Bulan Ramadan, Inflasi Sumatera Selatan Maret 2023 Terjaga di Bawah Nasional

- Redaksi

Kamis, 6 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan operasi pasar salah satu cara untuk menekan laju inflasi selama Ramadhan

Kegiatan operasi pasar salah satu cara untuk menekan laju inflasi selama Ramadhan

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sesuai dengan rilis inflasi Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Maret 2023, mengalami inflasi sebesar 0,20 persen (mtm), meningkat dibanding inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,08 persen (mtm).

Inflasi yang bersamaan dengan dimulainya periode bulan Ramadan ini, bersumber dari inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,35 persen (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan, realisasi inflasi gabungan dua Kota IHK Provinsi Sumatera Selatan tercatat sebesar 4,92 persen (yoy).

Dengan angka tersebut, inflasi Sumsel masih berada di bawah inflasi nasional yang tercatat sebesar 4,97 persen (yoy).

Inflasi pada bulan laporan utamanya disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,11 persen (mtm). Faktor utama pendorong inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan harga komoditas daging ayam ras dengan andil 0,100% (mtm), bawang putih andil 0,028 persen (mtm), dan daging sapi andil 0,022 persen (mtm).

Tekanan harga pada komoditas daging ayam ras disebabkan oleh tingginya permintaan komoditas tersebut saat bulan Ramadhan. Di tengah harga jagung sebagai bahan utama pakan yang mengalami kenaikan.

Sementara itu, peningkatan harga pada komoditas bawang putih dan daging sapi disebabkan oleh pasokan yang belum optimal seiring dengan proses impor yang masih berlangsung di tengah permintaan saat bulan Ramadhan.

Lebih lanjut, inflasi Sumatera Selatan pada Maret 2023 juga didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,054 persen (mtm) dan harga emas perhiasan dengan andil 0,021 persen (mtm).

Kenaikan tarif angkutan udara pada bulan laporan sejalan dengan peningkatan permintaan saat bulan Ramadhan dan adanya momen long weekend.

Sementara komoditas emas perhiasan masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi tertinggi di bulan ini mengikuti pergerakan emas dunia yang terus mengalami peningkatan.

Sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam menjaga tingkat inflasi Sumatera Selatan tetap stabil.

Optimalisasi program kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kota sampel inflasi serta perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) terus dilakukan. Di antaranya melalui penyelenggaraan capacity building anggota TPID se-Sumsel dan penandatangan MoU KAD business to business (B to B) antara Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk komoditas cabai merah, bawang putih, bawang merah dan cabai rawit.

Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga pangan pada bulan Ramadan dan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1444 H, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), terus bersinergi.

Di antaranya melalui kegiatan Operasi Pasar Murah Kota Lubuklinggau, Gerakan Pangan Murah Prov. Sumsel, Bazar Ramadhan Digital 1444 H Kota Palembang, serta penyelenggaraaan high level meeting (HLM) TPID Kabupaten Ogan IIir.  

Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada bulan Maret 2023 masih tercatat optimis, meski sedikit melemah dibandingkan bulan sebelumnya.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) secara berurutan tercatat sebesar 127,11; 139.22; 133,17. Angka indeks yang lebih besar dari 100 tersebut menunjukkan kuatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian pada 6 bulan ke depan. Baik dari aspek kegiatan usaha, peningkatan penghasilan, maupun ketersediaan lapangan kerja.

Meskipun demikian, Bank Indonesia tetap mengimbau agar masyarakat dapat bijak dalam berbelanja, guna menjaga stabilitas harga pokok, utamanya jelang HBKN Idulfitri.

Sejalan dengan itu, sebagai langkah lanjutan untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Maret 2023, memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75 persen.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis lainnya. Salah satunya terkait koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) yang terus dilanjutkan, melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

Bank Indonesia juga berupaya memperkuat kebijakan sistem pembayaran dan ketersediaan uang Rupiah khususnya dalam periode HBKN melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2023.

Kerja sama internasional serta fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas, juga terus dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait.

Lebih lanjut, bersama Kementerian/Lembaga terkait, Bank Indonesia turut menyukseskan Keketuaan ASEAN 2023, khususnya melalui jalur keuangan. (*)

 

 

 

Berita Terkait

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026
Bank Indonesia Gelar Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025
Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025, Sinergi dan Inovasi Dukung Pengembangan UMKM Untuk Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional
Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Progam SpecialBRIguna, Suku Bunga Mulai dari 8,129% dan Diskon biayaProvisi 50%
Siapkan GenBI Hadapi Era Digital, BI Buka Pelatihan Konten dan Manajemen Media Sosial Bersertifikasi Nasional
Tak Hanya Bantuan Dana Penunjang Pendidikan,BI Sumsel Juga Dukung Pengembangan Kepemimpinan dan Pengetahuan Penerima Beasiswa Bank Indonesia
BI Sumsel Gelar Semarak UMKM Sriwijaya 2024, Angkat UMKM Naik Kelas

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:28 WIB

Bank Indonesia Gelar Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025

Minggu, 26 Oktober 2025 - 17:09 WIB

Semarak UMKM (SERU) Sriwijaya 2025, Sinergi dan Inovasi Dukung Pengembangan UMKM Untuk Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan

Sabtu, 30 November 2024 - 08:04 WIB

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional

Jumat, 29 November 2024 - 11:34 WIB

Rayakan HUT ke-129, BRI Tawarkan Progam SpecialBRIguna, Suku Bunga Mulai dari 8,129% dan Diskon biayaProvisi 50%

Berita Terbaru

Ilustrasi - Logo Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Foto: istimewa

Kota Palembang

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:29 WIB