Awal Agustus, 108 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di 6 Kabupaten

- Redaksi

Rabu, 4 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Pemadaman dan Pendinginan Hotspot dengan Heli Water Boombing. (Photo: Reza Mardiansyah)

Proses Pemadaman dan Pendinginan Hotspot dengan Heli Water Boombing. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pekan pertama Agustus 2021, hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), semakin meningkat. Apalagi, pada Agustus ini diprediksi menjadi puncak musim kemarau.

Wadanops Karhutla Sumsel Danlanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Hermawan Widhianto, mengatakan, jika dalam waktu satu pekan ini, sudah ditemukan 108 hotspot yang didominasi 6 Kabupaten.

“Hotspot semua merata, tetapi ada sekitar enam daerah rutin mendominasi secara keseluruhan, yaitu di Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, PALI, Musi Banyuasin, serta Muara Enim,” terang Hermawan, saat Briefing operasi udara Karhutla di kantor Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang, Rabu (4/8/2021).

Lanjut dia, dari 108 hotspot tersebut baru terlaksana water bombing sebayak 51 kali dalam pengoperasiaannya. “Dari keterbatasan Alutsista yang dilokasikan di Sumsel ini, saya sudah mengajukan penambahan pesawat, untuk memperkuat pelaksanaan penanganan Karhutla,” katanya.

Gubernur Sumsel Herman Deru menambahkan, jika saat ini Pemprov tengah berupaya mengajukan penambahan empat Heli Water Boombing untuk mengatasi Karhutla di Sumsel. “Sudah kita ajukan, tapi belum ada jawaban, tapi kita ingin jawabanya segera,” kata Deru.

Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memakai cara membakar lahan untuk bercocok tanam. Hal ini menurutnya, bisa berbahaya dan api bisa menyebar keluar dari lahan warga.

“Jadi saya imbau sekali lagi jangan membakar lahan. Kita tiada henti mengupayakan agar tahun ini kita bisa mengatasi Karhutla. Bantuan masyarakat juga dibutuhkan, terutama yang memiliki lahan tanam agar tidak memakai cara membakar lahanya,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur
Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian
Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Warga Sumber Asri
Karutan Baturaja Hadiri Sosialisasi Optimalisasi Penyerapan Anggaran TA 2026
SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional
Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Warga Sumber Asri

Berita Terbaru