oleh

Unik, Cara Menangkap Ikan Pakai Anyaman Bambu dan Rotan

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Tradisi Lumpatan terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Terusan Lama, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Lumpatan sendiri merupakan bangunan yang terbuat dari bambu dan rotan, yang kemudian didirikan di tengah-tengah sungai Musi. Dengan tujuan jika air besar ikan-ikan akan melompat dan terperangkap.

Lumpatan sendiri memiliki ukuran panjang sekitar 15 hingga 20 meter dengan lebar 8 meter, dimana tiangnya ditanam di dasar sungai.

“Untuk membuat sebuah bangunan lumpatan jika dihitung secara total itu, kurang lebih menghabiskan dana hingga Rp50 juta,” kata Kepala Desa Terusan Lama, Yanto, Jumat (10/09/2021).

Yanto menceritakan biaya sebesar Rp50 juta tersebut terhitung jika bambu, rotan, paku, biaya konsumsi gotong royong tidak dihimpun atau dikumpulkan dengan cara sukarela.

“Kalau bambu biasanya warga akan ambil sendiri di kebun. Sedangkan untuk rotan karena sekarang agak susah dicari terpaksa harus beli, belum lagi termasuk biaya makan dan minum untuk warga,” ujarnya.

Azhari, tokoh masyarakat Desa Terusan Lama memyampaikan, jika tradisi lumpatan ini merupakan tradisi turun temurun pendahulu masyarakat Kabupaten Empat Lawang  yang tinggal di bantaran Sungai Musi.

“Dulu sebenarnya lumpatan dibuat di beberapa desa yang ada di Kecmatan Tebing Tinggi, sayang saat hanya tersisa di desa kami yang masih melestarikan tradisi ini,” terang Azhari.

Lumpatan sendiri mulai digunakan pada musim penghujan yakni sekitar bulan September dimana pembuatannya memakan waktu sekitar satu bulan.

“Kita mulai kerjakan kemarin sekitar awal bulan agustus nah hari ini sudah selesai dan akan dilakukan ritual bakar kemenyan, pembacaan doa dan surat yasin denha harapan akan diberi rezeki berlimpah dan terhindar dari bala (musibah),” pungkasnya. (Alf)

Komentar

Berita Hangat Lainya