Bulan Agustus Saja Ada 2.397 Balita Terkena Ispa

Kota Palembang137 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Memburuk nya kualitas udara di kota Palembang sejak memasuki puncak musim kemarau serta akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dampaknya, banyak Balita yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Palembang, sejak musim kemarau, terjadi peningkatan penderita ISPA selama Agustus 2023, terutama pada balita usia 1-5 tahun.

Dari total 17.426 balita yang menderita ISPA selama Januari-Agustus, peningkatan penderita terbanyak pada bulan Agustus, yakni ada 2.397 balita, dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 2.035 kasus.

Baca Juga :  Dampak Udara Buruk di Palembang, Penderita ISPA Meningkat

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan SKM, M.Epid, mengatakan, panas terik dan debu bertebaran, menyebabkan banyaknya keluhan dari masyarakat seperti, batuk, flu, demam, bahkan pernapasan yang terganggu.

Penyakit ISPA disebabkan infeksi virus dan bakteri yang menyerang saluran pernapasan. Yang menimbulkan penyakit batuk, pilek, sinusitis, dan radang tenggorokan akut.

“Kebanyakan ISPA sering menyerang anak-anak, ini dikarenakan sistem pertahanan tubuh anak yang masih rendah,” jelas Yudhi.

Ia menambahkan, meski ISPA adalah penyakit yang tidak terlalu berbahaya, tapi harus segera diobati, sebab bisa akut dan menganggu aktivitas terutama bagi usia dewasa.

Baca Juga :  Wawako Palembang Gagas Pelatihan Keselamatan Di Jalan Bagi O LPjol

“Di kondisi cuaca saat ini, pastikan menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar gedung, karena ISPA biasanya seseorang akan bersin atau batuk. Juga menjaga lingkungan agar tetap bersih,” kata Yudhi

    Komentar