PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh fasilitas kesehatan yang menangani siswa korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memberikan pelayanan tanpa memungut biaya kepada keluarga.
Deru mengatakan biaya pelayanan kesehatan bagi siswa yang menjalani perawatan dapat ditagihkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Dan kepada layanan kesehatan yang melayani anak-anak keracunan itu, tolong dilayani dengan baik. Jangan dipungut biaya. Kalau itu suasana, boleh ditagih ke Pemprov dan harus dilayani,” kata Deru, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, penanganan terhadap para siswa harus menjadi perhatian utama setelah insiden tersebut. Ia meminta fasilitas kesehatan memastikan korban mendapatkan pelayanan secara optimal selama menjalani perawatan.
Selain persoalan penanganan korban, Deru juga meminta pengawasan terhadap penyediaan makanan MBG diperketat.
Menurut dia, aspek kebersihan dan higienitas perlu diperhatikan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan.
Deru secara khusus mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pengelola dapur MBG agar memperhatikan kebersihan sejak proses persiapan makanan hingga setelah makanan selesai dimasak.
“Saya juga mengingatkan kepada seluruh dapur MBG ini, SPPG, agar memperhatikan tingkat kebersihan, higienis. Kebersihan itu bukan hanya pramasak, tapi pascamasak juga,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak sekolah, guru, serta dinas pendidikan di daerah turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Pengawasan tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Dan saya minta para guru, para sekolah, dinas-dinas pendidikan juga ikut terus mengawasi ini. Jangan dibiarkan,” tegasnya.
Penulis : Tia
Editor : Jaks


















