oleh

Akhirnya Daerah Pasemah Air Keruh ‘Terkontaminasi’ Covid 19 

SUARAPUBLIK.ID, EMPATLAWANG – Setelah bertahan sangat lama dari zona hijau, akhirnya Pasemah Air Keruh (Paiker), menjadi daerah yang beresiko rendah atau zona kuning.

Hal itu tak lain karena adanya dua warga yang positif terkonfirmasi covid 19. Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode real time RT-PCR coronavirus di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. 

Camat Paiker Noperman Subhi menjelaskan, kejadian ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, kecamatan Pasemah Air Keruh. Salah satu dari warga yang dinyatakan positif, berasal dari tenaga kesehatan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan prestasi yang dicapai puskesmas bersama kecamatan dan desa yang setiap hari jemput bola ke desa-desa melakukan vaksin, dengan hasil yang sangat memuaskan sesuai target. 

“Jebolnya Pasemah Air Keruh dari zona hijau, disebabkan oleh mulai kendornya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. Banyak masyarakat yang menggelar hajatan atau persedekahan yang mengabaikan protokol kesehatan. Peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti tempat dan jumlah undangan yang seharusnya dibatasi menjadi sumber cepatnya penyebaran Covid 19,” kata Noperman.

Nah, lajutnya, demi menekan penyebaran Covid-19 pemerintah kabupaten Empat Lawang memutuskan hajatan atau persedekahan hanya dapat diselenggarakan terakhir tanggal 26 Juli 2021. Menyikapi keputusan tersebut, masyarakat diharapkan menjadwalkan ulang lagi rencana gelaran hajatannya. Sebagai ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kecamatan Paiker, ia meminta kepala desa memaksimalkan fungsi posko PPKM Mikro di setiap desa.

“Kita perketat lagi Prokesnya, fungsikan posko PPKM Mikro setiap desa,” imbuhnya.

Secara terpisah, Fauzan Sodry, penjabat kepala desa Talang Randai, siap melaksanakan tugas penyemprotan cairan disinfektan, mengadakan razia masker, dan besenergi dengan Polsek, Koramil dan puskesmas. Mengkondisikan hajatan dan persedekahan sesuai dengan aturan yang ada, serta menjaga desa Talang Randai tetap di zona hijau seperti semula. “Kita terus patuhi prokes bahkan perketat lagi, ini pelajaran bagi kita,” imbuhnya. (Alf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed