15 PMI Asal Sumsel di Kamboja Berangkat Ilegal, DPRD Dorong Percepatan Pemulangan

- Redaksi

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Keberadaan 15 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Selatan di Kamboja menjadi perhatian serius DPRD Sumsel. Para pekerja tersebut dilaporkan berangkat secara nonprosedural sehingga proses pemulangan mereka membutuhkan penanganan khusus melalui koordinasi berbagai instansi.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, David Hardianto Aljufri, mengungkapkan pihaknya telah menerima informasi terkait kondisi para pekerja migran tersebut. DPRD pun terus memantau perkembangan penanganan kasus yang kini melibatkan pemerintah daerah dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Ia menjelaskan, keberangkatan para PMI yang tidak melalui jalur resmi membuat proses pemulangan tidak bisa dilakukan secara sederhana. Pemerintah harus memastikan seluruh prosedur hukum dan administrasi dipenuhi, termasuk pendampingan dari aparat penegak hukum.

Menurutnya, komunikasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja telah dilakukan sebagai langkah awal untuk mencari solusi terbaik bagi pemulangan para pekerja tersebut.

David menegaskan, pemerintah daerah saat ini sedang mempersiapkan langkah teknis lanjutan agar proses pemulangan dapat segera direalisasikan. Koordinasi lintas lembaga dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat kepulangan para PMI ke tanah air.

DPRD Sumsel juga berkomitmen untuk terus mengawal proses tersebut hingga para pekerja migran asal daerah itu benar-benar kembali dengan selamat. Pihaknya ingin memastikan tidak ada hambatan yang memperlambat proses pemulangan.

Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga para PMI tersebut bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga mereka, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal menghitung hari.

Selain itu, DPRD Sumsel mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Warga diminta memastikan legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja agar terhindar dari risiko penipuan maupun eksploitasi.

Berita Terkait

Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang
Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi
Eksplorasi Penuh Tantangan, ADV 160 Mystery Exploride Satukan Komunitas Honda Sumsel
Rayakan Harpelnas, Astra Motor Sumsel Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia Honda
Unit Ranmor Amankan Tersangka Penggelapan Sepeda Motor 
Pencuri Barang Inventaris Kantor BRMP Sumsel Diringkus Opsnal Unit Ranmor 
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:13 WIB

Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 23:32 WIB

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Jumat, 4 September 2026 - 19:22 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Eksplorasi Penuh Tantangan, ADV 160 Mystery Exploride Satukan Komunitas Honda Sumsel

Berita Terbaru

Pelaku saat diamankan Kepolisian

Kota Palembang

Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:13 WIB