk implementasi sistem kanalisasi di sejumlah kabupaten sebagai solusi jangka panjang.

    “Jika ditemukan tidak adanya upaya mitigasi, maka sanksi berat akan dijatuhkan sesuai dengan ketentuan dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2019. Kerugian akibat Karhutla hingga kini tercatat mencapai lebih dari Rp18 triliun,” ungkapnya.

    Ia menuturkan, selain dukungan pemerintah pusat dan daerah, keterlibatan sektor swasta juga diperkuat.

    “Sebanyak 10 tim dari perusahaan seperti APP, RAPP, dan PTPN dikirim ke wilayah terdampak di Riau sebagai bentuk kolaborasi pengendalian Karhutla,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bagaimana efektivitas penggunaan helikopter dalam operasi pemadaman.

    “Saat ini di Sumsel sudah beroperasi 1 heli OMC dan 3 heli waterbombing. Heli OMC seminggu lalu sudah berhasil menurunkan hujan di beberapa titik. Hari ini, cuaca terlihat mendung dan operasi OMC akan kembali dilaksanakan setelah apel ini, dengan harapan hujan deras kembali turun,” jelasnya.

    Ia mengatakan helikopter waterbombing digunakan untuk memadamkan api di lokasi yang tidak bisa dijangkau darat, terutama di daerah pegunungan.

    “Kami menerapkan body system, yakni dua heli beroperasi bersama agar tidak ada waktu terbuang hanya untuk pengisian air. Pengalaman tahun 2023, jumlah heli waterbombing di Sumsel mencapai sembilan unit. Saat ini baru tiga, tapi diharapkan bisa bekerja secara efisien. Setiap heli rata-rata mampu terbang 45 jam sekali operasi, dan total bisa mencapai 100–300 jam per bulan,” katanya.

    Ditempat yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan target Sumsel tahun ini bisa zero asap. Bukan hanya karena gangguan terhadap aktivitas masyarakat atau diplomasi regional, tapi juga karena ini menyangkut kesehatan, lingkungan, dan martabat bangsa.

    “Target kita zero asap, proteksi kita paling penting adalah kesehatan masyarakat. Kita tidak boleh kalah oleh api. Mari bersatu, sinergi, dan bekerja dengan sepenuh hati.,” ungkap dia.

  • Pemprov Sumsel Upayakan Jalur Paruh Waktu untuk 6.120 Honorer yang Gagal Seleksi PPPK

    Pemprov Sumsel Upayakan Jalur Paruh Waktu untuk 6.120 Honorer yang Gagal Seleksi PPPK

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengupayakan 6.120 tenaga honorer di lingkungan Pemprov Sumsel yang gagal seleksi PPPK Tahap I dan II dengan cara mengusulkan rekomendasi formasi PPPK Paruh Waktu ke pemerintah pusat.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra menympaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan secara resmi persoalan ini melalui surat kepada BKN dan Kemenpan-RB.

    Tidak hanya mengenai usulan PPPK paruh waktu, Pemprov juga menanyakan perihal sekitar 900 formasi kosong yang hingga kini belum terisi.

    “Kami masih menunggu regulasi teknis terkait pengangkatan PPPK Paruh Waktu dari pemerintah pusat. Begitu ada kejelasan, akan langsung ditindaklanjuti,” ujar Edward, Sabtu (26/7/2025).

    Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumsel tidak tinggal diam dan tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan tenaga honorer sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “Pak Gubernur terus mendorong agar penyelesaian status Non ASN dilakukan secara transparan, sesuai regulasi, dan tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala BKD Sumsel, Ismail Fahmi menjelaskan jika hal itu telah disampaikan melalui surat resmi bernomor 800/10555/BKD.I/2025 yang ditujukan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

    “Dalam surat itu berisi, Pemprov Sumsel mengajukan permohonan sebanyak 6.120 formasi PPPK Paruh Waktu sebagai alternatif penataan tenaga Non ASN yang belum terakomodasi dalam formasi reguler dan surat tersebut telah ditandatangani langsung oleh Gubernur Herman Deru,”

    Ia menyebutkan rincian kategori pelamar Non ASN yang belum mendapatkan formasi Tenaga Teknis 3.615 orang, Tenaga Guru 2.125 orang, Jabatan Tampungan 378 orang dan Tenaga Kesehatan 2 orang.

    “Jumlah ini merupakan mereka yang telah mengikuti proses seleksi resmi PPPK tetapi belum berhasil mendapat penempatan karena keterbatasan formasi,” ungkap dia.

  • Peredaran Produk Ilegal Masih Menjamur, Pemprov Sumsel-BBPOM perketat Pengawasan

    Peredaran Produk Ilegal Masih Menjamur, Pemprov Sumsel-BBPOM perketat Pengawasan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Masih maraknya peredaran produk ilegal dan tidak layak konsumsi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang terus memperketat pengawasan guna melindungi masyarakat serta rencana strategis peningkatan efektivitas pengawasan obat, makanan, dan kosmetik di wilayah Sumsel.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra menyampaikan kolaborasi dan penguatan regulasi di tingkat daerah sangat penting, termasuk dengan melibatkan pelaku usaha dalam upaya pencegahan peredaran produk ilegal.

    “Sinergi antara Pemprov dan BBPOM sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban ketidaktahuan terhadap efek buruk dari produk yang tidak layak edar,” ujar Edward saat melakukan pertemuan dengan BBPOM Palembang membahas hasil pengawasan sepanjang tahun 2024 pada, Kamis (24/7/2025).

    Edward mengatakan jika edukasi dan pengawasan harus berjalan beriringan. Oleh sebab itu, Pemprov Sumsel akan menyebarkan surat edaran kepada apotek-apotek untuk menghentikan penjualan antibiotik tanpa resep.

    Pemprov Sumsel dan BBPOM juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional yang rawan menjual obat dan jamu ilegal.

    “Tentunya hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta menciptakan ekosistem distribusi produk yang lebih sehat dan aman. Pemerintah menargetkan pengurangan signifikan terhadap produk ilegal yang beredar di wilayah Sumsel,” katanya.

    Sementara itu, Kepala BBPOM Palembang, Yeni Ardianti menyebut jika berdasarkan hasil pengawasan BBPOM Palembang sepanjang tahun 2024, masih banyak produk yang beredar tanpa izin edar.

    “Pengawasan terhadap makanan menunjukkan 30 persen prosedur administrasi belum sesuai ketentuan, dan 5 persen makanan tidak memenuhi syarat kesehatan. Bahkan, 79 persen antibiotik masih dijual bebas tanpa resep dokter,” imbuhnya.

    Menurutnya, tren peredaran kosmetik dan obat tradisional ilegal juga menjadi perhatian serius. Produk-produk tersebut kerap ditemukan di pasar-pasar tradisional dan toko obat yang tidak memiliki izin resmi.

    “Obat tradisional dan kosmetik tanpa izin masih marak dijual, ini harus segera kita atasi bersama,” tegasnya.

    Ia menjelaskan dalam hal penjualan antibiotik tanpa resep diperlukan surat edaran khusus kepada seluruh apotek di Sumsel.

    “Sebagai contoh, ada beberapa provinsi yang telah berhasil menurunkan angka penjualan antibiotik tanpa resep hingga 20 persen setelah mengeluarkan imbauan resmi,” jelasnya.

    Ia berharap Pemprov dapat mengeluarkan kebijakan serupa demi keselamatan konsumen.

    “Langkah seperti ini patut dicontoh di Sumsel agar masyarakat lebih sadar akan bahaya konsumsi antibiotik tanpa pengawasan dokter,” ucap dia.

  • Pemprov Sumsel Terima Tiga Aset Bernilai Puluhan Miliar yang Lama Dikuasai Pihak Ketiga dari Kejati

    Pemprov Sumsel Terima Tiga Aset Bernilai Puluhan Miliar yang Lama Dikuasai Pihak Ketiga dari Kejati

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima kembali tiga aset bernilai puluhan miliar rupiah yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh pihak ketiga yang diserahkan secara resmi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel pada, Selasa (22/7/2025).

    “Aset yang dikembalikan berupa tanah dan bangunan yang berlokasi di tiga kota berbeda, yakni Yogyakarta, Bandung, dan Palembang. Total nilai ketiga aset tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp51 miliar,” ujar Kepala Kejati Sumsel, Yulianto.

    Yulianto menyebut jika aset-aset tersebut diketahui tidak tercatat selama 73 tahun lamanya.

    “Ini bukan perkara mudah, namun berkat kerja keras dan proses hukum yang panjang Mahkamah Agung telah memutus secara inkrah bahwa aset tersebut sah milik negara dan dikembalikan kepada Pemprov Sumsel,” terangnya.

    Rincian aset tersebut yakni, aset pertama adalah asrama mahasiswa di Jalan Puntodewo, Yogyakarta, dengan luas 1.941 meter persegi dan nilai sekitar Rp10,62 miliar.

    Kedua, tanah dan bangunan di Jalan Purnawarman, Bandung, seluas 1.173 meter persegi senilai Rp29,32 miliar.

    Ketiga, tanah seluas 2.800 meter persegi di Jalan Mayor Ruslan, Kota Palembang, senilai Rp11,76 miliar.

    Diketahui, aset-aset tersebut sebelumnya dikelola oleh Yayasan Batanghari Sembilan (YBS) sejak tahun 1951 dan sempat dijual oleh oknum tanpa izin yang sah.

    “Kita telah menyelamatkan sejumlah aset bergerak milik Pemprov yang sebelumnya dinyatakan hilang atau dikuasai pihak lain,” imbuhnya.

    Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan apresiasi kepada Kejati Sumsel atas kerja keras dalam menyelamatkan aset milik daerah.

    “Aset-aset ini tidak akan dijual, melainkan akan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat terutama mahasiswa Sumsel yang menempuh pendidikan di luar daerah,” tegasnya.

    Ia mengatakan akan mengoptimalkan kembali aset tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fasilitas, tapi juga sebagai simbol keberpihakan pemerintah kepada rakyat, terutama generasi muda.

    “Pemprov Sumsel berkomitmen untuk melakukan pengelolaan secara transparan dan berkelanjutan, agar aset-aset daerah benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” kata dia.

  • Pemprov Sumsel Perkuat Perlindungan Sosial untuk Anak Korban Perceraian

    Pemprov Sumsel Perkuat Perlindungan Sosial untuk Anak Korban Perceraian

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng pemerintah daerah (pemda) guna memperkuat perlindungan sosial untuk anak yang menjadi korban perceraian.

    “Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak, terutama yang terdampak perceraian dan pernikahan usia dini,” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru saat penandatanganan kesepakatan kerja sama lintas lembaga pada, Selasa (22/7/2025).

    Deru menjelaskan kolaborasi itu bertujuan untuk memperluas perlindungan sosial dan hukum bagi kelompok rentan, serta mencegah praktik perkawinan anak yang masih marak terjadi.

    “Kita ingin memastikan tidak ada anak dan perempuan yang terabaikan setelah perceraian. Mereka tetap harus mendapatkan hak-haknya secara hukum dan sosial,” jelasnya.

    Ia mengatakan masih banyak kondisi memprihatinkan terjadi khususnya di wilayah pedesaan.

    “Anak-anak korban perceraian tanpa pendampingan yang layak berisiko mengalami gangguan mental, terhambat dalam mengakses pendidikan, bahkan kehilangan masa depan,” katanya.

    Kesepakatan ini diharapkan memperkuat peran pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi promotif, preventif, serta implementatif kebijakan.

    Salah satu fokus utama adalah sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan hingga ke tingkat akar rumput melalui struktur pemerintahan yang ada.

    “Peran bupati dan wali kota sangat penting, karena struktur pemerintahan mereka menyentuh langsung masyarakat sampai ke RT dan RW,” imbuhnya.

    Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Muchlis menuturkan kerja sama ini merupakan strategi penting untuk menghadirkan keadilan yang lebih inklusif, khususnya bagi perempuan yang kerap terpinggirkan haknya pascaperceraian.

    “Ini bukan hanya soal administrasi, tapi langkah nyata menuju keadilan sosial,” tuturnya.

    Menurutnya, kesepakatan ini akan menjadi contoh nasional dan juga akan dilaporkan ke Mahkamah Agung sebagai inspirasi bagi provinsi lainnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel, Fitriana, menyampaikan meski angka perkawinan anak menurun, masih terdapat 891 kasus dispensasi kawin anak di tahun 2024.

