Inflasi Sumatera Selatan Tetap Terkendali pada Momen HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Inflasi Provinsi Sumatera Selatan pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,49 persen (month to month/mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,02 persen (mtm). Sementara itu, secara tahunan inflasi Sumatera Selatan berada pada level 2,91 persen (year on year/yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang juga tercatat 2,91 persen (yoy).

Capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen, sehingga menunjukkan inflasi Sumatera Selatan tetap terjaga sepanjang 2025. Adapun inflasi nasional pada periode yang sama tercatat 2,92 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,72 persen (yoy).

Inflasi di Sumatera Selatan pada periode laporan terutama didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas strategis. Komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi antara lain emas perhiasan sebesar 0,09 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,07 persen (mtm), daging ayam ras sebesar 0,07 persen, cabai rawit sebesar 0,06 persen, serta cabai merah sebesar 0,05 persen.

Harga emas perhiasan masih melanjutkan tren kenaikan seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap instrumen safe haven di tengah dinamika ekonomi global. Sementara itu, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah dan aneka cabai mengalami tekanan harga akibat terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh gangguan cuaca yang berdampak pada distribusi dan hasil panen.

Ke depan, inflasi Sumatera Selatan diprakirakan tetap terjaga meskipun terdapat sejumlah faktor risiko yang perlu diantisipasi bersama, antara lain peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Tahun Baru Imlek dan Isra Mi’raj. Tekanan harga pangan dan hortikultura juga berpotensi meningkat seiring curah hujan yang masih tinggi hingga Februari, serta sisa dampak banjir bandang di beberapa wilayah Sumatera.

Selain itu, harga emas perhiasan diperkirakan masih bertahan pada level tinggi akibat dinamika global yang memengaruhi inflasi inti. Namun demikian, laju inflasi diprakirakan tertahan oleh normalisasi permintaan barang dan jasa pasca puncak konsumsi akhir tahun, serta penurunan harga BBM nonsubsidi pada awal Januari 2026.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Berbagai langkah konkret telah dilakukan, antara lain penyelenggaraan operasi pasar murah dan gerakan pangan murah, yang hingga akhir Desember 2025 tercatat mencapai sekitar 542 kegiatan di seluruh wilayah Sumatera Selatan. TPID juga berkoordinasi intensif dengan Perum Bulog dalam pendistribusian beras SPHP, serta penyaluran komoditas pangan terjangkau melalui Toko KePo, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya.

Selain itu, TPID secara rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen untuk memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta ketersediaan stok tetap mencukupi guna menjaga daya beli masyarakat.

Untuk memperkuat ketahanan pangan, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2025 terus digencarkan melalui tiga program utama, yakni GSMP Menyala, GSMP Goes to Panti Sosial, dan GSMP Goes to Office. Program tersebut menyasar lebih dari 1.020 rumah tangga dan 68 Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh Sumatera Selatan.

Dalam implementasinya, Bank Indonesia bersama TPID Sumatera Selatan memberikan dukungan berupa bibit, benih, serta sarana dan prasarana budidaya cabai dan bawang merah. Upaya ini juga disertai penguatan kapasitas melalui kegiatan capacity building bagi KWT, rumah tangga, penyuluh, dan PKK di empat zona wilayah.

Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pendampingan pascapanen, pengolahan hasil pertanian, pembentukan koperasi, serta replikasi model klaster di wilayah potensial lainnya guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Di sisi distribusi, TPID Sumatera Selatan juga memberikan subsidi harga dan ongkos angkut untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilisasi harga pangan. Pada Desember 2025, subsidi ongkos angkut diberikan untuk komoditas beras SPHP dalam kegiatan operasi pasar murah di Palembang.

Seluruh langkah pengendalian inflasi tersebut diperkuat dengan strategi komunikasi yang efektif melalui rapat koordinasi, high level meeting (HLM), capacity building, serta publikasi kepada masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengendalian inflasi, TPID Provinsi Sumatera Selatan dan TPID Kota Palembang menerima penghargaan dari Presiden RI sebagai TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera Tahun 2025.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan melalui optimalisasi program GNPIP dan GSMP, sekaligus mendukung program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi
Eksplorasi Penuh Tantangan, ADV 160 Mystery Exploride Satukan Komunitas Honda Sumsel
Rayakan Harpelnas, Astra Motor Sumsel Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia Honda
Unit Ranmor Amankan Tersangka Penggelapan Sepeda Motor 
Pencuri Barang Inventaris Kantor BRMP Sumsel Diringkus Opsnal Unit Ranmor 
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Batalkan Rencana Mekanisme Pengawasan Menunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:32 WIB

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Jumat, 4 September 2026 - 19:22 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Eksplorasi Penuh Tantangan, ADV 160 Mystery Exploride Satukan Komunitas Honda Sumsel

Jumat, 4 September 2026 - 15:58 WIB

Rayakan Harpelnas, Astra Motor Sumsel Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia Honda

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila dalam Diriku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:50 WIB

Sumsel

Menjadi Manusia Pancasila dalam Keseharian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:20 WIB

Sumsel

Diri Saya dan Pancasila: Penerapan dan Dampak Negatif

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:53 WIB