oleh

Penyebab Pagar Alam Belum Laksanakan Vaksinasi Anak

SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Dinas Kesehatan Pagar Alam belum mendapat petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) terkait pelaksanaan vaksinasi virus corona (COVID-19) bagi anak-anak berusia 12-17 tahun.

Sebagaimana diketahui, bahwa pelaksanaan suntik vaksin COVID-19 anak berusia 12-17 tahun dilaksanakan setelah keluarnya izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

“Memang di beberapa daerah sudah ada yang melaksanakan vaksin bagi anak usia 12-17 tahun, namun untuk Pagar Alam belum ada petunjuk dari pemerintah provinsi,” terang Kabid Pengendalian Penyakti Menular (P2M) Dinas Kesehatan Pagar Alam, Suwirman, Rabu (7/7/2021).

Apalagi, kata Suwirman, dengan ketersedian vaksin yang masih sangat terbatas saat ini, Dinas Kesehatan masih fokus pada tiga kelompok sasaran yakni, Tenaga Kesehatan (Nakes), Pelayanan Publik, serta kelompok Lanjut Usia (Lansia).

“Bahkan sudah berangsur dibuka untuk umum sejak kegiatan vaksinasi massal HUT Bhayangkara kemarin,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasi Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Pagar Alam, Poppy Mardiana, merilis secara total cakupan vaksinasi yang dimulai sejak awal Februari hingga Akhir Juni 2021, sudah sebanyak 23.089 orang masyarakat dari tiga kelompok sasaran yakni Tenaga Kesehatan, Pelayanan Publik dan Lanjut Usia yang sudah disuntik baik itu Dosis I maupun Dosis II.

Dari jumlah tersebut, 9899 orang (42,87 persen) sudah menerima  vaksis dosis I dan 5501 orang (23,83 persen) yang menerima vaksin dosis II, dan cakupan tertinggi didominasi oleh Tenaga Kesehatan dengam total 1151 orang, 1032 (89,66 persen) sudah di vaksin dosis II dan 965 orang (83,84 persen) dosis II.

Sedangkan untuk pelayanan publik, yang meliputi ASN, TNI, Polisi, tenaga pendidik, BUMD, dan lain-lain dengan sasaran sebanyak 7.430 orang dengan cakupan yang sudah disuntik dosis 1 sebanyak 5.238 orang atau 70,50 persen dan cakupan dosis 2 sebanyak 2.694 orang atau 36,26 persen.

Sementara untuk Lansia, dengan sasaran sebanyak 14.508 orang dengan cakupan vaksinasi dosis 1 baru mencapai sebanyak 2.725 orang atau 13,27 persen, dan dosis 2 sebanyak 942 orang atau 6,49 persen.

“Jumlah dan persentase ini bisa berubah setiap saat, seiring pelaksanaan vaksinasi yang masih berlangsung di sejumlah fasyankes dan posko vaksinasi,” imbuhnya. (ANA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed