oleh

Stok Ikan di Pagar Alam Melimpah, Pembelinya Justru Sepi

SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Ketua Komisi II DPRD Pagar Alam, Olivia Arifin menyebut, jika pola kerja dalam pengelolaan cadangan pangan harus terbarui. Sebab, hal ini harus menyesuaikan perkembangan regulasi yang terus berubah.

Demikian dikatakan Olivia, saat membacakan laporan Komisi II DPRD Pagar Alam, terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2022 belum lama ini.

“Pola kerja dalam pengelolaan cadangan pangan harus terbarui, karena perkembangan regulasi yang terus berubah. Diperlukan Perda (Peraturan Daerah) untuk memayungi kerja pengelolaan cadangan pangan, terutama yang berkaitan dengan pihak ketiga, yaitu Bulog dan pengelolaan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Olivia, jika saat ini stok bibit ikan di Balai Benih Ikan (BBI) cukup banyak. Sayangnya, stok yang banyak ini tidak diiringi dengan daya serap pembeli yang sangat sedikit. Sehingga diperlukan informasi yang menyebar, bahwa ketersediaan bibit ikan tersedia di BBI.

Menanggapi hal ini, Kepala UPTD BBI Kota Pagar Alam Nurrohman menuturkan, jika permasalahan saat ini, yang menyangkut minimnya daya serap pembeli benih ikan, kemungkinan karena aktivitas masyarakat.

Di mana, saat ini masyarakat Pagar Alam selaku petani kopi, masih tengah disibukkan dengan kegiatan panen di kebun. Secara otomatis aktivitasnya, masih banyak terfokus di kebun.

“Kalau kita lihat, masih minimnya daya serap pembeli, yang cendrung sedikit terhadap pembelian benih ikan di BBI, karena faktor musim panen kopi, menjadikan aktivitas banyak terfokus di kebun,” ujarnya, Rabu (7/7/2021).

Diakui Rohman, bila melihat ke belakang, pada Januari hingga April 2021, penjualan benih ikan di BBI masih tergolong stabil. Sedangkan memasuki Juni hingga Juli 2021 ini sedikit tersendat.

“Kalau di Januari-April, penjualan benih ikan di BBI masih stabil. Kita masih bisa menyumbang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pagar Alam. Untuk Juni-Juli kita akui sedikit tersendat, yang menjadikan daya serap pembeli sangat sedikit,” serunya.

Sedangkan untuk sosialisasi dan informasi ke masayarakat, sambung Rohman, pihaknya secara rutin menyampaikan informasi, dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya, bahwa kondisi stok benih ikan di BBI cukup melimpah.

“Kita berharap daya serap dan minat pembeli, untuk membeli benih ikan di BBI dapat meningkat. Tentunya, seiring pula dengan peningkatan perekonomian masyarakat, terlebih seiring dengan musim panen yang tengah berlangsung,” harapnya. (ANA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed