oleh

Capai 95 Persen, Pemkot Siapkan Rp1,7 Miliar Bantuan Stek Kopi

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Dalam kurun tiga tahun, realisasi bantuan program sambung pucuk atau stek tanaman kopi di Pagar Alam menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bahkan di tahun 2021 ini, realiasasi kucuran bantuan mencapai sekitar 95 persen.

“Sejak tiga tahun program berjalan, tahun ini menunjukkan angka peningkatan yang diharapkan. Dalam waktu dekat bantuan program sambung pucuk tanaman kopi segera kita cairkan melalui rekening kelompok penerima (transfer),” ucap Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson, Senin (20/9/2021).

Dia menyebutkan, jika realisasi sambung pucuk tanaman kopi tembus 95 persen. Ini setelah dilakukan verifikasi dan review di lapangan melibatkan tim. Tidak hanya dari penyuluh di 35 kelurahan, juga melibatkan tim dari inspektorat dan aparat kepolisian.

Dia menyebutkan, hasil verifikasi yang dilakukan penyuluh berserta tim, usulan batang sambung pucuk 895.346 batang hasil verifikasi terealisasi 849,570 batang.

“Dengan demikian sudah tercapai sekitar 95 persen. Dan untuk bantuan program ini pihak Pemkot Pagar Alam melalui APBD menyiapkan anggaran senilai Rp1,7 miliar untuk dicairkan kepada Poktan yang telah menyukseskan program sambung pucuk tanaman kopi,” jelasnya

Ia menyebutkan, Jika tak ada halangan, sekitar akhir September 2021 ini pencairan dilakukan dengan cara transfer ke rekening kelompok. “Mudah-mudahan tidak ada halangan pencairan bantuan sambung pucuk kepada petani,” ulasnya.

Dikatakannya, jika program sejuta sambung pucuk ini masih ada 4 kelompok tani lagi, dari 36 Poktan penerima yang belum melakukan sambung pucuk.

“Dan mereka tertunda karena ada Poktan yang belum siap. Namun jika tak ada hambatan, di akhir September ini mereka mulai melakukan sambung pucuk tanaman kopi,” ujarnya.

Jadi, lanjut kata dia, semoga sambung pucuk sejuta tanaman kopi di 2021 bisa tercapai 100 persen. Dirinya tak menampik, sejumlah anggota Poktan tak sedikit melakukan sambung pucuk melebihi rencana usulan kegiatan kelompok (RUKK) secara mandiri.

Sementara tahun-tahun sebelumnya, seperti di 2020, pencapaian sambung pucuk tercapai sekitara 65 persen. Sementara tahun pertama program ini dikenalkan pada 2019 hanya tercapai sekitar 21 persen.

“Semoga dengan adanya program sejuta sambung pucuk ini memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi di sektor perkebunan kopi. Yang turut berimbas dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, karena dengan adanya program ini mampu meningkatkan produksi kopi petani di Kota Pagar Alam” harapnya. (ANA)

Komentar

Berita Hangat Lainya