SMA di Palembang Sudah Terapkan Pengurangan Jam Belajar

- Redaksi

Senin, 2 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kondisi kabut asap di Sumsel berada pada level berbeda-beda. Bagi wilayah yang sudah mengalami kabut asap yang mulai pekat seperti di Palembang dan sekitarnya, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel memberikan kebijakan pengurangan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Joko Edi Purwanto mengatakan, dari bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel menyampaikan bahwa berkaitan dengan masalah kabut asap tetap mengikuti protokol kesehatan. Pihaknya tetap berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel maupun dengan dinas kesehatan apabila memang perlu dan sangat mendesak untuk adanya pengurangan jam maupun daring.

“Kita juga tetap menyesuaikan kondisi saat ini karena kondisi khususnya di kota Palembang kabutnya sudah semakin tebal.Maka kami baru mengambil langkah pengurangan jam yang seharusnya masuk jam 07.00 WIB kami mengundurkan menjadi jam 08.30 WIB atau bahkan jam 09.00 WIB.  Semua tergantung dari sekolah atau satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Joko menjelaskan, dari 17 kabupaten dan kota tidak semuanya terkena kabut asap. Oleh karena itu pihaknya menyesuaikan kondisi sesuai dengan satuan pendidikan masing-masing. Namun secara keseluruhan pasti dinas pendidikan pasti mengeluarkan edaran bahwa sesuai dengan tingkat ketebalan asap dan langsung informasi dari dinas kesehatan maupun BPBD bahwa itu sudah pada batasnya membahayakan.

“Maka kami akan segera mengeluarkan edaran yang baru. Untuk saat ini surat edarannya,  jam masuk belajar dari jam 07.30 WIB menjadi 08.30 WIB atau 09.00 WIB. Untuk jam pulangnya tetap berkurang misalnya dari jam 01.00 bisa berkurang menjadi jam 12.00 WIB tetap dikurangi jam belajarnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Joko menuturkan, untuk daerah tertentu yang ketebalan kabut asapnya sudah tebal boleh dilakukan pengurangan jam belajar. Tapi kalau daerahnya tidak ada kabut asap sama sekali ya tetap belajar mengejar seperti biasa.

“Jadi kita menyesuaikan belum tentu Pagaralam ada asap. Prabumulih juga sangat tipis sekali yang tebal memang di sekitar Palembang. Untuk wilayah Kecamatan Sako juga tidak terlalu karena banyak angin. Kami dinas pendidikan memperhatikan semua siswa yang ada Sumatera Selatan,” tuturnya.

“Kami tetap berkoordinasi dengan BPBD maupun dinas kesehatan. Anak-anak juga harus pakai masker di sekolah juga usahakan pakai masker. Olahraga juga tetap berada di dalam ruangan jangan ada yang di luar. Untuk orang tua juga dihimbau ya agar orang tua memperhatikan anak-anaknya kalau tidak ada kepentingan sangat mendesak sekali jangan keluar rumah. Jadi selesai belajar di sekolah pulang ke rumah dan tetap  belajar di rumah,” terangnya.

Ketika ditanya awak media, apakah ada sekolah yang melaksanakan belajar daring, Joko menuturkan, untuk saat ini belum ada keterpaksaan untuk daring. Karena masih dalam batas ambang batas.

“Biasanya hanya jam-jam tertentu saja misalnya saat subuh sampai jam 7 pagi kabut asap pekat. Kemudian menghilang, dan muncul lagi sore jam 4 atau jam 5 sore mulai asap mulai tebal lagi,” paparnya.

“Dan sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan dari sekolah yang terkena dampak ISPA,” ungkap Joko. (ANA)

Berita Terkait

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura
5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni
Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang
Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas
Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik
Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan
Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:05 WIB

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura

Rabu, 1 April 2026 - 21:03 WIB

5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:33 WIB

Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:36 WIB

Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:15 WIB

Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

Berita Terbaru

Muba Ambil Bagian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Musi Banyuasin

Muba Ambil Bagian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 15:54 WIB

Ratusan gram ganja kering dan siap edar hasil tangkapan Polres Muratara. Foto: dokumen polisi.

Muratara

Polisi Ringkus 3 Hektar Ganja dan Ratusan Kilogram Hasil Panen

Minggu, 26 Apr 2026 - 15:52 WIB