SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Momen hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, menjadi ujian dari Indonesia akankah bisa menjadi babak baru dari sebaran COVID-19. Momen itu, dinilai berpotensi akan adanya kenaikan penularan COVID-19.
“Momen Nataru menjadi ujian bagi Indonesia dalam menghadapi gelombang ketiga COVID-19. Ini akan terus diantisipasi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri, Senin (15/11/2021).
Kata Yusri, hal ini juga diantisipasi oleh Dinas Kesehatan Sumatera Selatan. Yusri berharap, pada perayaan Nataru nanti COVID-19 Sumatera Selatan tidak kembali meningkat hingga bisa melewati gelombang ketiga COVID-19.
“Apalagi Presiden Joko Widodo telah meniadakan libur Nataru, hal ini mungkin bisa menghindari kerumunan yang terjadi pada Libur Nataru nanti,” ucapnya.
Sementara itu, kondisi COVID-19 di Sumsel selama dua bulan terakhir sudah melandai. Bahkan hampir dua pekan ini, lanjut Yusri, hanya ada 10 kasus COVID-19.
“Klaster belum ada. Ketika ada peningkatan kasus, ada klaster besar, segera kita lakukan tracing,” jelasnya.
Untuk itu, ia berharap agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan meski saat ini covid-19 landai.
“Sembari mengejar Herd Imunity dari Vaksinasi yang dilakukan, tapo Prokes tetap harus diterapkan agar Sumsel bisa terhindar dari gelombang-gelombang baru COVID-19. Bahkan kalau bisa Sumsel bisa terbebas dari Pandemi ini,” katanya. (ANA)

















