Siapa Nupur Sharma ? Jubir Partai Berkuasa India yang Hina Nabi Muhammad

- Redaksi

Kamis, 9 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nupur Sharma.
Foto,: net

Nupur Sharma. Foto,: net

SUARAPUBLIK.ID, INDIA – Nupur Sharma, juru bicara partai berkuasa India, Partai Bharatiya Janata (BJP), menuai kecaman karena menghina Nabi Muhammad dalam sebuah debat di televisi.

Sebagaimana diberitakan The Straits Times, komentar Sharma menuai kecaman beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, Qatar, dan Kuwait.

“Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politikus India. Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui Twitter, Senin (6/6) lalu.

Lantas siapa sebenarnya Nupur Sharma? Nupur Sharma merupakan juru bicara dari partai yang kini berkuasa di India, yakni Partai Bharatiya Janata (BJP). Sebagaimana diberitakan NDTV, ia juga berprofesi sebagai advokat.

Sharma menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Delhi dan menyelesaikan gelar magisternya di Sekolah Ekonomi London pada 2011.

Sebelum menjabat sebagai juru bicara BJP, Sharma sempat menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Universitas Delhi pada 2008 dan organisasi sayap pemuda BJP, Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP).

The Strait Times memberitakan, kala itu Sharma sempat mengajak mahasiswa untuk menyerang sebuah seminar yang diisi oleh akademisi Muslim bernama Syed Abdul Rahman Gaelani.

Di tengah seminar itu, Sharma sempat meludahi Gaelani bersama beberapa murid lain.

“Saya tidak akan meminta maaf. Saya tetap berpegang teguh pada posisi saya. Seluruh negara harus meludahinya. Siapa yang mengundangnya ke universitas untuk membicarakan terorisme?” kata Sharma dalam siaran televisi Times Now.

Berdasarkan laporan Times of India, seminar yang diselenggarakan fakultasnya itu diberi tajuk “Komunalisme, Fasisme dan Demokrasi: Retorika dan Realitas”.

Pada 2015, Sharma sempat mencalonkan diri menjadi Gubernur Delhi melawan Arvind Kejriwal dari Partai Aam Aadmi (APP), tetapi kalah. Tak lama setelah itu, Sharma ditunjuk sebagai juru bicara partai BJP di Delhi.

Sharma kemudian dilantik sebagai juru bicara nasional partai BJP pada 2020.

Dalam beberapa tahun terakhir, Sharma kerap muncul di siaran televisi India. BBC mengabarkan, ia sering meneriaki dan mengejek lawan politiknya.

Dalam sebuah cuplikan video di Twitter, Sharma bahkan sempat menyebut seorang panelis sebagai “seorang munafik dan pembohong,” lalu menyuruh orang itu diam. (*)

Berita Terkait

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo
PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina
Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah
Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia
149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel
Inggris Umumkan Raja Baru, Raja Charles III
Ratu Elizabeth II Wafat
Jumlah Penduduk Terus Berkurang, China Alami Resesi Seks

Berita Terkait

Jumat, 20 Desember 2024 - 12:00 WIB

Karyawan XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Karo

Minggu, 5 November 2023 - 21:16 WIB

PWI Muba Kecam Agresi Israel yang Menewaskan Sejumlah Jurnalis di Palestina

Senin, 26 Juni 2023 - 18:29 WIB

Innalillahi, Jemaah Sumsel yang Meninggal di Mekkah Bertambah

Senin, 14 November 2022 - 08:53 WIB

Sebelumnya Dilarang Berjudi, Kini Uni Emirat Arab Punya K@sino Terbesar di Dunia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:48 WIB

149 Orang Tewas di Tragedi Pesta Halloween Itaewon Korsel

Berita Terbaru