Antrean BBM di Sumsel Dipicu Isu Kenaikan Harga, DPRD Minta Warga Tidak Terpancing Kepanikan

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat beredar menjelang 1 April 2026 memicu lonjakan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Selatan. Kondisi tersebut terjadi akibat meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan perubahan harga bahan bakar.

Menanggapi situasi itu, Anggota Komisi V DPRD Sumsel M Toha mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi pada awal April 2026.

Menurut Toha, antrean panjang di sejumlah SPBU lebih disebabkan oleh reaksi spontan masyarakat terhadap informasi yang belum tentu benar. Ia menilai fenomena tersebut mencerminkan adanya kepanikan yang tidak perlu di tengah kepastian kebijakan pemerintah.

Ia menekankan bahwa masyarakat seharusnya tidak terburu-buru membeli BBM dalam jumlah besar apabila tidak ada perubahan harga yang diumumkan secara resmi. Pemerintah, kata dia, telah menjamin stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman.

Toha juga menyampaikan bahwa kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi merupakan langkah positif di tengah dinamika harga energi dunia yang masih berfluktuasi. Keputusan tersebut dinilai menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berasal dari media sosial. Ia meminta warga untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang menyesatkan.

Selain menyoroti persoalan antrean BBM, Toha turut menyinggung wacana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menjadi salah satu strategi penghematan energi yang efektif.

Ia menjelaskan bahwa jika kebijakan WFH diterapkan secara konsisten, maka konsumsi BBM di daerah berpotensi mengalami penurunan signifikan. Di samping itu, kebijakan tersebut juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas serta mendukung efisiensi penggunaan energi di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pergoki Dua Pelaku Curanmor Beraksi. Briptu Hamdi Kena Tembak Di Bahu Kanannya
T Intouch with Toyota Remote, Mengakses dan Mengelola Kendaraan dari Jarak Jauh Seperti Pengaturan Pendingin Kendaraan
SampoernaFest Kembali ke Palembang, Perkuat Literasi Keuangan dan Dukung Penanganan Karhutla
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Kejati Babel Perkuat Sinergi Tata Kelola Distribusi BBM
Polda Sumsel Usut 62 Kasus Karhutla, 20 Laporan Seret Korporasi
Taekwondo NG Juara Umum Hj Meilinda Cup 2026, Borong 23 Emas
PN Palembang Kabulkan Praperadilan Albert John Lorenz, Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah
Kembali Digerebek, Tujuh Orang Diamankan dari Kampung Narkoba Lorong Manggar
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pergoki Dua Pelaku Curanmor Beraksi. Briptu Hamdi Kena Tembak Di Bahu Kanannya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:36 WIB

T Intouch with Toyota Remote, Mengakses dan Mengelola Kendaraan dari Jarak Jauh Seperti Pengaturan Pendingin Kendaraan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Kejati Babel Perkuat Sinergi Tata Kelola Distribusi BBM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Polda Sumsel Usut 62 Kasus Karhutla, 20 Laporan Seret Korporasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Taekwondo NG Juara Umum Hj Meilinda Cup 2026, Borong 23 Emas

Berita Terbaru