    “Anak yang menikah di usia dini umumnya belum siap secara fisik maupun mental. Risiko mereka mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan, hingga perceraian dini sangat tinggi. Diharapkan melalui kerja sama lintas lembaga ini, angka pernikahan dini bisa terus ditekan dan kualitas hidup perempuan serta anak-anak Sumsel dapat meningkat secara signifikan,” ungkap dia.

  • HD: Kopdes Merah Putih Jangan Hanya Fokus pada Penjualan Sembako

    HD: Kopdes Merah Putih Jangan Hanya Fokus pada Penjualan Sembako

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta agar pengurus Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan tidak hanya berfokus pada penjualan sembako saja.

    “Koperasi ini bukan hanya alat distribusi sembako, tetapi juga instrumen penting dalam mendistribusikan geliat ekonomi ke pelosok daerah. Kopdes harus menjadi kekuatan ekonomi yang agresif, kreatif, dan tidak menunggu arahan saja,” ujar Deru saat menghadiri peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Senin (21/7/2025).

    Ia menyampaikan koperasi merupakan wadah strategis untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi, yang selama ini cenderung terpusat di kota-kota besar.

    “Kita ingin desa juga punya akses dan peluang ekonomi yang sama,” imbuhnya.

    Menurutnya, meski peluncuran resmi baru dilangsungkan koperasi ini sejatinya telah siap sejak Hari Koperasi Nasional, 12 Juli lalu.

    Proses pendirian koperasi ini telah melalui musyawarah desa khusus dan pengesahan hukum yang dibantu Dirjen AHU Kemenkumham.

    Agar operasional koperasi berjalan maksimal, Gubernur meminta kesiapan infrastruktur fisik dan SDM, termasuk dukungan dari ASN, honorer, dan tenaga manajemen lainnya. Ia juga menekankan pentingnya integritas para pengurus sebagai modal utama membangun kepercayaan masyarakat.

    “Jangan hanya MoU, tapi lanjutkan dengan MoA dan langkah nyata. Masyarakat harus percaya bahwa koperasi ini dikelola dengan niat yang tulus,” tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud mengungkapkan apresiasinya atas terpilihnya daerahnya sebagai lokasi utama peluncuran koperasi yang disapa langsung oleh Presiden RI.

    “Kita harap adanya dukungan lanjutan dari Gubernur untuk pengembangan koperasi ini,” ungkapnya.

    Sebagai bentuk konkrit dukungan, Gubernur menyerahkan berbagai bantuan alat produksi kepada pelaku UKM dan koperasi.

    “Tadi juga telah diberikan bantuan berupa oven kue, mesin pengiris keripik, mesin jahit, water boiler, dan komputer. Simbolis penyerahan akta badan hukum koperasi juga dilakukan langsung oleh Gubernur kepada para kepala desa dan pengurus koperasi, menandai kesiapan hukum kelembagaan koperasi ini,” ucap dia.

  • Pemprov Sumsel Surati BKN Soal 900 Formasi PPPK yang kosong

    Pemprov Sumsel Surati BKN Soal 900 Formasi PPPK yang kosong

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyurati Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengusulkan optimalisasi 900 formasi pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang kosong di lingkungan pemerintahan tersebut.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel menjelaskan surat itu berisi pertanyaan terkait status paruh waktu dan tindak lanjut atas sekitar 900 formasi PPPK yang hingga kini masih kosong di lingkungan Pemprov Sumsel.

    “Sampai saat ini belum ada penjelasan teknis maupun regulasi terkait PPPK Paruh Waktu. Namun, kami tetap berupaya agar semua formasi bisa terserap maksimal,” jelas Edward, Kamis (17/7/2025).

    Diketahui, adanya program tersebut maka instansi pemerintah tidak lagi diperkenankan mengangkat honorer, kecuali untuk kebutuhan outsourcing yang terbatas.

    Namum, optimalisasi formasi PPPK sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sehingga, Pemprov Sumsel, tidak memiliki wewenang teknis dalam proses tersebut.

    “Pak Gubernur tidak tinggal diam. Kami telah mengikuti seluruh prosedur, mulai dari tidak lagi menerima honorer baru, mengikuti proses seleksi P3K, hingga menyampaikan usulan optimalisasi. Semua berjalan sesuai aturan,” imbuhnya.

    Sementara itu, perwakilan Forum Koordinasi PPPK R4 Provinsi Sumsel Faisal Fani mengatakan berdasarkan data yang mereka peroleh, masih terdapat sekitar 900 formasi PPPK di lingkungan Pemprov Sumsel yang belum terisi.

