Tiga Helikopter Water Bombing dan Dua Patroli Udara Berhenti Beroperasi

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Helikopter jenis Mi-8 MTV-1 dari BNPB untuk Sumsel. Foto: ist

Ilustrasi - Helikopter jenis Mi-8 MTV-1 dari BNPB untuk Sumsel. Foto: ist

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan bahwa lima unit helikopter yang sebelumnya digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut telah mengakhiri masa operasionalnya seiring dengan mulai masuknya musim hujan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menyebutkan lima helikopter tersebut terdiri atas tiga helikopter water bombing dan dua helikopter patroli udara.

“Sudah lima helikopter yang berakhir masa operasionalnya karena saat ini kondisi cuaca sudah mulai memasuki musim hujan,” ujar Sudirman, Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan proses penarikan dilakukan bertahap sejak akhir Oktober hingga awal November 2025.

Selama bertugas, helikopter tersebut telah beroperasi lebih dari 100 jam dalam mendukung upaya pemadaman di berbagai wilayah yang terdampak karhutla.

Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa masih terdapat empat helikopter yang tetap siaga, terdiri dari tiga unit water bombing dan satu helikopter patroli udara.

“Secara keseluruhan, operasional helikopter dijadwalkan selesai pada 5 November 2025. Namun penyesuaian tetap dilakukan sesuai kondisi cuaca berdasarkan informasi BMKG. Jika diperlukan, akan ada helikopter yang tetap siaga,” jelasnya.

Ia mengatakan sepanjang masa penanganan tahun ini, helikopter patroli udara tercatat telah melakukan 139 sorti dengan total waktu terbang 495 jam.

Sementara helikopter water bombing melakukan 223 sorti dengan 5.338 kali penyaluran air atau setara 21,3 juta liter air dan waktu terbang mencapai 783 jam.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan terpadu bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, dan masyarakat peduli api.

“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, meskipun musim hujan sudah mulai tiba,” ucap dia.

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru

Sumsel

Makna Pancasila dalam Perjalanan Kehidupan Saya

Minggu, 23 Agu 2026 - 06:31 WIB

Sumsel

Resume Dari Hal Kecil, Saya Belajar Mengamalkan Pancasila

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:32 WIB

Sumsel

Menghidupkan Pancasila Melalui Kepedulian terhadap Sesama

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:24 WIB