Bulog Sumsel Babel Lakukan Fumigasi untuk Jaga Kualitas Beras Serapan di Gudang

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang Bulog Sumsel Babel di Sukamaju, Palembang. Foto: Tia

Gudang Bulog Sumsel Babel di Sukamaju, Palembang. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) melakukan proses pengendalian hama menggunakan gas atau asap (fumigan) guna menjaga kualitas beras hasil serapan di gudang penyimpanan yang ada.

Pimpinan Kanwil Bulog Sumsel Babel, Heriswan menyampaikan jika di setiap gudang penyimpanan sudah ada petugas khusus untuk menjaga serta memeriksa kualitas gabah dan beras hasil serapan dari petani.

“Kalau untuk beras kita sudah ada petugasnya di setiap gudang untuk memeriksa kualitas. Jadi ada waktu-waktunya petugas ini melakukan perawatan,” ujar Heriswan saat dibincangi langsung di ruang kerjanya pada, Senin (19/5/2025).

Heriswan mengatakan para petugas yang ada di gudang rutin melakukan pemeriksaan terutama melindungi gabah dan beras yang disimpan terhindar dari hama.

“Misalnya di gudang sudah terlihat ada tanda-tanda hama menyerang, itu akan dibasmi. Jika diketahui apakah ada hama yang masuk ke dalam karung, maka petugas akan melakukan fumigasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan cara kerja fumigasi yakni dengan cara menutup seluruh gabah dan beras dengan plastik, lalu di dalamnya diberi fumigan (gas dan asap) dan didiamkan selama 10 hari.

“Itu seluruh beras yang ada di gudang kita tutup dengan plastik, disitu kita kasih obat, lalu didiamkan selama 10 hari dengan gudang dalam keadaan tidak dibuka,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, nantinya setelah 10 hari baru akan terlihat progres dari perawatan yang dilakukan oleh petugas.

“Setelah 10 hari baru kita buka, dan baru terlihat nanti apapun yang bernyawa seperti tikus dan lainnya pasti akan mati. Jadi perawatan seperti itu yang kita lakukan untuk menjaga kualitas gabah setara berasnya,” ungkap dia.

Berita Terkait

Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Astra Motor Sumsel Resmikan POS GPM PALI, Perluas Akses Layanan Honda
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap
Iwan Tuaji dan Alhefy Hadapi Dakwaan Suap, Kuasa Hukum Sebut Fitnah dan Murni Utang-Piutang
Sidang Perdana Iwan Tuaji dan Alhefy, Didakwa Terima Rp872,5 Juta dan Dijerat Tiga Pasal

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Astra Motor Sumsel Resmikan POS GPM PALI, Perluas Akses Layanan Honda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus

Berita Terbaru

Mulyadi korban penganiayaan saat peliputan dirawat di RS Bhayangkara.

Kota Palembang

Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:06 WIB