    “Kami juga mempertanyakan tindak lanjut Pemprov terkait pengajuan P3K Paruh Waktu, yang selama ini belum ada kejelasan teknis,” katanya.

    Maka dari itu, pihaknya berharap agar pemerintah daerah mengusulkan kembali formasi tersebut melalui proses optimalisasi ke BKN.

    “Harapan kami agar proses optimalisasi tetap sesuai sasaran dan aspirasi honorer bisa diakomodasi,” ucap dia.

  • Gubernur Herman Deru Janji Percepat Revitalisasi RS Sumsel Setelah Kunjungan Staf Presiden

    Gubernur Herman Deru Janji Percepat Revitalisasi RS Sumsel Setelah Kunjungan Staf Presiden

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mendapat sorotan. Kali ini, perhatian datang dari Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia yang meninjau langsung perkembangan fasilitas kesehatan dan ketahanan pangan di wilayah tersebut, Senin (14/7/2025).

    Kunjungan ini disambut langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru di Ruang Tamu Gubernur. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Herman Deru menegaskan komitmennya untuk mempercepat revitalisasi rumah sakit (RS) yang menjadi perhatian utama KSP.

    “Saya menyambut baik kedatangan KSP ke Sumsel dan ini menjadi motivasi kami untuk lebih serius dalam menyelesaikan persoalan pelayanan kesehatan. Revitalisasi rumah sakit akan segera kami percepat,” ujar Herman Deru.

    Adapun kunjungan tersebut dipimpin oleh Deputi I Kepala Staf Kepresidenan RI Febry Calvin Tetelepta dan rombongan, termasuk Brigjen TNI I Gusti Kompyang Aribawa serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Mereka mengaku ingin melihat langsung kondisi infrastruktur kesehatan dan sistem distribusi pangan di provinsi ini.

    Dalam pertemuan itu, berbagai kendala yang dihadapi oleh pemerintah daerah turut dibahas. Herman Deru menyampaikan bahwa beberapa rumah sakit memerlukan peningkatan fasilitas serta penambahan tenaga medis untuk menjawab tuntutan pelayanan yang semakin kompleks.

    Febry Tetelepta menyatakan, pemerintah pusat melalui KSP ingin memastikan bahwa pelayanan dasar seperti kesehatan dan ketahanan pangan betul-betul menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. Ia berharap revitalisasi rumah sakit di Sumsel dapat dijadikan prioritas utama dalam waktu dekat.

    Selain rumah sakit, KSP juga menyoroti sinergi antarinstansi dalam memperkuat distribusi pangan. Menurut Febry, Sumsel memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional, namun perlu optimalisasi dari sisi hulu hingga hilir.

    Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke beberapa fasilitas kesehatan dan gudang logistik pangan. Pemerintah Provinsi Sumsel menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti hasil evaluasi KSP dalam bentuk aksi nyata demi kesejahteraan masyarakat.

  • Herman Deru: Jaga Lingkungan Bukti Tanggung Jawab Perusahaan

    Herman Deru: Jaga Lingkungan Bukti Tanggung Jawab Perusahaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyebut bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban atau syarat penghargaan, tapi bukti nyata tanggung jawab dan integritas perusahaan.

    Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Temu Pelanggan UPTD Laboratorium Lingkungan DLHP Sumsel dan penyerahan Sertifikat Proper di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (9/7/2025).

    “Penghargaan bukan akhir, tapi awal dari komitmen jangka panjang menjaga lingkungan. Ini bagian dari integritas perusahaan,” ujar Deru.

    Ia menuturkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, banyak pihak masih hanya fokus pada tampilan bersih tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

    “Kita sering lupa, yang utama adalah keberlanjutan. Apa yang kita tinggalkan untuk anak cucu kita?,” tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan Aplikasi LIMAS, inovasi dari DLHP Sumsel yang mempermudah layanan pengelolaan lingkungan secara digital.

    “Kita harap aplikasi ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ucapnya.

    Ia juga mengajak semua pihak memulai dari hal sederhana seperti memilah sampah dan mengurangi plastik sekali pakai.

    “Jaga lingkungan bukan tugas pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama,” ucap dia.

  • Deru Minta Perusahaan Tambang Patuhi Pergub Agar Truk ODOL Tak Lintasi Jalan Umum

    Deru Minta Perusahaan Tambang Patuhi Pergub Agar Truk ODOL Tak Lintasi Jalan Umum

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta seluruh perusahaan tambang agar mematuhi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 Tahun 2018 yang berisi angkutan batubara berstatus Over Dimension Overloading (ODOL) harus menggunakan jalur khusus, bukan jalan umum.

    “Kejadian ini adalah alarm keras. Kita harus bangun dan bertindak tegas berdasarkan aturan. Pergub ini disambut positif oleh masyarakat, tapi pelanggaran masih terjadi. Sekarang kita harus tegas,” ujar Deru, Selasa (8/7/2025).

    Ia menegaskan jika telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 500.11/004/Instruksi/Dishub/2025 yang melarang truk angkutan batubara melintasi Jembatan Muara Lawai, baik dari arah Lahat maupun Muara Enim.

    “Usulan berkembang dari seluruh kepala daerah agar larangan ini diperluas ke 13 kabupaten/kota di Sumsel, dan kami sedang mengkaji dasar hukumnya. Tapi saya pastikan, instruksi lebih luas akan segera dikeluarkan,” tegasnya.

    Tak hanya kepada pemerintah daerah, instruksi keras juga disampaikan kepada seluruh perusahaan tambang batubara untuk tidak menggunakan jalan umum dalam operasional mereka.

    “Jalan umum itu mencakup jalan negara, provinsi, kabupaten, dan desa. Mereka wajib menggunakan jalan khusus,” tuturnya.

    Selain itu, permintaan tegas juga datang dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), yang meminta agar pelaku penyebab robohnya jembatan bertanggung jawab membangunnya kembali.

    “Pihak Kementerian PUPR melalui Balai Jalan meminta pelaku bertanggung jawab,” katanya.

    Diketahui, dari investigasi Balai Jalan bahwa jembatan ambruk akibat dilewati empat truk ODOL bermuatan 51 ton per unit atau total sekitar 200 ton, padahal kapasitas jembatan hanya 131 ton.

    “Jelas ada pelanggaran berat, kami minta aparat penegak hukum segera bertindak. Identitas pelaku harus ditindak secara hukum,” ucap dia.

  • Tinjau Lokasi Retret, Deru Minta Alat Makan Peserta Gunakan Ompreng

    Tinjau Lokasi Retret, Deru Minta Alat Makan Peserta Gunakan Ompreng

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta panitia retret untuk melakukan beberapa perbaikan salah satunya alas makanan agar menggunakan ompreng.

    “Ini sudah sesuai dengan ekspektasi saya, tapi ada juga yang harus diperbaiki contohnya makanan. Saya minta agar makannya menggunakan alat makan yang jelas seperti ompreng, bisa dsri stenlis atau plastik,” ujar Deru saat diwawancarai usai meninjau kembali lokasi retret di Bumi Perkemahan Gandus Palembang, Kamis (3/7/2025).

    Kunjungan tersebut untuk memastikan kenyamanan 100 siswa, sekaligus meninjau sejumlah fasilitas seperti mess, aula, musala dan fasilitas lainnya.

    “Nanti, mes itu kita buat per daerah masing-masing saja. Misalkan dari OKI, Muara Enim, dan sebagainya. Jadi satu mes untuk satu daerah,” imbuhnya.

    Ia mengatakan jika di lokasi itu juga disediakan psikolog yang mana diharapkan agar para siswa setelah keluar diketahui potensi dan bakatnya.

    “Jadi para orang tua nanti bisa punya referensi bakat dan potensi anaknya disalurkan kemana. Jadi tidak mencari lagi kelebihan dan kemampuan anaknya,” katanya.

    Menurutnya, para peserta itu akan menjadi Laskar Pandu Satria dan juga sebagai percontohan bagi para siswa lain.

    “Setelah mereka keluar dari retret akan menjadi percontohan bagi siswa lain, bagaimana karakrer mereka terbentuk di retret ini. Hal-hal negatif yang pernah dilakukan para siswa bisa dibuang, nilai-nilai positif yang melekat di diri siswa bisa kita kembangkan dan kita pacu,” tuturnya.

