SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), terpilih untuk Anugerah Layanan Investasi 2023 degan kategori Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha Tingkat Provinsi.
Menurut Eko Agusrianto, kepala DPMPTSP Sumsel, DPMPTSP Sumsel menempati posisi keempat dari delapan peserta dengan poin 95,12.
“Eko menyatakan bahwa Sumsel berada di posisi kedua setelah Maluku dengan nilai 95.26 dalam penghargaan Anugerah Layanan Investasi yang diadakan oleh Kementerian Investasi RI,” katanya, Jumat (10/11/2023).
Jawa Barat berada di posisi pertama, diikuti oleh Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku, Sumsel, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Barat.
“Menurutnya, capaian ini akan memotivasi kami untuk meningkatkan kinerja pelayanan ke depan dan meningkatkan realisasi investasi di Sumsel dengan memberikan kemudahan bagi bisnis,” ungkapnya.
Sepanjang 2023 (Januari- September) realisasi investasi di Sumsel mencapai Rp36,8 triliun atau tumbuh 12,95 persen secara year on year (yoy). Capaian itu 66,89 persen dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp55 triliun. “Sampai dengan September, tenaga kerja yang terserap sebanyak 27.958 orang,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekda Sumsel Supriono mengatakan, pemerintah telah memberi kemudahan bagi para investor domestik maupun mancanegara untuk berinvestasi. Semuanya telah melalui sistem daring dan terpusat.
“Jadi, semua data kelengkapan data dari investor terpantau dalam satu layar. Sehingga, memudahkan para investor untuk berinvestasi,” ujarnya kepada Bisnis.
Hanya saja yang perlu diperhatikan saat ini adalah daerah mana saja yang bisa menjadi tempat para investor untuk berinvestasi.
“Oleh karena itu pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel perlu menyebarluaskan informasi seluas-luasnya terkait dengan potensi investasi dari daerah masing-masing,” tukasnya.

















