Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen, BI Optimistis Pertumbuhan Tetap di Atas 5 Persen

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono saat acara pengukuhannya di Griya Agung, Palembang, Rabu (6/8/ 2025). Foto: Tia

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono saat acara pengukuhannya di Griya Agung, Palembang, Rabu (6/8/ 2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menekankan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumsel akan tetap solid dengan angka di atas 5 persen kedepannya.

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono menyebut capaian pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 yang mencapai 5,42 persen.

“Angka ini tentu sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa perekonomian Sumsel berada dalam tren positif,” ujar Bambang usai acara pengukuhannya di Griya Agung, Palembang, Rabu (6/8/2025).

Ia menjelaskan data tersebut merujuk pada laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel yang dirilis sehari sebelumnya.

Capaian pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di Sumatera, menjadikan Sumsel sebagai kontributor besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) regional.

Ia menyampaikan jika pihaknya akan melakukan analisis mendalam terhadap sektor-sektor utama yang menjadi penggerak ekonomi di Sumsel, seperti pertambangan dan perdagangan besar.

Evaluasi itu bertujuan untuk mengidentifikasi pendorong utama pertumbuhan agar langkah kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran.

“Langkah selanjutnya adalah memetakan sektor mana yang memberi kontribusi terbesar, dan bagaimana potensi itu bisa terus dikembangkan,” imbuhnya.

Menurutnya, sinergi antar-lembaga sangatlah penting, termasuk koordinasi dengan instansi vertikal untuk memastikan berbagai kebijakan ekonomi bisa selaras dan responsif terhadap dinamika regional.

“Koordinasi lintas sektor akan terus kami lakukan agar peraturan dan kebijakan yang ada bisa mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,42 persen pada triwulan II/2025 merupakan yang tertinggi dibanding periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

Capaian ini menempatkan Sumsel sebagai penyumbang 13,82 persen terhadap total PDRB Sumatera, dan menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di pulau tersebut, setelah Kepulauan Riau.

Berita Terkait

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi
Eksplorasi Penuh Tantangan, ADV 160 Mystery Exploride Satukan Komunitas Honda Sumsel
Rayakan Harpelnas, Astra Motor Sumsel Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia Honda
Unit Ranmor Amankan Tersangka Penggelapan Sepeda Motor 
Pencuri Barang Inventaris Kantor BRMP Sumsel Diringkus Opsnal Unit Ranmor 
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Batalkan Rencana Mekanisme Pengawasan Menunjukkan STNK Saat Beli BBM Subsidi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:32 WIB

Sentra Budi Perkasa – Yayasan Kawan Lamo Bagikan 10000 Masker ke Warga Palembang

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Jumat, 4 September 2026 - 19:22 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 161 SPBU di Sumbagsel Dikenakan Sanksi

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Eksplorasi Penuh Tantangan, ADV 160 Mystery Exploride Satukan Komunitas Honda Sumsel

Jumat, 4 September 2026 - 15:58 WIB

Rayakan Harpelnas, Astra Motor Sumsel Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia Honda

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila dalam Diriku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:50 WIB

Sumsel

Menjadi Manusia Pancasila dalam Keseharian

Sabtu, 5 Sep 2026 - 11:20 WIB

Sumsel

Diri Saya dan Pancasila: Penerapan dan Dampak Negatif

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:53 WIB