Politik

Pengerjaan Jembatan Darurat Desa Pengentaan Segera Rampung

SUARAPUBLIK, Lahat – Pasca putusnya jembatan Air Mulak Ulu akibat diterjang banjir akhir tahun 2019 lalu. Akibatnya beberapa desa yakni Desa Lesung Batu, Desa Air Kuar, Desa Pajar Bulan, Desa Mangkenang dan Desa Padang Kandis terisolir.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatab gerak cepat dan tanggap membangun jembatan darurat yang saat ini tengah dibangun di Desa Pengentaan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) terus dikebut dengan target satu minggu kedepan sudah fungsional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumsel, Darma Budhy melalui Kepala Bidang Jembatan PUBM-TR Sumsel, M Afandi mengatakan, saat ini progres pembangunan fisik jembatan darurat tersebut sudah mencapai 80 persen.

“Jembatan rangka baja yang dibangun sementara di Desa Pengentaan, Kecamatan Mulak Ulu itu kita targetkan selesai minggu depan,” ujar M Afandi saat diwawancarai awak media di lokasi pembangunan jembatan, Kamis (27/02/2020).

Saat ini, kata Afandi, pengerjaan jembatan telah memasuki tahap pembuatan lantai jembatan yang terbuat dari plat. “Sekarang tim sedang melakukan pemasangan lantai jembatan. Satu hari ini rangkaian lantai jembatan itu dipastikan selesai dipasang,” katanya.

Afandi juga mengungkapkan, usai menyelesaikan pengerjaan pemasangan lantai jembatan, selanjutnya akan dilakukan pengerjaan membangun jalan sebagai akses pendekat menuju jembatan tersebut agar memudahkan kendaraan untuk melintas.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut memang sangat diperlukan guna akses penyeberangan bagi masyarakat. “Kalau sekarang ini warga yang ingin menyeberangi terpaksa menggunakan jembatan bambu agar bisa masuk ke akses jembatan Air Mulak yang sebagian badan jembatan masih bisa digunakan, namun mereka harus ekstra hati-hati,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pengentaan, Dadi Aprizon mengapresiasi respon cepat dari Pemerintah Provinsi Sumsel yang membangun jembatan darurat tersebut karena dinilai berpengaruh terhadap aktivitas warga, terutama perekonomian masyarakat desa.

“Jembatan darurat ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh warga sini, karena mempermudah mereka dalam membawa hasil bumi ataupun hasil kebun mereka untuk dijual,” singkatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *