103 Anak Di OKU Timur Terindikasi Stunting

OKU Timur251 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Pemerintah Kabupaten OKU Timur melakukan rembug stunting. Sebagai salah satu daerah yang berhasil menekan angka stunting, hingga hanya ada 103 anak yang terindikasi, dan dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diperoleh.

 

Bupati OKU Timur, Lanosin mengharapkan, tidak ada lagi anak yang mengalami ataupun terindikasi terkena stunting di OKU Timur. Untuk itu, dirinya mendesak Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) segera menyembuhkan anak-anak yang terindikasi.

 

Berdasarkan laporan terakhir dari Dinas Kesehatan OKU Timur, anak-anak yang stunting di OKU Timur hanya di angka 103 anak.

 

Baca Juga :  Lantik Kades Terpilih Zona IV Enos Tekankan Pemimpin Tidak Harus Pintar, Tapi ...

“Untuk menghilangkan angka tersebut atau menyembuhkan anak yang terindikasi stunting. Maka saya intruksikan untuk adanya bapak / bunda asuh anak stunting, yang terdiri dari masing-masing OPD dan Kecamatan. Saya mengajak perangkat daerah untuk menanamkan pahala dan semoga imbalan surga bagi kita yang nantinya akan menjadi bapak / bunda asuh anak stunting,” pintanya, di Aula Bina Praja II Setda OKU Timur, Selasa (01/08/2023).

 

Lanjut Bupati OKU Timur, inovasi bapak/bunda asuh anak stunting, diharapkan akan beriringan dengan program merdeka pangan di hatinya perempuan. Untuk memastikan anak-anak mengkonsumsi makanan yang kualitasnya terkontrol dengan baik.

Baca Juga :  Kejari OKUT Tergetkan Minimal Satu Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Bawaslu OKU Timur Rp16M

 

“Saya ingin di 600 lebih posyandu di OKU Timur nenjadi titik merdeka pangan,” tegasnya.

 

Wakil Bupati OKU Timur, yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten OKU Timur, M Adi Nugraha Purna Yudha menambahkan, dalam proses penangan stunting. Pihaknya telah membagi fenomena stunting ini menjadi 3 fase yaitu pra stunting atau sebelum stunting, Saat stunting dan pasca stunting atau telah sembuh dari stunting. Namun tetap dalam pengawasan dan pendampingan.

 

“Setiap anak sudah ada nilai gizi yang harus terpenuhi setiap harinya. Sehingga dari data ini kita mengetahui tingkat kebutuhan asupan gizi anak yang terkena stunting. Hal ini akan memudahkan Bapak atau Bunda Asuh Anak Stunting dalam menjalankan amanahnya untuk menurunkan stunting di OKU Timur,” terangnya.

Baca Juga :  Layanan Kantor Kecamatan BMT Makin "CEMUMU"

 

Giat rembug stunting turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten OKU Timur dari Kejaksaan Negeri OKU Timur, Kodim 0403 OKU, Polres OKU Timur, dan Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, dan diikuti oleh Kepala OPD, Camat dan Kepala Desa. Secara Virtual melalui zoom meeting turut hadir Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Medi Herianto.

    Komentar