Sumsel Belum Siap Jalankan Program PKG 2025

- Redaksi

Jumat, 24 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –  Penjabat Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi menyebut Sumsel belum 100 persen siap menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), karena ketersediaan Fasilitas Layanan Kesehatan (Faskes), Tenaga Kesehatan (Nakes) ataupun Alat Kesehatan (Alkes) masih belum memadai.

Elen menjelaskan dari data Dinas Kesehatan (Dinkes), Provinsi Sumsel memiliki fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dapat melayani PKG dengan jumlah 1.437 yakni 350 pelayanan kesehatan masyarakat, 588 klinik pratama, dan 499 dokter praktik.

“Jadi semua kita bantu inventarisasi (pendataan) dulu. Karena biasanya saat fasilitasnya siap, malah nakes ataupun alatnya yang tidak siap,” jelas Elen, Jum’at (24/1/2025).

Ia mengatakan jika data tersebut belum diperbarui, sehingga setiap kabupaten/kota untuk melakukan inventaris terkait tiga hal itu, yang mana hanya memiliki waktu kurang lebih satu minggu.

“Alatnya masih kurang, untuk pengecekkan gratis ini kita butuh validasi dulu dari kabupaten/kota. Apakah angka yang dicatat oleh Dinkes Sumsel sampai saat ini sesuai atau tidak dengan kondisi di lapangan, kan bisa tidak sesuai atau artinya ininya lebih bagus atau malah berkurang. Kita kasih waktu satu Minggu, kita lihat apakah kita siap melakukan ini semua. Yang jelas harus siap, tetapi apakah cukup dari nakesnya, alkesnya, itu akan kita evaluasi dulu,” katanya.

Diketahui, ada lima kabupaten yang masih kekurangan dokter umum seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, OKI, dan OKU Selatan.

Ia mengungkapkan jika program PKG terbagi menjadi dalam tiga kategori, yakni PKG Ulang Tahun yang rencananya dimulai pada Februari, PKG Sekolah yang dimulai pada Juli, juga PKG Khusus Ibu Hamil dan Balita yang akan dilaksanakan di setiap layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas ataupun klinik.

“Kita harapkan minggu depan, bupati/walikota melakukan sosialisasi di wilayah masing-masing ke pasiennya dan nakesnya. Jadi kalau ada kekurangan nanti kita laporkan ke pusat, kita ambil antisipasi untuk bisa memenuhi pelaksanaan ini kedepan,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza
Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Bantuan Lewat Program Mengetuk Pintu Langit
Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track
Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Bantuan Lewat Program Mengetuk Pintu Langit

Berita Terbaru