PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Pemkot Palembang membatalkan peluncuran (launching) Car Free Day (CFD) yang dijadwalkan pada 18 April 2026 dan memilih melanjutkan tahap uji coba.
Keputusan ini diambil Wali Kota Ratu Dewa usai rapat evaluasi di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (13/4/2026), guna mematangkan rekayasa lalu lintas serta penebalan pengamanan di jalur alternatif.
“Kaitan dengan Car Free Day, tetap kita akan uji coba lagi ke depan. Kita melihat kurangnya penebalan petugas, maka kami minta penambahan dari unsur Perhubungan dan Polri agar aktivitas di sana benar-benar nyaman, aman, dan tertib,” ujar Ratu Dewa saat diwawancarai langsung.
Pemkot kini menyiapkan kajian komprehensif terkait penempatan petugas di persimpangan Jembatan Musi IV dan Musi VI serta opsi durasi penutupan Jembatan Ampera.
Beberapa alternatif lokasi seperti kawasan Air Mancur hingga Kambang Iwak juga tengah dipertimbangkan oleh tim khusus lintas instansi sebelum keputusan final diambil minggu depan.
“Apakah durasinya satu atau dua kali sebulan penutupan Jembatan Ampera, atau dialihkan ke ruas jalan lain seperti Air Mancur dan Kambang Iwak, itu akan diputuskan setelah kajian tim khusus. Untuk CFD masih uji coba dulu, sementara Car Free Night tetap jalan dan tinggal menunggu waktu yang pas untuk launching,” jelas Ratu Dewa.
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Radipta, menambahkan bahwa efektivitas arus lalu lintas sudah cukup baik namun memerlukan pembenahan pada kantong parkir, seragam juru parkir, dan sosialisasi kepada warga.
Pihaknya mencatat tujuh poin krusial, termasuk perlunya pemasangan banner informasi dan antisipasi kepadatan di Simpang Empat Flyover Jakabaring.
“Efektivitas arus cukup baik, tinggal jukir harus pakai uniform resmi, tarif jangan dinaikkan, dan jalan alternatif jadi atensi. Perlu edukasi, sosialisasi melalui banner, serta penambahan petugas di titik crowded agar kemacetan dapat diantisipasi,” pungkasnya.
Penulis : Tia
Editor : Jaks

















