SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — SMP Negeri 45 Palembang akan menerima bantuan alat konservasi air dari Rumah Sakit Permata sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan edukasi pengelolaan sumber daya air di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 45 Palembang, Sudarmi, M.Pd., mengatakan alat konservasi air tersebut berfungsi mengolah air kotor atau air limbah menjadi air yang lebih bersih dan dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan nonkonsumsi.
“Air yang sebelumnya tidak terpakai karena kotor nantinya bisa diolah kembali dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, membersihkan lingkungan sekolah, serta kegiatan pendukung lainnya,” ujarnya.
Menurut Sudarmi, bantuan tersebut sejalan dengan program sekolah yang berorientasi pada kepedulian terhadap lingkungan. Kehadiran alat konservasi air ini tidak hanya membantu efisiensi penggunaan air bersih, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi para siswa.
Ia menambahkan, melalui pemanfaatan teknologi konservasi air, siswa dapat belajar secara langsung mengenai proses pengolahan limbah, pentingnya penghematan air, serta dampaknya bagi keberlanjutan lingkungan.
“Edukasi lingkungan tidak cukup hanya disampaikan secara teori. Dengan adanya alat ini, siswa bisa melihat dan mempraktikkan langsung bagaimana air dikelola secara bijak,” katanya.
Pihak sekolah, lanjut Sudarmi, menyambut baik kerja sama dengan Rumah Sakit Permata yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan dunia pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik bagi sekolah maupun masyarakat sekitar.
Program konservasi air tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan sekolah terhadap sumber air bersih utama serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Air hasil olahan akan dimanfaatkan untuk mendukung program penghijauan di area sekolah.
“Dengan adanya bantuan ini, SMP Negeri 45 Palembang optimistis dapat menjadi salah satu sekolah percontohan dalam penerapan pengelolaan air berkelanjutan di Kota Palembang,” ungkapnya.
Sudarmi berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan demi keberlangsungan generasi mendatang.
“Upaya kecil seperti ini, jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan dampak besar bagi masa depan,” pungkasnya.

















