Sumsel Belum Bisa Terima Vaksin Pfizer, Ini Alasannya

- Redaksi

Sabtu, 4 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ferry Yanuar mengaku, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum bisa menerima pendistribusian vaksin Covid-19 jenis Pfizer. Lantaran belum memiliki alat penyimpanan vaksin Pfizer.

“Saat ini Sumsel belum memiliki alat penyimpanan vaksin Pfizer, makanya kita belum siap terima vaksin Pfizer masuk ke Sumsel,” ujarnya, Sabtu (4/9/2021).

Ferry mengatakan, selain sangat penting, alat penyimpanan vaksin Pfizer ini juga harus sesuai dengan standar. Karena, suhu yang dibutuhkan untuk penyimpanan vaksin Pfizer ini di bawah -75 derajat celsius atau -94 derajat fahrenheit.

“Alat penyimpanan vaksin di Sumsel saat ini hanya bisa digunakan untuk vaksin berjenis Sinovac. Sedangkan, untuk jenis Pfizer hingga saat ini belum ada. Jika alat ini sudah ada maka vaksin Pfizer ini baru dapat masuk dan didistribusikan di Sumsel,” katanya.

Ferry mengungkapkan, meskipun rencananya alat penyimpanan vaksin Pfizer ini baru akan didatangkan pada September ini ke Sumsel. Tapi pihaknya terus menggencarkan program vaksinasi yang tujuannya agar kekebalan massal atau herd immunity masyarakat Sumsel, dapat segera tercapai.

“Saat ini Sumsel rencananya akan menerima alat tersebut. Hanya saja, masih menunggu kedatangan alat ini. Rencananya alat penyimpanan ini baru akan didatangkan pada September ini,” ungkapnya.

Dirinya mengaku capaian vaksinasi di Sumsel untuk dosis pertama yaitu sebesar 20 persen atau sekitar 1,3 juta orang. Sedangkan, dosis kedua yakni 12,7 persen atau sekitar 780 ribuan. Untuk total target vaksinasi yaitu sebanyak 6,2 juta orang.

“Kami minta masyarakat untuk bersabar untuk mendapatkan vaksin, karena saat ini kendala yang kami alami yaitu keterbatasan vaksin dari pemerintah pusat,” terangnya. (Nat)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru