Tag: Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan

  • Inflasi Sumatera Selatan Tetap Terkendali pada Momen HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    Inflasi Sumatera Selatan Tetap Terkendali pada Momen HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Inflasi Provinsi Sumatera Selatan pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,49 persen (month to month/mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,02 persen (mtm). Sementara itu, secara tahunan inflasi Sumatera Selatan berada pada level 2,91 persen (year on year/yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang juga tercatat 2,91 persen (yoy).

    Capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen, sehingga menunjukkan inflasi Sumatera Selatan tetap terjaga sepanjang 2025. Adapun inflasi nasional pada periode yang sama tercatat 2,92 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,72 persen (yoy).

    Inflasi di Sumatera Selatan pada periode laporan terutama didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas strategis. Komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi antara lain emas perhiasan sebesar 0,09 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,07 persen (mtm), daging ayam ras sebesar 0,07 persen, cabai rawit sebesar 0,06 persen, serta cabai merah sebesar 0,05 persen.

    Harga emas perhiasan masih melanjutkan tren kenaikan seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap instrumen safe haven di tengah dinamika ekonomi global. Sementara itu, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah dan aneka cabai mengalami tekanan harga akibat terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh gangguan cuaca yang berdampak pada distribusi dan hasil panen.

    Ke depan, inflasi Sumatera Selatan diprakirakan tetap terjaga meskipun terdapat sejumlah faktor risiko yang perlu diantisipasi bersama, antara lain peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Tahun Baru Imlek dan Isra Mi’raj. Tekanan harga pangan dan hortikultura juga berpotensi meningkat seiring curah hujan yang masih tinggi hingga Februari, serta sisa dampak banjir bandang di beberapa wilayah Sumatera.

    Selain itu, harga emas perhiasan diperkirakan masih bertahan pada level tinggi akibat dinamika global yang memengaruhi inflasi inti. Namun demikian, laju inflasi diprakirakan tertahan oleh normalisasi permintaan barang dan jasa pasca puncak konsumsi akhir tahun, serta penurunan harga BBM nonsubsidi pada awal Januari 2026.

    Dalam rangka menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

    Berbagai langkah konkret telah dilakukan, antara lain penyelenggaraan operasi pasar murah dan gerakan pangan murah, yang hingga akhir Desember 2025 tercatat mencapai sekitar 542 kegiatan di seluruh wilayah Sumatera Selatan. TPID juga berkoordinasi intensif dengan Perum Bulog dalam pendistribusian beras SPHP, serta penyaluran komoditas pangan terjangkau melalui Toko KePo, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya.

    Selain itu, TPID secara rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen untuk memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta ketersediaan stok tetap mencukupi guna menjaga daya beli masyarakat.

    Untuk memperkuat ketahanan pangan, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2025 terus digencarkan melalui tiga program utama, yakni GSMP Menyala, GSMP Goes to Panti Sosial, dan GSMP Goes to Office. Program tersebut menyasar lebih dari 1.020 rumah tangga dan 68 Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh Sumatera Selatan.

    Dalam implementasinya, Bank Indonesia bersama TPID Sumatera Selatan memberikan dukungan berupa bibit, benih, serta sarana dan prasarana budidaya cabai dan bawang merah. Upaya ini juga disertai penguatan kapasitas melalui kegiatan capacity building bagi KWT, rumah tangga, penyuluh, dan PKK di empat zona wilayah.

    Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pendampingan pascapanen, pengolahan hasil pertanian, pembentukan koperasi, serta replikasi model klaster di wilayah potensial lainnya guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

    Di sisi distribusi, TPID Sumatera Selatan juga memberikan subsidi harga dan ongkos angkut untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilisasi harga pangan. Pada Desember 2025, subsidi ongkos angkut diberikan untuk komoditas beras SPHP dalam kegiatan operasi pasar murah di Palembang.

    Seluruh langkah pengendalian inflasi tersebut diperkuat dengan strategi komunikasi yang efektif melalui rapat koordinasi, high level meeting (HLM), capacity building, serta publikasi kepada masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengendalian inflasi, TPID Provinsi Sumatera Selatan dan TPID Kota Palembang menerima penghargaan dari Presiden RI sebagai TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera Tahun 2025.

    Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan melalui optimalisasi program GNPIP dan GSMP, sekaligus mendukung program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Sinergi BI dan Pemkot Pagar Alam Dorong Produktivitas Bawang Merah, Panen Perdana Capai Hasil Memuaskan

    Sinergi BI dan Pemkot Pagar Alam Dorong Produktivitas Bawang Merah, Panen Perdana Capai Hasil Memuaskan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Upaya memperkuat ketahanan pangan kembali menunjukkan hasil positif di Kota Pagar Alam. Kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Pagar Alam menghasilkan panen bawang merah dengan capaian produktivitas yang meningkat signifikan. Panen bersama yang digelar pada Sabtu, 15 November 2025 di Kecamatan Dempo Utara ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi lintas sektor mampu mendorong peningkatan hasil pertanian sekaligus menekan tekanan inflasi pangan di daerah.

    Kegiatan panen ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pagar Alam, Ibu Hj. Bertha, SH., M.Kn., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Duddy Adiyatna, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Diki Herlambang, S.TP., M.Si., serta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sejumlah kelompok tani seperti Poktan Air Lawu, Poktan Kibox Iox, Poktan Berkah Alam Sukses Bersama, Poktan Sepakat, serta pelaku UMKM juga hadir dalam kegiatan tersebut.

    Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan komoditas pangan strategis, Bank Indonesia memberikan bantuan bibit bawang merah, cultivator, serta fasilitasi studi pembelajaran ke Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

    Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pagar Alam menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin baik antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Ia menilai bahwa dukungan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga pangan yang menjadi salah satu perhatian utama masyarakat.

    Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menegaskan pentingnya pengembangan bawang merah di wilayah Sumatera Selatan yang selama ini masih mengalami defisit pasokan. Melalui kolaborasi dengan TPID, Bank Indonesia terus mendorong penguatan budidaya bawang merah untuk memperbaiki rantai pasok dan mengurangi potensi tekanan inflasi dari sisi ketersediaan pangan.

    Lebih lanjut, Bank Indonesia menekankan perlunya pengembangan demplot bawang merah di Kota Pagar Alam. Demplot ini menjadi sarana untuk menguji varietas benih yang paling cocok dengan karakter agroklimat setempat. Petani yang berhasil meningkatkan hasil panen juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan kepada kelompok tani lain agar keberhasilan ini dapat direplikasi di wilayah lain.