    Selain itu, ia juga menekankan kepada para pelatih dan pembimbing di retret agar selama program berjalan tidak ada intervensi dari siapa pun.

    “Ini kan investasi yang kita lakukan saat ini, investasi karakter baik. Mereka yang punya beban masa lalu akan menjadi contoh dan mereka bisa mengajak teman-temannya menjadi lebih baik,” ucap dia.

  • Retret Pertama Resmi Dibuka, Deru: Ini Bukan Tempat Hukuman

    Retret Pertama Resmi Dibuka, Deru: Ini Bukan Tempat Hukuman

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru resmi membuka retret angkatan pertama “Laskar Pandu Satria” yang berlokasi di Bumi Perkemahan, Gandus, Palembang pada, Rabu (2/7/2025).

    “‘Laskar Pandu Satria’ bukanlah bentuk hukuman, melainkan sebuah karantina positif yang didesain khusus untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak dini bagi para siswa,” ujarnya.

    Deru menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun karakter generasi muda melalui pendidikan nonformal berbasis retret.

    “Ini adalah upaya membentuk pribadi yang lebih baik, bukan menghukum. Kita siapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” tegasnya saat membuka program retret ‘Laskar Pandu Satria’,” tegasnya.

    Pendidikan karakter bukan sekadar pelengkap, melainkan jantung dari pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

    “Kita tidak bisa hanya mengandalkan nilai akademik. Mental, integritas, dan tanggung jawab adalah kunci,” imbuhnya.

    Diketahui, program pendidikan karakter ini melibatkan 100 siswa dari enam daerah di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang.

    Dalam hal ini, ia juga mengajak seluruh kepala daerah di Sumsel untuk mereplikasi program ini di wilayah masing-masing dengan visi menjadikan Sumsel pelopor pendidikan karakter di tingkat nasional.

    “Ini menjadi terobosan penting dalam upaya pembinaan generasi muda melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, dan orang tua,” tuturnya.

    Sementara itu, Asisten III Setda Sumsel, Zulkarnain mengatakan bahwa program ini membekali peserta dengan beragam materi esensial, mulai dari pengelolaan emosi, kerja tim, motivasi diri, hingga wawasan kebangsaan.

    “Keberhasilan program tidak diukur dari angka semata, melainkan dari perubahan sikap dan perilaku peserta. Kami ingin mereka pulang dengan semangat baru, percaya diri, dan mampu menjadi agen perubahan di sekolah maupun lingkungan,” katanya.

    Ia mengungkapkan sebanyak 100 siswa itu berasal dari enam daerah di Sumsel, dengan Palembang menyumbang peserta terbanyak (68 siswa), disusul Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Prabumulih.

    “Para peserta ini dipilih secara selektif dengan prioritas utama adalah siswa yang diidentifikasi oleh guru bimbingan konseling (BK) memiliki masalah perilaku berulang seperti sering terlambat, berkelahi, sering membolos dan lain-lain,” ungkapnya.

    Kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari, dimulai dari hari Selasa tanggal 1 Juli 2025 sampai dengan hari Kamis tanggal 10 Juli 2025.

    Selain itu, Antusiasme positif langsung datang dari para orang tua siswa. Salah seorang orang tua peserta, Basri, mengaku telah melihat perubahan signifikan pada putranya setelah mengikuti program.

    “Arya Pramana anak saya berksekooah di SMK Negeri 2 Palembang. Sekarang terlihat Arya jadi lebih disiplin, bangun pagi tanpa disuruh, dan semangat ikut kegiatan. Pendekatan program ini sangat membina dan tidak menghakimi,” ucap dia.

  • Porprov Korpri Sumsel 2025, Enos Targetkan OKU Timur Menangkan 8 Cabor

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Pemerintah Kabupaten OKU Timur optimis dapat menyumbangkan sejumlah medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sumatera Selatan Tahun 2025 berlangsung pada Senin, 30 Juni 2025, di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang.

     

     

    Bupati OKU Timur Lanosin, memberikan semangat dan pesan khusus agar seluruh peserta menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

     

     

    “Kita harus berada dalam semangat yang sama dan satu frekuensi. Target kita adalah memenangkan delapan cabang olahraga, atau setidaknya meninggalkan jejak prestasi yang membanggakan demi nama daerah yang kita cintai ini,” tegas Bupati.

