2 Jembatan Gantung Muratara Yang Rusak Segera di Bangun

- Redaksi

Kamis, 25 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – 7 Jembatan Gantung di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang menjadi akses utama masyarakat putus akibat banjir yang terjadi di sana. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah bersurat kepada Pemerintah pusat meminta bantuan agar jembatan ini bisa segera dibangun kembali.

Sekertaris Daerah Sumsel SA Supriono mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel. Rencananya dalam waktu dekat 2 dari 7 jembatan yang putus akan segera dibangun kembali.

“Alhamdulillah, untuk stok jembatan dengan bentang 120 Meter ready stok, jadi siap untuk dibangun kembali, sedangkan sisanya kita kembali meminta bantuan Kemen PU karena bentangnya lebih panjang,” kata Sekda ditemui usai Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor Provinsi Sumsel Tahun 2024 di BPBD Sumsel, Kamis (25/1/2024).

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) M Affandi menambahkan 2 jembatan tersebut menjadi prioritas utama karena stok jembatannya dimiliki Kementerian.

“2 jembatan yang putus itu bentangnya 100 meter, dan Kementerian memiliki stok dengan bentang 120 meter, saat ini telah dipercepat prosesnya agar segera di tindaklanjuti dan dikerjakan oleh BBPJN Sumsel. Sedangkan sisanya (5 jembatan) masih dalam pengajuan,” kata Affandi.

Lanjut dia, 2 jembatan gantung yang akan kembali dibangun satu terletak di Dusun Kemang Desa Muara Kusi, Kecamatan Ulu Rawas, dan satu lagi berada di Desa Sosokan yang juga berada di Kecamatan Ulu Rawas.

” Ya keduanya berada di Kecamatan Ulu Rawas. Mulai pembangunanya sendiri saat ini Gubernur Sumsel telah bersurat Ke Menteri PUPR permintaan bantuan pemasangan jembatan gantung,” ungkapnya.

Affandi menjabarkan, jika ada 8 jembatan yang rusak akibat dari banjir, 7 diantaranya putus dan 1 rusak parah. ” Total 8 Jembatan itu memiliki bentang yang berbeda, mulai dari 100 Meter, 130 Meter, 140 Meter hingga yang terpanjang 150 meter. Untuk 1 Jembatan yang rusak, kemungkinan jembatan tersebut akan dibangun kembali karena kondisi rusak parah dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki,” terangnya.

Sedangkan bentang yang lebih panjang (130 hingga 150 meter) lanjut dia, stok di Kementerian PUPR masih belum ada. Tapi kata Affandi, Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kabupaten telah memberikan pengajuan agar bisa dilakukan pengadaan oleh Kementerian PUPR.

“Pemerintah telah berkoordinasi dengan Balai Jalan dan Direktorat Jembatan. Kita hanya berharap agar secepatnya Stok itu tersedia dan bisa segera kita bangun,” pungkasnya.

Berikut Lokasi 8 Jembatan Gantung yang rusak da putus akibat banjir di Kabupaten Muratara;

1. Jembatan Batu Gajah (penghubung Desa Batu Gajah Baru – Desa Batu Gajah Baru).

2. Jembatan Gantung Desa Muara Kuis (Penghubung Desa Muara Kuis – Kecamatan Ulu Rawas, Jembatan aktivas sehari – Hari).

3. Jembatan Gantung Desa Dusun Tanjung Desa Muara Kuis (Jembatan Perekonomian – Jembatan Penghubung Dusun Tanjung – Muara Kuis – Kecamatan Ulu Rawas).

4.Jembatan Gantung Dusun Kemang Desa Muara Kuis (Jembatan Perekonomian – Jembatan Penghubung Dusun Kemang – Muara Kuis – Kecamatan Ulu Rawas)

5.Jembatan Gantung Desa Sosokan ( Penghubung Desa Sosokan, dan jembatan aktivitas sehari hari dan akses perekonomian )

6. Jembatan Gantung Desa Lesung Batu ( Penghubung Desa Lesung BAtu – Desa Lesung Batu Muda)

7. Jembatan Gantung Desa Sungai Baung ( Penghubung Desa Sungai Baung)

8. Jembatan Gantung Desa Karang Waru (Penghubung desa Karang Waru dan akses perekonomian).

Berita Terkait

Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech
Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 
Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan
Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional
Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas
Herman Deru: FESyar Sumatera 2026 Momentum Perkuat Ekonomi Syariah dan Literasi Keuangan Masyarakat
Gubernur Sumsel Nonaktifkan ASN Terlibat Kasus Suap Fee Proyek

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:31 WIB

Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WIB

Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:59 WIB

FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

Pengamat Sebut Status Kepegawaian Mantan Wabup PALI Harus Jelas

Berita Terbaru

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Kota Palembang

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:29 WIB