    Hasil panen pada musim tanam kali ini menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Produktivitas mencapai 15,7 ton per hektare atau naik sekitar 15 persen dibanding musim sebelumnya. Keberhasilan ini didukung penggunaan benih unggul bersertifikat, teknologi budidaya seperti mulsa plastik, sprayer, pupuk organik, serta penerapan pola tanam yang lebih terukur. Kemitraan pemasaran juga mulai terbentuk dengan pedagang pengumpul lokal hingga calon pembeli luar daerah, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani.

    Pemerintah Kota Pagar Alam turut menegaskan komitmennya untuk memperluas pengembangan klaster bawang merah, termasuk penambahan lahan tanam serta penguatan kelembagaan petani. Langkah ini selaras dengan strategi 4K TPID dalam pengendalian inflasi, yang menitikberatkan pada peningkatan ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis.

    Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Pagar Alam akan memperkuat pendampingan pascapanen melalui fasilitasi pengolahan hasil, diversifikasi produk, serta pembentukan kelembagaan ekonomi petani seperti koperasi atau unit usaha bersama. Sinergi ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi Pagar Alam tidak hanya sebagai destinasi wisata pegunungan, tetapi juga sebagai sentra bawang merah yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

    Dengan hasil panen yang menjanjikan dan dukungan lintas sektor yang semakin kuat, kegiatan Panen Bersama Bawang Merah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar lembaga mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

  • BI Sumsel Dorong Akselerasi Digitalisasi Ekonomi Lewat Temu Responden 2025

    BI Sumsel Dorong Akselerasi Digitalisasi Ekonomi Lewat Temu Responden 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Digitalisasi ekonomi dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di tengah dinamika global. Hal inilah yang menjadi fokus utama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan saat menggelar Temu Responden 2025 bertema “Percepatan Digitalisasi Ekonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Sumsel yang Tangguh”, di Ballroom Hotel Arista Palembang, Selasa (14/10/2025).

    Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan tersebut menjadi ajang strategis bagi BI Sumsel untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan para pelaku usaha, akademisi, dan instansi pemerintahan. Seluruh pihak diharapkan berperan aktif dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis digital di daerah ini.

    Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Temu Responden merupakan agenda rutin tahunan yang digelar untuk mempererat komunikasi antara Bank Indonesia dengan responden liaison dan pelaku ekonomi di Sumatera Selatan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi juga wadah penting untuk berbagi pandangan dan memperkaya analisis ekonomi regional.

    “Melalui kerja sama dan informasi yang diberikan para responden, BI dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai arah kegiatan usaha di Sumsel. Data tersebut menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan ekonomi,” ujar Bambang.

    Ia menambahkan, peran responden sangat vital dalam mendukung pengambilan keputusan BI, terutama dalam konteks pemantauan inflasi, stabilitas harga, serta percepatan digitalisasi di sektor keuangan. “Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi dan kerja sama yang telah terjalin selama ini,” lanjutnya.

    Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Dr. Aviliani, S.E., M.Si yang merupakan Ekonom Senior INDEF, motivator nasional Andre Wongso, dan penyanyi sekaligus pengusaha Rafael Tan. Kehadiran ketiganya memberikan warna tersendiri dalam diskusi dan sesi inspiratif yang digelar BI Sumsel.

    Dalam pemaparannya, Aviliani menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi antar pelaku ekonomi untuk mempercepat digitalisasi. Ia juga menilai langkah BI Sumsel yang aktif mendorong pelaku usaha agar beradaptasi dengan ekonomi digital sudah sangat tepat. “Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk bertahan di tengah perubahan ekonomi global yang sangat cepat,” ujar ekonom lulusan IPB University tersebut.

    Sementara itu, suasana acara semakin semarak ketika Rafael Tan tampil membawakan beberapa lagu hits yang disambut antusias oleh para tamu undangan. Momen hiburan ini diselingi pembagian doorprize menarik yang membuat suasana tetap hangat hingga akhir acara.

    Sebagai bentuk apresiasi, BI Sumsel juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah responden terbaik yang dinilai aktif dan berkontribusi dalam penyediaan data serta dukungan terhadap kebijakan ekonomi daerah. Kegiatan pun ditutup dengan pesan penting: bahwa penguatan ekonomi Sumsel hanya bisa terwujud bila seluruh pihak bersatu dalam semangat kolaborasi dan inovasi digital.

  • Optimisme Konsumen Jaga Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

    Optimisme Konsumen Jaga Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, YOGYAKARTA – Keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja dan meningkatnya konsumsi barang kebutuhan tahan lama menjadi faktor penting yang menjaga perekonomian Sumatera Selatan (Sumsel) tetap tumbuh tinggi di tengah perlambatan ekonomi global.

    Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Sumsel, pada triwulan II 2025 perekonomian Sumsel mencatatkan pertumbuhan 5,42 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang berada di level 5,12 persen, sekaligus menempatkan Sumsel sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi di Pulau Sumatera.

    Kepala BI Sumsel, Bambang Pramono, menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang cukup kuat meskipun tekanan eksternal masih tinggi. “Pertumbuhan ini ditopang oleh lapangan usaha pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan,” ujarnya dalam Capacity Building Wartawan yang digelar BI Sumsel di Yogyakarta, 25–27 September 2025.

    Sektor pertambangan tercatat tumbuh paling tinggi yakni 24,45 persen, disusul industri pengolahan sebesar 18,16 persen, dan perdagangan 14,16 persen. Ketiga sektor ini menjadi motor utama dalam menopang aktivitas ekonomi Sumsel sepanjang paruh pertama 2025.

    Dari sisi stabilitas harga, Sumsel justru mencatat deflasi sebesar 0,04 persen (mtm) pada Agustus 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,14 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Sumsel mencapai 3,04 persen (yoy), sedikit meningkat dari 2,88 persen pada Juli, namun masih terjaga dalam kisaran sasaran.

    Deflasi ini dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan, antara lain daging ayam ras, tomat, cabai rawit, bawang putih, dan beras. Menurut BI, pasokan yang melimpah, terutama daging ayam, tidak terserap optimal sehingga menekan harga di pasar.

    Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Sumsel pada triwulan III 2025 melambat menjadi 6,91 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan 7,15 persen pada triwulan sebelumnya. Perlambatan terutama bersumber dari melemahnya pertumbuhan tabungan dan deposito, seiring menurunnya porsi penghasilan masyarakat yang digunakan untuk menabung.

    Di sisi lain, penyaluran kredit juga menunjukkan moderasi. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 6,51 persen (yoy) pada triwulan III 2025, lebih rendah dari 7,17 persen (yoy) pada triwulan II 2025. Penurunan terjadi pada kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi.

    Meski sejumlah indikator keuangan mengalami perlambatan, optimisme masyarakat tetap terjaga. Survei Konsumen BI mencatat, pada September 2025 masyarakat masih yakin dengan kondisi ekonomi, ditopang oleh meningkatnya konsumsi barang tahan lama serta ketersediaan lapangan kerja yang relatif stabil. Optimisme ini dipandang sebagai modal penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sumsel ke depan.

  • Jaga Stabilitas Harga, Operasi Pasar Murah Hadir di Terminal Perumnas Palembang

    Jaga Stabilitas Harga, Operasi Pasar Murah Hadir di Terminal Perumnas Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan kembali menyelenggarakan Operasi Pasar Murah (OPM) di Terminal Perumnas, Sako, Palembang, pada Kamis, 18 September 2025. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, dan dihadiri oleh pimpinan instansi serta OPD terkait ini tidak hanya menjadi agenda rutin TPID dalam menjaga stabilitas harga, tetapi juga merupakan langkah cepat sebagai respon atas meningkatnya harga sejumlah komoditas, khususnya cabai dan beras, dalam beberapa waktu terakhir.

    Operasi Pasar Murah berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menyediakan berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras SPHP, minyak goreng (Minyakita), gula pasir, telur ayam, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga daging ikan. Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat membeli produk UMKM lokal, seperti pempek. Komoditas-komoditas tersebut dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar dikarenakan adanya subsidi yang berasal dari berbagai instansi. Selain berbelanja kebutuhan pokok, masyarakat juga dapat memperoleh edukasi mengenai QRIS dan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di booth Bank Indonesia.

    Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Bulog, BUMD, OPD, distributor, dan seluruh pihak yang berperan dalam pelaksanaan OPM ini. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi daerah.

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Aries Permadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Pasar Murah ini diharapkan dapat membantu keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Lebih lanjut, TPID Provinsi Sumatera Selatan juga akan melaksanakan Operasi Pasar Murah berikutnya pada 23 September 2025 di UPTD Pengelolaan Terminal dan UPTD Penyelenggaraan Angkutan Sungai Danau, serta pada 24 September 2025 di Halaman Kantor DKPP Provinsi Sumatera Selatan.

    Operasi Pasar Murah ini melengkapi serangkaian strategi pengendalian inflasi lainnya yang telah dilaksanakan, seperti monitoring harga dan pasokan, sidak pasar, penjualan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko KePo, pemberian subsidi ongkos angkut (SOA), hingga pemenuhan komoditas melalui penguatan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Upaya tersebut juga diperkuat dengan himbauan belanja bijak bagi masyarakat serta koordinasi TPID melalui High Level Meeting dan rapat koordinasi yang rutin dilakukan.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus ikut berperan dalam menjaga stabilitas harga. Masyarakat pun diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak agar daya beli tetap terjaga dan inflasi di Sumatera Selatan dapat terkendali dengan baik.

  • Pasokan Melimpah, Sumsel Alami Deflasi pada Agustus 2025

    Pasokan Melimpah, Sumsel Alami Deflasi pada Agustus 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan mencatat deflasi sebesar 0,04 persen (mtm) pada Agustus 2025, setelah sebelumnya mengalami inflasi 0,14 persen (mtm). Sementara itu, inflasi tahunan tercatat 3,04 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 2,88 persen (yoy). Capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

    Deflasi di Sumatera Selatan terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas pangan strategis. Beberapa komoditas yang menyumbang deflasi yaitu daging ayam ras (-0,06 persen mtm), tomat (-0,06 persen mtm), cabai rawit (-0,05 persen mtm), bawang putih (-0,02 persen mtm), dan beras (-0,02 persen mtm).

    Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar seiring pasokan yang melimpah namun belum sepenuhnya terserap oleh masyarakat. Pasokan tomat dan cabai rawit juga meningkat seiring panen dari daerah sentra. Di sisi lain, harga bawang putih terkoreksi mengikuti penurunan harga impor dari China, sementara panen gadu padi serta distribusi beras SPHP Bulog turut menekan harga beras.

    Selain pangan, tarif angkutan udara juga turun karena adanya berbagai promo maskapai dalam rangka memperingati HUT RI ke-80. Kombinasi faktor tersebut menjadi penopang utama deflasi Sumatera Selatan pada periode laporan.

    Secara spasial, deflasi terjadi di dua daerah IHK, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir sebesar -0,11 persen (mtm) dan Kota Palembang sebesar -0,07 persen (mtm). Sementara itu, Kabupaten Muara Enim dan Kota Lubuk Linggau justru mencatat inflasi masing-masing sebesar 0,22 persen (mtm) dan 0,07 persen (mtm).

    Ke depan, tekanan deflasi diperkirakan masih berlanjut namun tetap terkendali dalam sasaran inflasi nasional. Hal ini ditopang panen gadu padi yang masih berlangsung hingga September, distribusi beras SPHP Bulog, serta pasokan hortikultura yang relatif melimpah. Meski demikian, potensi tekanan inflasi tetap ada dari sisi permintaan seiring perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada awal September yang bertepatan dengan long weekend, sehingga berpotensi mendorong kenaikan tarif transportasi dan konsumsi masyarakat.

    Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Langkah yang dilakukan antara lain operasi pasar murah, distribusi beras SPHP, koordinasi dengan Bulog, hingga inspeksi mendadak ke pasar dan distributor.

    Bank Indonesia juga memfasilitasi kerja sama antar daerah (KAD) antara Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Kabupaten Subang guna mendukung ketersediaan pasokan. Selain itu, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2025 terus digencarkan melalui berbagai program, seperti GSMP Menyapa Lingkungan Desa (Menyala), GSMP Goes to Panti Sosial, dan GSMP Goes to Office. Dalam program ini, BI bersama TPID memberikan bibit, benih, hingga sarana budidaya cabai dan bawang merah kepada rumah tangga dan kelompok tani.

    Upaya penguatan distribusi juga dilakukan dengan subsidi biaya angkut yang melibatkan BI, BUMN, BUMD, perbankan, dan sektor swasta. Seluruh langkah tersebut dilengkapi strategi komunikasi yang efektif melalui publikasi informasi pangan, forum koordinasi, hingga promosi diversifikasi pangan.

    Ke depan, Bank Indonesia Sumsel bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis menjaga stabilitas harga. Program nasional Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan inisiatif daerah GSMP menjadi pilar penting untuk memastikan inflasi tetap terkendali sekaligus mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

  • Bank Indonesia Selenggarakan Pekan QRIS Nasional 2025 di Sumatera Selatan

    Bank Indonesia Selenggarakan Pekan QRIS Nasional 2025 di Sumatera Selatan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia kembali menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) dengan tema “Rayakan Digitalisasi, QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”. Kegiatan ini hadir untuk meningkatkan kesadaran dan memperluas penggunaan transaksi non-tunai dengan QRIS yang lebih mudah dan nyaman. Pelaksanaan PQN berlangsung serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia, menghadirkan semangat digitalisasi yang merata hingga ke pelosok negeri.

    Di Provinsi Sumatera Selatan, PQN tahun ini disemarakkan dengan berbagai program inovatif, mulai dari QRIS Jelajah Indonesia (QJI), QRIS Run Bidar Fest 2025, hingga promo spesial “Naik LRT Sumsel Rp80” yang menghadirkan kemudahan bertransaksi sekaligus pengalaman baru bagi masyarakat pengguna LRT Sumsel.

    Kegiatan dibuka dengan Kick-Off QRIS Jelajah Indonesia (QJI) pada 12 Agustus 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada 2019, QRIS hadir sebagai kanal pembayaran digital yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal bagi masyarakat maupun pelaku usaha, khususnya UMKM. Tahun ini, QJI 2025 dikemas dalam bentuk kompetisi konten untuk mengampanyekan digitalisasi sistem pembayaran sekaligus memperkuat sinergi implementasi kebijakan.

    Bambang menambahkan, terdapat perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu pengusungan tema budaya sebagai ciri khas. Pendekatan ini menjadikan kampanye QRIS bukan hanya ajang edukasi pembayaran digital, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
    Mengusung semangat tersebut, setelah acara Kick-off, turut diluncurkan program QRIS LRT Rp80 untuk mengisi rangkaian kegiatan PQN Sumsel.

    Diresmikan oleh Bambang Pramono bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang Ir.Ar. H.K.M. Isnaini Madani, MT., M.Si, IAI, Kepala Balai Pengelola LRT Sumsel Rode Paulus Gagok Pudjiono, serta Vice President LRT Sumsel Teguh Imam Santoso, program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati naik LRT Sumsel hanya dengan membayar Rp80.

    Bambang mengungkapkan, cukup dengan Rp80 saja, masyarakat dapat menikmati perjalanan menggunakan LRT Sumsel pada periode 15–17 Agustus 2025. Promo istimewa ini hanya berlaku bagi pengguna yang melakukan pembayaran dengan QRIS, sehingga selain hemat, masyarakat juga diajak merasakan kemudahan transaksi digital.

    Kepala Balai Pengelola LRT Sumsel, Rode Paulus Gagok Pudjiono, menambahkan bahwa program ini dapat dinikmati di lima stasiun, yakni Stasiun LRT Asrama Haji, Polrestabes, DJKA, Bumi Sriwijaya, dan Ampera. Layanan tersedia mulai pukul 05.00 hingga 20.43 WIB, memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk bepergian kapan saja selama jam operasional.

    Pekan QRIS Nasional juga akan diramaikan oleh kolaborasi antara Bank Indonesia Sumsel bersama Pemerintah Kota Palembang, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan komunitas Musi Runners melalui kegiatan Palembang QRIS Run Bidar Fest pada 16 Agustus 2025 di Benteng Kuto Besak. Kegiatan ini akan dimeriahkan dengan peluncuran QRIS Tap DAMRI, expo UMKM dan penyedia jasa pembayaran, senam Zumba, lomba lari 5K, serta pembagian doorprize menarik.

    Bambang menegaskan bahwa Bidar merupakan bagian dari budaya Palembang yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada khalayak luas. Melalui QRIS Run Bidar Fest, Bank Indonesia tidak hanya mengampanyekan digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya Sumatera Selatan sebagai daya tarik untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata. Ia menambahkan, transformasi digital bukan sekadar urusan teknologi, melainkan juga tentang membangun budaya baru yang lebih efisien, transparan, dan inklusif. Semangat ini sejalan dengan tema besar Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

    Melalui rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional di Sumatera Selatan ini, Bank Indonesia terus mendorong transformasi digital yang inklusif dan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan pembayaran digital. Inovasi seperti QRIS LRT Rp80 dan berbagai kampanye kreatif lainnya bukan hanya mempercepat adopsi teknologi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Bersama, kita melangkah lebih jauh menuju era ekonomi digital yang efisien, transparan, dan berdaya saing sejalan dengan semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Informasi lebih lengkap mengenai Pekan QRIS Nasional 2025 dapat dilihat pada media sosial resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan pada @bank_indonesia_sumsel dan @digitalkitogalo.

  • Spesial HUT RI, Naik LRT Sumsel Cukup Bayar Rp80 dengan QRIS

    Spesial HUT RI, Naik LRT Sumsel Cukup Bayar Rp80 dengan QRIS

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-80, Pemerintah Kota Palembang bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel dan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) memberikan promo spesial untuk masyarakat berupa tarif hemat naik LRT cukup membayar Rp80 saja.

    “Promo ini khusus diberikan bagi penumpang yang melakukan pembayaran menggunakan non-tunai atau QRIS di loket resmi,” ujar Kepala BI Sumsel, Bambang Pramono, Selasa (13/8/2025).

    Bambang mengatakan program itu bertujuan untuk memeriahkan perayaan HUT RI sekaligus mendukung kegiatan budaya ‘Perahu Bidar’ yang menjadi tradisi tahunan di Sungai Musi.

    “Melalui promo ini, kami ingin mendekatkan masyarakat dengan layanan transportasi publik yang nyaman dan terjangkau sekaligus mendukung budaya lokal serta perluasan penggunaan QRIS,” katanya.

    Ia menyebut promo tersebut berlaku mulai 15 -17 Agustus 2025 dan hanya di lima stasiun (besar) LRT Sumsel.

    “Ini berlaku selama tiga hari, para penumpang cukup bayar Rp80 menggunakan Qris. Ini berlaku di lima stasiun besar saja, seperti di Stasiun Asrama Haji, Sasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Cinde, Stasiun Ampera, dan Stasiun DJKA (Opi Mall),” jelasnya.

    Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan kampanye nasional untuk mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum, sekaligus mempermudah mobilitas warga menuju lokasi acara budaya di pusat kota tanpa harus terjebak kemacetan.

    Sementara itu, Kepala BPKARSS, Rode Paulus menyampaikan pihaknya telah melakukan kesiapan penuh dalam mendukung promo tersebut.

    “Untuk operasional LRT berjalan seperti biasa, dengan jam layanan mulai pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB, dan waktu tunggu antar kereta sekitar 17 menit,” imbuhnya.

    Menurutnya, ini kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan layanan LRT dengan biaya sangat terjangkau.

    “Tarif reguler LRT Sumsel biasanya berkisar Rp 5.000 untuk rute dalam kota dan Rp 10.000 untuk perjalanan dari atau menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II,” tuturnya.

    Ia berharap, dengan adanya tarif spesial ini warga lebih antusias mengikuti rangkaian perayaan kemerdekaan

    “Tentunya, ini juga sekaligus untuk mendukung penggunaan transportasi publik yang aman dan efisien,” ucapnya.

    Di tempat yang sama, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani menegaskan jika pihaknya telah menyiapkan pengamanan di area Benteng Kuto Besak, lokasi utama acara Perahu Bidar.

    “Kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi prioritas. Kami pastikan kawasan acara aman, bersih, dan bebas pungli. Koordinasi sudah dilakukan bersama TNI, Polri, dan Satpol PP agar kegiatan berjalan lancar,” tegas dia. (Tia)

  • Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan: Komitmen Mewujudkan Stabilitas Harga dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan: Komitmen Mewujudkan Stabilitas Harga dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, secara resmi mengukuhkan Bambang Pramono sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan dalam acara Pengukuhan Kepala Perwakilan BI Sumsel yang diselenggarakan di Griya Agung, Palembang, pada 6 Agustus 2025. Pengukuhan ini merupakan bagian dari rangkaian Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pemimpin Satuan Kerja Bank Indonesia yang telah dilaksanakan sebelumnya di Jakarta pada 10 Desember 2024.

    Pemilihan Griya Agung sebagai lokasi kegiatan mencerminkan eratnya sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kehadiran Gubernur Sumatera Selatan dalam acara ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap peran strategis Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan, para kepala daerah, pimpinan lembaga vertikal, perbankan, serta mitra strategis Bank Indonesia di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan.

    Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan ucapan selamat kepada Bambang Pramono atas amanah barunya sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. Beliau juga menekankan bahwa Bank Indonesia adalah mitra Pemerintah Daerah, khususnya dalam pengembangan ekonomi, monitoring inflasi, dan literasi keuangan.

    Ucapan terima kasih dan apresiasi turut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Selatan kepada Ricky P. Gozali atas dedikasi dan sinergi yang telah terjalin erat selama masa kepemimpinannya di Sumatera Selatan. Lebih lanjut, banyak prestasi yang telah ditorehkan selama masa kepemimpinan Ricky, di antaranya penerimaan 3 insentif fiskal bagi TPID atas keberhasilannya dalam pengendalian inflasi, hingga 3 penghargaan TP2DD untuk Sumatera Selatan.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, dalam arahannya menegaskan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang lumrah dalam Bank Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, juga menyampaikan lima pesan penting. Pertama, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

    Kedua, sinergi dalam pengendalian inflasi melalui kolaborasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan dalam program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Ketiga, untuk terus bersama dengan OJK dan perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif. Keempat, perluas digitalisasi sistem pembayaran di daerah. Kelima, mendorong pengembangan UMKM dan penguatan ekonomi berbasis syariah sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

    Dengan pengukuhan ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis sebagai mitra utama pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi melalui pengembangan UMKM dan akselerasi digitalisasi, serta melakukan pengendalian inflasi.

    Kepemimpinan baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan diharapkan mampu melanjutkan capaian positif yang telah dirintis sebelumnya, sekaligus membawa semangat baru dalam menjawab tantangan ekonomi daerah ke depan. Melalui sinergi yang semakin erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah, diharapkan berbagai program kerja ke depan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat Sumatera Selatan, sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu Sumsel Maju Terus untuk Semua.

  • Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen, BI Optimistis Pertumbuhan Tetap di Atas 5 Persen

    Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen, BI Optimistis Pertumbuhan Tetap di Atas 5 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menekankan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumsel akan tetap solid dengan angka di atas 5 persen kedepannya.

    Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono menyebut capaian pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 yang mencapai 5,42 persen.

    “Angka ini tentu sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa perekonomian Sumsel berada dalam tren positif,” ujar Bambang usai acara pengukuhannya di Griya Agung, Palembang, Rabu (6/8/2025).

    Ia menjelaskan data tersebut merujuk pada laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel yang dirilis sehari sebelumnya.

    Capaian pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di Sumatera, menjadikan Sumsel sebagai kontributor besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) regional.

    Ia menyampaikan jika pihaknya akan melakukan analisis mendalam terhadap sektor-sektor utama yang menjadi penggerak ekonomi di Sumsel, seperti pertambangan dan perdagangan besar.

    Evaluasi itu bertujuan untuk mengidentifikasi pendorong utama pertumbuhan agar langkah kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran.

    “Langkah selanjutnya adalah memetakan sektor mana yang memberi kontribusi terbesar, dan bagaimana potensi itu bisa terus dikembangkan,” imbuhnya.

    Menurutnya, sinergi antar-lembaga sangatlah penting, termasuk koordinasi dengan instansi vertikal untuk memastikan berbagai kebijakan ekonomi bisa selaras dan responsif terhadap dinamika regional.

    “Koordinasi lintas sektor akan terus kami lakukan agar peraturan dan kebijakan yang ada bisa mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,42 persen pada triwulan II/2025 merupakan yang tertinggi dibanding periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

    Capaian ini menempatkan Sumsel sebagai penyumbang 13,82 persen terhadap total PDRB Sumatera, dan menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di pulau tersebut, setelah Kepulauan Riau.

  • Inflasi Sumsel Juli 2025 Berada di Rentang Target

    Inflasi Sumsel Juli 2025 Berada di Rentang Target

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan inflasi pada Juli 2025 sebesar 0,14% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,08% (mtm). Secara tahunan, inflasi Sumsel juga menunjukkan tren peningkatan menjadi 2,88% (yoy) dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,44% (yoy), namun tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1%. Perkembangan tersebut juga sejalan dengan inflasi nasional yang juga meningkat menjadi sebesar 2,37% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,87% (yoy).

    Pada bulan laporan, inflasi mengalami peningkatan yang dipicu oleh naiknya harga sejumlah komoditas pangan strategis, seperti bawang merah, tomat, cabai rawit, dan daging ayam ras dengan andil secara berturut-turut adalah sebesar 0,10% (mtm), 0,06% (mtm), 0,05% (mtm), 0,04% (mtm). Kenaikan harga bawang merah, tomat, dan cabai rawit disebabkan oleh menipisnya pasokan sebagai dampak dari penurunan produksi dan gangguan cuaca di daerah sentra.

    Sementara itu, harga daging ayam ras turut terdorong naik seiring dengan meningkatnya Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung, yang merupakan bahan baku utama pakan ternak, ditambah dengan kenaikan permintaan selama libur sekolah.

    Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Sejumlah langkah konkret telah dilakukan, mulai dari operasi pasar murah untuk menjaga daya beli, hingga inspeksi mendadak (sidak) ke produsen, distributor, dan pasar guna memastikan kesesuaian harga dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta ketersediaan stok.

    Selain itu, Bank Indonesia juga telah memfasilitasi kerja sama antar daerah (KAD) Pemerintah Kota Palembang dengan Pemerintah Kabupaten Subang untuk pemenuhan komoditas pangan. Upaya ketahanan pangan ini turut diperkuat dengan peluncuran Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2025, yang terdiri atas tiga program utama, yaitu GSMP Menyapa Lingkungan Desa (Menyala) untuk rumah tangga dan Kelompok Wanita Tani (KWT), GSMP Goes to Panti Sosial, dan GSMP Goes to Office yang menyasar seluruh OPD di Sumatera Selatan.

    Adapun kelancaran distribusi didukung oleh subsidi biaya angkut dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, BUMN, BUMD, perbankan, dan sektor swasta. Seluruh upaya ini diperkuat melalui forum komunikasi dan koordinasi, seperti High Level Meeting (HLM), rapat koordinasi, capacity building, serta publikasi informasi melalui media guna memastikan efektivitas kebijakan kepada masyarakat.

    Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui kolaborasi strategis, termasuk Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Langkah ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap dalam kisaran yang ditetapkan, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

  • Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025: Bank Indonesia Sumatera Selatan Ajak Pemangku Kepentingan Diskusi Strategi Ketahanan Pangan

    Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025: Bank Indonesia Sumatera Selatan Ajak Pemangku Kepentingan Diskusi Strategi Ketahanan Pangan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2025 pada Senin, 30 Juni 2025 di Hotel The Zuri Palembang. Dalam kegiatan ini, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan selain menyampaikan hasil kajian dan perkembangan terkini kondisi ekonomi daerah dari Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumatera Selatan, juga mendorong dialog strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan pembangunan daerah. Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Program Swasembada Pangan untuk Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Sumatera Selatan yang Berkelanjutan”, dan turut dihadiri oleh lembaga vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, akademisi, dan asosiasi.

    SEF 2025 juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to 6th Sumatranomics yang bertujuan untuk mendorong ekonomi di regional Sumatera. Kegiatan ini merupakan platform kolaboratif yang mencakup berbagai kegiatan seperti webinar, workshop, konferensi, dan kompetisi ide mulai dari Call for Paper, Call for Opinion, hingga Call for Innovationyang ditujukan untuk menjaring gagasan segar dari mahasiswa, akademisi, ekonom, praktisi, hingga jurnalis. Tahun ini, Sumatranomics mengusung tema “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Sumatera dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan”, yang mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan ekonomi regional sebagai fondasi menuju Indonesia yang tangguh dan maju.

    Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, M.H., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas Nasional yang masuk dalam delapan agenda pembangunan nasional (Asta Cita) Presiden Republik Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa Sumatera Selatan telah memiliki agenda besar Swasembada Pangan melalui berbagai program strategis, seperti Optimasi Lahan Rawa (Oplah), Cetak Sawah Mandiri, dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). “Upaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi padi, tetapi juga memberdayakan rumah tangga dan kelompok tani untuk menjadi produsen pangan yang tangguh dan mandiri,” ucap Edward dalam sambutannya.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, dalam sambutannya turut menyampaikan kondisi inflasi, perkembangan ekonomi, hingga kinerja sistem pembayaran di Sumatera Selatan. Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan potensi besar di sektor pertanian nasional. Pada tahun 2024, Sumsel menempati peringkat kelima sebagai produsen padi terbesar di Indonesia dan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Nasional. Bank Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat program swasembada pangan di Sumatera Selatan dan memperkuat kapasitas pelaku usaha pangan melalui program-program strategis, seperti Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), serta pemberian bantuan sarana prasarana produksi dan bantuan teknis kepada pelaku usaha.

    SEF 2025 menjadi ruang strategis untuk berdiskusi guna mempercepat swasembada pangan, termasuk membangun ekosistem produksi dan distribusi pangan yang efisien dan berkelanjutan. Forum SEF 2025 juga semakin semarak dengan kehadiran para narasumber terkemuka dari berbagai latar belakang yang memberikan perspektif strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hadir dalam diskusi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pegabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya Prof. H. Benyamin Lakitan, M.Sc., Ph.D., Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Suwandi, M.Si, dan Guru Besar Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec.

    Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan sejumlah strategi penguatan ketahanan pangan daerah, antara lain melalui pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG), penguatan riset pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian, serta penguatan kelembagaan petani. Dengan terselenggaranya forum ini, diharapkan seluruh elemen di Sumatera Selatan dapat bersinergi dalam membangun sistem pangan yang tangguh, adaptif terhadap tantangan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta pengendalian inflasi yang berkelanjutan.

    Sebagai bentuk transparansi dan upaya diseminasi informasi kepada publik, Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan (LPP Sumsel) yang dipresentasikan dalam SEF 2025 dapat diakses secara terbuka. Masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengunduh laporan tersebut melalui situs resmi Bank Indonesia di www.bi.go.id.

  • Bank Indonesia Sumsel Dorong Digitalisasi Lewat Turnamen Bulutangkis QRIS Sriwijaya

    Bank Indonesia Sumsel Dorong Digitalisasi Lewat Turnamen Bulutangkis QRIS Sriwijaya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di Sumatera Selatan, Bank Indonesia Perwakilan Sumsel menggelar QRIS Sriwijaya Badminton Cup sebagai bagian dari rangkaian Road to Digital Kito Galo 6th 2025 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 23-25 Mei 2025. Digital Kito Galo merupakan serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengkampanyekan pembayaran non tunai, melalui expo dan kompetisi yang menarik masyarakat. Turnamen ini dibuka secara resmi di Lapangan Badminton PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang, Kamis (15/5/2025).

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Ricky Perdana Gozali, mengatakan bahwa turnamen ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem digital melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat, yaitu olahraga.

    “QRIS Sriwijaya Badminton Cup bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penggunaan teknologi digital, khususnya QRIS,” ujar Ricky.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Ricky Perdana Gozali

    Turnamen ini mempertemukan 40 pemain profesional kategori Open Turnamen dan 40 regu dari lembaga kategori Undangan, yang akan berlangsung selama empat hari di Palembang. Ini merupakan kali pertama BI Sumsel menggelar turnamen bulutangkis berskala ini, dan jika mendapatkan antusiasme tinggi, kegiatan serupa akan diupayakan menjadi agenda tahunan.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan sinergi positif antara dunia olahraga dan digitalisasi, yang pada akhirnya mendorong kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat Sumsel,” tambah Ricky.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, yang hadir dan membuka turnamen, memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi yang baik antara sektor keuangan, olahraga, dan pemerintah daerah.

    “Turnamen ini menjadi sarana membangun semangat sportivitas dan membina generasi muda berprestasi, sekaligus mempererat kebersamaan dari elemen masyarakat,” kata Wagub Sumsel.

    Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang

    Turut hadir dalam pembukaan acara antara lain Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel Sofyan Antonius, Kepala BPS Provinsi Sumsel M. Wahyu Yulianto, dan para Kepala OPD Pemprov Sumsel.

  • Inflasi Sumatera Selatan April 2025 Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

    Inflasi Sumatera Selatan April 2025 Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan mencatat inflasi yang terkendali pada April 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month-to-month/mtm) tercatat sebesar 1,39%, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,53% (mtm). Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi meningkat menjadi 2,74% dari 1,77% pada bulan sebelumnya, namun masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1%.

    Peningkatan inflasi tahunan terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, dengan tarif listrik menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan sebesar 0,79% (mtm), disusul emas perhiasan (0,38%), tomat (0,16%), cabai merah (0,12%), dan bawang merah (0,09%). Kenaikan tarif listrik terjadi akibat berakhirnya program diskon 50% untuk pelanggan rumah tangga dengan daya ≤2.200 VA yang berlaku pada Januari hingga Februari 2025.

    Lonjakan harga pada komoditas hortikultura seperti tomat, cabai merah, dan bawang merah terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Kenaikan ini bersifat musiman dan lazim terjadi setiap tahun pada periode tersebut. Sementara itu, naiknya harga emas perhiasan dipengaruhi oleh tren global, seiring ketidakpastian ekonomi dan tingginya permintaan dalam negeri.

    Meski terjadi peningkatan inflasi, daya beli masyarakat tetap terjaga. Hal ini mencerminkan ketahanan konsumsi domestik yang kuat di tengah tekanan harga. Keberhasilan menjaga inflasi tetap terkendali tidak lepas dari peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui implementasi strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

    TPID Sumsel melaksanakan berbagai langkah konkret, seperti operasi pasar murah untuk menjaga daya beli dan memastikan ketersediaan pasokan. Stabilitas pasokan juga didukung panen raya padi serentak di Kabupaten Musi Rawas serta subsidi biaya angkut dari berbagai pihak termasuk Bank Indonesia, BUMN, BUMD, dan sektor swasta. Semua upaya ini disinergikan melalui komunikasi yang intensif antar pemangku kebijakan.

    Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi melalui program seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap dalam kisaran target, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

  • Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Sumsel dan BI Sumsel Adakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri

    Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Sumsel dan BI Sumsel Adakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Operasi Pasar Murah di Monumen Ampera (Monpera), Palembang, pada Jumat, 21 Maret 2025.

    Kegiatan Operasi Pasar Murah dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, serta dihadiri oleh Kepala TP PKK Ibu Feby Herman Deru, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, serta pimpinan instansi terkait. Kegiatan ini menjual bahan pangan pokok, yang ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 H.

    Operasi Pasar Murah yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB ini, menjual bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, aneka cabai, bawang merah, bawang putih, serta daging ikan, sapi, dan kerbau.

    Komoditas tersebut dijual dengan harga subsidi sehingga lebih murah dibandingkan harga pasar, dimana subsidi tersebut berasal dari instansi terkait lainnya. Selain itu, pada kesempatan ini, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan juga menghadirkan edukasi mengenai cashless payment dengan QRIS, guna mendorong masyarakat bertransaksi secara digital. Sebagai insentif, masyarakat diberikan voucher potongan harga senilai Rp5.000,- bagi masyarakat yang melakukan transaksi dengan QRIS sebesar Rp1,- di booth Bank Indonesia.

    Dalam sambutannya, H. Cik Ujang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia, lembaga vertikal, BUMN, BUMD, distributor dan seluruh pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan operasi pasar ini.

    Kegiatan ini merupakan langkah konkret Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok komoditas yang mempunyai bobot yang besar terhadap inflasi.

    “Kegiatan ini melengkapi upaya pengendalian inflasi lainnya yang telah dilakukan, antara lain monitoring harga dan pasokan secara rutin, sidak dan pengawasan yang dilakukan secara insidentil, pasar murah di kab/kota, termasuk pemberian bantuan subsidi ongkos angkut untuk pasar murah, himbauan belanja bijak yang masif, hingga koordinasi antar TPID melalui High Level Meeting dan bimbingan teknis TPID,” kata CIK Ujang.

    Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja guna mendukung stabilitas harga dan menjaga daya beli di tengah momen perayaan Idul Fitri.

  • Susur Sungai Musi: Komitmen Bank Indonesia Penuhi Kebutuhan Uang Rupiah Masyarakat di Wilayah Perairan

    Susur Sungai Musi: Komitmen Bank Indonesia Penuhi Kebutuhan Uang Rupiah Masyarakat di Wilayah Perairan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Idul Fitri 2025, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel), bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut Palembang, kembali mengadakan kegiatan Susur Sungai Musi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2025, yang berlangsung dari 3 hingga 27 Maret 2025.

    Dalam keterangan Pers tertulis yang Media ini terima, Selama tiga pekan tersebut, layanan kas keliling akan dilaksanakan di berbagai pusat aktivitas masyarakat, seperti pesantren, jalan tol, Masjid Agung, stasiun, pelabuhan, terminal, dan pasar tradisional. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang dalam jumlah yang cukup, dengan pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi layak edar bagi masyarakat.

    Susur Sungai Musi menargetkan daerah-daerah dengan akses terbatas terhadap uang tunai atau Low Access To Cash, yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi air, seperti wilayah Desa Keramasan, Palembang, serta Pulau Borang, Desa Balai Makmur, dan Desa Muara Kumbang di Kabupaten Banyuasin. Kegiatan pelepasan Tim Susur Sungai Musi ke-5 ini dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, bersama Komandan Pangkalan TNI AL Palembang, Kolonel Laut (P) Faisal, M.Tr Hanla., M.M. CRMP, serta dihadiri oleh Staf Ahli Walikota Palembang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Indawan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuasin, Ir. Izro Maita, Kepala OJK Arifin Susanto, serta pimpinan lembaga vertikal dan perbankan.

    Dalam sambutannya, Komandan Pangkalan TNI AL Palembang mendukung penuh kegiatan Susur Sungai Musi 2025 dalam rangka pemenuhan kebutuhan uang masyarakat, serta edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang juga dikampanyekan oleh Bank Indonesia. Hal ini sejalan dengan tugas TNI untuk menjaga kedaulatan Indonesia, khususnya terkait kewajiban penggunaan uang rupiah di wilayah kedaulatan NKRI.

    Staf Ahli Walikota Palembang, Rudi Indawan, dan Asisten Bidang 1 Kabupaten Banyuasin, Ir. Izro Maita, juga menyambut positif dan mengapresiasi Bank Indonesia yang telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan TNI AL dalam menyelenggarakan kegiatan ini, sebagai wujud komitmen Bank Indonesia untuk menjamin ketersediaan uang rupiah bagi masyarakat.

    Bank Indonesia menginformasikan bahwa masyarakat dapat menukarkan uang secara resmi melalui Bank Indonesia dan perbankan. Layanan penukaran uang ini akan berlangsung hingga 27 Maret 2025, dengan berbagai lokasi, antara lain Susur Sungai Musi pada 19-21 Maret 2025, kas keliling di Bandara dan Masjid Agung SMB II pada 20 Maret 2025, layanan penukaran terpadu di Halaman DPRD pada 24-26 Maret 2025, serta di 100 titik kantor bank umum yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan pada 20, 23, dan 26 Maret 2025. Masyarakat juga dapat melakukan pemesanan melalui PINTAR (https://pintar.bi.go.id) pada periode ke-4, yang dimulai pada Minggu, 23 Maret 2025, pukul 09.00 WIB hingga kuota terpenuhi.

  • SERAMBI 2025, Bank Indonesia dan Perbankan Sumsel Buka Layanan Penukaran Uang Rupiah pada Momen Ramadhan dan Idul Fitri

    SERAMBI 2025, Bank Indonesia dan Perbankan Sumsel Buka Layanan Penukaran Uang Rupiah pada Momen Ramadhan dan Idul Fitri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali bersama Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Investasi Rudi Indawan membuka secara resmi rangkaian kegiatan penukaran uang Rupiah pada momen Ramadan dan Idulfitri hari ini (4/3) di Palembang.

    Dalam kegiatan layanan tersebut akan berlangsung hingga tanggal 27 Maret 2025 ini, BI bekerja sama dengan perbankan menyediakan layanan penukaran uang Rupiah di Provinsi Sumatera Selatan yang dikemas dalam Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025.

    “SERAMBI tahun ini bertemakan “Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menjamin tersedianya uang Rupiah yang layak edar, dengan pecahan yang sesuai, tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat, serta aman dari upaya pemalsuan terutama dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2025,” kata Ricky P. Gozali, Rabu (5/3/2025).

    Masyarakat dapat melakukan penukaran uang Rupiah di lokasi-lokasi strategis seperti rumah ibadah, tempat aktivitas keagamaan, rest area tol, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, pasar, dan kantor bank umum.

    Layanan penukaran uang Rupiah baik melalui kas keliling, penukaran terpadu, dan kantor bank umum, dilakukan melalui Aplikasi PINTAR terhitung mulai 3 Maret 2025 pukul 12.00 WIB dengan alamat https://pintar.bi.go.id. Masyarakat dapat mengakses aplikasi tersebut untuk melakukan pemesanan sesuai jadwal dan tempat yang diinginkan.

    Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk dapat menukarkan secara resmi melalui BI dan perbankan serta mengajak masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang, dan merawat Rupiah yang dimiliki dengan baik melalui 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi).

    “Bangga Rupiah karena Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa,” ungkapnya.

    Sementara itu, Paham Rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Bank Indonesia.

  • Inflasi Terkendali, Sumatera Selatan Catatkan Deflasi 0,36% pada Januari 2025

    Inflasi Terkendali, Sumatera Selatan Catatkan Deflasi 0,36% pada Januari 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Januari 2025 mencatatkan deflasi sebesar 0,36% (mtm), menurun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat inflasi 0,50% (mtm). Secara tahunan, inflasi Sumsel juga mengalami penurunan, tercatat sebesar 0,92% (yoy) dibandingkan 1,20% (yoy) pada bulan sebelumnya. Perkembangan ini sejalan dengan penurunan inflasi nasional yang tercatat 0,76% (yoy) di bulan Januari 2025.

    Beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang deflasi di Sumatera Selatan adalah tarif listrik, tomat, telur ayam ras, bawang merah, dan ketimun. Penurunan tarif listrik sebesar 1,22% (mtm) terjadi seiring dengan kebijakan pemberian diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga dengan daya kurang dari 2.200 VA. Sementara itu, harga tomat dan bawang merah mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,14% dan 0,02% (mtm), didorong oleh peningkatan pasokan di pasar. Harga telur ayam ras juga turun 0,02% (mtm) akibat turunnya harga pakan ternak, terutama jagung pipilan.

    Inflasi yang terkendali ini tidak lepas dari peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan yang terus mengoptimalkan strategi 4K: Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif. Salah satu upaya utama adalah pelaksanaan operasi pasar murah secara serentak di seluruh wilayah Sumsel yang bertujuan menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, TPID juga secara rutin melakukan inspeksi pasar untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan yang lancar.

    Guna memperkuat ekonomi daerah dan menjaga inflasi tetap terkendali, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan terus bersinergi dengan pemerintah setempat. Melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumsel (GPISS), serta program-program lainnya, diharapkan inflasi Sumatera Selatan dapat tetap berada dalam rentang yang ditargetkan sambil mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Dengan langkah-langkah tersebut, TPID Sumatera Selatan berharap dapat terus menjaga stabilitas harga dan mendukung daya beli masyarakat, sembari mengedepankan kerjasama antara berbagai lembaga untuk mencapai sasaran inflasi yang lebih rendah pada 2025.