Alami Kecelakaan Kerja, Delapan Karyawan PT OKI Pulp Dirawat di RK Charitas

- Redaksi

Jumat, 25 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu korban yang sedang dirawat

Salah satu korban yang sedang dirawat

SUARAPUBLIK.ID, KAYUAGUNG – Ada puluhan karyawan PT OKI Pulp And Paper Milis di wilayah Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengalami kecelakaan kerja, Kamis (24/3/2022).

Namun, dari puluhan tersebut ada delapan orang karyawan harus dilarikan ke Rumah Sakit RK Charitas Palembang, akibat mengalami luka bakar di bagian tubuhnya. Dugaan sementara korban terbakar akibat air panas yang menyembur dari pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Kejadian ini sempat menjadi perhatian warga net. Pasalnya, video para karyawan yang sedang mendapatkan perawatan medis, diduga di klinik kesehatan milik perusahaan tersebut beredar luas dimasyarakat.

Dalam video tersebut tampak sejumlah karyawan terlihat dalam penanganan. Ada juga yang sudah kondisi terbaring dengan balutan perban di bagian wajah, tangan, maupun bagian tubuh lainnya. Sesekali terdengar suara rintihan para korban yang tidak menyangka akan mengalami peristiwa tersebut.

Menanggapi adanya kejadian tersebut, Manajemen PT OKI Pulp melalui H Gadang Harto Hartawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan tersebut bukan karena adanya gas yang meledak, akan tetapi adanya semburan air panas dari pipa yang mengalami kerusakan dan sedang diperbaiki. “Bukan meledak mas, infonya saat perbaikan ada uap panas yang muncrat mengenai karyawan yang sedang bekerja melakukan perbaikan,” tulis Gadang via Whatsapp kepada wartawan, jumat, (25/3/2022).

Akibat semburan air panas tersebut, setidaknya delapan orang karyawan harus mendapatkan perawatan medis dan harus dilarikan ke RS RK Charitas Palembang. “Ada 8 orang yang dirawat di Rs RK Charitas, semua dalam kondisi stabil, semuanya adalah karyawan PT OKI Pulp,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi OKI, Sudiyanto Jakfar mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait adanya kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PT OKI Pulp dan jumlahnya cukup banyak,”Sekarang informasinya sedang kami dalami,nanti kita akan pastikan bagaimana dengan pelayanan yang didapatkan para karyawan tersebut,” ucapnya.

Terkait dengan pengawasan guna mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan, menurutnya hal tersebut adalah kewenangan Disnakertrans Provinsi dan berdasarkan informasi yang didapat, pekerja susah menerapkan SOP,”Untuk tindak lanjut penyebab kecelakaan Disnakertrans Provinsi yang punya wewenang,” ungkapnya.(dhi)

Berita Terkait

Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI
OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 
Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas
Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:21 WIB

Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI

Senin, 28 September 2026 - 12:37 WIB

OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 15:41 WIB

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Berita Terbaru

Foto kepala Karantina Sumsel

Kota Palembang

96 Hewan Sudah Divaksin, Karantina Sumsel Kejar Target

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:49 WIB