JAKARTA, SUARAPUBLIK.ID – Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga 22 Maret 2026, ketahanan stok BBM baik subsidi maupun nonsubsidi dinyatakan sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penyaluran BBM dari terminal milik Pertamina ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia juga dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Kondisi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM. Ia menyebut pemerintah, sesuai arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah memastikan distribusi energi berjalan optimal melalui pengawasan yang ketat.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga terus menjaga ketahanan stok dan memastikan kualitas BBM tetap sesuai standar pemerintah. Selain itu, monitoring distribusi dilakukan secara rutin, sementara petugas Pertamina disiagakan selama 24 jam untuk menjamin kelancaran layanan kepada masyarakat.
Di tingkat regional, BPH Migas juga melakukan pemantauan khusus di wilayah Pulau Kalimantan. Ketahanan pasokan BBM di kawasan tersebut dipastikan aman, meskipun sempat terjadi lonjakan permintaan di sejumlah daerah, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat.
Sejak malam takbiran pada 20 Maret 2026, suplai BBM ke sejumlah SPBU di Kota Pontianak ditingkatkan sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Beberapa SPBU bahkan dioperasikan selama 24 jam guna mengurangi antrean kendaraan.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan kondisi penyaluran BBM di wilayah tersebut per 23 Maret 2026 secara umum berjalan aman dan lancar. Wilayah yang sebelumnya mengalami antrean panjang akibat lonjakan permintaan dan aksi panic buying kini mulai berangsur normal.
Ia merinci, antrean di sejumlah SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah kembali normal. Sementara itu, kondisi antrean di Kabupaten Mempawah, Singkawang, dan Bengkayang berada pada kategori sedang, sedangkan di Kabupaten Sambas dan Landak masih terus diupayakan untuk dikurangi.
Berdasarkan data selama periode Satuan Tugas (Satgas) 9 hingga 22 Maret 2026, penyaluran BBM di Kalimantan Barat tercatat rata-rata 2.749 kiloliter per hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series, meningkat sekitar 19,8 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun penyaluran Solar tercatat rata-rata 1.420 kiloliter per hari.
Menjelang arus balik Lebaran, BPH Migas kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 apabila membutuhkan pasokan BBM darurat selama perjalanan.
Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga terus memperkuat koordinasi untuk mencegah praktik penimbunan BBM maupun aktivitas spekulan. Setiap indikasi pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku guna memastikan distribusi BBM tetap merata dan adil bagi seluruh masyarakat.
Editor : Jaks

















