Tempuh Medan Berat, Evakuasi Pendaki Puncak Dempo Dilakukan Secara Estafet

- Redaksi

Jumat, 3 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi pendaki puncak Gunung Dempo yang meninggal dunia. (Photo: Istimewa/BPBD Kota Pagar Alam)

Proses evakuasi pendaki puncak Gunung Dempo yang meninggal dunia. (Photo: Istimewa/BPBD Kota Pagar Alam)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pendaki puncak Gunung Api Dempo yang dikabarkan meninggal dunia akibat hypotermia akhirnya berhasil di evakuasi oleh tim BPBD yang dibantu oleh sejumlah relawan.

Akan tetapi, faktor medan yang cukup sulit karena beberapa kali di guyur hujan deras, hingga membuat jalur evakuasi licin dan berlumpur.

Hal ini pula yang membuat tim evakuasi sedikit kesulitan melakukan evakuasi dan terpaksa menggunakan metode estafet.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa tim gabungan tersebut berjumlah 45 orang yang terdiri dari anggota BPBD 35 orang, Relawan 11 orang dan Tim medis TSC 3 orang. Tim secara estafet melakukan evakuasi tersebut.

“Dari 46 orang yang turun kita lakukan evakuasi  secara estafet dengan membagi kelompok yang disiapkan dibeberapa titik,” ujar Anjas, Kabid Kedaruratan BPBD Kota Pagar Alam.

Dikatakannya, pembagian kelompok dan evakuasi secara estafet ini bertujuan agar  agar kondisi fisik tim evakuasi tidak terkuras karena jalur yang cukup berat karena kondisi cuaca saat ini musim hujan, sehingga jalur yang biasa lembab saat ini kontur tanahnya berlumpur dan licin.

“Untuk itu sistem estafet kita berlakukan agar kondisi fisik dan keselamatan tim terjaga,” ujarnya.

Dikatakannya, jika saat ini jenazah pendaki sudah berhasil di evakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Besemah untuk mendapatkan perawatan.

Diketahui jika pendaki tersebut bernama Deko Afriansyah (21) yang tercatat warga Seluma Provinsi Bengkulu.

Korban dikabarkan melakukan pendakian Gunung Dempo pada Selasa (31/12/2024) untuk menghabiskan malam tahun baru bersama satu rekannya. Namun setiba di Puncak Gunung Dempo korban mengalami sakit dan diduga juga terkena Hipotermia.

Melihat kondisi itu teman korban turun untuk meminta bantuan ke pos Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) untuk mengevakuasi korban yang saat itu masih dalam keadaan sakit dan Hypo.

Namun pada Jumat (3/1/2025) dini hari tepatnya pukul 01.45 WIB pendaki tersebut dikabarkan meninggal dunia di puncak Gunung Dempo. (ANA)

Berita Terkait

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD
Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring
Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum
Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25
Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam
Sehari Sepulang dari Tanah Suci, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah Langsung Pimpin Upacara HUT ke-25 
HUT ke-25 Pagar Alam,UPT RSD Besemah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Besemah Expo
Tangis Haru Pecah Di Gunung Gare! Walikota Ludi Oliansyah Bersama 208 Jamaah Haji Pagar Alam Pulang Dengan Selamat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:51 WIB

Pagar Alam Kembali Raih WTP, Walikota Ludi Sampaikan LPP APBD 2025 ke DPRD

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:45 WIB

Pagar Alam Kirim Tim U-15 ke Piala Soeratin, Misi Bawa Nama Kota ke Jakabaring

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:59 WIB

Gubernur Sumsel Resmikan Rumah Baghi, Rumah Adat Pagar Alam Pusat Konsultasi Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:39 WIB

Gratis! Dinkes Pagar Alam Tebar 7 Layanan Kesehatan Di Momen HUT Ke-25

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Sinegritas untuk Kemajuan! Sidang Paripurna DPRD Warnai HUT Ke-25 Kota Pagar Alam

Berita Terbaru