Bukan Keracunan, Ini Penyebab Kematian Mendadak Kerbau di OKI

- Redaksi

Minggu, 14 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), telah melakukan sejumlah langkah mitigasi terkait kematian mendadak ratusan Kerbau pada beberapa kecamatan beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Dedy Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan uji sampel untuk memastikan penyebab kematian Kerbau secara mendadak tersebut.

“Setelah dilakukan pengujian laboratorium terhadap dugaan keracunan di Balai Veteriner Lampung, hasilnya negatif. Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan klinis, menunjukkan gejala penyakit septiceimia epizootica (SE),” ungkap Dedy.

Dedy menjelaskan, pihaknya telah melakukan langkah konkrit sejak menerima laporan dari masyarakat. “Melakukan penguburan bangkai Kerbau, disinfeksi massal pada kandang, pengobatan serentak, vaksinasi dan upaya surveilan,” terang dia.

Terkait adanya kematian Kerbau pasca vaksinasi, dijelaskan Dedy, bisa dipengaruhi oleh ternak yang sudah terjangkit kuman SE, namun tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit.

“Faktor pembentukan kekebalan tubuh yang belum sempurna karena baru vaksin pertama, faktor pemindahan dan lalu lintas dari zona tertular ke zona steril cukup intens, serta faktor adanya investasi parasit darah,” terang dia.

Hingga kini, petugas di lapangan masih melakukan pengobatan dan hanya libur saat Hari Raya Idul Fitri, pada Rabu lalu, 10 April 2024.

Berdasarkan data Disbunnak OKI, Jumlah kematian ternak sampai dengan Sabtu kemarin, 13 April 2024, sebanyak 431 ekor Kerbau.

Meluasnya penularan ini, kata Dedy, terjadi karena bangkai ternak Kerbau yang terlambat diketahui saat digiring ke kandang per satu pekan atau lebih, pemotongan ternak yang sakit di sekitar lokasi kandang, pemindahan ternak dari daerah tertular ke daerah steril, serta lintas penjualan Kerbau yang intens.

Dia tetap mengimbau agar para peternak tetap memvaksinasi peliharaannya karena tidak ada efek samping pasca vaksinasi. Dedy juga meminta peternak untuk melakukan tindakan mitigasi, supaya penyakit itu tidak menulari hewan ternak lainnya.

“Upaya mitigasi tersebut di antaranya seperti memaksimalkan kebersihan kandang, menjaga pakan, pemberian multivitamin dan semacamnya untuk meningkatkan data tahan tubuh ternak,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas
Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
Bermodal Informasi Warga, Polisi Bongkar Bengkel Senjata Ilegal di SP Padang
Video Beredar, Massa Bakar Fasilitas PT BCP di OKI Usai Dugaan Penembakan Warga

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Jumat, 18 September 2026 - 14:49 WIB

Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:21 WIB

KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang

Berita Terbaru

Foto saat pemusnahan barang bukti di kantor Kejari OKI

Ogan Komering Ilir

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:16 WIB

Pelaku

Kota Palembang

Diduga Bobol Rumah Warga, ZH Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:58 WIB