Sepanjang 2023, Nilai Ekspor Kilang Pertamina Plaju Mencapai Rp6,8 Triliun

- Redaksi

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kilang Pertamina Plaju mencatatkan kinerja ekspor yang gemilang sepanjang 2023. Dengan nilai ekspor mencapai USD 443 Juta atau setara Rp6,8 Triliun, Perusahaan Pengolahan Minyak dan Gas di Palembang dan Banyuasin ini telah berkontribusi dalam menyumbang devisa hasil ekspor terbesar kedua di Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut data ekspor Bea Cukai Palembang, pada tahun 2023 Kilang Pertamina Plaju berhasil merealisasikan Ekspor hingga 5,3 juta barel, hal tersebut menjadi bukti kontribusi aktif Kilang Pertamina Plaju dalam mendukung neraca perdagangan hasil ekspor Provinsi Sumatera selatan sepanjang 2023

Atas kontribusi tersebut, Kilang Pertamina Plaju dianugerahi penghargaan sebagai kontributor devisa hasil ekspor terbesar kedua tahun 2023 dalam ajang Stakeholders Award yang diadakan oleh Bea Cukai Palembang di Hotel 1O1 Palembang pada Rabu (12/06/2024).

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Palembang, Andri Waskito. Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi Karena Kilang Pertamina Plaju mampu mewujudkan surplusnya neraca perdagangan sehingga menambah pendapatan negara termasuk Sumatera Selatan melalui sumbangsih devisa hasil ekspornya.

“Saya Mengucapkan Terima kasih dan memberikan apresiasi terhadap Kilang Pertamina Internasional dalam hal ini Kilang Pertamina Plaju yang telah membantu negara dan Sumatera selatan melalui sumbangan devisa hasil ekspornya pada tahun 2023, semoga hal tersebut dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya.” Ujar Andri.

Sementara Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju mengatakan, pihaknya akan terus memastikan agar kegiatan operasional dan bisnis di Kilang Pertamina Plaju selalu aman dan handal.

“Kilang Pertamina Plaju terus berkomitmen mendukung laju pertumbuhan ekonomi negara, dengan terus mengolah energi terbaik dan menjaga kualitasnya hingga ekspor ke mancanegara,” ujar Rachmi.

Rachmi menambahkan, bahwa Kilang Pertamina Plaju telah berhasil mengekspor produk BBM unggulan ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dalam pasar ekspornya, Kilang Pertamina Plaju telah mendukung aspek keberlanjutan dengan produk ramah lingkungan yang memberikan keuntungan bagi perusahaan, sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Kami memiliki produk unggul seperti MFO Low Sulfur, yang merupakan bahan bakar untuk kapal dengan kandungan sulfur rendah. Saat ini, LSFO juga menjadi primadona sebagai bahan bakar rendah sulfur yang digunakan pada industri perkapalan yang menggunakan mesin diesel putaran rendah. Kedua produk ini telah menyumbangkan keuntungan bagi Kilang Pertamina Plaju, sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam mewujudkan aspek keberlanjutan lingkungan dalam proses bisnis kami,” ujarnya.

Pada 3 juni 2024 lalu PT Kilang Pertamina Internasional beserta semua unit kerja di dalamnya termasuk Kilang Pertamina Plaju memperoleh Sertifikasi AEO ( Authorized Economic Operator ) dari Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Bea dan Cukai Republik Indonesia ( www.beacukai.go.id ), AEO merupakan bentuk kerjasama Dirjen Bea dan Cukai bersama Perusahaan Bisnis yang dilandasi sikap keterbukaan dan sikap sukarela untuk mengembangkan inisiatif dan menjalankan bisnis yang berorientasi pada pengamanan resiko-resiko pada pengiriman barang, yang menjadi keprihatinan dan ancaman bersama, baik dalam perspektif global maupun nasional.

Melalui sertifikasi AEO tersebut diharapkan Kilang Pertamina Plaju mampu terus tumbuh menjadi perusahaan pengolahan minyak dan gas yang diakui dunia sebagai perusahaan yang safe dan secure serta mampu memberikan Kontribusi bagi negara termasuk Sumatera selatan melalui devisa hasil ekspor di masa mendatang.