     

     

    Diketahui, Kabupaten OKU Timur mengirimkan total 62 orang yang terdiri dari 46 atlet dan 16 ofisial, serta pelatih. Para atlet ini akan berlaga di delapan cabang olahraga, yaitu Pencak Silat, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Catur, Lari 5 KM, Futsal, Bulutangkis, dan Renang.

     

     

    Ajang olahraga antar ASN Yang digelar mulai 30 Juni – 04 Juli 2025 ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun semangat sportivitas di kalangan ASN se-Sumsel.

     

     

    “Melalui momentum ini, diharapkan dapat menjaga silaturahmi antara pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatra Selatan serta membangun sinergi sehingga dapat membentuk Sumatra Selatan yang terus maju untuk semua,” tuturnya.

     

     

    Gubernur menekankan kepada seluruh atlet yang mengikuti untuk selalu semangat dan menjunjung sportivitas dalam setiap pertandingan.

     

     

    “Saya yakin, melalui Porprov Korpri ini akan timbul bibit-bibit olahragawan yang bisa mengharumkan nama Pemerintah Provinsi kedepannya. Jangan lupa jaga nama baik daerah yang anda bela. Tunjukkan sportivitas dan kemampuan terbaik kalian dalam bertanding,” sambungnya.

  • Festival Kitek Nia 2025 dan Launching Porprov, Wagub Cik Ujang: Kuliner dan Olahraga Satukan Masyarakat Sumsel

    Festival Kitek Nia 2025 dan Launching Porprov, Wagub Cik Ujang: Kuliner dan Olahraga Satukan Masyarakat Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang mengapresiasi gelaran malam puncak Festival Wisata Kuliner “Kitek Nia” 2025 yang dirangkaikan dengan peluncuran logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Sumatera Selatan. Kegiatan ini digelar di panggung utama Festival Kitek Nia 2025, tepat di depan Rumah Dinas Bupati Muba, Sabtu (28/6/2025) malam.

    Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan bahwa festival ini bukan hanya sebagai ajang promosi kuliner, tetapi juga sarana pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM lokal.

    “Kuliner adalah jendela budaya. Di setiap rasa ada cerita, dan di setiap sajian ada identitas lokal yang harus kita jaga,” ujar Wagub disambut tepuk tangan meriah dari pengunjung.

    Cik Ujang menyebut, Kabupaten Musi Banyuasin memiliki kekayaan rasa yang unik dan khas, yang patut dikenalkan tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga ke tingkat nasional bahkan internasional.

    Ia juga memberikan penghargaan tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Muba yang telah sukses menggelar festival dengan sangat meriah dan berdampak positif bagi masyarakat.

    Tak hanya itu, malam tersebut juga ditandai dengan launching resmi logo dan maskot Porprov XV dan Peparprov V yang akan digelar di Muba pada 2025 mendatang. Cik Ujang menyebut ajang ini sebagai pesta olahraga masyarakat Sumsel yang sarat makna persatuan dan sportivitas.

    “Porprov dan Peparprov bukan semata ajang mencari medali, tetapi panggung persaudaraan dan inklusivitas. Kita semua bergerak dan maju bersama,” tambahnya.

    Sebagai tuan rumah, Muba dinilai memiliki potensi dan kesiapan luar biasa untuk menyelenggarakan event olahraga terbesar di Sumsel ini. Mulai dari infrastruktur, SDM, hingga semangat gotong royong masyarakatnya.

    “Saya yakin Muba akan menjadi tuan rumah yang membanggakan, memberikan pengalaman terbaik bagi kontingen dari 17 kabupaten/kota,” katanya optimistis.

    Wagub berharap, momen malam ini bisa menjadi titik awal semangat kolektif masyarakat Sumsel untuk terus berinovasi dan berprestasi, baik di bidang kuliner maupun olahraga.

    Sementara itu, Bupati Muba M. Toha mengucapkan terima kasih atas kehadiran langsung Wakil Gubernur Sumsel. Ia mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat.

    “Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana promosi potensi lokal yang berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Toha.

    Ia juga menegaskan kesiapan penuh Kabupaten Muba sebagai tuan rumah Porprov XV dan Peparprov V. “Kami sudah sangat siap menjadi tuan rumah terbaik,” pungkasnya.