BMKG Ungkap Penyebab Sumsel Sering Diguyur Hujan

- Redaksi

Senin, 16 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadai banjir masih berpeluang terjadi seminggu ke depan di Sumsel.

Waspadai banjir masih berpeluang terjadi seminggu ke depan di Sumsel.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Unit Analisa Dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani mengatakan, penyebab beberapa hari belakangan ini wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk kota Palembang, terus diguyur hujan deras disertai angin kencang, lantaran nilai indeks IOD negatif.

“Faktor penggerak cuaca yang saat ini berpengaruh di Sumsel di antaranya Nilai indeks IOD negatif,” katanya, Senin (16/8/2021).

Sinta menambahkan, berdasarkan kajian Klimatologi, pada bulan Agustus 2021 Sumsel telah memasuki musim kemarau.

“Potensi hujan ini diperkirakan akan berlangsung hingga sepekan ke depan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, curah hujan masih bisa terjadi karena adanya faktor-faktor penggerak cuaca.

“Fenomena ini telah menambah pasokan uap air di udara sehingga menyebabkan pertumbuhan awan konvektif yang signifikan untuk menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya

Lanjut dikatakan, faktor penggerak cuaca yang saat ini berpengaruh di Sumsel di antaranya Nilai indeks IOD negatif.

Hal tersebut menunjukkan adanya suplai uap air basah dari Samudera Hindia sebelah timur Afrika ke perairan Barat Sumatera. Sehingga pasokan uap air di wilayah Sumatera khususnya, menjadi besar.

Selain itu, mulai aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang mulai aktif di wilayah Indonesia bagian barat, adanya sirkulasi angin tertutup di perairan Barat Sumatera, dan konvergensi di wilayah timur Sumsel, turut andil juga menambah pasokan uap air di wilayah Sumsel.

“Kondisi seperti ini dapat menimbulkan pertumbuhan awan-awan konvektif yang cukup signifikan menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ucapnya.

Sinta mengimbau kepada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan kondisi cuaca yang masih bisa fluktuasi seperti saat ini.

Seperti mewaspadai banjir dan genangan di wilayahnya, waspada angin kencang pada saat hujan.

Termasuk dengan menghindari tindakan pembakaran hutan sebab wilayah Sumsel masih dalam periode kemarau.

“Dimana potensi hujan juga bisa tidak merata di setiap wilayah dan juga jika faktor penggerak cuaca tersebut tidak aktif maka potensi karhutla masih bisa terjadi,” ungkapnya. (Nat)

Berita Terkait

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Sinergi Forkopimcam Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Larangan Karhutla
Polsek Buay Madang Timur Gelar Safari Jumat, Edukasi Larangan Karhutla dan Bagikan 100 Masker Gratis
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Dukung Pemenuhan Gizi Keluarga, Kilang Plaju Salurkan Paket PMT bagi Ratusan Balita dan Ibu Hamil di Kelurahan Sungai Rebo
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Sinergi Forkopimcam Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Larangan Karhutla

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Polsek Buay Madang Timur Gelar Safari Jumat, Edukasi Larangan Karhutla dan Bagikan 100 Masker Gratis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Dukung Pemenuhan Gizi Keluarga, Kilang Plaju Salurkan Paket PMT bagi Ratusan Balita dan Ibu Hamil di Kelurahan Sungai Rebo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober

Berita Terbaru