Berita Terkait

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga harus diterapkan melalui tindakan nyata. Menurut saya, penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik, kehidupan akan menjadi lebih aman, rukun, dan saling menghargai. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk percaya kepada Tuhan dan menghormati orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Contohnya, ketika melihat teman sedang beribadah, saya tidak mengganggunya dan tetap menghormati keyakinannya. Saya harus melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya. Dampak positifnya adalah terciptanya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sebaliknya, jika saya tidak menghargai perbedaan agama, dapat muncul pertengkaran, kebencian, dan perpecahan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan saya untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan. Misalnya, ketika melihat teman kesulitan membawa barang, saya membantu tanpa memandang latar belakangnya. Saya harus membantunya karena setiap manusia perlu saling menghargai dan memiliki rasa kepedulian. Dampak positifnya adalah tumbuhnya rasa solidaritas dan persaudaraan. Jika saya tidak menerapkannya, saya dapat menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap kesulitan orang lain sehingga lingkungan sosial menjadi kurang harmonis. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan saya untuk menjaga persatuan walaupun memiliki berbagai perbedaan. Contohnya, ketika bekerja dalam kelompok di sekolah, saya mau bekerja sama dengan semua teman dan tidak memilih-milih berdasarkan suku, daerah, atau perbedaan lainnya. Dampak positifnya adalah pekerjaan menjadi lebih mudah dan hubungan pertemanan semakin kuat. Jika saya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau bekerja sama, dapat terjadi perselisihan, perpecahan, dan hilangnya rasa persatuan. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan saya untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Contohnya, ketika kelompok saya memiliki perbedaan pendapat dalam menentukan tugas, saya mendengarkan pendapat teman dan ikut mencari keputusan yang disepakati bersama. Dampak positifnya adalah keputusan menjadi lebih adil dan setiap orang merasa dihargai. Jika saya memaksakan pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain, dapat terjadi konflik dan hubungan dengan teman menjadi tidak baik. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan saya untuk bersikap adil dan tidak mengambil hak orang lain. Contohnya, ketika mendapatkan tugas kelompok, saya mengerjakan bagian saya dengan sungguh-sungguh dan tidak membiarkan semua pekerjaan dilakukan oleh teman. Saya harus melakukannya karena setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama. Dampak positifnya adalah terciptanya keadilan, tanggung jawab, dan kerja sama. Jika saya tidak menerapkannya, teman dapat merasa dirugikan dan muncul rasa tidak percaya kepada saya. Dengan demikian, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan saya sehari-hari. Setiap sila mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli, toleran, adil, dan menghargai orang lain. Jika saya terus menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal kecil, saya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika nilai-nilai tersebut diabaikan, berbagai masalah seperti konflik, perpecahan, ketidakadilan, dan kurangnya kepedulian dapat terjadi. Oleh karena itu, saya harus berusaha mengamalkan Pancasila bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menerapkan Sila-Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila dalam Langkah Kecil Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Mahasiswa Kebidanan
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga harus diterapkan melalui tindakan nyata. Menurut saya, penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik, kehidupan akan menjadi lebih aman, rukun, dan saling menghargai. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk percaya kepada Tuhan dan menghormati orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Contohnya, ketika melihat teman sedang beribadah, saya tidak mengganggunya dan tetap menghormati keyakinannya. Saya harus melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya. Dampak positifnya adalah terciptanya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sebaliknya, jika saya tidak menghargai perbedaan agama, dapat muncul pertengkaran, kebencian, dan perpecahan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan saya untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan. Misalnya, ketika melihat teman kesulitan membawa barang, saya membantu tanpa memandang latar belakangnya. Saya harus membantunya karena setiap manusia perlu saling menghargai dan memiliki rasa kepedulian. Dampak positifnya adalah tumbuhnya rasa solidaritas dan persaudaraan. Jika saya tidak menerapkannya, saya dapat menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap kesulitan orang lain sehingga lingkungan sosial menjadi kurang harmonis. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan saya untuk menjaga persatuan walaupun memiliki berbagai perbedaan. Contohnya, ketika bekerja dalam kelompok di sekolah, saya mau bekerja sama dengan semua teman dan tidak memilih-milih berdasarkan suku, daerah, atau perbedaan lainnya. Dampak positifnya adalah pekerjaan menjadi lebih mudah dan hubungan pertemanan semakin kuat. Jika saya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau bekerja sama, dapat terjadi perselisihan, perpecahan, dan hilangnya rasa persatuan. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan saya untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Contohnya, ketika kelompok saya memiliki perbedaan pendapat dalam menentukan tugas, saya mendengarkan pendapat teman dan ikut mencari keputusan yang disepakati bersama. Dampak positifnya adalah keputusan menjadi lebih adil dan setiap orang merasa dihargai. Jika saya memaksakan pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain, dapat terjadi konflik dan hubungan dengan teman menjadi tidak baik. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan saya untuk bersikap adil dan tidak mengambil hak orang lain. Contohnya, ketika mendapatkan tugas kelompok, saya mengerjakan bagian saya dengan sungguh-sungguh dan tidak membiarkan semua pekerjaan dilakukan oleh teman. Saya harus melakukannya karena setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama. Dampak positifnya adalah terciptanya keadilan, tanggung jawab, dan kerja sama. Jika saya tidak menerapkannya, teman dapat merasa dirugikan dan muncul rasa tidak percaya kepada saya. Dengan demikian, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan saya sehari-hari. Setiap sila mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli, toleran, adil, dan menghargai orang lain. Jika saya terus menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal kecil, saya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika nilai-nilai tersebut diabaikan, berbagai masalah seperti konflik, perpecahan, ketidakadilan, dan kurangnya kepedulian dapat terjadi. Oleh karena itu, saya harus berusaha mengamalkan Pancasila bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga harus diterapkan melalui tindakan nyata. Menurut saya, penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik, kehidupan akan menjadi lebih aman, rukun, dan saling menghargai. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk percaya kepada Tuhan dan menghormati orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Contohnya, ketika melihat teman sedang beribadah, saya tidak mengganggunya dan tetap menghormati keyakinannya. Saya harus melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya. Dampak positifnya adalah terciptanya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sebaliknya, jika saya tidak menghargai perbedaan agama, dapat muncul pertengkaran, kebencian, dan perpecahan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan saya untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan. Misalnya, ketika melihat teman kesulitan membawa barang, saya membantu tanpa memandang latar belakangnya. Saya harus membantunya karena setiap manusia perlu saling menghargai dan memiliki rasa kepedulian. Dampak positifnya adalah tumbuhnya rasa solidaritas dan persaudaraan. Jika saya tidak menerapkannya, saya dapat menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap kesulitan orang lain sehingga lingkungan sosial menjadi kurang harmonis. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan saya untuk menjaga persatuan walaupun memiliki berbagai perbedaan. Contohnya, ketika bekerja dalam kelompok di sekolah, saya mau bekerja sama dengan semua teman dan tidak memilih-milih berdasarkan suku, daerah, atau perbedaan lainnya. Dampak positifnya adalah pekerjaan menjadi lebih mudah dan hubungan pertemanan semakin kuat. Jika saya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau bekerja sama, dapat terjadi perselisihan, perpecahan, dan hilangnya rasa persatuan. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan saya untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Contohnya, ketika kelompok saya memiliki perbedaan pendapat dalam menentukan tugas, saya mendengarkan pendapat teman dan ikut mencari keputusan yang disepakati bersama. Dampak positifnya adalah keputusan menjadi lebih adil dan setiap orang merasa dihargai. Jika saya memaksakan pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain, dapat terjadi konflik dan hubungan dengan teman menjadi tidak baik. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan saya untuk bersikap adil dan tidak mengambil hak orang lain. Contohnya, ketika mendapatkan tugas kelompok, saya mengerjakan bagian saya dengan sungguh-sungguh dan tidak membiarkan semua pekerjaan dilakukan oleh teman. Saya harus melakukannya karena setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama. Dampak positifnya adalah terciptanya keadilan, tanggung jawab, dan kerja sama. Jika saya tidak menerapkannya, teman dapat merasa dirugikan dan muncul rasa tidak percaya kepada saya. Dengan demikian, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan saya sehari-hari. Setiap sila mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli, toleran, adil, dan menghargai orang lain. Jika saya terus menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal kecil, saya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika nilai-nilai tersebut diabaikan, berbagai masalah seperti konflik, perpecahan, ketidakadilan, dan kurangnya kepedulian dapat terjadi. Oleh karena itu, saya harus berusaha mengamalkan Pancasila bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Menerapkan Sila-Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Pancasila dalam Langkah Kecil Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Mahasiswa Kebidanan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga harus diterapkan melalui tindakan nyata. Menurut saya, penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Jika nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik, kehidupan akan menjadi lebih aman, rukun, dan saling menghargai. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan saya untuk percaya kepada Tuhan dan menghormati orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan yang berbeda. Contohnya, ketika melihat teman sedang beribadah, saya tidak mengganggunya dan tetap menghormati keyakinannya. Saya harus melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk menjalankan agamanya. Dampak positifnya adalah terciptanya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Sebaliknya, jika saya tidak menghargai perbedaan agama, dapat muncul pertengkaran, kebencian, dan perpecahan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan saya untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan tidak membeda-bedakan. Misalnya, ketika melihat teman kesulitan membawa barang, saya membantu tanpa memandang latar belakangnya. Saya harus membantunya karena setiap manusia perlu saling menghargai dan memiliki rasa kepedulian. Dampak positifnya adalah tumbuhnya rasa solidaritas dan persaudaraan. Jika saya tidak menerapkannya, saya dapat menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap kesulitan orang lain sehingga lingkungan sosial menjadi kurang harmonis. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan saya untuk menjaga persatuan walaupun memiliki berbagai perbedaan. Contohnya, ketika bekerja dalam kelompok di sekolah, saya mau bekerja sama dengan semua teman dan tidak memilih-milih berdasarkan suku, daerah, atau perbedaan lainnya. Dampak positifnya adalah pekerjaan menjadi lebih mudah dan hubungan pertemanan semakin kuat. Jika saya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau bekerja sama, dapat terjadi perselisihan, perpecahan, dan hilangnya rasa persatuan. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan saya untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Contohnya, ketika kelompok saya memiliki perbedaan pendapat dalam menentukan tugas, saya mendengarkan pendapat teman dan ikut mencari keputusan yang disepakati bersama. Dampak positifnya adalah keputusan menjadi lebih adil dan setiap orang merasa dihargai. Jika saya memaksakan pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain, dapat terjadi konflik dan hubungan dengan teman menjadi tidak baik. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan saya untuk bersikap adil dan tidak mengambil hak orang lain. Contohnya, ketika mendapatkan tugas kelompok, saya mengerjakan bagian saya dengan sungguh-sungguh dan tidak membiarkan semua pekerjaan dilakukan oleh teman. Saya harus melakukannya karena setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama. Dampak positifnya adalah terciptanya keadilan, tanggung jawab, dan kerja sama. Jika saya tidak menerapkannya, teman dapat merasa dirugikan dan muncul rasa tidak percaya kepada saya. Dengan demikian, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan saya sehari-hari. Setiap sila mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, peduli, toleran, adil, dan menghargai orang lain. Jika saya terus menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari hal-hal kecil, saya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika nilai-nilai tersebut diabaikan, berbagai masalah seperti konflik, perpecahan, ketidakadilan, dan kurangnya kepedulian dapat terjadi. Oleh karena itu, saya harus berusaha mengamalkan Pancasila bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:39 WIB

Sumsel

Menerapkan Sila-Sila Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:36 WIB

Sumsel

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:27 WIB