BNI tidak Layani Nasabah yang Belum di Vaksin, Ini Tanggapan Walikota

- Redaksi

Senin, 11 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Palembang, Harnojoyo. (Photo: Istimewa/Yudiansyah)

Walikota Palembang, Harnojoyo. (Photo: Istimewa/Yudiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Protes dari masyarakat yang tidak menerima pelayanan di Bank BNI Cabang Kertapati karena belum menyelesaikan tahapan vaksin, yakni dosis 1 dan 2, mendapat perhatian serius dari Pemerintah kota Palembang. Sebab, sejauh ini pemerintah daerah belum menerapkan aturan wajib divaksin untuk menerima layanan publik.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, saat ini ketersediaan stok vaksin masih belum terpenuhi, sehingga belum seluruh warga Palembang divaksin. “Aturan aplikasi peduli lindungi belum diwajibkan di Palembang,” kata Harnojoyo, Senin (11/10/2021).

Ia mengungkapkan, jika di Palembang sendiri ada warga yang sudah lengkap menerima vaksin, ada juga yang baru vaksin 1. Tapi saat ini Pemkot terus berkoordinasi agar semua warga bisa divaksin.

“Kita tidak mengeluarkan edaran ataupun sejenisnya untuk melarang melayani warga yang belum lengkap vaksin/ belum divaksin sama sekali, baik di lingkungan pemerintah ataupun pelayanan publik lainnya di Palembang,”jelas dia.

Menurut Harnojoyo, kalau persoalan di Bank ini memang kebijakan internal. Tapi sebaiknya dilayani karena Pemerintah juga menerima vaksin tidak banyak, atau diberikan solusi lainnya agar warga tetap terlayani.

Saat ini capaian vaksinasi dari target 1.255.715 sasaran baru sudah 622.176 atau 49,54 persen, dosis 2 sebanyak 423.523 orang atau 33,72 persen dan dosis 3 (khusus tenaga kesehatan) 10.439 orang atau 71 persen.

Salah seorang warga Palembang, Silvi mengatakan, tidak dilayani saat datang ke salah satu cabang bank BNI. Bank menyaratkan harus sudah full vaksin, baru bisa dilayani. Selain dirinya, beberapa orang lain pun diperlakukan sama tidak boleh masuk.

“Pagi ini saya datang untuk mengambil uang, tapi tidak boleh masuk karena saya belum divaksin yang kedua,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang
Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza
Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Bantuan Lewat Program Mengetuk Pintu Langit

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober

Berita Terbaru