BPBD Catat 284 Kejadian Bencana Alam di Sumsel Sepanjang 2025

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Bencana banjir yang melanda Kabupaten OKU Timur. Foto: Ist

Ilustrasi - Bencana banjir yang melanda Kabupaten OKU Timur. Foto: Ist

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan mencatat sebanyak 284 kejadian bencana alam melanda wilayah tersebut sepanjang tahun 2025 dengan dominasi peristiwa banjir.

Berdasarkan data resmi, bencana banjir menjadi yang paling sering terjadi yakni sebanyak 107 kali, disusul angin kencang 76 kali, dan kebakaran 66 kali.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman merincikan bahwa selain tiga bencana utama tersebut, terdapat pula tanah longsor sebanyak 27 kali, puting beliung 7 kali, dan satu peristiwa banjir bandang.

“Total bencana sepanjang 2025 sebanyak 284 kejadian, di mana banjir paling banyak terjadi yakni ada 107 kali,” ujar Sudirman saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Wilayah Musi Banyuasin (Muba) tercatat sebagai daerah dengan frekuensi banjir tertinggi sebanyak 17 kali, sementara kasus kebakaran paling banyak melanda Kota Palembang dengan 33 kejadian.

Bencana angin kencang dilaporkan paling sering terjadi di Ogan Ilir sebanyak 34 kali, sedangkan tanah longsor mendominasi wilayah Ogan Ilir dan Musi Banyuasin.

Ia menyebut bahwa satu kejadian banjir bandang di OKU Selatan menjadi peristiwa paling mematikan karena merenggut tiga korban jiwa.

“Bencana yang terjadi mengakibatkan 38.747 KK terdampak, 289 KK mengungsi, sembilan jiwa luka-luka, dan lima jiwa meninggal dunia,” imbuhnya.

Dampak kerusakan infrastruktur akibat rentetan bencana ini juga tergolong masif, dengan total 63.422 rumah warga dilaporkan sempat terendam air.

Selain merusak hunian, bencana sepanjang tahun lalu juga melumpuhkan 16 jembatan serta merusak puluhan fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan layanan kesehatan.

Sektor pertanian tidak luput dari dampak buruk setelah 1.746 hektare sawah dan 200 hektare perkebunan dilaporkan mengalami kerusakan.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi memicu bencana serupa di masa mendatang.

“Kami mencatat ada 194 rumah rusak berat dan ribuan hektare lahan terdampak yang kini menjadi perhatian dalam penanganan darurat,” pungkasnya.

Berita Terkait

PCX Bikers Playland, Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Pererat Kebersamaan Bersama Keluarga
Tim Karate Polda Sumsel Tembus Peringkat Ke-8 Tingkat Nasional Piala Kapolri
Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Empat Terdakwa Penyalahgunaan Bio Solar Dituntut Dua Tahun Penjara di PN Palembang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34 WIB

PCX Bikers Playland, Astra Motor Sumsel Ajak Komunitas Honda Pererat Kebersamaan Bersama Keluarga

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:05 WIB

Tim Karate Polda Sumsel Tembus Peringkat Ke-8 Tingkat Nasional Piala Kapolri

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:10 WIB

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Berita Terbaru